
"Bagaimana acara makan siangnya dek,
apa berjalan dengan lancar...?
ehmm seperti nya berjalan dengan begitu lancang kan dek, kamu pasti bahagia sekali bertemu dengan Alex..." ucap Adit menggoda adik nya, yang sedang duduk termenung sepulang di kafe.
"apaan sih kak, Sarah nggak suka di bercandai seperti itu ..." ucap Sarah sambil berdiri dari duduknya.
"haha kamu kenapa sih Sarah, nggak ketemu Alex kamu dilema seperti pagi tadi, giliran udah ketemu Alex, kamu juga seperti ini,
ada apa sih kamu dek, ada masalah apa lagi,?
apa Alex macam-macam sama kamu...?"tanya Adit penasaran.
"hmm kak, Sarah bingung, apa Sarah harus menerima kak Alex menjadi suami Sarah atau tidak, di sisi lain Sarah sangat mencintai Kak Alex, di sisi lain pula Sarah juga membenci kak Alex, Sarah tak tau apa yang harus Sarah lakukan saat ini," lanjut Sarah meminta sarang kepada sang kakak.
"haha adik nya kakak sudah dewasa sekarang, sudah ngomongin suami..."lanjut Adit menggoda.
"hmm malas ngomong sama kakak, Sarah mau tidur aja lah..."
lanjut Sarah sambil berdiri dari duduknya,
namun seketika Adit menarik tangan adik nya dan mendudukkan Sarah di samping nya.
"haha, jangan marah gitu donk dek...
jelek tau... haha..."
"uhhh kakak nggak lucu tau..."
hmmm
"haha maaf, maaf kan kakak ya dek..."
mmm
"dek, menurut kakak,
Alex juga siap meminang mu, kakak juga senang jika bulan memiliki ayah, apa lagi Alex adalah ayah biologis nya sendiri, tapi, semua itu bergantung kepada mu lagi dek, bagaimana menurut mu, jika kamu merasa baik, ya lakukan lah, jika kamu merasa tidak baik, ya hindari lah, kakak tau kamu masih membenci Alex karena perihal masa lalu,
tapi kamu tidak boleh egois seperti itu,
kamu lihat bulan kan...?
Alex begitu sangat menyayangi bulan,
kakak lihat, kakak juga suka jika Alex selalu bermain bersama bulan, supaya bulan lebih dekat dengan ayah kandung nya," ucap Adit memberi sarang.
"maksud kakak, bulan nggak apa-apa bermain bersama kak Alex ..?"
"iya dek,
jika kamu tidak mau menerima Alex kembali, itu terserah kepada mu,
tapi Alex adalah ayah kandung dari bulan,
tidak ada kata mantan ayah dek, di dalam dunia ini, meski bagaimana pun kamu menyangkal bahwa bulan adalah bukan anak Alex, tapi dunia sudah sangat tau kalau Alex adalah ayah nya bulan, apalagi bulan sama persis seperti Alex, Wajah nya saja seperti pinang di belah dua,
izin kan lah saja Alex bermain bersama bulan,
kasihan bulan dek, jika ia tidak pernah bertemu dengan ayah kandung nya, ini dapat menimbulkan psikologis nya di masa akan datang,"
Sarah jadi merasa bersalah kepada anak nya, setelah mendengar apa yang di ucapkan sang kakak, meski ia tak terima kalau Alex harus bersama dengan bulan anak nya.
"tapi kakak tau kan, orang tua nya kak Alex Sangat tidak menyukai Sarah dan baby bulan...?"
"hmm, hati manusia siapa yang tau dek,
banyak-banyak berdoa, kepada sang pencipta,
karena hanya tuhan yang dapat membolak-balikkan hati manusia, dan hanya tuhan yang dapat memberi petunjuk, kearah mana yang seharusnya kamu tempuh..."