My Little Baby

My Little Baby
70. Balasan karena telah menggagalkan rencana



PLAK PLAK PLAK


PLAK PLAK PLAK


"hahaha rasakan,


itu balasan karena kamu telah menggagalkan rencana ku, haha


dasar anak haram tak tau di untung, apa salah nya sih untuk menghancurkan wanita hina itu"


PLAK PLAK PLAK


PLAK PLAK PLAK


pukulan selalu mendarat di tubuh penuh darah tersebut.


"ampun mama..." ucap seorang pria yang terikat dengan darah yang mengalir di sekujur tubuh nya.


"ampun ? hahaha


ini belum selesai sayang, masih ada suatu drama yang akan kamu saksikan saat ini hahaha, kamu pasti akan menyukai nya sayang,hahaha


selamat menikmati anak tiri ku tercinta hahaha..."


sebuah layar tancap pun di hidupkan terlihat sebuah video seorang wanita merintis kesakitan dan memohon pertolongan,


wanita itu tak lain adalah Khanza wanita yang sangat di cintai oleh dokter Agam tersebut.


"Caca,?"


"apa yang mama lakukan terhadap Caca,


kenapa mama melakukan itu terhadap Caca,


dasar manusia iblis" pekik Agam saat melihat video kekasih nya di gilir oleh beberapa pria hidung belang yang haus akan nafsu.


"hahaha, itu balasan nya jika kamu membantah sayang,


maka nya jadi anak itu yang penurut supaya wanita itu tidak jadi korban akan kesalahan yang kamu lakukan, hahaha...."


"mama jahat, aku benci sama mama hiks hiks hiks" ucap Agam dengan gigi yang di katup penuh dendam.


Rasa nya sangat sakit saat melihat wanita yang sangat di cintai digilir beberapa pria seperti itu,


tanpa bisa membantu nya sama sekali,


Agam hanya terkujur lemah tanpa bisa melakukan apapun,


air mata mengalir deras di pipinya dan ia selalu menyalahkan diri nya sendiri atas musibah yang dialami kekasih nya Khanza atau Caca.


"maaf kan aku ca, maaf kan aku,


aku pria brengsek ca, maaf kan aku..."


"Apa lo yakin akan hal itu Alex...?" tanya Adit yang tak percaya jalan pikiran sahabat nya tersebut.


"gue mohon Adit, hanya ini satu satu nya jalan supaya gue bisa bersama dengan Sarah dan anak gue, gue mohon bantu gue Adit..." ucap Alex memohon.


"Arsya,"


"iya kak..."


"apa kamu mau membantu kakak dek??"tanya Alex.


"tapi kak, apa Sarah setuju dengan ide gila kakak itu...?" ujar Arsya kembali.


"Sarah, kamu mau kan tinggal bersama kakak dan anak kita, seperti impian awal kita." ucap Alex sambil mengelus tangan mulus Sarah.


Sarah hanya diam, ia kembali melirik kakak nya, meminta persetujuan, menurut Sarah, hanya kakak nya yang bisa membantu nya saat ini.


"jika Sarah menyetujui nya, maka dengan berat hati gue akan membantu loe Lex,


ingat ini semua gue lakuin untuk kebahagiaan adik gue.." ucap Adit yakin,


Alex pun tersenyum bahagia kearah sahabat nya itu.


"terima kasih dit, Lo emang sahabat dan kakak terbaik..."


"gue juga akan membantu kalian,


keluarga gue memiliki vila yang sudah lama tidak di tempati, kalian bisa tinggal di sana untuk sementara waktu" sambung Novi.


"terima kasih Novi,"


"Arsya juga akan melakukan hal yang terbaik untuk kebahagiaan kakak,"


"terima kasih dek"


Alex sangat bahagia, akhirnya impian nya bersama Sarah sedikit demi sedikit akan terwujud juga.


_____________________________________________


Di sebuah vila yang berada di perbukitan terlihat seorang pria yang sedang membersihkan pekerangan vila tersebut,


lelaki tua yang berusia sekitar 70 tahunan itu, tinggal bersama istri nya yang berusia lebih muda dari nya.


"nyonya muda menghubungi mas tadi siang,


kata nya akan ada teman nya yang akan menepati vila ini,


lebih baik kita bersih-bersih terlebih dahulu, mas nggak mau nyonya muda nanti nya bicara yang tidak-tidak kepada tuan, bisa-bisa


kita di pecat dan di usir dari sini." timpal lelaki tersebut.