My Little Baby

My Little Baby
129. Perlakuan buruk



"Beneran Tante, istri sama anak Alex udah pergi dari sini ?"ujar seorang wanita dengan senyum mengembang.


"iya donk, bahkan dia juga sudah pergi jauh dari kota ini, hingga Alex sendiri pun tak tau keberadaan mereka."lanjut mama riska menjelaskan.


"kemana perginya wanita itu Tante, kok bisa dia pergi seperti itu ?"ujar wanita itu bingung.


"ah mana Tante tau, dia kan wanita tolor dan udik, wanita tak berpendidikan emang dangkal pikiran nya, beda jauh dengan kamu yang berpendidikan ini, kamu sangat serasi dengan anak Tante..." sambung mama Riska lagi.


"haha benar kah Tante ?ujar wanita itu meyakinkan.


"iya donk sayang,"


"tapi bisa saja mereka masih berkomunikasi tanpa setahu Tante ?" ujar Amel sambil mengerutkan keningnya.


"aah tidak mungkin, bahkan handphone butut wanita itu sudah Tante buang ke ton sampah dan nomor nya Adit juga sudah Tante masukkan ke kontak hitam, tanpa di ketahui sedikit pun oleh Alex..."ujar wanita itu tersenyum licik.


"good Tan, Tante memang yang terbaik deh..."lanjut Amel memuji.


"iya donk, yang jelas calon menantu Tante juga sangat terbaik untuk Tante dan anak Tante."


"iya donk Tante, Amel pasti berusaha untuk menjadi menantu dan istri yang baik buat keluarga Mahesa ini."


"harus donk sayang,


kamu harus berusaha buat dapat kan hati nya Alex, karena tante hanya ingin kamu yang menjadi menantu Tante, bukan wanita kampungan itu." ucap mama riska dengan ekspresi jijik.


"iya Tante, tante juga tolong yah, bantuin Amel dapat kan Alex...?"pinta wanita yang bernama Amel.


"iya sayang, kamu tenang saja, Tante akan selalu mendukung kamu, kamu adalah anak cantik dan baik yang cocok untuk menjadi menantu di keluarga Mahesa ini." lanjut mama Riska.


Riska dan Amel sangat bahagia dengan perlakuan licik yang sedang mereka lakukan, mereka bersenang-senang di atas penderitaan anak dan menantunya, bahkan mereka tidak tau ada korban di balik perlakuan mereka.


tak berselang lama mobil Alex pun terparkir di depan rumah nya, Alex berjalan kearah pintu masuk rumah tersebut, namun ia malah mendapati Amel dan ibu nya sedang tertawa terbahak-bahak dengan minuman di tangan masing-masing.


"mama apa-apa itu ?"teriak Alex sambil merebut minuman bir di tangan mama nya, sontak kedua pasang mata saling memandang kearah lelaki yang berdiri dengan tatapan marah.


"mama masih sakit, kenapa mama meminum minuman ini ?"ujar Alex menatap tajam kearah mama nya.


"aah Alex hehe, mama nyicip sedikit kok sayang..."rayu mama Riska.


"ini tidak baik untuk kesehatan mama, mama bisa minum jus atau apa kek, jangan meminum minuman seperti ini...."ujar Alex geram.


"hehe, maaf kan mama yah nak, mama khilaf..."mama Riska pun mengandeng tubuh anak nya sambil pura-pura tidak terjadi apapun di rumah ini.


"hmm iya sudah ma, jangan di ulangi lagi." Alex sangat kelelahan ia tak ingin terjadi keributan lagi antara dia dan mama nya, hingga ia memilih untuk mengalah.


"iya sayang mama janji..."ucap mama Riska memperlihatkan kelingking nya.


"hmm dan kamu juga Amel, buat apa kamu datang kesini jika ingin mengajak mama ku meminum minuman seperti ini..."interogasi Alex karena ia tahu siapa Amel, Alex bukan hanya berhubungan dengan Amel sehari dua hari saja, namun mereka menjalin hubungan selama bertahun-tahun, hingga membuat Alex lebih mengetahui siapa Amel sebenarnya.


"nak, jangan salah kan Amel, mama yang meminta nya tadi..."ujar Riska membela wanita yang akan di jodohkan dengan anak nya


"hmm iya sudah ma, Alex ingin kekamar dulu, dan jangan lupa ini semua di singkirkan..."ujar Alex menunjuk minuman keras yang berbaris berjajar di meja ruangan tamu.


"iya sayang..."