
Beberapa hari pun berlalu semenjak kejadian itu, hari ini adalah hari yang indah bagi Sarah,
karena baby Bulan sudah di nyatakan
sehat/sembuh oleh dokter spesialis.
"sayang,
baby Bulan, umur mu udah 6 hari nak,
hari ini kita sudah bisa pulang loh...
ayo kita pulang sayang..."
"kamu mau pulang kampung Sarah...??"tanya Agam mengagetkan.
"ahh Agam, bikin kaget aja...haha
hmm maksud Sarah pulang ke kontrakan... hehehe"
"ouh gitu,
tapi Sarah,kamu kok aneh...
kamu kan baru selesai operasi, tapi kok kamu seperti nggak terjadi apa pun sih sama kamu,
aku aja masih terbayang pas lihat kamu operasi malam itu...kenapa tubuh kamu seperti segar bugar gitu...
aneh..."
"iya, aku juga tidak tau,
setelah melihat Wajah cantik anak ku,
rasa sakit pas aku melahirkan nya pun hilang seketika, aku sangat senang sekali..."
"ouuh gitu, bagus lah..."
"iya.."
"hmm,ouh iya,
kemarin itu kakak mu...?"
"eeh mmm iya, itu kakak ku,
kak Adit, aku tau kak Adit sangat kecewa kepada ku, tapi mau apa lagi, semua sudah terjadi, aku nggak mau sedih-sedih lagi,
nanti kasihan sama Bulan, kalau aku sedih pasti Bulan ikut sedih..."
"hmm iya, kamu memang wanita hebat sarah...
ouh ya Sarah, ini handphone mu,
maaf kan aku Sarah, sebenarnya aku yang menghubungi kakak mu waktu itu...aku..."
"sudah nggak apa-apa kok,
aku berterima kasih banyak ya Agam,
kamu sudah mau membantu ku dan baby bulan..."
"iya Sarah..."
______________________________________________
"Bulan kenapa kamu nangis seperti itu sayang,
kamu pup ya nak, tunggu mama ambilin popok mu dulu yah nak,
popok nya mana lagi...
HUAAAHHH..."
setelah Menganti popok baby bulan,
Sarah pun mengendong baby Bulan dengan menepuk perlahan pundak nya.
"aku masih merasa ini semua seperti mimpi,
baru kemarin rasa nya, aku bermain dengan teman-teman ku, bercanda dengan kakak ku,
dan bertingkah bodoh di sekolah ku,
tapi sekaran aku sudah menjadi seorang ibu,
bagi anak semata wayang ku BULAN.
aku merasa bodoh saat aku ingat, pertama kali aku sadar kalau aku hamil,
aku nggak tau harus cerita pada siapa,
apa lagi saat itu kak alex nggak bisa di hubungi, aku menangis sejadi jadinya, hingga aku memukul perut rata ku saat itu,
apa lagi saat kak Alex tak menginginkan bulan yang berada di perut ku, pada saat itu hati ku sangat hancur,
jiwa ku sangat hancur, aku benar-benar terluka.
tapi sekarang, aku malah sangat senang bisa di pertemukan dengan bayi lucu selucu bulan,
pada saat di rumah sakit,
aku juga di ajarkan banyak hal,
tentang menjaga bayi, merawat bayi,
cara memandikan nya, cara menenangkan nya, dsb.
pada saat Bulan masih di rawat di rumah sakit, aku juga menyempatkan diri untuk membeli kebutuhan bayi di pasar, dengan di temani Agam waktu itu,
meski saat pembayaran administrasi aku sempat pusing dengan biaya yang sangat membengkak,
karena aku yang lahiran di rumah sakit swasta dengan cara Cesar, apa lagi Bulan yang harus di rawat karena prematur,
walau pun saat itu agam sempat menawarkan diri nya untuk membiayai rumah sakit itu,
namun aku tidak mau merepotkan Agam, sudah cukup Agam berbuat baik pada ku selama ini, dengan paksa aku korban harga diri ku, demi aku dan buah hati ku,
aku mengunakan kartu berwarna merah yang di berikan oleh alex waktu itu,
dan berjanji akan menggantikan uang yang telah aku pinjam dari kartu tersebut.