My Little Baby

My Little Baby
82. Sembunyikan gue adit



Setiap jadwal olahraga mereka hanya di perbolehkan mengunakan sepatu berwarna hitam.


"bulan, kalau guru tau, pasti kamu bakal di hukum, haha" ujar Joko menakuti bulan.


"bulan, jangan takut yah,


guru pasti bakal memaklumi kesalahan bulan, kan bulan siswa baru..." sambung Tia menenangkan.


"haha mana ada yang seperti itu,


haha bulan pasti akan di hukum haha"


bulan pun melirik keruangan mama nya mengajar dan berlari kearah sana.


"MAMA, MAMA"


hiks hiks hiks


"mama,bulan nggak mau di hukum mama..."


hiks hiks hiks


sesempai di ambang pintu Sarah yang mendengar Isak tangis anak nya langsung bergegas menghampiri nya.


"ada apa sayang, kenapa bulan menangis nak??"tanya Sarah khawatir.


"bulan nggak mau di hukum mama.."


hiks hiks hiks


"siapa yang mau menghukum bulan ?" tanya Sarah lagi.


"bulan salah pake sepatu ma, seharusnya warna hitam,bukan warna putih,


bulan takut di hukum mama,


bulan nggak mau sekolah lagi, hiks hiks hiks"


"udah, bulan jangan nangis lagi yah,


bulan nggak akan di hukum, nanti biar mama yang bicara dengan guru bulan yah,


bulan kembali belajar lagi yah...?" pinta Sarah.


"bulan takut ketahuan oleh ibu guru mama,


bulan takut di hukum hiks hiks hiks"


"setakut itu kah bulan !


kasihan sekali dia "


"iya sudah kalau bulan nggak mau olahraga lagi !,


ayo bulan ikut mama mengajar di kelas ini,


bulan pun mengangguk mengiyakan panutan mama nya.


______________________________________________


"dit, Adit buka pintu nya dit,


ini gue Alex, dit cepat buka pintunya..." ucap Alex sembunyi-sembunyi.


"Alex !" ujar Adit yang melihat sahabatnya di ambang pintu.


"Alex,Lo dari mana saja, kami semua susah payah mencari Lo tau..." sambung Adit menjelaskan.


"Adit, tolong bantu gue, tolong sembunyi kan gue, gue sedang di kejar Beberapa bodyguard mama, ayo Adit sembunyikan gue.."


"kenapa, kenapa kamu bisa di kejar?"


"nanti gue jelasin, ayo dit sembunyikan gue"


"eeh iya"


tak berselang lama beberapa lelaki bertubuh kekar pun mendobrak kediaman Adit,


dan terlihat mereka sedang memasang wajah begitu marah saat ini, Adit yang tubuh nya bergetar hebat perlahan membuka pintu dan menemui bodyguard tersebut.


"a-ada apa yah, datang ke rumah saya malam-malam begini??" ucap Adit basa basi, namun tidak ada yang mempedulikan ucapan nya,


para bodyguard bertubuh kekar itu, langsung menyerbu masuk mencari keberadaan Alex,


semua ruangan sudah di cari oleh mereka bahkan di setiap inci sekali pun,


setelah puas mengotak Atik kediaman Adit, mereka pun pergi tanpa pamit dari rumah Adit,


sekira nya aman, Adit pun memanggil Alex turun dari loteng atap rumah nya yang sudah jebol tersebut.


"apa sudah aman?" tanya Alex khawatir.


"semua sudah aman, mereka sudah puas menghancurkan rumah gue,


sekarang giliran Lo yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Lo,


dan apa alasan yang membuat Lo pergi menghilang selama ini..." tanya Adit penasaran.


"pertama-tama gue mau minta maaf sama Lo dan Sarah karena sudah membuat kalian khawatir terhadap gue,


dan gua juga mau minta maaf atas kesalahan yang telah gue perbuat terhadap kalian...


gue benar-benar tak bermaksud melarikan diri lagi seperti waktu itu kok,


gue dan Arsya sedang dalam masalah besar saat ini,


jika kita tidak mematuhi perintah mama, gue takut Sarah dan ayu yang akan menjadi korban selanjutnya..."