My Little Baby

My Little Baby
244. Maaf kan Alex?



"ayo kita kejar bapak itu kak ?" ajak pelangi menarik tangan kakak nya.


"maksud kamu dek ?" tanya bulan kebingungan, sambil berlari menyusuri langkah kaki adik nya menuju sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah.


"seperti nya mama menyembunyikan sesuatu! ayo kita tanya sama bapak itu kak ?"bulan pun setuju, hingga mereka berdua memasuki sebuah mobil mewah dan mengendarai nya.


Saat sampai di pagar rumah, terlihat sebuah mobil mewah lain nya, berjalan masuk menuju ke arah rumah mereka, sehingga bulan dan pelangi saling bertatapan dan terpaksa menghentikan laju mobil di depan pagar rumah mereka.


Ternyata itu adalah kendaraan milik Rehan dan keluarga nya, bahkan rehan juga membawa orang tua dan nenek nya berkunjung.


"mau kemana?" tanya rehan menurunkan kaca mobil nya.


"kalian masuk aja, mama ada di rumah kok, kita ada urusan sebentar." jawab pelangi sambil menyetir.


"urusan apa ? tumben tergesa-gesa sekali?" tanya Rehan lagi sambil melirik dua orang wanita cantik yang berada di dalam mobil.


"ada lah! kalian masuk aja, sebentar lagi kami langsung pulang." tambah pelangi lagi.


"nenek,papa, mama, kami jalan dulu yah! sebentar lagi kami langsung kembali kok.!" tambah bulan dan terlihat Agam dan keluarga nya pun mengangguk.


Bulan dan pelangi pun menjalankan mobilnya kembali, dan berusaha mencari serta mengejar kepergian lelaki tua itu, dan ternyata memang lelaki tua itu belum jauh pergi, sehingga mereka pun bisa menyusul dengan mobil mereka.


"pak...bapak..." panggil bulan dan pelangi sambil terus menyetir.


Lelaki tua itu yakni adalah Alex, pun menghentikan langkah kakinya, dan menengok ke arah belakang, namun ketika dia melihat bahwa yang memanggil nya adalah Bulan dan pelangi, Alex pun berusaha tak menggubris dan bermaksud meneruskan langkah kakinya, tetapi mobil Mercedes Benz yang dikemudikan oleh Pelangi, sudah melaju dan tepat berada di depannya, sehingga lelaki itu terpaksa menghentikan langkahnya, dan terlihat dari dalam mobil Pelangi dan bulan pun keluar.


"bapak mau kemana?" tanya pelangi, berjalan mendekati Alex bersamaan dengan kakak nya bulan.


"iya pak, bapak mau kemana?" tanya bulan lagi.


"saya mau pergi non." lirih Alex sambil menjauhi pandangan mata dua putri nya.


"pergi kemana pak ?" tanya pelangi lagi.


"kata nya bapak nggak punya rumah dan keluarga?" sambung bulan dan terlihat Alex menunduk tanpa melihat kedua orang wanita di depan nya ini.


"iya sudah, bapak ikut kita aja yah ! bapak tinggal di tempat kita, dan kita bakal kasih bapak pekerjaan di pool atau di salah satu perusahaan papa kita." ujar bulan menyarankan.


"nggak usah non, bapak nggak mau nyusahin non-non sekalian." tolak Alex lagi, sebab ia tak mau kembali ke rumah Sarah dan Sarah juga sangat membenci nya saat ini.


"bapak nggak pernah nyusahin kita kok ? bahkan kita hanya berniat baik untuk membantu bapak, sebab ayah kita selalu mengajarkan seperti itu, dan selalu menebarkan kebaikan kepada sesama makhluk hidup." sambung bulan lagi dan terlihat pelangi mengangguk.


"kalau boleh saya tau, nama ayah kalian siapa ?" tanya Alex lagi, untuk memastikan kalau dua orang wanita ini benar anak nya.


"teguh pak, nama papa kami teguh." ucap bulan dan pelangi bersamaan.


Alex terbelalak mendengar nya, dan ternyata benar gadis baik-baik ini adalah anak kandung nya.


"na-nama kalian siapa?" tanya Alex lagi sambil menatap lekat kearah mata biru mereka.


"saya bulan pak." ujar bulan memperkenalkan diri.


"saya pelangi pak, adik nya kak bulan." sambung pelangi lagi.


"bu-bulan! pe-pelangi..." air mata Alex tumpah, ternyata anak-anak yang tak diinginkan nya dan anak yang di sia-siakan nya itu, tumbuh menjadi anak yang cantik dan baik hati seperti ini.


"ayo pak, kita ke rumah! maaf kan mama yah pak, mama orang nya baik kok, mungkin tadi hanya terjadi kesalahpahaman saja." ucap pelangi mendekati lelaki itu dan membawa nya masuk kedalam jok belakang mobil nya dan Alex pun menuruti keinginan anak-anak nya itu.


Bulan dan Pelangi sangat senang, bisa membantu bapak tua itu lagi, sebab mereka merasa bersalah dengan sikap mama nya yang tidak seperti biasanya, mengusir pengemis yang berkunjung ke rumah mereka.


"pak, apa bapak mengenal mama dan papa sebelumnya? sebab kita merasa aneh saja dengan kelakuan mama yang tidak semestinya?" tanya pelangi sambil menyetir mobil menuju ke kediaman nya.


"iya pak, apa bapak kenal sama mama kita ?" tambah bulan lagi, memutar kepalanya menghadap ke arah jok belakang tempat Alex duduk.


"aah, sa-saya ti-tidak kenal non." lirih Alex menundukkan kepalanya.


"bapak nggak bohong kan ?" tambah bulan lagi, sedikit curiga.


"tidak non, mana mungkin saya kenal dengan orang kaya seperti mama dan papa, non-non sekalian." ujar alex berbohong.


Tak berselang lama mobil mewah itu pun berhenti di depan rumah mewah tersebut, dan semua penumpang nya pun turun dari mobil.


Alex sangat merasa tak enak, untuk kembali ke rumah itu lagi, mengingat Sarah yang telah mengusir nya tadi.


"kami kesini ingin membicarakan perihal pernikahan Rehan dengan pelangi, Sarah!" tutur seorang lelaki yang duduk bersama keluarga nya di ruangan tamu.


"ouh iya, saya juga ingin membahas itu tadi nya." tambah Sarah menjawab.


"bagaimana?, kapan sebaiknya pernikahan itu di selenggarakan? lebih cepat kan lebih baik." tambah Agam lagi.


"iya Agam, aku juga nggak sabar pengen punya besang seperti kalian."ucap Sarah lagi dengan tersenyum manis.


"tapi kalau masalah kapan nya? lebih baik kita tanya kan kepada orang yang bersangkutannya saja." sambung Sarah lagi dan Agam pun mengangguk setuju.


"itu pelangi!" ujar rehan seketika menatap keluar.


Sarah dan semua tamu nya pun menatap kearah yang di tunjukkan Rehan, sehingga mereka semua bisa melihat siapa yang berada di teras rumah.


Di sana sudah berdiri, pelangi dan bulan yang di temani seorang lelaki tua.


"Alex..." lirih Sarah, tak percaya anak-anak nya akan membawa lelaki itu kembali.


"kak Alex.." ucap Agam terbelalak menatap lekat lelaki lusuh dengan pakaian compang-camping nya.


"Alex!" lirih Jasmine lagi mendapati anak tiri nya.


Semua orang sangat tak menyenangkan, bahwa itu adalah Alex, sehingga Agam pun berjalan menuju kearah lelaki itu dan berlari memeluk tubuh kakak nya Alex.


"kak Alex!" Agam memeluk erat tubuh Alex, begitu pula dengan Alex yang memeluk erat tubuh adik nya dengan air mata yang mengalir deras, karena kerakusan nya dan mama nya, mereka harus menerima karma atas hal itu.


"maaf kan kakak Agam." lirih Alex dengan air mata penyesalan nya.


"iya kak, Agam sudah memaafkan kakak, Agam bahkan sudah lama mencari keberadaan kakak." lanjut Agam lagi dengan pelukan hangat nya, sedang kan Sarah dan anak-anak nya hanya mengganga menatap penuh kebingungan dan tanda tanya.


"kakak menyesal Agam." tutur Alex lagi, sambil menangis di pelukan adik nya.


"iya kak, Agam senang kakak sudah insyaf dan menyesali perbuatan kakak." tambah Agam lagi dengan memeluk haru tubuh kakak nya.


"mommy!" Alex melepaskan pelukannya di tubuh Agam dan berlari bersimpuh di kaki wanita tua yang mengenakan tongkat kayu.


"maaf kan Alex mommy, maaf kan Alex, Alex menyesal mommy..." Alex menangis tersedu-sedu, sambil mencium kedua kaki wanita tua itu, sedang kan Jasmine hanya menangis dan merasa iba atas apa yang di alami oleh anak tiri nya.


"maaf kan Alek mommy, maaf kan mama, karena kami mommy dan juga Agam menderita." tambah Alex dengan penuh penyesalan akan semua kesalahannya.


"Alex." lirih Jasmine sambil menatap anak tiri nya, yang bersimpuh di kaki nya.


"sudah lah nak, mommy sudah memaafkan Alex, mommy senang bisa bertemu dengan Alex lagi." ucap Jasmine tersenyum senang sambil menghapus air mata di pipi nya.


"berdiri lah nak! mommy tak suka Alex seperti ini." tambah wanita itu dengan air mata yang menitih di pelupuk mata.


"bagaimana pun juga Alex adalah anak mommy, mommy tidak pernah membenci Alex, mommy sangat menyayangi Alex seperti anak mommy sendiri." tutur wanita itu lagi, Alex sangat terharu mendengar hal itu, seorang wanita yang begitu tersiksa dan dizolimi oleh mama nya sendiri, malah berbaik hati mau memaafkan nya dan begitu menyayangi nya.


Alex pun berdiri dan melayangkan pelukan nya di tubuh wanita itu, Jasmine sangat senang bisa bertemu dengan anak nya Alex.


"maaf kan Alex mom." ucap Alex dengan air mata mengalir deras dan penuh penyesalan dari lubuk hatinya.


"iya nak." jawab Jasmine mengusap kepala anak nya.