
Setelah berkeliling mencari Alex, Sarah dan bulan pun kembali ke kediaman utama Mahesa,
berharap Alex telah pulang ke rumah saat ini.
namun lagi-lagi ia tak melihat keberadaan Alex dimana pun, hingga ia membawa bulan kekamar dan menidurkan nya di sana.
"heeh Sarah, dari mana saja kamu ?
enak saja, pergi begitu lama,
sana ke dapur !
masak yang enak, saya lapar ?" ucap mertua nya, mama Riska sambil berkacak pinggang.
"tunggu sebentar ma, Sarah tiduri bulan dulu..."ujar Sarah lirih.
Sarah pun membaringkan tubuh bulan, hingga ia teringat awal mula ia bertemu dengan Alex, hingga ia memberikan kehormatan nya untuk Alex dan lahir lah bulan di antara cinta mereka,
namun aneh nya, tak ada angin tak ada hujan, Alex seperti nya telah berubah, ia lebih tramental dari biasanya.
"Sarah...Sarah..." teriak mertua nya di ambang pintu.
"i-iya ma..."jawab Sarah sambil berjalan kearah mama mertua nya.
"saya kan minta kamu masak,
kenapa kamu belum juga ke dapur haaa !" lanjut riska sambil melotot kearah Sarah.
"maaf ma..."
Sarah pun bergegas ke dapur dan meracik bumbu mulai dari cabe, bawang, jahe, serai, kunyit dan sebagainya,
hingga tercium aroma masakan yang menggugah selera di penjuru rumah mewah tersebut,
makanan pun di hidangkan di atas meja makan dengan nuansa minimalis modern kayu jati.
"heh, kalau Alex tanya siapa yang masak,
kamu jawab saja kalau mama yang masak,
paham !" hardik wanita itu sambil mendudukkan bokong nya di bangku kekuasaan nya di dapur tersebut .
"Baik ma..."ujar Sarah sambil terus mengidamkan makanan .
"sekarang kamu kembali ke kamar, saya tidak berselera kalau melihat wajah jelek kamu itu..."lanjut nya dengan tampang jijik.
Sarah pun mengikuti perintah mertua nya dan bergegas menuju ke kamar,
ia yakin setelah ini, pasti Alex akan sangat memarahi nya, karena ulah mertua nya itu.
Waktu telah menunjukkan pukul 12 malam, suara langkah kaki pun terdengar mendekat kearah kamar tersebut.
"Sarah..." ujar Alex lirih sambil menepuk pelan pundak Sarah,
Sarah yang mendengar nama nya di panggil pun sontak terbangun dari tidur nyenyak nya.
" kamu udah tidur ?"tanya Alex lemah lembut.
kakak khilaf tadi, maaf kan kakak yah..."
ucap Alex sambil mengecup kening sang istri, Sarah hanya diam dan mengamati wajah suami nya yang terlihat merasa bersalah tersebut .
"papa...."ucap anak perempuan itu sambil mengucek kedua mata nya.
"eeh sayang,
anak papa udah bangun yaahh..." Alex meraih bulan dan mencium pipi anak nya dengan sangat gemas.
"tadi bulan sama mama cari papa ..."ujar anak itu menjelaskan sambil memeluk erat tubuh papa nya, seakan tidak ingin ayah nya pergi lagi dari dekapan nya.
"cari papa kemana sayang ?"tanya Alex dan berkali-kali mencium wajah cantik anak nya.
"keliling-keliling sama mama tadi,
tapi papa nya nggak ada..."ujar gadis itu dengan ekspresi wajah melemas.
"kan sekarang papa ada di sini bersama bulan dan mama "ujar Alex lagi.
"iya papa,
papa jangan pergi lagi yah pa...?"
"iya sayang ..."
Alex dan bulan pun bermain bersama malam itu, sedang Sarah sudah terlelap dalam mimpi indah nya,
setelah bulan tertidur, Alex pun membangun kan Sarah kembali, ia ingin meminta jatah nya malam ini,
namun Sarah melirik malas kearah nya hingga membuat Alex merasa bersalah .
"kamu masih mengantuk yah ?
maaf yah, kalau kakak ganggu tidur mu ?"
"hmm iya kak " ucap Sarah .
"kak, apa aku boleh minta sesuatu"pinta Sarah sambil menatap serius kearah Alex.
"meminta apa ?"tanya Alex langsung .
"Sarah ingin sepulang kuliah besok,
sarah dan bulan ingin berkunjung ke kediaman kak Adit dan kak Novi, Sarah harap kakak mengizinkan yah..."
"hmm iya sudah,kakak izinin,
tapi jangan pulang terlalu larut yah dek,
kakak nggak bisa jauh-jauh dari kalian .."
"hmm iya kak"