My Little Baby

My Little Baby
242. Kematian yang nista



"ini semua salah mama!" ujar Alex saat mereka berdua sudah berada di kantor polisi.


"kalau saja mama tidak berbohong dan malah menuduh Sarah yang melakukan penyelewengan dan mengenalkan Meci kepadaku, mungkin tidak akan begini akibatnya." ujar Alex menyalahkan mama nya.


"maaf kan mama Lex." lirih Riska dengan air mata yang mengalir deras.


"semua sudah terjadi ma, aku yakin Aryo, Meci dan keluarga Agam, memang sudah bersekongkol untuk semua ini dan kini mereka tengah menikmati hasil dari kebodohan kita." tebak Alex menatap penuh kebencian.


"mereka benar-benar bajingan, kalau saja mama tahu di mana mereka berada, pasti akan mama temui mereka."degus Riska dengan wajah penuh tetesan air mata.


"dan kini sudah jelas kalau Sarah tak bersalah dan aku telah percaya begitu saja pada mama, sehingga aku harus menyakitinya, betapa berdosanya aku, karena aku tak mau mengakui anakku sendiri dan aku juga telah menelantarkan anak pertamaku bulan dan mama kenapa mama tega memfitnah orang yang tak bersalah seperti itu? kenapa ?" tutur Alex lagi menatap tajam kearah mama nya dengan tangan yang terborgol.


"mama takut nak, mama takut jika kehadiran Sarah dan anaknya itu, akan merebut kamu dan semua harta kekayaan mama." ujar mama Riska lagi, terlihat Alex terbelalak kaget mendengar alasan bodoh mama nya.


Sebenarnya Riska adalah orang miskin yang merantau ke kota, dia pun berkelana sehingga berkenalan dengan Arman suaminya, namun kehadiran nya di tantang keras oleh keluarga Mahesa yang berkuasa, sehingga Arman berusaha sekuat tenaga mempertahankan hubungan mereka, sehingga lambat laung orang tua nya pun merestui hubungan mereka dengan syarat Arman harus menikahi Jasmine istri kedua nya, dengan perasaan sakit Riska pun mengizinkan suami nya beristri lagi, sehingga mereka di karuniai seorang anak yang bernama Agam, setelah beberapa tahun kehadiran Agam, orang tua Arman pun meninggal dunia dengan insiden kecelakaan yang mereka alami, sehingga di sana lah Riska yang mengambil alih semua harta kekayaan keluarga Mahesa, bahkan Riska dengan keji nya mengusir Jasmine dan memfitnah Jasmine sehingga Arman pun ikut membenci nya, sehingga suatu hari Sarah di perkenalkan oleh alex sebagai kekasih nya dan wanita yang hamil anak nya, di situ lah rasa benci dan ketakutan Riska bermunculan lagi, dia takut Sarah akan merebut anak nya dan seluruh harta kekayaan nya yang bersusah-payah ia dapat kan itu.


Alex menangis tersedu-sedu dan berjalan kearah polisi.


"pak ayo segera bawa saya ke sel tahanan!" ujar nya menyerah diri.


"dan mama sebaiknya, jangan mama hiraukan aku atau melihatku, aku tak butuh perhatian mama, bahkan melihat mama pun aku sudah tak sudi, biarkan aku sendiri, biarkan aku merenungi dosa apa yang telah kuperbuat selama ini, sehingga aku harus mendapatkan hukuman dan balasan seperti ini." Alex pun di masukkan kedalam sel tahanan, sedang kan Riska masih duduk di interogasi dengan tangan terborgol.


"Alex maaf kan mama, mama tau mama salah !" lirih Riska dengan penuh penyesalan, berlari kearah Alex yang sudah diaman kan di dalam sel tahanan.


"mama menyesal Lex..." tutur Riska lagi terduduk simpul dengan air mata penyesalan nya.


"untuk apa ma? tidak ada gunanya menyesal sekarang, karena semua sudah terjadi, dosa besar seorang mama adalah menjerumuskan anaknya ke dalam kesesatan dan itu telah mama lakukan padaku? Mama menjerumuskan ku ke dalam kesesatan dan penderitaan yang tak akan pernah dapat kumaafkan, sebagaimana aku pun tak bisa memaafkan diriku sendiri dan terlalu bodoh sehingga mudah begitu saja mempercayai hasutan mama, bahkan dengan tanpa ada nya bukti, aku telah menuduh istriku melakukan penyelewengan juga mengusirnya dan tak mau mengakui darah dagingku sendiri, bahkan aku tak mempedulikan anak pertama ku, terkutuklah kita ma! terkutuklah aku! dan rasanya Tuhan tak akan pernah memaafkan dosa yang telah kita perbuat ma, bukan hanya itu kesalahan yang kita perbuat ma, dan bukan hanya itu kesalahan yang aku perbuat, aku bahkan sudah beberapa kali meminta Sarah untuk mengugurkan kandungan nya, sehingga Sarah harus menderita beberapa tahun lamanya, dia hamil, dia mengandung sendirian, dia melahirkan sendirian, sudah dua kali ma, istriku melahirkan tanpa ada aku di sisinya, sudah dua kali aku tidak menganggap kehadiran anak ku, sudah dua kali ma, aku menelantarkan anak-anak ku, sudah dua kali aku menjadi seorang bajingan dan seorang lelaki brengsek." tutur Alex menyesali perbuatannya, Alex sangat kacau saat ini sehingga dia beberapa kali menyakiti tubuh nya sendiri dengan membenturkan kepalanya di dinding tahanan.


Tak berselang lama Arsya pun, mengikuti mereka ke kantor polisi, Arsya sangat sedih dan terpukul atas kejadian ini, apalagi saat dia melihat ibu dan kakaknya sudah berada di sel tahanan yang terpisah, dan mereka sangat kacau serta menyesali perbuatan masing-masing.


"kak Alex, ma, rumah kita sudah disita dan dimana Arsya akan tinggal ?" ujar Arsya frustasi.


"aku tak tahu, jangankan memikirkan nasibmu! memikirkan nasibku sendiri setelah menjalani hukuman ini, aku tak tahu!" jawab Alex geram.


"maaf kan mama yah nak!" lirih Riska menatap iba terhadap Arsya.


"mengapa harus seperti ini!" ucap Arsya terduduk simpul, ia merasa kebingungan dan tak tau arah setelah ini.


"kamu mau tahu, kenapa kita bisa jadi seperti ini? tanyalah pada ibumu sendiri, sebab semua bersumber pada ibumu." tegas Alex menatap tajam kearah mama nya.


Beberapa tahun berlalu, akibat penderitaan yang harus dialami Riska, ia pun akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia di dalam sel tahanan, kematiannya begitu hina dan nista, Riska yang katanya terhormat meninggal dalam keadaan sedang mendapati masa hukumannya sebagai seorang pembunuh suami nya sendiri, bukan di ranjang empuk dan di rumah mewah, sebagaimana dulu dia nikmati dan dibanggakan.


Sedangkan Arsya, untung nya dia bertemu dengan orang baik yang mau membantu nya dan memberikan pekerjaan untuk nya, sehingga dia bisa bertahan hidup dan menikah dengan seorang wanita yang cantik dan memiliki beberapa orang anak dengan wanita itu.