
"Mama, bulan lapar..."ujar anak kecil itu sambil memegang perut nya yang sudah demo semua cacing di sana, Sarah tersenyum kearah putri nya dan bergegas menuju ke arah dapur, Sarah mengambil piring dan memasukkan nasi kedalam piring tersebut yang ia ambil dari Megi com, lalu Sarah membuka lemari tempat ia menyimpan ikan bakar tadi, namun Sarah membelalakkan kedua matanya ketika di dapati hanya tersisa bekas bumbu-bumbu saja di dalam mangkuk ikan panggang tersebut, Sarah memegang dada nya yang sesak, ia sesekali menarik nafas kasar dan berjalan Kelantai atas dimana terletak kamar mertua nya.
TOK TOK TOK
"ma...mama..."teriak Sarah dari arah luar pintu kamar mertua nya, namun tidak ada sahutan dari dalam kamar, Sarah terus mengetuk pintu kamar mertua nya dan lagi-lagi hening tidak ada sahutan sama sekali dari arah luar, Sarah semakin frustasi karena mertua nya itu, ia pun berjalan menuju dapur dengan perasaan dongkol, ia terpaksa membuat nasi goreng lagi untuk bulan, karena anak nya itu sudah merengek kelaparan.
Sarah merutuki nasib nya di taman di belakang rumah mewah tersebut, ia hanya mempunyai uang 200 ribu sisa dari uang belanjaan yang telah suami nya berikan, ia bingung mau bicara seperti apa kepada suami nya, untuk meminta uang tambahan, sedang kan uang di dalam tabungan nya hasil dari jualan online hanya tersisa sedikit.
sore ini ketika Sarah masih termenung dengan nasib nya, lagi-lagi mertua nya berteriak memanggil nya, Sarah mencoba pura-pura tidak mendengar teriakan bergema suara mertua nya itu, Sarah sangat geram dengan sikap nya yang semena-mena, Sarah sudah seperti babu di perlakukan oleh nya, Sarah sangat yakin kali ini pasti ia ingin Sarah menyiapkan air untuk mandi atau sekedar memijit.
kali ini Sarah ingin beristirahat,ia lelah di perlakukan seperti ini,
Sarah pun berjalan menuju kamar nya dan mengunci rapat-rapat pintu kamar dari arah dalam, ia ingin tidur sejenak melepas kepenatan.
"mama, mama, itu nenek teriak-teriak manggil mama ?"ucap bulan yang memperhatikan mama nya yang sedang berbaring di samping nya.
"biarin aja sayang, mama capek nak... kamu lanjut aja nonton kartun nya, jangan di peduliin." ujar Sarah sambil terlelap dalam mimpi nya.
"Sarah...Sarah..." pintu kamar di gedor dan itu bukan suara mertua nya, tapi suara suami nya Alex, Sarah pun bergegas membuka pintu, ia sangat kaget melihat Alex yang menatap tajam kearah Sarah seperti tatapan membunuh.
PLAK
"ka-kak to-long le-pas KA-kak..."Sarah mencoba meminta tolong dan menepuk-nepuk tangan kekar Alex yang berada di leher nya.
Alex melepaskan tangan kokoh nya di leher Sarah dan kembali menampar Sarah dengan bertubi-tubi hingga Sarah terjatuh dan kepala nya terbentur di bibir pintu, bibir dan pelipis Sarah mengeluarkan darah segar.
"a-apa yang kakak lakukan ?" ujar Sarah dengan bersimpuh air mata, wajah nya sangat panas dan sakit saat ini, Akibat perbuatan Alex.
"kamu masih berani bertanya hah ?"ujar Alex geram, sambil menarik kasar rambut hitam Sarah.
"kak, apa yang kakak lakukan ?"ujar Sarah meringis kesakitan.
"kamu ingin membunuh mama ku hah... karena dia meminta makanan, kamu diam kan seperti itu ?
kamu gila Sarah, mertua mu sakit-sakitan di sana kamu biar kan begitu saja, kamu ingin mama ku mati iya ? dari pada mama ku mati, lebih baik kamu yang mati..." ujar Alex tanpa ba-bi-bu dan kembali mencekik leher jenjang Sarah dengan begitu keras nya hingga air mata mengalir deras di pelupuk mata nya, nafas nya sesak lehernya sakit dan tubuh nya seperti mati rasa saat ini, hingga bulan berteriak menangis melihat Alex memperlakukan mama nya seperti itu.
"ingat urusan kita belum selesai j*lan" ujar Alex sambil mendorong tubuh Sarah dan pergi meninggalkan Sarah dan bulan yang menangis karena ulah nya,
Alex sangat kasar terhadap Sarah, ia dengan mudah nya mendengar hasutan mama nya yang mengatakan bahwa Sarah tidak memberi ia makan selama Alex pergi dan itu semua adalah dusta semata yang di buat oleh mama Riska.