
Teguh sangat peduli, dia dengan hati-hati nya membimbing tubuh Sarah keluar meninggalkan ruangan dokter kandungan.
"nyonya meci...!"
Sesaat Sarah, teguh dan bulan keluar, meci dan Alex pun masuk, sehingga mereka tidak sengaja berpapasan.
"papa !" lirih bulan menatap kearah Alex namun ia dengan langkah seribu mengumpat di belakang Sarah karena masih trauma dengan perlakuan Alex.
"kalian...!" tutur Alex menatap tajam kearah teguh dan Sarah.
Sarah dan teguh pun menatap lekat kearah Alex dan istri nya meci.
"hahaha, ternyata ada pasangan menjijikkan di sini !" ujar Alex tersenyum simpul.
"jaga ucapan mu Alex...!" teriak teguh geram dengan tatapan tajam nya kearah Alex.
"ah, bocah menjijikkan seperti kalian berdua, tidak pantas berada di depan ku. cih !" Alex meludahi wajah teguh hingga teguh pasang badan untuk menghadapi Alex.
"maksud kamu apa hah ? dasar tukang selingkuh...!" tutur teguh geram,namun Sarah melarang nya, mengingat ini adalah tempat umum dan ini juga rumah sakit, takut menggangu pasien yang lain.
"sudah jangan pedulikan..." tutur Sarah sambil mengandeng tangan teguh dan bulan pergi, meninggalkan Alex dan meci yang kesal di sebut tukang selingkuh.
"aku mau ke toilet !" teguh melepaskan cengkraman tangan Sarah dan pergi meninggalkan Sarah dan bulan yang menunggu nya di pintu masuk rumah sakit.
Teguh menghidupkan wastafel dan mencuci wajah nya yang terkena air menjijikkan dari mulut Alex yang meludahi nya.
"bajingan kamu Alex ! bahkan binatang pun tak akan tega membuang anak nya seperti kamu !" ujar teguh geram sambil meninju bibir bak wastafel.
"AAAAA" geram teguh, ia sangat marah sebab Sarah menahan nya untuk menghabisi Alex, ia sudah tak tahan untuk memukul wajah
Alex tadi nya.
Di luar Sarah menatap anak nya bulan, dan mensejajarkan diri dengan bulan dengan air mata yang mengalir deras, hati Sarah sangat sakit mendapati Alex dengan wanita yang telah sah merebut posisi nya itu.
Ternyata pernikahan Alex dan istri nya itu begitu harmonis, sehingga saat hamil pun Alex begitu perhatian terhadap istri nya itu, namun berbeda jauh dengan Sarah dan anak-anak nya, Alex tak pernah peduli dengan nya dan anak-anak mereka, bahkan Alex tak segan-segan meminta Sarah mengugurkan kandungan nya dan Alex juga tidak pernah menyebut nafkah untuk bulan yang sudah jelas Sarah daging nya sendiri.
"mama jangan menangis !" ujar bulan menghapus air mata mama nya dan Sarah pun menggeleng kepala nya cepat dan kembali tersenyum kearah bulan.
"mama hanya sedih aja nak, kelahiran mu dan kelahiran adik bayi ini, tidak pernah di hadiri bahkan di temani oleh ayah mu, kalian sama-sama anak yang tak diinginkan, dan sama-sama diminta untuk di gugurkan oleh ayah kandung kalian sendiri.". batin Sarah.
"kalian mau kemana ?" tanya teguh, melihat Sarah dan bulan yang berjalan kembali memasuki rumah sakit.
"kami mencari mu, takut kamu berbuat yang tidak-tidak nanti nya." ujar Sarah langsung.
"sudah, aku tidak sebodoh itu..." ucap teguh sambil menyisir rambut nya dengan jemari tangan nya.
"sudah jangan di pedulikan Sarah ! kesehatan mu dan anak-anak mu jauh lebih penting ketimbang lelaki brengsek itu." ucap teguh hingga membuat Sarah mengangguk kearah teguh.
"ayo kita jenguk kakak mu, setelah itu kita kemall untuk membeli kebutuhan bayi mu dan beberapa pakaian untuk mu dan bulan." ajak teguh namun Sarah merasa sungkan bahkan Alex yang masih sah menjadi suami nya dan ayah dari anak-anak nya tidak pernah seperhatian ini terhadap mereka.
"seandainya kamu adalah kak Alex...". batin Sarah.
"nggak usah teguh, lagian kandungan ku baru tujuh bulan, untuk apa membeli perlengkapan bayi sekarang." ujar Sarah menolak permintaan teguh.
"lagian punya nya bulan masih banyak di rumah orang tua ku, nanti bisa aku laundry dan di gunakan lagi dan semua nya masih bagus-bagus kok..." ujar Sarah lagi.
"tidak, aku tidak akan membiarkan kamu mengunakan barang bekas Sarah, tolong izinkan aku berperan menjadi ayah yang baik, aku ingin belajar supaya kelak aku bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak-anak ku serta istri ku nanti." ujar teguh hingga membuat Sarah terbelalak mendengar nya.
"om teguh, bulan mau jadi anak om teguh, om teguh jangan nikah yah ! nanti siapa yang jagain bulan sama mama dan adek bayi ?" protes bulan mendengar teguh yang ingin berperan menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga nya kelak.
Sarah terbelalak mendengar ucapan bulan, sehingga Sarah menggeleng cepat kearah bulan, teguh wajib mendapatkan wanita yang baik untuk mendampingi nya, sebab teguh masih lah Lelaki normal yang membutuhkan seorang pendamping.
"jangan bicara seperti itu nak ? mama tidak suka ?" ucap Sarah menatap tajam kearah bulan, hingga bulan menunduk sedih di hadapan mama nya.
"maaf kan bulan mama, bulan hanya ingin om teguh jadi papa nya bulan, bukan papa Alex yang jahat itu..." lirih bulan dengan air mata yang mengalir deras di pelupuk mata nya.
"jangan bicara seperti itu, bagaimana pun Alex adalah ayah kandung kamu." tekan Sarah, hingga membuat teguh mendekati bulan dan memeluk erat tubuh bulan.
"jangan nangis yah nak, kamu bisa memanggil om dengan sebutan papa, Mulai saat ini, om teguh adalah papa nya bulan dan adek bayi..." bulan sangat bahagia mendengar ucapan teguh, namun berbeda dengan Sarah, dia sangat sedih dan merasa bersalah akan hal itu.
"teguh apa maksud kamu ?" protes Sarah tak terima.
"Sarah,aku ikhlas mengantikan posisi Alex, tolong izinkan aku Sarah..." ujar teguh dengan masih memerluk tubuh bulan yang sangat bahagia.
"sayang ayo kita jenguk om Adit ! papa teguh gendong yah ?" teguh pun mengendong bulan kedalam dekapan nya, sedang kan Sarah menatap kearah dua orang itu yang sedang berperan sebagai ayah dan anak.