
Tak berselang lama mobil yang di kendarai sopir taksi itu pun berhenti di sebuah kontrakan di kota xxx.
"teguh....teguh...." teriak sopir taksi di depan kontrakan teguh, hingga membuat teguh dan penghuni kontrakan yang lain keluar mendengar teriakan lelaki itu.
"ada apa bang ?" tanya teguh, heran.
"aku menemukan wanita yang ada di foto di handphone mu, pingsan di trotoar bersama anak nya." tutur sopir taksi memberitahu hingga membuat teguh sontak kaget.
"Sarah ? dimana dia ?" tanya teguh khawatir.
"dia dan anak nya masih di dalam mobil ku." dengan diikuti oleh teman-temannya yang lain Teguh bergegas menuju ke taksi di mana menurut keterangan bang Rudi ada Sarah dan bulan di sana, dan begitu Teguh sampai di taksi milik bang Rudi, Teguh pun terperangah bercampur kaget begitu melihat Sarah tergeletak pingsan di jok belakang taksi dengan bulan yang menangis terisak-risa di samping mamanya.
"Sarah ?" desis teguh, hingga bulan melirik kearah asal suara yang memanggil mama nya.
"om teguh !" bulan pun mendekat kearah teguh dan memeluk erat tubuh lelaki itu dan di balas oleh teguh sambil mengendong bulan kedalam dekapan nya.
"om, tolong mama, hiks hiks hiks" bulan menangis tersedu-sedu di pelukan teguh.
"tolong bantu aku, bawa Sarah kedalam !" pinta teguh, hingga teman-teman nya yang lain membopong tubuh Sarah kedalam kontrakan teguh dan membaringkan tubuh Sarah di atas ranjang di dalam kontrakan tersebut.
"dimana bang Rudi menemukan mereka ?" tanya teguh kepada sopir taksi yang bernama Rudi.
"di trotoar jalan, aku tak sengaja mendengar teriakan anak kecil yang minta tolong tadi, hingga aku menepikan mobil taksi ku dan mendekat keasal suara, yang sudah ada mereka berdua di jalan tersebut." jelas sopir taksi yang bernama Rudi.
"di trotoar jalan ? kenapa Sarah bisa pingsan seperti itu?" lirih teguh lagi.
"bulan apa yang sebenarnya terjadi nak ?" tanya teguh, namun bulan sangat syok hingga ia hanya menggeleng kepala nya di dalam dekapan teguh.
"dia masih syok, jangan tanyakan sama dia, kasihan dia !" tutur bang Rudi yang melihat bulan yang masih menangis di pelukan teguh.
"baik bang, terima kasih yah bang, atas pertolongan yang Abang berikan." ucap teguh tulus.
"tak perlu kau berterima kasih seperti itu teguh, aku sudah menganggap kamu seperti saudara ku sendiri, jadi sudah sepantasnya aku membantu wanita yang kamu sayangi, apa lagi aku sempat melihat foto nya di handphone mu ! kalau tidak, mana aku tau bahwa dia wanita yang kau sayangi itu." tambah bang Rudi.
"iya bang."
"ya sudah, apa yang kau perlukan teguh, biar aku belikan sekarang ?" tanya bang Rudi, hingga teguh melirik kearah bulan yang sudah terlelap di dalam gendongannya, meski pun suara terisak masih terdengar lirih di mulut nya.
"tidak ada bang, bulan juga sudah tidur, nanti saja kalau Sarah dan bulan sudah bangun, baru aku tanya kan apa yang mereka mau." tambah teguh lagi.
"baik lah, aku tunggu di luar yah !" ucap bang Rudi sambil memutar badan nya kearah luar pintu kontrakan teguh.
"Abang tak narik lagi ?" tanya teguh.
"nggak ! aku libur aja, lagian aku juga sudah dapat beberapa uang kok, untuk setoran dan untuk membeli kebutuhan harian ku."tutur bang Rudi.
"ouh iya bang, terima kasih yah."
"iya, teguh." tambah bang Rudi.
"ouh ya, kamu nggak minta dokter atau perawat yang berada di sekitar sini untuk mengobati luka nya ? menurut ku, wanita ini menjadi korban KDRT, karena ada begitu banyak lebam di wajah nya." tambah Rudi, hingga membuat teguh mengepal dan membayangkan apa yang di alami oleh Sarah.
"siapa yang berani menyiksa Sarah seperti ini ?" tutur teguh dengan gigit geraham yang berbunyi keras.
"kamu tanya kan saja sama wanita ini, supaya orang yang melakukan kekerasan terhadap nya bisa di penjara secepat nya ! ehm, aku panggil dokter ke sini yah, untuk mengobati luka nya." bang Rudi pun pergi dari kamar kontrakan teguh.
"terima kasih banyak bang."