My Little Baby

My Little Baby
218. Administrasi adit



Sarah, teguh dan bulan sudah memasuki ruangan rawat inap Adit, namun tiba-tiba seorang perawat pun datang menghampiri mereka dan memanggil Sarah untuk mengikuti nya.


"maaf ada apa ya ?" tanya Sarah bingung, sebab dia di minta ke ruangan administrasi oleh perawat tadi.


"sebelum nya kami minta maaf buk Sarah, pengobatan pak Adit tidak bisa kami lanjutkan, sebab terputus nya administrasi dan bantuan dari BPJS negara, dengan hal ini kami dengan berat hati mengatakan bahwa kami terpaksa melepas kan alat bantuan yang melekat di tubuh pak Adit, jika anda tidak segera membayar administrasi nya lagi." jelas seorang perawat, hingga membuat Sarah terbelalak dan menangis mendengar hal itu.


"saya mohon dokter, jangan lepaskan alat pada tubuh kakak saya, saya yakin kak Adit pasti akan sadar dan sembuh suatu saat nanti..." air mata Sarah tumpah dia tak kuasa mendapati hal itu, sedang kan hidup nya saja bergantung kepada orang lain, bagaimana mungkin Sarah bisa membayar biaya rumah sakit kakak nya.


"kami minta maaf buk Sarah, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, dan kami juga telah memberi kelonggaran dengan bantuan BPJS Beberapa bulan lama nya..." tutur wanita yang mengenakan seragam putih itu lagi.


"tapi, saya tidak punya uang saat ini, saya mohon untuk memberikan waktu supaya saya bisa mencari uang untuk biaya perawatan kakak !" mohon Sarah dengan air mata yang mengalir deras.


"mohon maaf buk Sarah, mohon kerja sama nya, kami hanya menjalankan tugas dari pihak di atas, jika anda tidak bisa membayar nya terpaksa pak Adit kami pulang kan." jelas wanita itu lagi.


"jangan dokter, saya mohon jangan, saya akan berusaha untuk mencari uang tersebut secepat mungkin, mohon untuk jangan memulangkan kakak ! kak Adit pasti akan sembuh dan siuman dok, mohon jangan memutuskan perawatan kakak, saya janji dalam waktu dekat ini saya akan membawa uang nya kesini !." Sarah terpaksa berjanji seperti itu, sebab nyawa kakak nya lebih penting dari apapun.


Sarah sudah kembali ke ruangan rawat inap Adit, teguh dan bulan masih di sana menemani Adit.


Sarah mendekati Adit yang terbaring dengan begitu banyak alat medis yang melekat pada tubuh nya, Sarah mencium lelaki itu dengan air mata yang mengalir deras, Sarah tak kuasa melihat penderitaan yang dialami oleh kakak nya.


"kak, Sarah janji Sarah akan secepat nya mencari uang untuk biaya administrasi kakak, dan Sarah janji Sarah akan berusaha sekuat tenaga supaya kakak bisa sembuh." lirih Sarah di Telinga Adit dengan air mata yang mengalir deras sehingga membasahi wajah Adit yang terlelap dalam koma nya.


"ayo kita pulang..." teguh menuntun Sarah untuk keluar dari kamar Adit, teguh takut kesedihan Sarah bisa berdampak buruk terhadap anak yang ia kandung.


"iya..." Sarah pun mengangguk dan mencium wajah Kakak nya.


"kak Sarah pulang dulu yah ! Sarah janji akan sering-sering jengukin kakak." ucap Sarah mencium wajah kakak nya lagi, Sarah sangat enggan sebenarnya meninggalkan Adit yang terbaring tak berdaya seperti itu.


"om, bulan pulang yah ! bulan sama mama akan selalu kesini buat ketemu sama om..." bulan pun mencium punggung tangan Adit yang tercucuk jarum infus.


"kak Adit, kita pulang yah ! kakak, yang kuat dan semangat untuk berjuang demi kebahagiaan Sarah dan anak-anak nya." batin teguh.