
"Mama...mama... mama dimana ma...mama..." teriak bocah yang berusia sekitar 4 tahun itu dengan suara kecil imut nya.
"iya sayang,mama di sini nak "Sarah sedang di dapur kontrakan mereka saat ini, rumah yang pernah menjadi kenangan bisu saat Sarah berjuang nyawa mempertahankan kehidupan dia dan anak nya.
"mama, lagi masak yah ma...?"tanya bulan yang sudah berjalan kearah dapur.
"iya nak, mama masak ayam goreng kesukaan kamu..."ujar Sarah mencium pipi mulus anak nya.
"mmmm, enak ma bau nya..." ujar anak itu melebar kan Indra penciuman nya.
"iya sayang,"Sarah pun kembali memasak makanan untuk anak nya bulan.
"mama, nanti bulan sudah bisa sekolah kan ma ?"tanya bulan antusias, ia kangen ingin belajar seperti ia menemani mama nya magang waktu itu.
"iya sayang, nanti kita kesekolah yah nak..."Sarah sudah di terima menjadi seorang honorer di sekolah dasar di kota xxxx ini, meski dengan gaji yang kurang dari satu juta, ia sangat bersyukur hidup aman dan tentram bersama bulan putri nya.
"iya udah ma, bulan siap-siap dulu yah..."ucap bulan sambil berlari menuju kamar untuk mengambil seragam sekolah nya dan Sarah hanya tersenyum senang melihat tingkah anak nya itu.
"apa aku sebaiknya berjualan juga yah ?" ujar Sarah lirih sambil memikirkan apa yang ingin ia jual.
Sarah tinggal di kontrakan lama nya dan bersebelahan dengan Agam beserta keluarga nya, untung nya Sarah belum tahu hubungan antara Agam dengan Alex, hingga ia merasa dirinya aman berada di sini.
"Sarah, kamu mau kerja sekarang ?"tanya Agam yang sedang mengendong bayi kecil di tangan nya.
"iya, Sarah mau mulai kerja hari ini rencananya, hehe..."ujar Sarah sambil menunggu kedatangan bulan yang sibuk dengan sepatu baru nya.
"iya cantik, sama seperti mama nya..."ujar Agam menggoda seorang wanita yang telah sah menjadi istri nya itu.
"apaan sih, Caca malu tau..."ujar wanita yang bernama Caca itu sok imut.
"haha kalian lucu yah,"ujar Sarah dengan senyum mengembang, ia senang melihat keluarga hangat Agam dan istri nya.
"Khanza, Agam, Sarah minta maaf yah, Sarah nggak tau perihal pernikahan kalian..."ujar Sarah merasa bersalah, Agam adalah lelaki baik yang telah membantu nya melahirkan bulan, namun ia malah seperti tidak berterima kasih, dengan mudah nya melupakan jasa Agam.
"haha, nggak apa-apa, lagian pernikahan kami juga di lakukan dengan sangat sederhana, hanya di hadiri oleh keluarga saja..."ujar Agam sambil terus menggendong bayi nya.
"ya tapi tetap aja pernikahan kan ?"ucap Sarah lagi.
"sudah tidak apa-apa, lagian aku senang loh bisa bertemu kamu dan bulan lagi, apa lagi bulan sudah besar sekarang, tambah cantik aja dia..."ujar Agam melirik ke arah bulan.
"ahh kamu bisa aja gam..."
Sarah pun berpamitan kepada Agam dan keluarga nya, Lalu mereka berjalan kesekolah dasar tempat mereka bekerja dan tempat bulan belajar.
"mama, adik bayi om Agam sama Tante Caca nya lucu kan ? bulan juga mau ma, punya adik bayi..."ujar bulan polos sambil menggandeng tangan mama nya.
"hahaha, tunggu bulan nikah dulu, baru punya adik nak..."jawab Sarah, pura-pura tidak mengerti maksud dan tujuan anak nya, ia ingin hidup damai dengan kehidupan baru nya saat ini tanpa harus di hantui oleh bayang-bayang Alex lagi.
"iya ma..."