
"tapi kak, kak Alex adalah anak sulung dia harus jadi contoh yang baik untuk adiknya, sudah sewajarnya kan dia berbakti kepada mama nya ?" sahut Sarah menatap Utami.
"oke, kalau itu alasan mu, untuk apa dia menikahi mu? hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis nya saja ?"tutur Utami dengan tatapan tajam, ia tak paham dengan pemikiran Sarah.
"seorang suami berkewajiban melindungi istri nya dari bahaya, bukan malah membahayakan istri nya, suami yang tidak menafkahi istri nya itu lebih baik dari pada suami yang selalu menyakiti istri nya." sambung Utami sambil menyantap makanan bakso yang berada di atas meja.
"maksud nya kak ?"tanya Sarah bingung.
"nasib kita sama, suami kita sama-sama anak kesayangan mama nya, hanya saja perbedaan nya, suami ku anak tunggal sedang kan suami mu anak sulung." jawab Utami sambil tersenyum.
"mertua kita sama-sama menguasai suami kita, beda nya, suami mu Bekerja menghasilkan uang,sedang kan suami ku pengangguran dan menjadi kacung ibu nya."ujar kak Utami lagi.
"kamu tau kenapa kakak bertahan hingga lima tahun walaupun dia tidak pernah menafkahi ku,bahkan menafkahi tak sesuai dengan kebutuhan ku."wanita itu menatap Sarah meminta jawaban, sedang kan Sarah hanya menggeleng kepala nya.
"iya, aku selalu di anggap bodoh oleh orang lain, karena bertahan walaupun tidak pernah di nafkahi, namun alasan ku bertahan hanya satu hal, suami ku tidak pernah memain tangan dan dia selalu membela ku kala sedang adu argument dengan ibu nya, tapi lelaki kasar dan main tangan tidak akan berubah dengan lingkaran itu..."ujar nya lagi.
"lingkaran apa kak ?"tanya Sarah.
"lingkaran ibu nya, lelaki yang hanya percaya kepada ibu nya dan tidak bisa mikir secara logika, akan melakukan hal yang sama meskipun berulang kali meminta maaf." tambah kak Utami.
Sarah tersentak memang betul perkataan kak Utami,Alex berulang kali melakukan kesalahan dan berulang kali pula meminta maaf namun ia tidak pernah berubah walau berapa kali di beri kesempatan.
"jika kamu masih ingin bersama dengan suami mu, maka kamu harus siap-siap untuk berpamitan dengan keluarga kesayangan mu, kamu harus siap-siap kehilangan kakak tercinta mu Adit, sebab aku takut jika kau masih menjadi pengabdi suami yang baik yang sangat kau cintai dan sayangi itu, bisa-bisa suatu saat kau bisa mati di tangan nya, karena ia akan selalu merusak metal dan pisik mu..."sambung kak Utami sambil berdiri dari duduk nya dan segera membayar harga bakso yang ia makan barusan
"percaya lah pada ku, jika kamu masih ingin bertahan dengan lelaki yang teramat kamu cinta itu namun ia berulang kali perlahan membunuh mental mu,maka anak mu akan merasa kan buah dari apa yang kalian tanam ulah papa nya, silahkan pilih kau ingin memilih cinta demi mu dan putri mu dengan kehancuran atau pergi menjauh selamat kan diri dari karma yang akan datang, mumpung putri mu belum terlalu mengenal siapa ayah nya."sambung kak Utami memberi arahan, ia tak ingin Sarah menderita setelah ia mendengar cerita yang di alami oleh Sarah.