
Dengan berat hati, Alex pun memberikan uang sehelai berwarna merah kepada Sarah, ia pun meminta Sarah untuk menunggu nya di kediaman Adit dan Alex berjanji akan menjemput mereka malam nanti.
Sarah pun menuruti perintah Alex, memang itu keinginan nya, ia memang ingin ke tempat kediaman kakak nya dari pada di rumah sakit bertemu dengan mertua yang tidak pernah menyukai nya.
Setelah kepergian sarah, Alex kembali masuk keruangan mama nya, ia membaringkan tubuhnya di sofa yang berada di ruangan VIP tersebut hingga ia terlelap karena kelelahan.
Sedangkan Sarah belum tidur malam ini ia masih menunggu kedatangan Alex menjemput nya, sedang kan Adit dan Novi tengah liburan beberapa hari, Sarah melupakan hal itu dan malah berkunjung ke kediaman mereka yang tidak ada siapapun di rumah,
ingin sekali rasanya Sarah menghubungi Alex, namun handphone nya masih di sita oleh Alex, ia belum sempat mengambil nya kembali, Sarah pun membaringkan bulan di kamar lama mereka, kamar yang telah di sulap sebagai tempat berjualan online,
hingga beberapa jam menunggu Alex tak kunjung datang menemui Sarah, hingga Sarah terlelap dalam kantuknya.
Pagi ini Sarah berniat akan ke rumah sakit, ia ingin memastikan kalau Alex memang masih di rumah sakit,
dengan mengendong bulan, Sarah telah sampai di rumah sakit swasta tersebut, Sarah pun membayar ongkos taksi yang ia naik dan
ia pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit, hingga ia sampai di depan pintu ruangan mertua nya yang masih tertutup rapat,
di dalam ruangan terdengar suara gelak tawa dari beberapa orang, Sarah sangat mengenal beberapa di antara suara itu, itu adalah suara Alex dan mama nya dan suara wanita lainnya, mereka tertawa riang, entah apa yang mereka bahas,
pada saat itu entah mengapa kaki Sarah enggan untuk beranjak, ia masih ingin menguping pembicaraan orang-orang di sebalik ruangan itu, hingga sesuatu yang menarik pun menghentak kan nya.
"Mama ingin, kamu dan Amel menikah Lex..."ujar seorang wanita yang tak lain adalah mertua Sarah, mama Riska.
"kalian berdua sangat serasi, sama-sama cantik dan tampan, juga berpendidikan, pasti masa depan kalian akan cerah nanti nya..."sambung wanita itu lagi.
" Amel, kamu mau kan menjadi menantu Tante...?"ujar Riska kepada seorang wanita yang bernama Amel.
"jika Alex, telah menceraikan istrinya, kamu mau kan sayang...."sambung Riska lagi.
"mmm itu tergantung Alex lagi Tante, kalau Alex setuju, Amel bisa apa hehe " jawab wanita itu dengan suara lemah gemulai.
"Bagaimana Lex, kamu mau kan menuruti keinginan mama untuk menikahi Amel ?"tanya nya kepada anak pertama nya Alex.
"mama apaan sih, alex sudah menikah dan sudah mempunyai anak juga, lagian tidak ada alasan untuk Alex menceraikan Sarah, Alex sangat mencintai Sarah dan bulan ma, jangan memaksa Alex seperti itu..."ujar Alex menjelaskan kepada mama nya.
"tapi mama mau kamu sama Amel, mama setuju kalau kamu menikah dengan Amel, bukan nya kalian pernah saling cinta ?
pasti cinta kalian akan tumbuh kembali saking terus nya bertemu,
Amel juga masih mencintai Alex kan ?"tanya Riska kepada wanita yang bernama Amel.
"eeeh, se-sebenar nya Amel masih belum bisa move on dari Alex Tante, karena Amel memang masih mencintai Alex, Amel juga heran Alex secepat nya melupakan Amel, setelah beberapa tahun lama nya menjalin kasih..."jawab wanita itu.
"tu kan, Amel aja masih mencintai kamu,
ya sudah kalian menikah aja, mama setuju kamu sama Amel, dari pada sama wanita udik itu..."
"tidak ma, Alex tidak mencintai Amel lagi, Alex terlanjur kecewa terhadap Amel, atas perbuatannya nya yang telah mengkhianati Alex waktu itu..."ujar Alex lagi,membela diri.
"tapi Tante, bukan kah Alex juga mengkhianati Amel, dengan cara menghamili wanita lain hingga mempunyai anak seperti itu !
ini semua tidak semata-mata kesalahan Amel kan Tante, lagi pun Amel salah, Alex juga pernah salah mengkhianati Amel, jadi kita sama-sama berbuat salah, right?" ujar wanita itu tersenyum penuh kemenangan.