My Little Baby

My Little Baby
144. Mengutarakan perasaan



Sarah menerawang menatap langit-langit kamar, pikiran nya masih berkecamuk antara mengikuti saran kak Utami atau masih tetap dengan Alex, hingga ia kembali mengingat kenangan manis yang pernah mereka lewati saat-saat dulu, hingga kenangan buruk yang telah mengores hati dan jiwa nya, saat Alex bersikap kasar terhadap nya, menampar,mencekik hingga mendorong nya dan perlakuan buruk yang ia alami dari ibu nya Alex yang tidak pernah menyukai nya, ibu Alex semena-mena terhadap nya, menjadi kan nya babu, menyiksa dan memarahi nya dan bulan hingga selalu memfitnah nya.


Sarah pun memandang kearah anak nya bulan, bulan sangat bahagia saat tinggal bersama Adit dan Novi, bulan juga akhir-akhir ini selalu tertawa puas saat bersama ayu, yoga,teguh dan teman-teman restoran yang lain, bulan tidak pernah sebahagia ini saat masih berada di rumah keluarga Alex.


"kamu kenapa dek, kok melamun aja ?"tanya Adit saat memasuki kamar adik.


"eeh kakak...."Sarah menarik sedikit bibir nya tersenyum simpul.


"ada apa ? apa ada yang kamu pikirkan dek ?"tanya Adit, Adit tau kalau Sarah sedang di Landa kegalauan saat ini, ia tak ingin adik nya menjadi depresi karena pemikiran nya itu, akhir-akhir ini tubuh adik nya juga terlihat lebih kurus dari biasa nya.


"kak, ada yang ingin Sarah kata kan ?"ujar Sarah menatap sejurus kakak nya.


"apa yang ingin kamu katakan dek, kata kan kakak akan mendengar mu..."jawab Adit sambil tersenyum kearah adik nya tersebut.


"tapi Sarah ingin kak Novi juga ikut mendengarkan nya kak ?"ujar Sarah, ia tak ingin kak Novi merasa salah paham dengan nya atau malah membuat kak Novi keberatan dengan usul nya sebab bagaimanapun kak Novi adalah istri kakak nya.


"baik lah, ayo kita bicara di ruangan tamu, biar kakak panggil Novi ikut serta."


"iya kak"


Sarah ingin mengungkapkan perasaan nya kepada kakak dan kakak ipar nya, ia ingin mereka memberi saran atas apa yang ingin ia utarakan.


"kata kan, apa yang ingin kamu kata kan dek !"ujar Adit mengizinkan Sarah untuk berbicara.


"kak Adit, kak Novi, apa kalian mengizinkan aku sama bulan tinggal di sini untuk selama nya..."ucap Sarah, meskipun ini rumah orang tua nya,ia tetap tak enak tinggal di sini sebab sudah ada Novi istri kakak nya, ia takut Novi keberatan karena kehadiran nya dan bulan yang menggangu rumah tangga mereka.


"tentu saja, kakak dan Novi sangat senang kalau kalian tinggal di sini..."jawab Adit mantap sambil melirik Sarah dan Novi secara bergantian.


"iya Sarah, kakak juga setuju kalau kamu mau tinggal di sini, biar rumah jadi rame dan kakak nggak sendirian lagi di rumah saat Adit kerja, sebab sudah ada bulan yang selalu menemani kakak..."tambah Novi.


"tapi, apa kami tidak merepotkan kalian ?"tanya Sarah lagi.


"ngerepotin gimana maksud kamu dek ?"tanya adit ia tak terima adik nya berpikir yang tidak-tidak nanti nya.


"soal nya kebutuhan Sarah dan terlebih bulan sangat banyak kak, sedang kan Sarah hanya bekerja di restoran kecil dengan gaji yang tidak terlalu banyak, bagaimana cara Sarah membantu keuangan kakak ?"tanya Sarah ia tak ingin di anggap tinggal gratis di rumah ini, meski di tempat kakak nya sendiri.