
Azalya lagsung tertidur setelah meminum obat yang diberikan oleh Zayn barusan. Entah obat apa yang diberikan oleh Zayn tadi padanya. Yang jelas Zayn ingin supaya Azalya bisa lebih tenang dan juga diam saat diajak untuk pulang.
"Kau lakukan yang sudah saya perintahkan tadi pada kalian berdua" ucap Zayn pada kedua bodyguard yang sedang berjaga didepan pintu ruangan rawat Azalya.
"Siap Tuan Muda" jawab keduanya yang mengiyakan perintah dari Tuan Muda nya tersebut.
Zayn membawa Azalya pulang menggunakan brangkar untuk pasien gawat darurat atau pasien yang sudah tidak bernyawa lagi untuk segera diantarkan kepada keluarganya.
Zayn juga sudah berganti pakaian dengan menggunakan pakaian perawat pria yang bertugas membawa Azalya untuk segera pergi dari rumah sakit tersebut.
Bahkan anggotanya sendiri saja tidak mengenali jika itu adalah King nya yang sedang menyamar kembali sebagai orang yang terlihat lemah dan juga tidak berdaya.
Zayn segera membawa Azalya masuk kedalam mobil ambulance untuk membawanya pulang kemainson nya. Dia juga membelikan kabar pada Mama mertuanya untuk datang kemainson saja.
Saat diperjalanan Zayn berhenti dan memindahkan Azalya pada mobil yang sudah disiapkan oleh Angga ditempat yang sudah mereka berdua rencanakan sebenarnya.
"Apa anda baik-baik saja King?" tanya Angga saat Zayn sudah masuk kedalam mobil dengan menggendong Azalya.
"Seperti yang kamu lihat" jawab Zayn dengan datarnya.
"Sebenarnya siapa orang itu King? Dan apa tujuan nya mengintai anda saat ini?" tanya Angga saat sudah mengemudikan mobilnya.
"Jika saya sudah tahu, saya akan membuat nya tidak bisa melihat matahari lagi" jawab Zayn dengan datar dan dingin nya.
"Maafkan saya King" ucap Angga yang bertanya pada orang yang salah.
"Kau sudah menyuruh orang mu untuk mengurus ambulance tadi?" tanya Zayn yang mengalihkan pertanyaan pada Angga.
"Sesuai perintah anda King. Dia juga sudah dibekali dengan berbagai antisipasi yang anda perintahkan" jawab Angga dengan tegasnya.
.
Sedangkan ambulance yang tadi Zayn bawa sudah diamankan oleh salah seorang anggotanya yang juga menyamar seperti Zayn tadi dengan seseorang yang sudah tidak bernyawa lagi dibagian belakang supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
Benar saja dugaan Zayn. Jika diperjalanan akan ada yang mencegatnya ditengah jalan.
"Keluar sekarang juga!" ucap seseorang yang baru saja keluar dari mobil yang menyalipnya dari belakang.
"Maaf Tuan, anda-anda ini mau apa? Saya hanya diperintahkan untuk mengantarkan jen*zah itu pada keluarganya. Kenapa saya dihadang seperti ini Tuan?" tanya supir ambulance yang sedang ditarik keluar oleh seseorang yang mencegatnya.
Sedangkan orang yang ditanya oleh supir tersebut tidak menjawab pertanyaan dari orang yang tiba-tiba menariknya. Dia malah menyuruh pada rekan nya untuk memeriksa dalam mobil bagian belakang.
"Periksa baigan belakang" perintahnya pada rekan nya yang berada didekat supir ambulance tersebut.
"Jangan, kalian bisa membuatnya semakin tidak tenang. Saya tidak mau jika nanti saya yang disalahkan oleh keluarganya. Tolong jangan berbuat yang bukan-bukan padanya" teriak seorang supir ambulance yang sudah ketakutan pada beberapa orang yang sudah masuk kedalam mobil ambulance nya.
Dia ingin mencegah mereka tapi dia sendiri sedang ditahan oleh salah satu dari mereka semua. Apa yang harus dia lakukan juga tidak tahu.
"Tolong jangan mempersulit saya Tuan-Tuan. Saya ini orang kecil, jika anda menyabotase pekerjaan saya seperti ini apa yang akan terjadi dengan keluarga saya. Tolong Tuan-Tuan" ucapnya sambil menangis dan juga berlutut dihadapan orang yang sedang menahan nya saat ini.
"Dia memang benar membawa jen*zah didalam. Dan itu bukanlah orang yang sedang kita cari" ucap orang yang sedang memeriksa orang yang sudah tidak bernyawa lagi dibagian belakang.
"Anda ini mencari siapa sebenarnya Tuan? Saya sudah terlambat dari jadwal pengantaran ini. Sudah orang miskin, masih saja hidupnya dipersulit lagi oleh orang-orang. Nasib-nasib" ucap supir tersebut sambil berlalu dan membetulkan lagi jen*zah yang tadi tidak tertutup sempurna dengan kain putih.
Tanpa mengucapkan apa-apa supir tersebut langsung masuk kedalam mobil ambulance dan ingin segera melaju, tapi dia keluar kembali meminta untuk seseorang yang masih memperhatikan nya untuk meminggirkan mobil yang ada didepan ambulance.
"Tuan-Tuan tolong tepikan dulu mobil anda. Ambulance saya tidak bisa lewat" ucapnya sambil mengatupkan kedua tangan nya didepan dada.
Mau tidak mau mereka melakukan apa yang diminta oleh supir tersebut. Dengan mudahnya ambulance itu melewati mereka yang masih menatapi ambulance yang melaju menjauh dari mereka semua.
"Sial. Tuan pasti akan marah besar saat kita tidak bisa menemukan sasaran yang Tuan inginkan" ucap salah seorang yang tadi mengangkat ambulance tersebut.
"Sepertinya dia sudah tahu jika kita sedang mengincarnya. Jika tidak mana mungkin orang yang kita kejar bisa berbeda" jawab salah seorang dari mereka semua.
"Kita tetap mencarinya sebelum ketemu jangan pernah kembali dan melapor pada Tuan. Jika tidak sudah dipastikan kita semua akan mati sia-sia" jawab pria yang pertama tadi.
Semuanya mengangguk mengerti. Karena yang diucapkan oleh rekan nya itu adalah benar semua. Jika mereka tidak kembali membawa kabar baik maka sudah dipastikan sebagai gantinya nyawa merekalah yang akan membuat Tuan nya bisa lebih tenang.
Jika semua orang yang tadi mencegat ambulance sedang kesal dan juga marah karena usahanya telah gagal. Berbeda dengan supir ambulance yang sedang tersenyum sekarang, dia tidak langsung menghubungi Angga untuk melaporkan segalanya. Karena dia takut jika ada sesuatu yang ditempelkan didalam mobil ambulance ini.
Dia tetep mengantarkan orang yang sudah meninggal ini kepada keluarga yang sudah diatur oleh Angga untuk menerima jen*zah tersebut sebagai keluarganya yang meninggal.
Dan supir tersebut langsung kembali menuju rumah sakit milik Zayn untuk segera mengembalikan ambulance yang sedang dia bawa.
Setelah sampai dan memeriksa keadaan mobil jika tidak ada alat yang dipasang didalamnya supir yang ternyata adalah anggotanya Zayn sendiri itu langsung melaporkan semua kejadian yang tadi dia alami saat mengantarkan jen*zah tersebut.
Zayn yang mendengarkan semua percakapan keduanya sudah sangat yakin. Jika dia memang sedang diincar dan juga ingin disingkirkan oleh seseorang yang sedang Zayn selidiki itu.
Setelah melaporkan segalanya, anggota Zayn langsung pergi menuju tempat yang sudah diperintahkan oleh Angga. Dia juga diberitahu supaya lebih berhati-hati untuk menjalankan misi kedua dirinya.
.
Zayn yang masih dalam perjalanan pulang dengan Azalya yang sudah bangun dari tidurnya merasa lega. Karena Azalya tidak tahu apa yang sedang dia bicarakan dengan Angga tadi.
"Abang, kita mau kemana? Kenapa berada didalam mobil?" tanya Azalya yang baru menyadari jika dia berada didalam mobil.
"Kita akan pulang. Apa kau lupa, jika kau sendiri yang menginginkan nya" jawab Zayn dengan datarnya pada Azalya yang menatap heran.
"Jangan banyak berfikir. Kau itu baru bangun tidur yang seperti orang mati" ucap Zayn lagi saat Azalya ingin memberikan pertanyaan lagi pada Zayn.
Azalya hanya mengerucutkan bibirnya kesal. Dia baru ingin protes tapi tidak jadi karena sudah dilarang oleh Zayn. Bukan Azalya namanya jika tidak bisa membuat semua orang pusing dan juga stres akan ulahnya.
"Abang, kita singgah dirumah Opa ya. Aku kan tadi bilang jika aku sangat menginginkan soto babat buatan Mama" ucap Azalya dengan menampilkan puppy eyes nya dihadapan Zayn.
"Mama sudah menunggu dimainson" jawab Zayn yang sudah pusing akan sikap Azalya.
"Dih, kenapa? Kenapa malah dimainson, aku kan maunya dirumah Opa. Bukan dimainson" protes Azalya yang membuat Zayn langsung mengenakan headset dikedua telinganya supaya tidak mendengarkan ocehan-ocehan Azalya yang diluar nalar menurut Zayn.
Sedangkan Angga yang melihat itu semua hanya tersenyum tipis. Karena baru kali ini dia melihat King nya tidak berkutik dihadapan seseorang selain Ibunya.
Bahkan Zayn sudah memejamkan matanya untuk bisa melupakan kekesalan nya yang selalu mendengarkan celotehan dari Azalya.
"Ish, abang nyebelin banget sih!!" ucap Azalya yang memukul-mukul lengan Zayn dengan lumayan keras membuat Zayn mendelikan matanya menatap Azalya.
"Apa kau tidak bisa diam Hah!!" akhirnya Zayn untuk pertama kalinya membentak Azalya.
Azalya bukan nya diam dan ketakutan, malah dia menangis dengan sangat kencang dan membuat semua orang menutup telinganya masing-masing.
"Huaaaa.... Huaaa.... Huaaaa.... Abang jahat! Abang sudah membentak ku. Abang jahat... Abang jahat... " Azalya semakin sesegukan dan juga semakin kencang menangisnya.
Tangan nya juga dia gunakan untuk memukul-mukul lengan Zayn yang ada disampingnya saat ini. Sedangkan Angga yang melihat King nya ingin sekali melenyapkan seseorang itu hanya diam dan fokus mengemudi saja. Dari pada dirinya lah yang akan mendapatkan hukuman dari Zayn.
"Abang jahat, abang sudah berani membentak ku. Aku akan bilang pada Mommy, karena abang sudah jahat pada ku" ucap Azalya dengan sesegukan nya.
.
.
.
Hahaha.... King Mafia tidak berkutik menghadapi Azalya yang random itu 🤣🤣🤣
Othor ingatkan lagi ya buat ngasih like, komen, vote dan hadiahnya buat Othor...
tingkyu 😙😙😙