My Little Baby

My Little Baby
179. Keputusan ayu



Pagi ini Sarah beserta keluarga sudah pulang kekediaman mereka, setelah sampai di rumah semua nya pun kembali terlelap di kamar masing-masing, karena begitu kelelahan di perjalanan, sesaat Sarah ingin berlayar menuju mimpi indah nya, handphone nya pun berdering, terlihat nama sahabat nya tertera di sana.


[hallo, udah pulang yah yang lagi liburan...] ujar di sebalik telepon.


[haha, udah yu, nih baru nyampe...] jawab Sarah,sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh bulan yang sudah terlelap.


[ouh, kirain liburan nya seminggu atau sebulanan...] ucap ayu lagi.


[ haha nggak lah yu, gue kan masih harus kerja...] jawab Sarah lagi.


[ iya sih...]


[ ouh iya, kita jadi menghadiri opening restoran teguh kan ?] tanya ayu lagi, beberapa hari yang lalu teguh sempat mengundang mereka untuk menghadiri acara pembukaan restoran baru nya.


[gimana yah yu, gue masih sibuk soal nya, apa lagi kak Novi masih sakit...] ujar Sarah, ia tak tega sebenarnya meninggalkan Adit sendirian yang menemani Novi di rumah.


[tapi Lo udah janji loh sama teguh dan bukan nya kak Adit ada di rumah yah, kenapa harus Lo yang jagain ?] tanya ayu protes, ia sangat ingin Sarah ikut menghadiri opening restoran teguh bersama nya dan ia juga ingin bercerita panjang lebar kepada Sarah, perihal keputusan yang telah ia ambil.


[ ia sih, tapi gue nggak tegaan membiarkan kak Adit seorang diri menjaga kak Novi ] Sarah tak menceritakan kepada ayu perihal Novi yang terkadang suka berbuat hal yang nekat.


[hmm bagaimana yah, yah gitu...] ujar Sarah, sebenarnya dia juga merasa tak enak terhadap sahabat nya teguh, karena ia sempat mengiyakan permintaan lelaki itu untuk menemani nya di pembukaan restoran.


[ hmm, gue pikirin deh, gue sambil lihat kondisi terlebih dahulu, jika kak Novi sudah bisa di tinggali, gue bakal ikut bareng Lo, untuk hadiri acara nya teguh..]


[okey, kabari gue yah, biar gue jemput Lo...] ucap ayu lagi.


[oke...]


Sambungan telepon pun terputus ayu sangat senang jika Sarah mau mempertimbangkan keputusan nya lagi untuk menemani nya menghadiri opening restoran teguh,


tak berselang lama terlihat ayu sedang berbalas pesan dengan seseorang, wajah nya seketika murung dan ia langsung menitikkan air mata di pelupuk mata nya.


"aku minta maaf Arsya, aku terpaksa memutuskan mu secara via chat seperti ini, aku nggak tega jika harus bertemu dengan mu, takut nya hati ku tidak akan terima jika sudah melihat mu..." lirih ayu, ia sudah mempertimbangkan keputusan nya untuk mengakhiri hubungan nya dengan Arsya.


"sudah bertahun-tahun kita pacaran, rasa nya aku tetap sama seperti orang yang tidak memiliki kekasih, aku ingin mencari orang yang tulus mencintai ku dan menemani ku, bukan orang yang selalu mementingkan diri nya sendiri, kamu begitu egois Arsya, sudah empat tahun aku menunggu mu, aku berharap seusai wisuda kamu akan kembali ke sini, namun kamu malah memilih ego mu untuk tetap di sana melanjutkan studi mu, dan pasti nya tidak mudah untuk mu menerima ku yang orang miskin ini menjadi istri mu kelak, karena kesuksesan yang kau miliki nanti nya, maaf kan aku Arsya, aku takut sakit terlalu dalam, lebih baik aku berusaha melupakan mu dan menerima orang baru yang sepadan dengan ku, supaya aku tidak menderita seperti sahabat ku kelak..." ayu sudah mantap, ia tak ingin terjerat karena cinta ia harus menderita mendapatkan tekanan lahir dan batin seperti Sarah, apa lagi keluarga Arsya juga tidak menyukai nya sama seperti Sarah, bisa jadi keluarga Arsya juga akan memperlakukan nya bak babu jika mereka harus menikah kelak.