
Setelah beberapa hari terbaring di rumah sakit, bulan pun sudah bisa pulang kerumahnya karena bulan sudah di nyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit.
"Sayang, hari ini kamu sudah bisa pulang ke rumah, kamu senang kan ?"tanya Adit kepada ponakan nya.
"senang donk om, bulan juga nggak mau lama-lama di sini, tangan bulan juga sakit om,terus di suntik-suntik."ujar bulan sambil memperlihatkan ekspresi kesakitan.
Adit tersenyum senang, karena sudah empat hari di rawat di rumah sakit bulan sudah di nyatakan sembuh dari penyakit malaria tifus nya, bulan juga semakin ceria karena ada Adit dan Novi di sisi nya, bahkan ia sangat antusias jika Agam datang berkunjung.
"Tante..."ujar bulan kearah Novi.
"iya sayang," jawab Novi sambil mendekat kan tubuh nya kearah bulan.
"adik bayi nya lagi apa di perut tante ?" tanya bulan polos.
"hmm adek bayi nya lagi bobok sayang" jawab Novi sambil tersenyum manis kearah bulan.
"ooo" sambung bulan sambil membulat kan bibir nya.
"bulan mau kan main sama anak Tante nantinya ?"tanya Novi.
"mau donk Tante, bulan akan bawa adek kecil main-main nanti nya, pengen mandi di kolam renang juga hehe"ujar anak kecil itu antusias.
"iya sayang, maka nya bulan sehat terus yah, supaya bulan bisa temani adek bayi nya main." ujar Novi memberi semangat.
"iya Tante, bulan pasti sehat-sehat terus, karena bulan juga ingin sekolah."ujar gadis kecil itu sambil melipat kedua tangannya.
"iya sayang."
"Sarah, kamu ikut kakak pulang yah ?"pinta Adit kepada adik nya.
"tapi kak..."Sarah bingung harus bagaimana, ia sebenarnya sudah sangat nyaman berada di kota ini.
"kakak tidak ingin kamu sendirian di sini, kakak khawatir jika kamu masih di sini, jika terjadi hal buruk kepada kalian bagaimana? jika bulan sakit seperti kemarin bagaimana? kakak tidak mau kamu menderita sendiri dek, kamu punya kakak yang selalu melindungi dan menyayangi kamu, kakak ingin kamu dan bulan kembali ke rumah kita, karena kakak akan sangat bahagia bisa tinggal bersama kalian." ujar Adit panjang lebar.
"hmm baik lah kak..." Sarah pun akhirnya mengikuti keinginan Kakak nya itu untuk pulang ke rumah orang tua nya.
sebelum pulang ke kota xxx mereka menyempatkan kembali ke kontrakan Sarah untuk mengemasi barang-barang Sarah dan bulan.
Sarah masih di kontrakan Agam saat ini, ia tengah berpamitan ke keluarga Agam.
"bulan jangan nakal yah, baik-baik sama mama..."ujar Khanza kepada anak kecil yang bernama bulan.
"iya Tante, adik kecil nya juga jangan nakal yah, kalau nakal di cubit aja yah Tante hehe."
"eeh kok gitu ngomong nya sih nak ?"sambung Sarah yang mendengar ucapan anak nya itu.
"soal nya dedek bayi nya bawel ma, terus menerus nangis, kan kasihan Tante Caca,"ujar bulan dengan ekspresi mengiba.
"tapi tidak di cubit juga sayang..."
"terus bagaimana ma...?"tanya bulan polos sambil memandang kearah mama nya.
"iya di gendong, di tenangi dan di kasih mimik.."jawab Sarah menjelaskan.
"oooh, begitu Iyah ma..."
"iya sayang,"
"Oma, bulan sama mama pulang dulu yah Oma, Oma cepat sembuh biar bisa main sama bulan lagi..."bulan pun mencium punggung tangan wanita yang terbaring di atas ranjang tersebut.
"iya sayang, hati-hati yah..."jawab wanita itu yang tak lain adalah mommy Jasmine.
"iya Oma..."
"papa Agam, bulan sama mama pamit dulu yah, nanti bulan sama mama kesini lagi buat main sama papa Agam..."Agam terpaksa mengizinkan bulan memanggil nya dengan sebutan papa, karena semenjak di rumah sakit Agam yang selalu menenangkan bulan saat ia mengigau mencari ayah nya, bulan sangat senang memanggil Agam dengan sebutan papa begitu pula dengan Agam, ia merasa memiliki dua orang anak saat ini.
"iya sayang, papa pasti akan merindukan bulan."ucap Agam dengan ekspresi sedikit sedih.
"bulan juga akan merindukan papa Agam, bulan Sayang sama papa Agam, papa Agam jagain dedek bayi, Oma dan Tante Caca iya..."ucap bulan sambil menghitung dengan jemari tangan nya.
"pastinya donk sayang, bulan juga harus jagain mama yah nak, jangan bandel, jangan nakal dan jangan nyusahin mama..."
"oke, papa Agam..."