My Little Baby

My Little Baby
44. Kenapa Lo tidak menikah Sarah ?



"huuuf capek nya, ayu...yuk kita pulang..."


"iya,"


"ouh ya ayu, bagaimana kalau malam ini lo nginap di rumah gue aja, pasti seru nanti nya..."ujar Sarah sambil memikirkan keseruan nya dan ayu.


"hmm boleh, ibu juga pasti bakal setuju kalau gue nginap di rumah lo malam ini" sambung ayu.


"horeeee,"


"lo kayak anak kecil aja Sarah...hehe"


"haha gue antusias sekali tau, jarang jarang loh ada yang mau Nemani gue tidur... hehehe"


"haha maka nya cepat-cepat cari jodoh, biar bisa temani lo dan bulan setiap hari..."


"hmm emang ada yah yu, yang mau dengan gue yang beranak satu ini,??"


"nggak tau, kan belum usaha, mana tau nanti nya lo dapat sugar Dady ...hahah


malah jadi sultan langsung deh lo Haha..."


"hmm gak lucu..."


"hahaha, lucu lah..."


"nggak"


"lucu tau..."


"nggak"


"lucu...emang lo nggak mau apa, memiliki suami dan ayah buat baby bulan, kasihan tau baby bulan, tanpa ayah seperti itu, jika lo memiliki suami, pasti baby bulan sangat senang dan lo tidak akan berpikir aneh-aneh lagi untuk masa depan nya bulan, tapi...


kalau seperti ini terus, gue yakin 90% anak lo akan menderita karena keegoisan lo Sarah,


pikirkan baik-baik, ini untuk kesejahteraan kita semua hahaha..."


"hmmm"


"ouh ya Sarah, kenapa lo tidak meminta pacar lo sih buat nikahi lo, enak banget yah jadi cowok udah hamili anak orang malah di tinggali, minta dia pulang dari luar negeri sarah, kalau dia tidak mau, lo ancam saja dia buat nikahi lo, dengan ancaman di penjara,


kasihan tau baby bulan, belum pernah ketemu dengan bapak nya..." ujar ayu panjang lebar.


"haaah,"


"hmm dia udah pulang, dia juga udah ketemu sama anak nya"


"serius lo !!!,


kalau bapak bulan udah pulang, apa lagi ketemu sama baby Bulan ?"


"hmm iya"


"waaah , ini kesempatan emas buat minta rujuk, heheh"


"aah rujuk,?"


"iya rujuk, dengan begitu baby bulan bisa bersama dengan bapak biologis nya,"


"hmm gue belum siap !


gue juga masih membenci nya, gue belum bisa menerima nya yu..."


"lo jangan egois seperti itu, kasihan baby bulan"


"hmm, ntah lah, akan gue pikir kan, untuk selanjutnya, untuk saat ini, gue sangat tidak sudi melihat dia bersama baby bulan, setelah apa yang ia lakukan terhadap kami,"


"iya Sarah, gue tau lo sangat menderita selama ini, apa lagi lo mengandung bulan dan melahirkan nya tanpa ada sosok ayah yang menemani lo, apa lagi lo juga sangat sabar menghadapi para tetangga yang Julit membicarakan tentang lo, tapi Sarah,


sarang gue, jika dia siap untuk bertanggung jawab dan menikahi lo, gue pikir apa salahnya menerima, tidak mungkin kan dia menyakiti anak biologis nya,"


"hmmm entah lah...


sampai sekarang belum gue dengar kata-kata maaf yang keluar dari mulut nya, apa lagi rasa penyesalan setelah meninggal kan kami selama ini, gue rasa sangat mustahil dia mengingatkan kami, karena kehidupan kami bagaikan langit dan bumi, seperti gue yang seorang pelayan sedang kan dia seorang raja,


aku tidak cocok untuk bersanding dengan nya, aku rasa, menuntut ilmu di luar negeri hanya alasan bagi nya untuk kabur dari tangung jawab nya, mungkin dia juga sudah memprediksi kan bahwa gue dan dia sangat berbeda, kalau masalah baby bulan,


gue yakin gue dan kak Adit bisa membahagiakan nya, meski menjadi orang tua tunggal dan kalau soal ayah, gue masih belum memikirkan nya, mengingat kehidupan gue masih sangat berantakan saat ini,


kuliah yang sedang gue perjuangkan dan baby bulan yang masih butuh perhatian."


"hmm iya Sarah gue paham,


semoga keputusan Lo yang terbaik buat hidup Lo..."