Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Chip??



"Apa yang sedang anda fikirkan Tuan? Anda tentu tidak akan pernah bisa lepas dan pergi begitu saja dengan mudah jika anda sedang berfikir kabur saat ini. Karena penciuman semua binatang itu sangat tajam" tanya Aaron yang seolah tahu jika Austin sedang memikirkan cara untuk kabur dari markas tersebut.


"Tentu saja saya sedang berfikir itu semua. Karena saya tidak percaya dengan semua ucapan dari anda dokter" ucap Austin dengan sangat penekanan disetiap katanya.


"Jika seperti itu silahkan saja anda lakukan itu semua. Karena saya sudah memperingatkan anda, tapi jika anda sampai menumbalkan para anggota kami. Bukan hanya binatang yang ada disana dan yang terlihat saja, bahkan semua peliharaan King kami akan keluar semua" jelas Aaron yang menatap Austin dengan tatapan sulit diartikan.


"Anda tenang saja dokter, karena saya masih ingin hidup dengan identitas baruku saat ini. Dan akan membalaskan semua yang pernah mereka lakukan padaku dan juga keluargaku" ucap Austin dengan sangat tegas juga penuh dengan semangat yang berkobar dalam dirinya.


"Selamat datang ditempat yang tepat Tuan. Anda memang berada ditempat yang seharusnya anda ada disini. Kami siap untuk membantu anda asal kami tahu apa tujuan anda dan bagaimana kami membantunya" ucap Aaron yang memang sudah siap akan mbantu Austin jika dia menginginkan nya.


"Terimakasih dokter. Yang saya inginkan hanya bisa melatih kekuatan saya dan juga melatih fisik saya supaya tidak lemah dan bisa melawan musuh dengan kekuatan dan juga otak saya miliki. Jadi tidak hanya bisa mengatur strategi saja" jelas Austin pada Aaron yang memang sangat bisa jika masalah strategi perang Austin adalah ahlinya.


"Kami akan membantu anda. Tapi tidak untuk sekarang, karena kami harus mendapatkan persetujuan langsung dari King kami. Jadi anda harus bersabar dalam hal ini" jawab Aaron yang menerima semua yang diinginkan oleh Austin.


Mereka berdua masih terlibat dalam pembicaraan yang sangat serius dan juga mantap. Tapi Aaron memang tidak bisa memutusakan semuanya sendiri, karena bisa saja King nya tidak setuju dan malah murka pada semua orang yang ada dimarkas ini.


Sedangkan orang yang sedang dibicarakan sedang bermain-main dengan para binatang yang sedang makan dan ada juga yang sedang berlarian. Dia sedang melatih lagi kemampuan bertarungnya, dengan begini dia semakin tangguh dalam menghadapi musuh-musuhnya.


"Kau semakin melamban berlari mu baghera" ucap Zayn pada seekor Macan kumbang yang berlari dengan nya tapi tertinggal.


"Besok aku tidak akan datang kemari untuk bermain-main dengan mu dan yang lain. Tapi orang-orang ku akan tetap memberikan makanan untuk kalian. Yang pasti kalian harus selalu menjaga daerah ini dari para manusia asing untuk ku" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengusap kepala Macan kumbang itu.


Sedangkan para binatang yang lain berdiri seperti memberi jalan untuk Tuan nya. Zayn terus melangkah menuju markas kembali untuk mengambil mobil dan juga perlengkapan sebelumnya yang dia kenakan untuk datang kemari.


"King, pasien yang tadi ingin bertemu dengan anda. Katanya ingin memberikan sesuatu pada anda" lapor salah seorang anggota Zayn yang berlari saat Zayn akan memasuki mobilnya.


Tanpa menjawab Zayn mengikuti anggotanya yang menuju ruangan untuk pasien kritis. Dan dia langsung masuk setelah menggunakan baju steril.


"Ada apa kau ingin bertemu dengan ku?" tanya Zayn yang melihat orang didepan nya seperti mumi yang dibungkus.


"Ada sesuatu didalam kantung celana saya. Saya memberanikan diri untuk menyerahkan itu pada anda langsung. Saya tidak percaya pada siapapun, makanya saya ingin segera menyerahkan nya kepada anda" ucapnya dengan suara terbata-bata dan juga tercekatnya.


Zayn langsung mengambil celana yang sudah tidak berbentuk lagi dan benar didalamnya ada sebuah chip yang dia sembunyikan dikantong bagian dalam. Zayn memperhatikan nya dengan seksama, dan disana ada huruf yang sama dengan jam tangan yang diberikan oleh singanya.


"Apa ini?" tanya Zayn dengan memperlihatkan chip yang dia pegang pada pria itu.


"Itu adalah bukti-bukti yang anda inginkan. Tapi jangan pernah menyalakan nya didalam rumah atau diperusahaan bahkan disini. Karena itu akan mengirimkan sinyalnya langsung pada pemiliknya. Itu adalah salah satu dari bukti yang saya miliki. Saya menyerahkan itu pada anda, karena saya yakin jika anda bisa melakukan nya" jawabnya sebelum dia tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.


"Kalian urus pemakaman nya dengan layak. Jangan sampai dia tidak tenang karena tidak diurus dengan benar" ucap Zayn yang menyuruh semua anggotanya untuk mengurus pria itu untuk yang terakhir kalinya.


"King, apa anda mendapatkan bukti darinya?" tanya Aaron yang melihat King nya hanya diam saja menatap pria yang sudah meninggal itu.


"Hmm" jawab Zayn hanya dengan deheman saja. Karena dia sendiri tidak tahu apa isinya didalamnya dan apa maksud dari jika membukanya ditempatnya akan mengirimkan sinyal kepada pemiliknya.


Zayn terus memikirkan itu semua. Karena dia belum bisa mengerti teka teki yang sedang ingin dia pecahkan. Tapi bagaimana caranya bang dimana dia akan membukanya jika tidak ditempatnya sendiri dan dimainson atau perusahaan sekalipun.


Zayn benar-benar dibuat sangat pusing oleh semua ini. Dia seperti sedang dipermainkan oleh takdir yang sedang dia pesankan. Sungguh apapun itu tidak akan membuat Zayn gentar atau malah takut pada Sesuatu yang akan menimpanya.


"King, King. King, apa anda baik-baik saja?" tanya Aaron yang menjentikan jarinya baru Zayn bisa mendengar jika dia sedang dipanggil oleh Arron.


"Tunggu. Dia bilang ini adalah salah satunya? Jika ini salah satunya, berarti ada beberapa benda lagi yang berhubungan dengan dua benda yang ada padaku saat ini" gumam Zayn yang tidak ingin salah dalam mengambil tindakan.


Dia harus bisa memecahkan semua ini dengan otaknya. Zayn pergi lagi dari tempat yang dia singgahi saat ini, Zayn melajukan motornya menuju EDC.CORP kembali dia tidak ingin jika ada seseorang yang akan curiga padanya.


Saat baru sampai didalam ruangan nya dan sudah memberikan perintah supaya sudah bisa ada yang boleh menemuinya sekarang. Zayn kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena masalah yang tadi.


DRET...


DRET...


DRET...


Zayn menatap layar ponselnya dan menmpilkan nama Azalya yang sedang menghubunginya dengan panggilan video. Dengan malas Zayn mengangkatnya dan langsung menampilkan wajah Azalya yang sedang berbaring diatas ranjang dengan posisi yang sangat membuat Zayn tidak bisa berfikir dengan jernih.


"Hubby kenapa diam saja? Apa hubby tidak sedang sibuk?" tanya Azalya yang sudah melihat Zayn hanya diam saja menatap dengan tatapan yang menurut Azalya sangatlah menggoda iman nya yang sangat tipis itu.


"Kenapa kau menggunakan pakaian seperti itu saat siang hari seperti ini?" tanya Zayn dengan tatapan yang berubah tajam menatap Azalya.


"Aku kegerahan By, tapi bagus bukan?" jawab Azalya dan dia bertanya juga dengan menaik turunkan alisnya meminta pendapat dari Zayn.


"Ganti bajumu sekarang atau kau akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dari ku!" ucap Zayn dengan penuh penekanan pada Azalya.


"Hubby ih... Aku kan sedang kepanasan. Lagi pula ini itu dikamar dan tidak keluar kemana-mana juga, masa tidak boleh" gerutu Azalya yang langsung memanyunkan bibirnya kesal pada Zayn.


"Baiklah jika itu mau mu. Maka jangan salahkan aku jika kau akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dan itu tidak akan bisa merubah keputusan ku!" ucap Zayn yang ingin memutusakan panggilan video dari Azalya tapi tidak jadi saat Azalya menurut padanya.


"Iya, iya aku ganti sekarang. Tapi jangan dimatikan, aku masih merindukan hubby" jawab Azalya yang langsung melesat pergi menuju ruangan walk in closet untuk mengganti pakaian.


"Dasar gadis aneh" ucap Zayn yang langsung melanjutkan pekerjaan dia sampai tidak sadar jika Azalya sudah selesai dengan pakaian nya dan sekarang sedang menatapnya dengan pandangan penuh puja padanya.


"Jangan menatapku seperti itu. Nanti kamu tidak akan bisa melupakan ku jika kontrak nya habis" ucap Zayn dengan tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar monitor didepan nya.


"Ish, memangnya kenapa jika aku tidak bisa melupakan hubby? Justru aku akan membuat hubby selalu terikat dengan ku apapun yang terjadi nanti. Entah itu surat kontrak atau apapun itu tidak akan bisa membuat hubby meninggalkan aku" ucap Azalya dengan sangat percaya diri dengan semua ucapan yang keluar dari mulutnya.


"Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi" jawab Zayn dengan seringai tipis dibibirnya dan itu tidak bisa Azalya lihat walau dia menatapnya terus.


"Oke, kita lihat nanti. Jika sampai hubby tidak mencintaiku, jangan panggil aku Azalya. Karena aku akan membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin" ucap Azalya lagi dengan penuh senyuman dibibirnya juga semangat yang sangat besar.


Zayn hanya mendengarkan apa yang sedang Azalya kenakan padanya. Itu sudah bisa membuat fikiran nya yang sedang panas karena memikirkan bagaimana mengungakapkan teka teki yang rumit itu sekarang bisa santai kembali mendengarkan semua celotehan dari Azalya yang bisa menghiburnya.


.


.


Tinggalkan like, komentarnya juga vote ya...


Hadiahnya juga jangan lupa.... 😉