Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Misi penyelamatan Azalya



Zayn menunggu dengan harap-harap cemas. Dia tidak bisa seperti ini terus, jika terjadi sesuatu pada Azalya dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


Zayn keluar setelah berganti pakaian yang selalu tersedia didalam mobilnya. Zayn menggunakan pakaian yang serba hitam dan juga masker hitamnya tidak lupa dia melepas kacamata nya dan mengganti nya dengan soft lens.



kira-kira begitu ya penampilan Zayn...


Zayn membantai saiapa saja yang dia lewati didepan nya. Hingga dia menemukan sebuah ruangan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Dan disana juga dijaga dengan sangat ketat, dia merasa ada sesuatu didalam sini.


Zayn langsung menebas semua orang yang menghadang jalan nya dengan sekali gerakan saja sudah tumbang. Darah segar berhamburan dimana-mana hingga mengenai wajahnya.


BRAK


Dengan sekali tendangan pintu yang terbuat dari kayu sudah terpental dari tempatnya. Dan menampilkan Azalya yang sedang terikat disebuah kursi dengan wajah yang sudah lebam dan ada luka dibibirnya.


"Akhirnya kau muncul juga Z" ucap seseorang yang ternyata sudah merencanakan ini semua untuk menjebak Zayn masuk kedalam perangkap nya.


"Ternyata ini adalah rencana mu" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya sambil siap menguliti orang yang berada didekat nya.


"Sesuai dengan tebakan mu Z. Akhirnya aku bisa menemukan mu dan berhadapan langsung dengan mu setelah sekian lama aku menunggu waktu ini terjadi" ucapnya dengan seringai liciknya.


"Ternyata tidak sesulit itu untuk memancing mu keluar dari sarang mu Z" ucapnya lagi dengan berjalan mendekati Azalya dengan sebuah pisau kecil yang dia gunakan untuk menyusuri wajah Azalya dengan ujungnya yang sangat tajam.


"Jangan pernah kau sentuh dia! Urusan mu dengan ku, bukan dengan nya" ucap Zayn yang sudah sangat marah akan yang dilakukan oleh pria tersebut.


"Benarkah? Hahahah" tanyanya dengan tertawa yang sangat mengerikan.


Azalya sudah sangat ketakutan dengan yang dilakukan oleh pria yang sedang menahan nya. Azalya sudah menangis dan dia tidak bisa melakukan apapun karana tenaganya sudah habis saat dia melawan tadi. Tapi tetap saja dia kalah dengan pira yang sangat kejam dan juga tidak berperasaan yang ada didepan nya.


"Lepaskan dia, dan kita bertarung berdua. Siapa yang tumbang lebih dulu dialah yang kalah" ucap Zayn yang siap akan menyerang jika Azalya sampai terluka.


"Itu lebih baik. Tapi bagaimana jika kau melawan mereka lebih dulu" ucapnya dengan menunjuk beberapa orang berbadan besar yang berada disekeliling Zayn.


"Apa kau tidak takut melawan ku sendiri? Sehingga mengandalkan an*ing liar seperti mereka" tunjuk Zayn dengan santainya pada semua orang yang sedang mengepungnya.


Zayn tentu saja sengaja memancing kemarahan pria yang ada didepan nya saat ini. Jika dia sudah terpancing akan sulit untuk bisa mengendalikan dirinya sendiri. Dan itu akan sangat mudah bagi Zayn mengalahkan nya.


"Apa kau bilang?! Aku tidak pernah merasa takut pada mu! Tapi aku sengaja untuk melihatmu sekarat terlebih dahulu sebelum aku menghabisimu dengan mudah" ucapnya dengan sudah sangat marah mendengar ucapan dari Zayn barusan.


"Benarkah? Aku takut sekali mendengarnya" ucap Zayn semakin membuat pria tersebut tersulut emosinya dan memerintahkan semua orang yang sedang mengepung Zayn untuk segera menyerang nya.


"Kenapa kalian semua hanya diam saja! Serang dia sekarang!" ucap pria tersebut dengan sangat marah dan juga sudah murka melihat Zayn yang tidak gentar apa lagi takut melihat orang-orang yang sedang mengepungnya.


"Maju saja jika kalian ingin bernasib sama dengan mereka semua" ucap Zayn yang menunjuk beberapa orang yang sudah tergeletak.


Bahkan ada yang sudah tidak berbentuk lagi kondisi tubuh mereka. Bahkan ada juga yang isi didalam perutnya sudah keluar semuanya. Dengan begitu Zayn semakin mudah untuk bisa menghabisi mereka semua dengan mudah.


Zayn diam sambil memperkirakan tenaganya untuk menyerang 8 orang yang ada dihadapan dan juga belakang nya saat ini. Mungkin Zayn memang ingin menggunakan strategi yang akan dia lakukan untuk melumpuhkan mereka dengan beberapa gerakan saja. Supaya dia tidak mengeluarkan banyak tenaga.


Apa lagi tenaganya belum pulih sempurna. Saat yang bersamaan juga Jeff dan Angga sudah masuk kedalam ruangan itu juga setelah mengetahui King nya tidak ada didalam mobil lagi.


"Kalian bereskan mereka. Aku akan menghadapinya" ucap Zayn memberi perintah pada Angga dan Jeff yang sudah siap akan menyerang mereka semua.


"Kenapa? Apa kau merasa takut?" tanya Zayn yang sudah berjalan mendekat kearah Azalya dan pria tersebut.


"Aku tidak pernah merasa takut padamu Z. Justru aku sangat bersemangat untuk bisa menghabisi mu saat ini juga dengan tangan ku sendiri. Dan bisa membuatmu memohon untuk nyawamu" ucapnya yang langsung mengeluarkan senjatanya dari balik jaket hitamnya.


Azalya yang ternyata sudah bisa melepaskan ikatan yang ada ditangan nya langsung berlari menuju kearah Zayn yang sedang diarahkan senjata oleh pria didepan nya saat ini.


"Tidak...." Azalya berteriak berlari kearah Zayn yang sedang menghindari peluru yang dibidikkan kepada nya saat ini.


Zayn dengan cepat menggelengkan kepalanya memberi kode pada Azalya supaya diam saja dan jangan bergerak. Jika tidak itu akan membahayakan nyawanya sendiri.


Setelah menghabiskan seluruh peluru yang digunakan oleh pria yang ada didepan nya Zayn langsung berlari mendekat kearahnya dengan sekali gerakan saja sudah membuat nya tumbang dengan luka sayatan yang Zayn berikan padanya.


"Aaa" Azalya berteriak dengan sangat histeris melihat apa yang Zayn lakukan dan juga pria itu langsung tidak bisa bergerak lagi. Pria tersebut sudah tidak bernyawa lagi karena Zayn menyerang tepat pada saraf nya.


Azalya langsung menghampiri Zayn yang sedang berlutut karena kelelahan, dan dia juga tumbang karena kehabisan tenaga juga kondisinya memang belum pulih jadi dia langsung pingasan tak sadarkan diri.


"Bang, bangun! Abang Z!!!" teriak Azalya yang sedang memangku kepala Zayn karena dia juga sudah tergeletak.


"King!" ucap Angga dan Jeff yang langsung menghampiri dan mengangkat Zayn keluar dari ruangan tersebut. Saat sudah keluar Angga bertemu dengan para orang-orang nya dan menyuruh mereka untuk membereskan semuanya.


"Abang, bangun" ucap Azalya yang sudah menangis melihat Zayn yang masih pingsan dipangkuan nya sudah didalam mobil saat ini.


"Nona, anda tidak perlu khawatir. Karena King hanya kelelahan saja, dan saya sudah menghubungi dokter Aaron untuk segera memeriksanya" ucap Angga yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Kamu bilang tenang! Lihat, bang Z sedang terluka seperti ini. Apa kau tidak melihatnya!" ucap Azalya yang berteriak pada Angga yang sudah meremehkan keadaan Zayn saat ini.


"Maafkan saya Nona" ucap Angga yang tidak berani berbicara lagibpada Azalya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang dan memakan waktu lama. Zayn sudah berada didalam kamarnya dengan kondisi yang sangat lemah dari sebelumnya.


Mom Vita juga sangat khawatir melihat keadaan Zayn saat ini yang terbaring lemah kembali karena menyelamatkan Azalya. Oma dan Opa Wijaya juga berada disana untuk melihat keadaan Zayn dan juga Azalya yang sudah tidak apa-apa dengan cucunya saat ini.


"Apa yang sebenarnya terjadi nak?" tanya Mom Vita saat Azalya sudah merasa lebih tenang.


"Aza juga tidak tahu auntie. Karena saat Azalya, baru keluar dari mainson dan berjalan tiba-tiba ada yang memukul tengkuk Aza dari belakang hingga Aza tidak sadar. Tiba-tiba Aza sudah berada disebuah ruangan yang sangat kotor. Tak berapa lama abang Z dan orang-orang yang menolong ku datang. Dan terjadilah perkelahian hingga membuat abang Z seperti ini" jelas Azalya dengan menangis didalam pelukan Oma Rena.


"Aza minta maaf auntie, karena untuk menolong Aza abang Z jadi terluka lagi" ucap Azalya yang sudah melepaskan pelukan nya dari Oma Rena dan mendekati Mom Vita yang saat ini juga sedang menangis.


"Kamu tidak salah nak. Auntie mengerti, semua ini adalah musibah yang harus terjadi. Jadi jangan menyalahkan diri kamu sendiri sayang, auntie tahu yang kamu rasakan juga pasti sangat khawatir pada kondisi Zayn saat ini. Kita do'akan saja supaya Zayn bisa cepat pulih kembali" ucap Mom Vita yang langsung memeluk Azalya supaya bisa tenang dan tidak menyalahkan dirinya sendiri.


"Maaf Tuan dan Nyonya, kondisi Tuan Muda sangat lemah. Dan saat ini kondisinya sedang koma. Maaf saya harus menyampaikan kabar buruk ini pada anda" ucap Aaron yang memberitahukan kondisi Zayn saat ini.


"Apa dia akan cepat bangun dari komanya?" tanya Mom Vita yang sudah menangis lagi didalam pelukan Dad Louis saat ini.


"Saya tidak bisa memastikan nya Nyonya. Karena dari hasil semua yang saya periksa, kondisi Tuan Muda sangat kritis dari sebelumnya yang hanya kelelahan biasa. Kita hanya bisa berdo'a supaya Tuan Muda bisa bangun lebih cepat dari tidurnya" jawab Aaron menjelaskan kepada Mom Vita.


Semua orang merasa sedih dengan keadaan seperti ini. Mereka saling diam dan berdo'a dalam hati masing-masing. Dengan Mom Vita yang sudah menangisi putranya yang saat ini sedang kritis.