
apa semua akan baik-baik saja,
HAAAAH aku tidak yakin.
malam yang panjang, aku tidak bisa tidur hingga waktu sudah menunjukkan pukul 03 dini hari,
aku ingin mengunjungi bulan,
tapi, bulan dimana yah, pasti dia juga sudah terlelap jam segini,
kak Alex tidur nya nyenyak juga yah,
kasihan dia, aku yakin Kak Alex pasti bisa sembuh dari sakit nya.
"sayang..."ujar seorang lirih.
"kak, kak Alex
kak Alex belum tidur yah...?" tanya Sarah lagi.
"kamu kenapa sayang, kamu nggak bisa tidur yah...?" tanya Alex kembali.
"aaah iya kak, aku hanya tidak terbiasa tidur berjauhan dengan bulan..." ujar Sarah meyakinkan.
"kamu tenang saja sayang, bulan pasti sudah tidur nyenyak bersama Adit,
ayo kita tidur sayang, sini mendekat, Kakak peluk..."
"iya kak"
tidur di peluk seperti ini,malah bikin tambah susah tidur,
aku nggak terbiasa di peluk seperti ini.
malam ini nggak bisa tidur sama sekali,
ku lirik kak Alex tidur dengan begitu pulas nya, aku pun beranjak untuk menemani Putri ku bulan,aku sangat merindukan nya.
ku lihat makanan sudah tertata rapi di atas meja, makanan itu di masak langsung oleh kakak ku dan semua orang juga sudah berada di meja makan terkecuali suami ku yang tidur sangat nyenyak.
"Alex mana?" tanya kak Adit yang melirik ku keluar tanpa kak Alex.
"kak Alex masih tidur kak..." jawab ku.
"biasa pengantin baru, pasti kecapekan bertarung semalaman kan ..." goda sahabat ku ayu, yang menginap di vila semalam.
"apaan sih..!" ujar ku malu-malu, kecapekan apa nya, kita kan nggak ngapa-ngapain semalaman.
pagi ini mereka semua berpamitan untuk pulang ke rumah masing masing,
sedangkan aku, kak Alex dan anak kami akan tetap bersembunyi di vila pengunungan ini.
beruntung nya di sini terdapat sepasang suami istri tua yang menjaga vila yang kami tempati ini dan mereka sangat suka terhadap bulan, dari tadi nenek penjaga vila sangat asyik nya bermain bersama putri ku.
karena sudah menjadi suami istri, aku pun mulai membiasakan diri untuk menjadi istri yang baik untuk suami ku,
aku pun memasak Makanan rumahan sederhana untuk kak Alex,
setelah selesai aku pun menata di meja makan, tanpa ku sadari sepasang tangan kekar sudah melingkar di pinggul ku.
"kakak,
kakak bikin kaget aja..." ujar ku sambil memasukkan makanan kedalam piring.
"kakak pengen sayang," ujar kak Alex dengan nafas yang menggebu.
"kakak lapar yah...?"
"iya sayang, sangat lapar malahan..."
"iya sudah,ini makanan nya sudah siap,
kakak makan dulu aja yah,
Sarah suapi yah kak...!" ujar Sarah sambil menyodorkan piring tersebut kepada Alex.
"kakak nggak mau makan ini...?" ucap Alex manja.
"kakak nggak suka yah,
maaf kan Sarah kak, Sarah nggak tau kalau kakak nggak suka masakan Sarah ini,
gimana kalau Sarah minta bantuan nenek buat masakin makanan buat kakak...!" ucap Sarah.
"bukan sayang,bukan kakak nggak suka makanan kamu,
hanya saja kakak mau memakan mu terlebih dahulu" goda Alex yang berhasil membuat Sarah salah tingkah.
"kakak apaan sih, masih pagi tau..."ujar Sarah, yang semakin salah tingkah di goda oleh Alex.
"kenapa dengan pagi sayang,
bukan nya tadi malam adalah waktu yang tertunda,
ayo lah sayang,kakak pengen..." rayu Alex.
"tapi kak, aku..."
"sayang, dosa tau kalau menolak..."
"tapi kak, nanti kalau bulan nangis bagaimana...?"
"udah ah, bulan lagi asyik main di luar,
dia nggak akan nangis,
ayo lah sayang..."
"hmm iya kak,
tapi pelan-pelan yah..."
"iya sayang "