
Angga langsung berlari menyambut Tuan dan Nyonya nya yang baru saja memasuki mainson dengan sangat tergesa-gesa sekali.
"Tuan, Nyonya. Selamat datang" ucap Angga dengan sangat ramah pada kedua orang tua dari King nya.
"Diamana Tuan Muda?" tanya Mom Vita yang langsung menuju arah lift.
"Beliau sedang istirahat Nyonya" jawab Angga apa adanya.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Mom Vita dan Dad Louis langsung memasuki lift dan menuju lantai paling atas didalam mainson putranya ini.
Tanpa disadari oleh Zayn dan Aaron Mom Vita dan Dad Louis melihat kondisi Zayn yamg sedang terbaring dengan selang infus ditangan nya dan juga beberapa kabel menempel didadanya juga.
Mom Vita langsung meneteskan air matanya melihat kondisi putranya yang sedang seperti ini. Ibu mana yang sanggup dengan kondisi yang sangat membuat hati seorang Ibu menjadi sangat sakit dan juga sangat perih menyaksikan kondisi putra kesayangan nya sedang lemah dan tak berdaya sedikit pun.
"Z, kenapa kamu tidak pernah bilang pada Mommy, jika kamu sedang sakit nak?" tanya Mom Vita yang sudah berada disamping putranya.
"Mom, sejak kapan Mommy ada disini?" bukan nya menjawab pertanyaan Mommy nya, Zayn malah balik bertanya pada Mommy nya.
"Mommy bertanya pada mu Z! Kenapa kamu balik bertanya pada Mommy. Hah!" ucap Mom Vita yang malah membentak Zayn yang sangat keras kepala ini.
"Kenapa kamu diam saja seperti ini? Apa kamu sudah tidak menganggap Mommy ini Ibumu lagi Z? Sehingga kondisi kamu seperti ini kamu tidak memberitahu Mommy yang sebagai Ibumu? Apa mau mu sebenarnya Z? Ingin membuat Mommy semakin khawatir! Atau malah kamu lebih suka jika Mommy ini juga sama seperti mu. Iya!" ucap Mom Vita yang sudah sangat marah pada Zayn. Karena tidak diberi tahu kondisinya saat ini.
"Jika saja Mommy tidak memiliki perasaan yang tidak enak terhadap mu. Mungkin Mommy tidak akan kemari dan tidak akan mengetahui kondisimu saat ini Z" ucap Mom Vita yang sudah sangat marah pada putranya yang satu ini.
"Maafkan Z Mom. Z tidak bermaksud untuk membohongi Mommy. Z hanya tidak ingin membuat Mommy seperti ini, Z tidak kuat jika melihat Mommy menangis dihadapan Z Mom. Makanya setelah kondisi Z sudah lebih baik Z akan memberi tahu Mommy supaya Mommy tidak seperti ini. Sekali lagi maafkan Z Mom" ucap Zayn dengan panjang lebar dan juga dengan kondisi yang masih sangat lemah.
"Mommy tidak ingin mendengar penjelasan kamu yang membuat Mommy marah pada kamu Z. Lebih baik kamu diam dan istirahat. Mommy dan Daddy akan disini hingga kamu sembuh total" ucap Mom Vita tidak menerima bantahan sama sekali.
"Iya Mom. Terimakasih untuk segalanya" jawab Zayn dan langsung memejamkan matanya untuk segera beristirahat.
Setelah melihat kondisi dan juga melihat Zayn yang sudah tertidur untuk istirahat. Mom Vita langsung menanyakan kondisi Zayn pada Aaron saat ini.
"Bagaimana kondisi Zayn saat ini? Saya tahu jika kamu adalah dokter pribadi Zayn kan?" tanya Mom Vita yang sudah duduk saling berhadapan dengan Aaron dan juga Dad Louis.
"Kondisi Tuan Muda sudah lebih baik Nyonya. Karena Tuan Muda juga selalu menjaga pola makan dan juga gaya hidup nya yang sehat. Ini baru kali pertama Tuan Muda mengalami hal yang seperti ini Nyonya. Tapi keseluruhan semuanya baik-baik saja" jelas Aaron pada Mom Vita yang mendengarkan penjelasan dari nya.
"Terimakasih karena sudah membantu saya untuk merawat putra saya dengan baik selama ini. Maafkan saya dan juga putra saya yang selalu merepotkan mu" ucap Mom Vita pada Aaron yang berada dihapan nya saat ini.
"Nyonya jangan berbicara seperti ini. Ini memang sudah tugas dan kewajiban saya untuk menolong Tuan Muda dengan baik dan juga merawatnya" jawab Aaron dengan menampilkan wajah yang biasa saja.
Mereka terlibat obrolan yang serius dan juga sangat sensitif terhadap masalah kesehatan Zayn selama ini hingga sekarang. Aaron juga menjelaskan jika kondisi Zayan sudah lebih baik. Karena memang ini kondisi yang membuat fisik lemah Zayn menjadi drop.
Tapi secara keseluruhan semuanya baik-baik saja dan semuanya sehat-sehat saja tanpa adanya penyakit yang lain nya lagi.
"Lebih baik Tuan dan Nyonya harus istirahat dulu. Karena Tuan dan Nyonya juga pasti sangat lelah karena menempuh perjalanan belasan jam dalam perjalanan kemari. Jika anda memaksakan diri maka anda sendiri juga akan sakit" ucap Aaron yang meminta Tuan dan Nyonya nya untuk segera istirahat.
"Baiklah kami akan segera istirahat sekarang. Tolong jaga Zayn dengan baik ya?" ucap Mom Vita pada Aaron yang sedang menatap pada nya dan membungkuk hormat pada Mom Vita dan Dad Louis.
Keesokan harinya Mom Vita memasak kan makanan kesukaan Zayn saat sedang sakit seperti ini. Mom Vita memang sengaja membuatkan Bubur untuk Zayn supaya lebih mudah untuk menelan makanan nya.
"Sarapan dulu Z, Mommy sudah membuatkan bubur kesukaan kamu" ucap Mom Vita sambil membawakan bubur yang masih hangat untuk putranya ini.
"Terimakansih Mom" ucap Zayn dengan wajah yang sudah biasa datarnya.
"Habiskan ya" ucap Mom Vita yang menyuapi bubur untuk Zayn.
Mom Vita juga memberi tahu pada anak-anaknya yang lain jika Zayn sedang sakit parah saat ini. Hingga semua saudaranya datang menemuinya dan membuat suasana Mainson milik Zayn menjadi sangat ramai akan kehadiran mereka semua.
"Sorry kak" hanya itu jawaban yang diberikan oleh Zayn.
Karena Zayn tidak mau meladeni ocehan kakak nya yang satu ini. Karena jika diladeni, maka dia sendiri yang akan pusing menghadapinya.
"Z, apa kamu sering mengalami seperti ini?" tanya Zia lagi yang masih dengan tlaten menyuapi adiknya.
"Baru kali ini saja" jawabnya singkat, jelas dan padat.
"Z, bisakah kamu berbicara lebih dari satu atau dua kata? Kakak jenuh mendengarnya Z" keluh Zia dengan menyuapkan suapan terakhir dengan sangat besar dan juga membuat mulut Zayn sangat penuh.
"Alhamdulilah habis juga" ucap Zia tanpa rasa bersalah sedikit pun pada adiknya yang masih mengunyah dan menelan makanan nya dengan sangat perlahan-lahan.
"Kak, terimakasih" ucap Zayn setelah menelan semua makanan nya dengan sempurna kedalam tenggorokan nya.
"Sama-sama" jawab Zia dengan tidak merasa bersalah nya.
Zayn langsung berbaring setelah dia duduk beberapa menit supaya makanan nya bisa langsung turun menuju perutnya.
.
Sedangkan ditempat lain. Lebih tepatnya dikediaman Wijaya Kusuma, Azalya sedang merasa kalut. Pasalnya dia benar-benar tidak bisa keluar dengan leluasa. Karena orang-orang dari suruhan Zian Alfonzo sudah benar-benar membuat nya sangat frustasi menghadapi nya.
"Oma dan Opa mau kemana? Sudah rapih saja?" tanya Azalya yang melihat Oma dan Opa nya masih terlihat tampan dan juga gagah walau usianya sudah tidak muda lagi.
"Oma dan Opa ingin menjenguk Mister Z. Katanya dia sedang sakit dan dirawat dimainson nya yang tidak jauh dari sini" jawab Oma Rena kepada Azalya.
"Apa Aza boleh ikut Oma? Aza malas jika harus sendirian didalam rumah ini" ucao Azalya dengan memanyunkan bibirnya.
"Cepatlah bersiap. Oma dan Opa menunggu kamu disini" ucap Oma Rena pada cucu kesayangan nya yang selalu bikin ulah.
"Oke Oma" jawab Azalya yang langsung berlari menuju kamar nya yang berada dilantai atas.
Sambil menunggu Azalya bersiap Oma meminta Opa untuk duduk dulu diruangan keluarga sambil mengobrol ringan.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Mister Z Pa?" tanya Oma Rena pada Opa Wijaya.
"Katanya kelelahan sih yang Papa dengar. Karena sejak kecil kondisi fisiknya memang lemah dan gampang sakit. Mama tahu sendiri bukan, perusahaan sekelas EDC.CORP itu pasti sangat membuat lelah fikiran dan juga fisik. Mungkin karena itu" jawab Opa Wijaya menceritakan yang dia tahu.
"Oh, Mama kira tidak seperti itu jika dilihat dari fisik nya yang sangat terlihat kuat dari pandangan mata seseorang" ucap Oma Rena lagi yang masih tidak menyangka dengan penjelasan dari Opa Wijaya.
"Yah, jika dilihat dari fisik memang tidak terlihat jika dia adalah pemilik fisik yang lemah. Tapi apa boleh dikata, semua nya kan memang sudah kehendak yang maha kuasa bukan?" jawab Opa Wijaya yang membenarkan ucapan Oma Rena.
Saat sedang berbicara berdua, ternyata Azalya mendengarkan semuanya. Dia juga tidak menyangka sama sekali. Pantas saja kemarin dia terlihat sangat pucat pas mereka bertemu di danau buatan yang belum jadi.
"Kasihan juga, walau dia terlihat keren dan juga gagah. Ternyata tidak sesuai dengan yang dibayangkan" gumam Azalya yang langsung mengampiri Oma dan juga Opa nya.
"Oma, Opa. Aza sudah siap nih. Yuk berangkat sekarang" ucap Azalya yang sudah berada didekat pasangan suami istri yang sudah lanjut usia.
"Lama sekali Aza, Oma dan Opa sudah karatan menunggu kamu disini" gerutu Oma Rena saat Azalya menghampiri keduanya.
"Bukan nya Oma memang sudah tua dan karatan ya? Hihihi" jawab Azalya meledek Oma nya.
"Dasar Cucu luknut kamu ya" ucap Oma Rena yang langsung mencubit gemas lengan cucu nya yang kurang asin.