
Sudah beberapa hari Sarah dan bulan tinggal di kediaman ayu,
hingga sebuah mobil hitam mewah menepi di halaman depan kediaman ayu,
seorang pria dengan mengunakan almamater putih pun keluar dari mobil mewah tersebut, ia langsung berjalan kearah pintu yang terlihat tertutup dan mengetuk pintu tersebut.
Tok Tok Tok
Sarah yang bermain bersama bulan di ruangan tamu pun berjalan membuka pintu tersebut hingga ia di kaget kan dengan seorang pria yang tengah berdiri menatap tajam kearah nya dan langsung menggenggam pergelangan tangan Sarah dengan begitu keras nya, hingga Sarah meringis kesakitan dan meronta untuk di lepas kan.
"pulang..."tatapan mematikan di keluar kan oleh lelaki itu, ia sangat geram terhadap istri nya, ia sudah bersusah-payah mencari keberadaan Sarah, ternyata Sarah malah enak-enak nya berada di rumah ayu sahabat nya.
"nggak mau, Sarah nggak mau pulang sama kakak...
kakak lepas kan Sarah, sakit kak..."teriak Sarah sambil menepis kasar tangan Alex di pergelangan tangan nya,
sangat panas dan sakit di area tangan nya, namun lebih sakit lagi hati nya saat ini, ia tak menyangka Alex berlaku kasar lagi terhadap nya.
"kak, Sarah mau kita bercerai....!"ucapan yang keluar spontan dari mulut Sarah, ia sudah tak terima perlakuan buruk dari Alex dan mertua nya itu, yang berlaku semena-mena.
"Apa maksud mu ?"ujar Alex tak kalah sinis, ia menatap tajam kearah Sarah seperti tatapan membunuh.
"aku sudah nggak sanggup di perlakukan semena-mena oleh kamu dan mama kamu itu, aku capek dizolimi seperti ini terus,
aku ingin kita bercerai, aku ingin kita berpisah, aku lebih baik hidup berdua dengan bulan, dari pada harus menderita lahir dan batin seperti ini..."ujar Sarah menggebu-gebu, ia sudah tidak tahan dengan perlakuan buruk yang ia alami itu, Sarah sudah memantapkan pikiran untuk segera berpisah dengan Alex, sedang kan ayu dan orang tua nya hanya menonton bingung drama rumah tangga antara Sarah dan Alex.
Alex terlihat menghembus nafas kasar lalu berlaku lembut terhadap Sarah, Sarah merasa ketakutan melihat sikap Alex yang sering berubah-ubah itu.
"maaf kan kakak Sarah, kakak khilaf, ayo kita pulang ! " ujar Alex melemah.
Hening Sarah tidak menjawab apapun ia terus menggeleng kan kepalanya dengan air mata yang mengalir deras,
sedangkan bulan telah di amankan oleh ayu berserta keluarga nya saat ini di sebalik dapur.
"Ayo kita pulang, kakak minta maaf telah berlaku kasar terhadap kamu Sarah..."ujar Alex memohon, meski terdengar lebih lembut namun itu membuat Sarah menjadi lebih ketakutan akan perlakuan alex.
"Kakak... pergi dari sini..."usir Sarah dengan tangan yang mengarah keluar.
"Aku capek kak, benar-benar capek, kakak berulang kali menyakiti ku, berulang kali meminta maaf, berulang kali melakukan kesalahan dan berulang kali aku selalu memaafkan kakak, aku lelah di perlakukan seperti ini terus kak..."ujar Sarah menatap tajam.
"Aku minta maaf Sarah, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan memperbaiki semua nya..."ucap Alex mengiba.
Sarah menjadi dilema, jujur ia sangat mencintai Alex, Sarah juga tidak ingin bulan tumbuh tanpa mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, alasan yang sangat besar Sarah menerima Alex kembali kala itu adalah bulan yang tidak mendapatkan figur seorang ayah, namun di lain sisi Sarah sungguh tidak tahan di perlakukan semena-mena oleh keluarga Alex, apa lagi Alex yang selalu membela keluarga nya dan mempercayai mama nya yang sudah jelas selalu melakukan kesalahan.