Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Menghapus ingatan buruk selamanya



"Kau memang pantas mendapatkan nya. Dengan begitu aku akan ingat ini seumur hidup mu!" ucap Surya yang langsung menarik Addofo untuk segera keluar dari kamar presidential sweet tersebut.


"Kau akan menyesal seumur hidupmu! Karena kamu sudah mengibarkan berndera perang dengan ku! Jika memang benihku bisa tumbuh dengan baik dan akan lahir generasi penerus ku nantinya walau kau sudah membuatnya tidak bisa melakukan tugasnya seperti seharusnya!" ucap Addofo dengan sangat marah dan juga sudah tidak tahan lagi menahan sakit dan juga darah yang sudah mengalir disela pahanya.


"Aku tidak perduli. Kau sendiri yang sudah mengibarkan berndera perang terlebih dahulu! Jadi jangan salahkan aku atas semua yang kau dapatkan sekarang. Kau akan mengingat ini seumur hidupmu, karena aku yakin jika senjata mu itu tidak akan pernah bisa menghasilkan keturunan lagi, walaupun kau menginginkan!" ucap Surya yang mana juga sangat marah dan juga tidak terima karena istrinya sudah dinodai dengan menggunakan wajahnya untuk bisa mengelabui Vita.


"Jika pun begitu. Aku tidak masalah, karena benihku ini akan benar-benar tumbuh didalam rahimnya sambil juga akan menjadi penerusku nantinya. Mau itu laki-laki atau perempuan sekalipun, aku tidak perduli. Karena jika waktunya sudah tepat, aku akan mengambilnya darimu dan juga istrimu. Camkan itu baik-baik didalam otak kecilmu itu!" ucap Addofo yang langsung pergi menjauh dari Surya yang sedang menahan emosinya sejak tadi.


'Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menyalahkan dirinya yang pasti menyangka jika yang melakukan itu adalah aku? Atau aku jelaskan semuanya dan membuatnya semakin terluka dan juga membuatnya merasa bersalah dan juga pasti sangat berdosa dan menyalahkan dirinya. Tuhan, apa yang harus aku lakukan kedepan nya?' ucapnya dalam hati sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi akan keadaan yang baru saja terjadi.


Tanpa disadari oleh Surya, ternyata Vita mendengarkan semua percakapan kedua pria yang tadi terlibat cekcok. Itu membuat dia benar-benar merasa sangat bersalah dan juga sudah dinodai dan juga merasa sangat kotor.


'Aku sudah kotor dan juga tidak pantas mendapatkan suami sebaik dan juga sepengertian dari Mas Surya. Aku sudah kotor, aku tidak pantas mendapatkan ini semua. Aku... Aku harus memohon maaf dan juga pengampunan darinya dan juga pada Allah. Aku sudah berdosa telah memberikan tubuhku pada pria yang bukan suamiku. Ya Allah... Ya Robb ampuni hamba dan juga kebodohan hamba, hamba siap mendapatkan hukuman dari Mu ya Robb. Ampunkanlah hamba dan juga kesalahan hamba yang tidak bisa membedakan siapa suami hamba dan juga siapa pria yang tadi telah melakukan ini pada hamba. Sungguh... Sungguh, hamba tidak tahu siapa dia dan apa tujuan nya melakukan itu terhadap hamba. Semoga saja semuanya yang dia inginkan jangan sampai Engkau dengar ya Robb, karena hamba tidak tahu harus mengatakan apa pada suami hamba nantinya' ucap Vita dalam hati sambil menangis terisak dan menutup mulutnya supaya tidak didengar hingga keluar ruangan.


Yang mana diluar sana masih ada Surya yang sedang menunduk juga. Mungkin saja keduanya sedang merasa sangat bersalah dan juga tidak tahu harus berbuat apa. Pada saat bersamaan Mark datang dan menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres pada Tuan nya.


"Tuan, apa yang sedang anda lakukan disini? Apa terjadi sesuatu pada anda?" tanya Mark yang baru saja pulang dari kantor dan langsung menghampiri Surya.


"Ini semua adalah jebakan Mark. Jebakan supaya aku keluar dan meninggalkan nya sendiri, hingga dia melakukan hal diluar batasnya. Apa yang harus saya lakukan Mark? Apa mungkin aku menyalahkan nya atas kesalahan orang yang sudah saya anggap baik itu? Katakan padaku Mark! apa yang harus saya lakukan? Katakan Mark, katakan!" ucap Surya yang menarik kerah kemeja Mark asisten pribadinya.


"Apa yang anda lakukan Tuan? Dan apa yang anda maksud? Saya benar-benar tidak mengerti akan semua yang anda katakan" tanya Mark yang tidak mengerti apa maksud dari semua ucapan yang dikeluarkan oleh Surya.


"Addofo Barnard. Dia sudah membuat istriku ternodai, dia sudah menyamar menjadi diriku saat aku keluar dari sini. Dan ternyata itu semua adalah jebakan yang dia lakukan untuk ku keluar dari sini dan menjauh, supaya dia bisa melakukan pele*ehan padanya menggunakan wajahku. Mark, apa yang harus aku lakukan?" jelas Surya yang mana membuat Mark tidak bisa mengatakan apa-apa lagi saat mendengar ucapan dari Tuan nya.


Tanpa mereka berdua sadari juga Vita mendengarkan semuanya dengan sangat jelas dan juga itu semakin membuat dia semakin merasa bersalah dan juga berdosa. Dimana pria sebaik dan juga sepengertian suaminya dipermainkan oleh keadaan dan juga takdir yang membuat pernikahan mereka menjadi malapeteka yang membuat keduanya saling menyakiti perasaan masing-masing.


"Tuan, anda jangan seperti ini? Anda juga harus memikirkan perasaan Nyonya dulu, bagaimana keadaan nya sekarang? Apa mungkin Nyonya tidak tahu semua ini? Jika beliau tahu bagaimana? Nyonya pasti sangat terluka akan semua ini. Sebaiknya anda sekarang menemui Nyonya sekarang Tuan, Saya takut jika Nyonya mengetahuinya akan seperti apa beliau menyalahkan dirinya sendiri" ucap Mark yang tadi melihat pintu kamar presidential sweet sedikit terbuka dan melihat ada sesuatu dibalik pintu tersebut.


"Kau benar Mark. Dia pasti tadi mendengarnya, aku harus bisa menghiburnya dan tidak memikirkan ini semua" ucap Surya yang langsung segera masuk kedalam dan betapa terkejutnya Surya melihat Vita dlsedang menangis sesegukan dengan memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya didalam lututnya sendiri.


Surya langsung berlutut dan juga memeluk tubuh istrinya yang sedang bergetar dan juga terlihat sangat berantakan. Baik itu penampilan dan juga keadaan nya sekarang sangat memprihatinkan untuk dilihat.


"Sayang, dengarkan aku. Aku tidak mempermasalahkan itu semua, karena itu bukanlah kesalahan kamu. Ini semua kesalahan nya dan juga dosanya, jangan membuat kamu merasa terbebani akan semua ini. Jika memang dia hadir didalam sini, ini adalah anak ku dan juga keturunan ku. Jangan pernah menganggap kamu bersalah dan juga berdosa pada ku oke... Kita hadapi semuanya bersama-sama. Tatap aku, aku akan selalu bersama kamu dan selalu disamping kamu" ucap Surya yang menangkup wajah Vita dan mengusap air mata yang tidak berhenti menetes dipipinya.


"Aku berdosa Mas, aku sungguh sangat berdosa. Aku bersalah, aku tidak pantas mendapatkan ini semua dari kamu Mas. Aku ikhlas dan aku juga ridho jika Mas mau menalak ku, aku siap menganggung ini semua sendiri. Karena ini adalah salahku semuanya, jadi Mas tidak harus menanggung ini semua bersama dengan ku" ucap Vita sambil menangis sesegukan dan juga bicaranya dengan terbata-bata karena sambil menangis.


"Sstttt, jangan pernah mengatakan seperti itu. Karena ini semua adalah cobaan dari juga kita akan kuat atau tidak menghadapinya bersama. Jangan mengatakan seperti itu lagi oke, jangan seperti itu ya" ucap Surya yang memeluk tubuh yang sudah terlihat sangat berantakan dan juga terasa basah.


"Sekarang kamu harus tenang dan lupakan semuanya. Kamu minum dulu ya, aku mau mengambil sesuatu dulu. Aku akan segera kembali" ucap Surya yang beranjak dari duduknya menuju pintu kamarnya dan diluar sudah menunggu Mark yang membawakan pesanan Surya.


"Tuan, sebaiknya anda harus segera meminumkan nya pada Nyonya sekarang juga. Supaya bisa melupakan kejadian ini untuk selamanya. Jika terlambat maka akan membuat Nyonya semakin parah. Obat ini harus diminum hingga habis, setelah habis akan terlihat jika Nyonya benar-benar melupakan kejadian ini selamanya" jelas Mark yang menyerahkan obat yang dia beli atas petunjuk dan juga resep dari dokter.


"Terimakasih Mark. Kau boleh kembali lagi, saya akan memberikan ini semua pada istriku" ucap Surya yang langsung masuk kedalam kamarnya lagi setelah mengucapkan itu pada Mark.


"Sayang, minum obat dulu ya. Supaya kamu lebih tenang dan juga tidak terlalu sedih lagi" ucap Surya yang membangunkan Vita yang sedang memejamkan matanya dengan tetesan air mata yang tidak berhenti dari ujung matanya.


Vita bangun dengan patuhnya dan meminum apa yang diberikan oleh Surya padanya. Karena dia sudah tidak bertenaga untuk mengatakan apa-apa, yang dia inginkan adalah hanya bisa menangis dan menangis saja. Dia ingin bangkit tapi ada sesuatu yang terasa tidak nyaman dibagian sensitive nya.


"Apa ada yang kamu inginkan sayang? Kayakan lah pada ku?" tanya Surya yang menatap wajah Vita yang sembab dan juga memerah karena kebanyakan menangis.


"Aku ingin kekamar mandi. Aku ingin membersihkan diri dan langsung sholat taubat, untuk memohon pengampunan dari Allah yang maha pencipta alam ini. Aku juga minta maaf pada mu Mas, aku sudah melakukan dosa besar dan juga membuat kamu kecewa sebagai suami ku. Aku mohon ampunan dari kamu Mas" ucap Vita yang benar-benar masih memikirkan itu semua dan juga masih terus mengingatnya.


"Aku sudah bilang jangan pernah membahas ini lagi. Aku sudah ikhlas dan ini bukan kesalahan kamu, please jangan mengingat ini semua lagi" ucap Surya yang menangkup wajah Vita dengan senyuman dibibirnya juga mengecup keningnya dengan sangat mesranya dan juga penuh kasih sayang pada Vita.


Vita hanya mengangguk dan diam beranjak pergi menuju kamar mandi dengan berjalan terseok-seok, terlihat tidak nyaman dengan sesuatu yang ada diarea sensitifnya. Surya mengerti itu semua, dan dia tidak ingin menambah kesedihan nya lagi dengan membahas seperti ini.


Vita melanjutkan menangisnya dibawah guyuran air dari shower yang sengaja dia nyalakan. Dia benar-benar merasa dititik yang paling rendah dan juga tidak bisa dia lupakan dengan mudah kejadian yang sangat menyakitkan dan juga sangat memalukan ini. Tapi dia tidak boleh memperlihatkan ini semua pada Surya yang sudah sangat baik dan juga perhatian padanya. Jika dia ingin melihat suaminya tidak ikut bersedih dan juga menyalahkan dirinya juga, sama seperti dirinya.


.


.


.


Masih flashback ya guys....


Semoga kalian semua tidak bosan dan selalu menunggu up selanjutnya dari Othor....


Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Subscribe dan pollow akun Othor juga ya terimakasih 😘🤗🤗🤗