
POV ALEX
Saat aku dan Sarah memulai hubungan kami,
aku sempat memaksa sarah untuk melakukan hubungan intim dengan ku,
namun ia malah menolak ku, di saat nafsu dan gairah ku mulai membara,
karena tidak dapat menyalurkan nafsu tersebut, aku pun menghentikan mobil ku di depan apartemen seorang wanita yang selama ini selalu mengharapkan ku menjadi kekasih nya,
dia adalah Amel, gadis cantik yang selalu merayu ku semenjak masa SMP di luar negeri, dia satu sekolah dengan ku di luar negeri, hingga kami kuliah pun bersama,
namun aku tidak pernah menyukai nya,
karena ia adalah wanita Liar yang selalu gonta-ganti cowok yang keluar masuk kediaman nya,
aku pun masuk kedalam apartemen nya,
seperti biasa ia menyambut ku sangat hangat, di dalam apartemen mewah nya.
"are you okay..." ucap nya sambil menatap lekat wajah ku yang sangat memerah, aku pun langsung memeluk nya dan mencumbu nya hingga menyalurkan hasrat ku kepada nya, hingga beberapa menit berlalu, nafas ku pun tidak bisa di kondisi kan lagi.
handphone ku selalu bergetar sedari tadi,
aku tau itu Sarah, namun aku enggan untuk mengangkat nya, aku pun mencoba menutup mata ku sebentar untuk menormalkan tenaga ku yang terkuras habis dengan Amel,
Amel juga tertidur pulas di pelukan ku karena kelelahan dengan permainan tadi,
setelah kudengar puas bunyi handphone ku yang berisik, aku pun meraih handphone ku,
yang berada di atas meja bersebelahan dengan ranjang tempat ku dan Amel memadu kasih,
ternyata Sarah mengirimkan ku sebuah pesan, aku pun tersenyum kecil setelah membacakan isi pesan Sarah, aku pun berdiri ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh ku, hingga ku kenakan pakaian ku dan ku laju kan mobil mewah ku menyusuri jalan raya menuju ke hotel xxx tempat ku dan Sarah akan bertemu,
aku yang awal nya sangat kelelahan bersama dengan Amel, namun kembali bersemangat saat melihat tubuh molek tanpa busana milik Sarah,aku pun menyatu kan Milik ku dengan Sarah, meski sangat susah meruntuhkan pertahanan Sarah, hingga bola ku pun memasuki gawang,
rasa nya sangat berbeda sekali dengan milik Amel, apa karena Sarah masih p*rawan dan tidak berpengalaman, sedangkan milik Amel merupakan barang bergilir dan sudah terbiasa di mainkan, begitu lah pikir ku.
setelah beberapa menit berlalu, aku dan Sarah sama-sama kelelahan, kami pun tertidur pulas,
saat mengetahui Sarah hamil yang tidak di sengaja oleh perbuatan kami, itu membuat ku sedikit frustasi, apa lagi orang tua ku yang memaksa kan ku untuk menuntut ilmu di luar negeri,
setelah berpikir panjang, aku pun pergi keluar negeri, walau meninggal kan begitu banyak luka untuk Sarah,
di sana aku selalu memikirkan kehidupan Sarah bersama bayi nya, karena ia sangat bersi kokoh untuk tidak mengugurkan kandungan nya,
aku pun memberikan kartu debit untuk Sarah,
dengan bermaksud untuk memenuhi kebutuhan nya dan anak yang ia kandung,
namun beberapa waktu berlalu tidak ada notifikasi dari handphone ku bahwa Sarah telah menggunakan kartu debit tersebut,
hingga suatu ketika keluar notifikasi dari handphone ku bahwa telah keluar uang sebesar xxx dari kartu tersebut di rumah sakit xxx .
Beberapa hari sebelum nya aku sempat menghubungi Adit , untuk menanyakan kabar Sarah, kata Adit, Sarah sedang kuliah di universitas xxx di kota itu, terus sekarang keluar notifikasi di rumah Sakit xxx itu,
apa sarah melahirkan sekarang ?
tapi bukan kah kehamilan Sarah baru menginjak 7 bulan, dari hitungan ku saat berangkat ke luar negeri,
apa Sarah sakit di sana atau Sarah mengalami kecelakaan atau sebenarnya Sarah beneran melahirkan di usia 7 bulan ini.
ada begitu banyak pertanyaan yang berpusat di kepala ku, tapi diri ku selalu berpikir positif terhadap Sarah, semoga sarah baik-baik saja,
meski aku sangat mencintai nya dan menyayangi nya, aku juga khawatir terhadap nya, namun apa yang harus aku lakukan,
aku tidak bisa menolak keinginan mama ku yang memaksa ku harus menuntut ilmu disini dan aku mencoba berusaha sedikit demi sedikit melupakan Sarah, dengan kehadiran Amel yang selalu berada di samping ku saat ini, dia sampai rela mengikuti ku kesini, hanya karena cinta nya kepada ku,
aku pun sedikit demi sedikit bisa melupakan sarah,
namun aku keliru, Ki pikir saat sudah sangat menghilang di ingatan ku,
namun saat pesta pertunangan adik ku, aku malah bertemu dengan Sarah dan anak nya itu, hati ku menjadi goyah seketika, saat menatap lekat wajah polos mantan kekasih ku, meski kami tidak pernah bertemu lagi semenjak peristiwa itu,
aku tau, aku masih memiliki cinta untuk Sarah, aku masih menginginkan Sarah seperti dahulu, aku tidak mau membohongi diri ku lagi, aku akan berusaha untuk merebut kembali hati Sarah, wanita yang aku cintai itu.