My Little Baby

My Little Baby
231. Kasih sayang teguh



"papa memang hebat..." puji pelangi setelah mereka telah kembali ke rumah setelah acara wisuda selesai.


"iya pa, papa memang hebat, bulan bangga sama papa."


bulan dan pelangi pun mencium kedua pipi teguh, mereka memang salut memiliki ayah seperti teguh.


"papa adalah lelaki terbaik untuk bulan." tutur bulan memeluk erat tubuh teguh.


"iya, dan pelangi juga semakin kagum dan salut terhadap papa." puji pelangi lagi.


"tidak, papa bukanlah orang hebat nak, dan tidak ada seorangpun di dunia ini yang hebat." ujar teguh membalas ciuman anak-anak nya.


"kok gitu sih pa ?" protes bulan.


"iya pa, papa kan kebanggaan kami, idola kami, dan lelaki terbaik untuk kami !" sambung bulan lagi.


"Papa tidak hebat nak, karena pada dasarnya setiap manusia itu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing sayang, maka jika manusia masih punya banyak kekurangan seperti papa,pantaskah manusia itu disebut hebat ?"tanya teguh lagi kepada kedua putri nya.


"hmm...bulan tak peduli pa ! papa memang hebat bukti nya..." ujar bulan mencium habis wajah teguh.


"iya kak bulan benar, papa memang hebat." tambah pelangi tak mau kalah mencium wajah teguh.


"apa menurut kalian, papa ini tidak memiliki kekurangan ?" tanya teguh lagi.


"bagi pelangi tidak ada !" ujar pelangi bergelantungan kepada ayah nya.


"bagi bulan juga, papa adalah manusia yang paling sempurna." tambah bulan lagi.


"tapi bagi orang lain ?" tanya teguh lagi.


"pelangi tak peduli." ujar pelangi.


"bulan juga, tapi bagaimana dengan mama yah ?" ucap bulan melirik mama nya dengan mata sembab habis menangis.


"menurut mama, papa bagaimana ?" tanya bulan lagi.


"hmm papa mu memang hebat, hebat menyembunyikan rahasia sebesar itu pada mama." ujar Sarah kecewa dengan sikap teguh.


"menurut mama bagaimana ? papa hebat kan ?" tanya bulan lagi.


"iya papa kalian memang hebat, kalau Papa kalian tak hebat ? mana mungkin papa kalian


bisa memberikan kasih sayang dan perhatian kepada kalian dan mama, bagaimana pun komentar dunia,papa kalian ada seorang lelaki yang paling hebat dan dia adalah pahlawan bagi mama." ucap Sarah tulus tersenyum ikut bergabung memeluk tubuh teguh.


"Itu kan menurut kalian bertiga, sudah lah jangan terlalu menyanjung papa, nanti papa kalian malah jadi besar kepala, nah kalau Papa kalian sudah besar kepala, coba kalian bayangkan bagaimana rupa Papa kalian ini dengan kepala yang besar ? lucu sekaligus menakutkan bukan!." tutur Teguh Sambil tertawa terbahak-bahak.


Teguh sangat bahagia bersama tiga wanita yang memeluk erat tubuh nya ini, tiga wanita yang sangat ia cintai itu adalah motivasi nya untuk terus sukses dan bangkit menjadi lebih baik.


"huh papa ! yang di maksud besar kepala bukan yang seperti papa bayangkan loh !" tutur bulan protes mendengar ucapan ayah nya.


"iya pa, papa aneh-aneh aja !" sambung pelangi.


"lalu seperti apa dong ?" ujar teguh pura-pura tak mengerti.


"itu hanya kiasan pa." jelas bulan.


"iya pa." sambung pelangi.


"besar kepala arti nya sombong pa..." jelas bulan lagi.


"iya pa, besar kepala itu sombong, bukan kepala papa yang menjadi besar." ucap pelangi lagi.


"nah, begitu saja papa kalian tak mengerti, bagaimana mungkin kalian mengatakan papa orang yang hebat." ujar teguh menatap tiga wanita yang sangat ia sayangi itu.


"bulan rasa, sebenarnya papa mengerti apa arti besar kepala, hanya saja papa pura-pura kan ?" tebak bulan, menyelidik.


"iya kak, kayak nya papa benar-benar pura-pura." sambung pelangi.


Bulan dan pelangi pun saling tatap dan mencubit tubuh papa nya.


"ah, AW AW sakit nak hahaha" mereka tertawa terbahak-bahak, begitu hangat dan harmonis keluarga mereka di karenakan kasih sayang tulus yang di berikan oleh teguh kepada keluarga nya.