My Little Baby

My Little Baby
66. Rencana licik mama



Di dalam suatu ruangan terlihat dua orang sedang berdebat memperebutkan harta warisan.


"Oke, jika kamu bersikeras ingin menjadi pemimpin di rumah sakit ini, saya akan mengabulkan nya, tapi dengan satu syarat..."


wanita itu pun mendekat dan berbisik di telinga lelaki itu hingga membuat lelaki itu membelalakkan matanya.


"tidak, aku tidak mau, kenapa harus aku,


aku tidak mau, aku tidak setuju dengan persyaratan mama...."ucap lelaki itu lantang.


"hanya itu satu-satunya cara untuk mendapatkan keuntungan masing-masing."


lanjut wanita itu dengan senyum licik nya.


"hmm sebelum nya apa aku boleh bertemu dengan orang itu terlebih dahulu...?" tanya nya sambil menatap lekat mata wanita di depan nya meminta persetujuan.


"saya akan mempertemukan kalian,


tapi saat rencana ini telah di laksanakan,"


lanjut wanita itu Lalu pergi meninggalkan lelaki yang masih mematung mencerna apa yang di ucapkan mama nya tadi.


"aku harus berkorban sedikit saja,


untuk mendapatkan hak ku, setelah itu semua akan baik-baik saja,"


______________________________________________


Beberapa hari kemudian,


Sarah yang baru pulang dari kampus nya,


harus berteduh di sebuah tempat ronda karena kehujanan, hujan yang sangat lebat dan seketika datang lah seorang lelaki tampan yang tidak asing menurut nya.


"Agam, kenapa kamu ada disini...?" tanya Sarah sambil menatap Agam yang sama basah nya seperti dirinya.


"aah iya tadi aku dari rumah teman ku di sekitar sini, karena nggak bawa mobil aku cari angkutan umum untuk pulang,


ternyata aku nggak nemuin akhirnya aku berlari dari rumah teman ku ke pos ronda ini,


akhirnya ketemu kamu di sini," ujar Agam menjelaskan sambil mendudukkan bokong nya di samping Sarah.


Sedangkan di luar pos, air hujan nya turun bagaikan keluar dari selang, lebat dan deras, berkali-kali Sarah menutup telinga nya karena suara petir yang menggelegar.


"kamu takut sama petir ya Sarah..." ucap agam sambil terkekeh.


"aaah lumayan, kalau di rumah biasanya pas petir selalu ada kak Adit yang jagain... hehe"


"eeh iya..." lanjut Sarah sambil memeluk tubuh nya yang mulai menggigil.


"kamu kedinginan Sarah...?"tanya Agam memerhatikan tubuh Sarah.


"hmm iya gam, dingin banget...hehe" lanjut Sarah sambil menghembuskan kedua tangan nya.


"mau aku rangkul Sarah, supaya kamu nggak kedinginan lagi..." tanya Agam sambil mendekap kearah Sarah,


"eeeh nggak, nggak usah Agam, nggak enak di lihat orang..." ujar Sarah sambil menggeser dudukan nya.


"Sarah kamu nggak takut sama kecoa yah...?"


tanya Agam tiba-tiba.


"ke-kecoa..." jawab Sarah sambil membelalakkan matanya.


"iya kecoa, itu di sebelah kamu..." lanjut Agam sambil menunjuk kearah kecoa yang mulai naik keatas Sarah.


"kecoaaaa" Sarah pun memekik dan berpindah duduk nya memeluk erat tubuh Agam yang berada di sebelah nya, Agam hanya tersenyum melihat tingkah laku Sarah,


hingga ia membalas memeluk erat tubuh Sarah, Sarah yang merasa ada yang aneh dengan Agam seketika berteriak kencang hingga membuat Agam terkekeh geli dengan sifat kekanak-kanakan Sarah.


"haha kamu lucu Sarah "


"hmm ,aku geli tau..."


"haha,tapi aku suka..."


"suka apa ...?"tanya Sarah bingung.


"suka menggoda kamu,hahaha"


"ihhh, jail kamu gam..."lanjut Sarah sambil mencubit kecil tangan Agam.


"hahaha"


"maaf kan aku mama,


aku tidak bisa melakukan hal seperti itu,


jika wanita yang mama maksud adalah Sarah"


batin Agam.