Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Sosok misterius



Angga menerima apa yang diberikan oleh Zayn padanya. Dia masih bingung dan tidak tahu apa isinya didalam micro chip itu. Tapi dia tidak ingin banyak bertanya dulu sebelum Zayn yang maenelaskan. Karena ini adalah informasi sangat penting untuk nya bisa tahu kebenaran yang terjadi.


"Disitu tertera apa yang ingin kau ketahui. Jika kau sudah tahu, jangan pernah gegabah mengambil keputusan" ucap Zayn memperingati Angga untuk tidak gegabah dalam mengambil tindakan.


"Baik King, terimakasih banyak" ucap Angga yang langsung pergi setelah mengucapkan itu pada Zayn.


Sedangkan Azalya yang sudah bangun bingung dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Tuan dan orang kepercayaan nya itu. Dia mau bertanya tapi enggan, karena takut jika Zayn masih belum bisa menahan ha*ratnya.


Zayn yang melihat Azalya sudah bangun dan menatapnya menghampiri dan menatap nya seperti biasa. Azlaya yang ditatap seperti itu malah salah tingkah dibuatnya.


"Abang jangan menatapku seperti itu" ucap Azalya yang memalingkan wajahnya menghindari tatapan dari Zayn.


"Kenapa?" tanya Zayn yang malah memegang dagu Azalya untuk menatapnya.


"Aku malu" ucap Azalya yang mana malah menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangan nya.


"Kau memiliki rasa malu juga?" tanya Zayn yang dengan santainya malah duduk didekat Azalya dan merebahkan dirinya disamping Azalya.


"Aku kan juga pertempuran biasa bang, masa tidak memiliki itu sih" ucap Azalya yang membuka matanya dan menatap wajah pria tampan yang sedang menatapnya dalam posisi tiduran.



Apa lagi dengan senyuman yang tidak pernah diperlihatkan pada siapa pun kecuali dirinya. Azalya yang baru melihat senyuman Zayn langsung mengerjapkan matanya berulang kali dan mengusapnya dengan lumayan kencang juga.


Azalya takut jika dia adalah melihat, jika saya ini Zayn sedang tersenyum kearahnya. Azalya juga menepuk-nepuk pipinya sendiri dengan keduanya tangan nya, takut jika ini hanya sebuah mimpi yang sangat indah.


"Abang baru saja tersenyum padaku?" tanya Azalya yang menatap dengan intens wajah Zayn yang sudah kembali datar.


PLTAK...


"Tidak bisakah jika bicara tidak berteriak?!" ucap Zayn yang sudah menyentil kening Azalya.


"Aduh, sakit bang. Kenapa sih suka sekali menyentil kening ku? Memangnya nggak sakit apa" ucap Azalya yang mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangan nya didada.


Zayn tidak menggubris gerutuan Azalya yang tidak terima keningnya dia sentil. Tapi itu bisa membuat Zayn merasa terhibur dengan Azalya yang berisik.


"Abang Iihhh. Kenapa malah tidur sih??!! Aku baru mau meminta sesuatu pada abang" ucap Azalya yang mengoyakan lengan Zayn untuk membuka matanya.


"Ingin apa?" tanya Zayn yang sebenarnya tidak tidur.


"Makan, aku sudah lapar tahu. Sejak tadi belum makan apa-apa" jawab Azalya yang malah ikut merebahkan dirinya sambil menatap wajah tampan Zayn yang juga sedang menatapnya.


"Mau makan apa?" tanya Zayn yang sudah kembali mode semula datar dan dingin.


"Apa saya yang penting bukan jadi santapan abang. Hehehe" jawab Azalya dengan tersenyum meringis.


PLTAK...


"Abang Iihhh!!! Bener ini mah pasti aku jenong" ucap Azalya yang sedang mengusap keningnya yang terasa nyut-nyutan.


CUP


Tanpa Azalya sadari Zayn mengecup kening yang tadi dia sentil lumayan lama. Azalya hanya mengerjapkan kedua matanya, dan malah melotot sempurna saat Zayn sudah selesai mengecupnya.


Zayn langsung bangkit dari berbaring nya untuk membelikan makanan yang diinginkn oleh Azalya. Tetap jika dimanapun Zayn berada pasti ada diantara bodyguard yang menjaga nya.


"Anda menginginkan sesuatu Tuan Muda?" tanya salah seorang dari mereka berdua.


"Belikan makanan yang ada disini" jawab Zayn.


"Apa yang anda inginkan Tuan Muda?" tanya nya lagi saat Zayn tidak mengatakan keinginan nya.


"Apa saja yang penting makanan dan juga sehat" jawab Zayn yang langsung masuk kembali kedalam ruangan rawat Azalya.


Salah satu bodyguard tersebut langsung pergi dari tempatnya berdiri dan menuju kantin rumah sakit yang ternyata adalah milik Zayn sendiri. Ternyata tidak ada yang tahu jika itu adalah salah satu aset milik Zayn yang tersebar dimana-mana.


Sedangkan didalam ruang perawatan, Azalya sedang duduk dikursi roda yang Zayn minta pada salah satu perawat.


"Abang, ini kenapa diruangan ini kosong dan tidak ada pasien sama sekali?" tanya Azalya yang dibawa keluar menuju balkon kamarnya rawat Azalya.


"Apa rumah sakit ini tidak laku ya? Makanya tidak ada pasien sama sekali" tanha Azalya lagi sambil menatap wajah Zayn yang berada didepan nya saat ini.


PLTAK...


"Ini adalah rumah sakit terbesar dan terlengkap dinegara ini" jawab Zayn setelah menyentil kening Azalya.


"Abang Iihhh, bisa nggak sih tidak menyentil terus?? Memangnya nggak sakit apa" ucap Azalya yang masih mengusap keningnya.


"Makanya jangan asal jika bicara" jawab Zayn yang bangkit berdiri duduknya menuju pinghiran balkon.


Zayn melihat ada sesuatu yang mencurigakan dimatanya. Zayn langsung menghubungi anggotanya yang sudah tersebar disekitar rumah sakit ini.


"Abang sedang berbicara dengan siapa?" tanya Azalya saat melihat Zayn berbicara sendiri sambil menatap jam tangan nya sendiri.


"Bukan siapa-siapa. Lebih baik kita masuk kedalam, mungkin makanan yang kamu pesan sudah datang" ucap Zayn yang sudah mendorong kursi roda Azalya.


"Abang aneh sekali. Tapi ini baru beberapa menit bang, masa sudah mau masuk?" tanya Azalya yang protes karena sudah diajak masuk tanpa penjelasan dari Zayn.


Zayn membawa Azalya menuju ruang perawatan nya. Zayn memindahkan Azalya diatas brangkar nya lagi, Zayn akan pergi tapi ditahan oleh Azalya.


"Abang sedang menyembunyikan sesuatu dari aku kan?" tanya Azalya yang menatap dengan intens wajah Zayn.


"Lebih baik kamu diam dan istirahat. Ini bukan apa-apa" jawab Zayn yang malah membuat Azalya semakin penasaran akan yang Zayn lakukan.


"Abang tidak mau memberitahu ku?" tanya Azalya lagi saat Zayn malah menjauh darinya.


Zayn tidak menjawab, tapi malah pergi keluar kearah balkon lagi. Zayn menatap tempat yang tadi, tapi sudah tidak ada siapa-siapa lagi.


"Apa kalian sudah mengetahui siapa orang itu?" tanya Zayn saat melihat anggotanya sedang mencarinya.


"Maafkan saya King. Saya tidak bisa menangkapnya, saya kehilangan jejaknya. Dia menghilang dengan sangat cepat" jawab anggota Zayn yang sedang mengejarnya.


"Kau cari dia sampai ketemu. Saya yakin dia belum keluar dari rumah sakit ini. Cepat temukan, jangan sampai lolos!" ucap Zayn dengan mengepalkan tangan nya.


Jika saja dia tidak sedang menjaga Azalya sudah dipastikan jika Zayn sendirilah yang akan mengejar orang itu. Tapi Zayn tidak bisa meninggalkan Azalya yang sedang cidera, mungkin saja memang sasaran utamanya adalah Azalya sendiri.


"Siapa dia? Apa yang dia inginkan?" gumam Zayn yang sedang menatap lurus kedepan sana.


Zayn langsung kembali lagi kedalam ruangan rawat Azalya. Ternyata Azalya sedang memainkan ponsel nya diatas brangkar nya.


"Abang kenapa sih? Aku sudah meminta Mama untuk datang kemari membawakan soto babat. Tiba-tiba aku menginginkan nya" ucap Azalya yang mengerti akan tatapan Zayn yang melihatnya seperti sedang bertanya.


"Apa makanan ini tidak kau sukai?" tanya Zayn yang melihat sudah ada berbagai makanan yang ada diatas meja.


"Suka semuanya. Tapi aku sangat menginginkan itu" jawab Azalya dengan senyuman dibibirnya dan juga sering mengusap bibirnya sendiri.


"Sekarang makan ini saja dulu sebelum Mama datang" ucap Zayn yang menyodorkan salah satu makanan yang sudah dia pegang.


"Suapin" ucap Azalya dengan mengalihkan puppy eyes nya. Membuat Zayn semakin gemas pada Azalya.


Dengan tlaten Zayn menyuapi Azalya dengan perlahan. Hingga habis tanpa sisa, Azalya juga memakan salad dan berbagai buah yang sudah tersaji.


"Apa ada lagi yang ingin kau makan?" tanya Zayn saat melihat Azalya malah masih terus ingin memakan buah dan juga lain-lain.


"Iya abang sayang" jawab Azalya dengan mulut yang penuh oleh makanan yang sedang dia kunyah.


UHUK...


UHUK...


UHUK...


"Makanya jika sedang makan jangan banyak bicara" ucap Zayn saat Azalya tersedak oleh makanan yang sedang dia makan.


"Abang yang salah! Uhuk... " jawab Azalya dengan mengusap temggorokan dan hidungnya yang terasa perih dan terbakar karena tersedak.


Zayn menyodorkan minum pada Azalya yang sedang terbatuk-batuk karena tersedak. Azalya menerima nya. Wajah dan hidungnya sudah memerah, sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih.


"Sakit bang" ucap Azalya yang masih mengusap tenggorokan nya yang masih terasa sangat perih.


Zayn hanya menggeleng pelan melihat Azalya yang seperti ini. Sampai Zayn lupa jika ada seseorang yang misterius sedang mengawasinya saat ini.


"Apa masih belum reda juga?" tanya Zayn saat melihat Azalya masih terbatuk-batuk. Walau tidak separah sebelumnya.


"Sudah sedikit reda. Tapi tetap saja masih perih" jawab Azalya yang sedang meminum jus yang ada disamping nya saat ini.


"Sekarang berhenti dulu minum itu, sekarang kau minum obatnya dulu" ucap Zayn yang menyodorkan obat pada Azalya.


Azalya menerimanya dan langsung meminumnya tanpa banyak bicara lagi. Zayn menatap Azalya dengan tatapan yang sulit diartikan.


.


.


.


Othor tidak akan bosan mengingatkan untuk meninggalkan jejaknya...


Like, komen, vote dan hadiahnya ya....