My Little Baby

My Little Baby
58. Membeli peralatan baby bulan



Sepulang dari kampus Sarah menyempatkan diri ke toko peralatan bayi dan minimarket untuk membeli kebutuhan bayi bulan.


"baju yang ini lucu sekali,


mau ini satu, ini satu ini satu,"


ucap Sarah sambil mengambil pakaian yang bergantungan di pajangan.


"mainan ini juga lucu..."


ucap Sarah sambil melihat kearah salah satu mainan.


"mainan ini bisa membantu perkembangan daya pikir bayi mbak," ucap penjaga toko, Sarah pun membeli nya.


"popok,sabung,susu, mainan, pakaian dan dll.


semua sudah aku beli buat bulan, saat nya pulang..."


Sarah pun berjalan pulang, tak berselang lama ia pun sampai di rumah nya sore ini,


seperti biasa ia pun menemui baby bulan,


melepas rindu, baby bulan sedang tidur,


nyenyak sekali, sedangkan kak Maya baby sitter nya bulan sudah pulang, saat Sarah pulang kuliah.


Sarah pun duduk di atas ranjang menghadap ke arah anak nya, sambil menghitung barang belanjaan nya.


"mama sudah beli popok ukuran yang besar buat kamu bulan, biar make nya lebih enak dan kamu lebih nyaman," ucap Sarah menatap anak nya.


"hufff, aku harus kerja keras saat ini,


kasihan kak Adit,harus kerja susah payah untuk kebutuhan ku dan bulan, hari ini saja aku sudah habis kan beberapa ratus ribu,


apa lagi untuk gaji baby sitter nya bulan,


seandainya aku tamat kuliah dan aku bekerja, aku rasa memakan waktu 5 tahun untuk ku membayar hutang ku kepada kak Adit,


hufff mulai sekarang aku harus lakukan sesuatu, kasihan kak Adit yang harus menafkahi ku dan bulan setiap hari,


apa lagi untuk biaya kuliah , tapi aku harus apa, bulan masih kecil dan aku juga masih kuliah, selama ini aku sangat menyusahkan kakak ku kak Adit dan juga kak Novi pacar nya, kak Novi sangat baik,


dia yang memberikan begitu banyak mainan dan peralatan penting yang tidak bisa aku beli untuk bulan, kalau nggak ada mereka yang membantu ku, pasti, aku tidak akan bisa melakukan hal yang baik untuk anak ku,


sekarang aku merasa belum melakukan apa-apa.


Sarah pun membuka handphone nya,


mencari lowongan pekerjaan, yang bisa ia lakukan, ia ingin bekerja paruh waktu,


sekitar pukul 13.00 siang hingga 17.00 sore,


Sarah pun menggesek layar ponsel nya,


mencari pekerjaan yang bisa membawa bulan ikut bersama nya, ia tak mau menyusahkan orang lain, apa lagi menyusahkan kakak nya,


ia ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan bulan, meski akan ada beberapa biaya yang akan di minta nya kepada Adit,


seperti biaya kuliah, dan lain lain,


yang ia pikir biaya yang lumayan banyak,


juga pernah terlintas di pikiran nya,


untuk meminta kepada Alex, karena Alex juga harus bertanggung jawab atas bulan, bukan nya bulan juga anak nya...?


tapi dia enggan melakukan itu, ia merasa, ia pasti bisa melakukan nya, tanpa harus mengemis meminta kepada mantan kekasih nya itu.


terkadang tidak sedikit para tetangga yang mengatakan Sarah bodoh, hanya karena, ia yang egois, tidak mau menerima uluran tangan orang lain, padahal ada begitu banyak tetangga yang mau membantu nya, seperti memberikan pakaian bekas anak-anak nya,


atau mainan bekas untuk bulan, tapi ia tidak pernah mau menerima nya, ia merasa bersalah setiap menerima barang bekas tersebut, ia merasa ia belum bisa membahagiakan anak semata wayangnya.