My Little Baby

My Little Baby
117. Perihal ikan bakar



Sarah sudah membeli beberapa ekor ikan,cabe dan beberapa bahan masakan lain nya, tak lupa ia juga menyempatkan diri untuk membeli makanan ringan untuk bulan di minimarket terdekat.


Sarah mulai mencuci ikan-ikan hingga bersih, meracik bumbu-bumbu dan menyiapkan bahan-bahan lain nya untuk memanggang, Sarah memasak dengan cekatan.


"kok lama banget sih?" ujar mama Riska yang sudah berdiri di belakang Sarah.


"cepetan donk... saya lapar ?" ujar nya lagi sambil berlagak pinggang.


"iya ma...ini lagi mau di bakar ikan nya."jawab Sarah tanpa menoleh kearah mertua nya.


"kalau sudah masak langsung di antar ke kamar saya ya, nasi nya sedikit saja tapi ikan panggang nya yang banyak...." ujar nya, sambil berjalan menuju kamar meninggalkan Sarah.


"iya ma..." jawab Sarah lirih.


Mama Riska melewati ruangan tamu lantai bawah, ia melirik sekilas kearah kamar Sarah yang sedang terbuka lebar, terlihat bulan tengah memakan beberapa cemilan yang Sarah beli tadi di minimarket.


"Sarah.....Sarah...."wanita itu teriak kembali memanggil Sarah.


"i-iya ma..."jawab Sarah yang setengah berlari kearah mertua nya yang sudah berdiri di ambang pintu kamar mereka.


"apa-apaan ini, kenapa ada banyak sekali makanan seperti ini di rumah saya ?


kamu beli cemilan untuk dia ?"ucap mama Riska sambil menunjuk kearah bulan, sedang kan bulan hanya diam lalu berlari kearah mama nya yang sedang berdiri di depan mertua nya karena ketakutan.


"i-iya ma... Sarah tadi sempatkan membeli beberapa cemilan untuk bulan supaya dia anteng di kamar.?"ujar Sarah beralasan.


"buang semua makanan ini ? saya tidak suka di rumah mewah saya ada makanan seperti ini ! kalian benar-benar benalu ! merusak lingkungan saja... cih !"ucap mama Riska dengan dada naik turun seperti sedang marah, sambil berlenggak lenggok menuju lantai atas kamar nya.


Bulan menangis tersedu-sedu mendengar suara keras dan lantang dari nenek nya.


"Kamu tuli yah ? saya bilang buang, iya buang, jangan banyak alasan lagi, sekalian anak haram kamu itu di buang juga ! berisik saja..."Sarah terperanjat mendengar panutan mertua nya, ia tak terima dengan ucapan mertua nya barusan, tangan nya mengepal erat sambil menatap tajam kearah mertua nya yang sudah masuk kedalam kamar nya.


Sarah menarik nafas kasar sambil menenangkan bulan yang masih menangis-nagis, perbuatan mertua nya itu benar-benar membuat nya kesal.


setelah menenangkan bulan Sarah kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatan masak nya, hingga tak berselang lama ikan bakar tersebut pun matang dan siap untuk di santap.


TOK TOK TOK


Sarah mengetuk pintu kamar mertua nya yang tengah tertutup, hingga teriakan menggema lagi di balik kamar.


"buka..."


dengan perlahan Sarah membuka pintu kamar tersebut hingga ia meletakkan makanan di atas meja kecil di samping ranjang mertua nya yang tengah membaca majalah.


"mama, ini makanan nya..."ujar Sarah berlaku lembut meski selalu di kasari oleh mertua nya itu, bukan nya menjawab wanita itu malah menatap tajam kearah Sarah sambil membuang majalah yang sedang ia baca.


"a-ada apa ma..."ujar Sarah bingung.


"apa ikan bakar saya hanya segini ?"ujar nya melirik beberapa ikan yang sedang berada di atas piring dengan sedikit nasi.


"tidak ma, ikan nya masih banyak di dapur..."ujar Sarah menjelaskan.


"iya sudah, sana kamu pergi..."lanjut nya dengan tangan yang seperti mengusir kearah Sarah.


"iya ma... permisi..."