My Little Baby

My Little Baby
149. Kegelisahan ayu



sebenarnya yoga adalah lelaki yang baik, hanya saja mulut nya yang kadang tidak bisa di kondisikan kalau sedang mengoceh walaupun Sarah dan ayu meyakinkan itu hanya candaan biasa namun berbeda dengan yoga, yoga memang sangat mencintai ayu, etah sejak kapan ia mulai menyukai wanita seperti ayu, apa semenjak mereka berkerja bersama hingga mereka sering kali bertemu, tapi ntah lah, cinta itu tumbuh sendiri nya, meskipun yoga juga sama hal dengan ayu, menganggap hubungan mereka hanya sebatas persahabatan.


"suka ngaco nih sih yoga..."ucap Sarah ia terlihat iba melihat ayu yang murung setelah yoga mengucapkan beberapa kalimat menyangkut Arsya kekasih nya.


"gue kan cuma mengingat kan begok."ucap yoga, mereka memang sering bicara seperti itu semenjak dekat saat di perkuliahan, sehingga perkataan kasar dari lawan bicara tidak pernah di gubris lagi.


"ya tapi Lo telah menyakiti perasaan ayu saat ini..."ucap Sarah tak terima.


"terus gue harus bagaimana sekarang..."ujar yoga, meski ada rasa bersalah yang mengajal di hati nya saat ini.


"ya Lo harus tanggung jawab..."ucap Sarah lagi.


"tanggung jawab bagaimana..."tegas yoga hingga Sarah menatap nya dengan tatapan matanya yang tajam, meski hanya lelucon seharusnya yoga juga tetap menjaga perasaan sahabat nya.


"maksud Lo..."tanya Sarah bingung, jelas-jelas karena yoga dia jadi murung seperti ini.


"sebelum yoga mengatakan, sebenarnya gue juga sama hal nya dengan nya, gue sempat memikirkan hal yang sama selama berhari-hari, gue sebenarnya takut jika Arsya akan berlaku sama seperti kakak nya kak Alex, tapi gue sangat mencintai nya, namun setelah gue pertimbangan setelah mendengar ucapan kak Utami waktu kita jalan-jalan hari itu, kakak Utami ada benar nya, untuk apa cinta di pertahankan jika kita harus merasa kan sakit, dan tersiksa lahir dan batin, apa lagi yoga sedang di luar negeri saat ini, gue takut dia akan berulah sama seperti kak Alex yang tidak pernah setia, gua takut dia mempermainkan cinta gue di sana, tapi gue bingung bagaimana cara nya gue mengakhiri hubungan kami ini, di satu sisi gue merasa bersalah di sisi yang lain gue ketakutan..."ucap ayu tanpa sengaja manik-manik mata nya pun terlihat.


"tapi kan, kisah kalian beda ayu, Lo nggak sama seperti gue, mungkin keluarga kak Alex marah pasal nya gue membuat aib di keluarga mereka, sedang kan Lo..."ujar Sarah menenangkan.


"tidak ada yang beda Sarah,kita sama-sama berasal dari keluarga miskin yang tidak sederajat dengan mereka, apa yang beda nya ?, mereka tetap sama-sama memandang harta, mereka tetap sama memandang kasta, meski pun gue tidak membuat aib, orang tua mereka tetap tidak menerima gue, gue hanya anak orang miskin yang orang tua gue hanya seorang petani, gue takut nanti nya orang tua gue juga di hina dan di injak harga diri mereka hanya karena perbedaan kasta."ujar ayu dengan air mata yang mengalir deras di pelupuk mata nya.


"gue harap Lo pikir kan baik-baik yu, jangan terbuai suasana, Arsya kelihatan anak yang baik, tapi itu tergantung kembali terhadap Lo lagi yu..."Sarah pun memeluk sahabatnya memberi keterangan, ia pernah merasakan apa yang ayu rasa kan, ketakutan, kebimbangan yang sangat mendalam.