
"Sama-sama By, karena memang aku sengaja melakukan nya. Jika tidak yang ada Hubby kelelahan kembali dan malah membuat panik anak-anak" jawab Azalya yang melepasakan penyatuan nya. Jika tidak bisa bahaya nanti Zayn malam minta nambah.
"Kenapa dilepaskan?" tanya Zayn saat merasakan senjatanya yang sudah lemas dilepaskan oleh Azalya.
"Jika tidak dilepaskan bisa bahaya By, nanti dia minta nambah. Lagiankan sudah tidak terasa lagi, dia sudah meleyot" jawab Azalya dengan santainya dan...
PLETAK...
"Hubby... Ihhh... Sakit tahu! Kenapa malah menyentil keningku" ucap Azalya dengan mengerucutkan bibirnya kesal dan mengusap-ngusap keningnya yang terasa berdenyut nyeri akibat sentilan dari Zayn.
"Makanya jangan asal bicara" ucap Zayn yang malah memeluk Azalya lebih erat lagi.
"Aku kan nggak asal bicara. Memang itu kenyataan nya bukan?" jawab Azalya dengan menatap wajah Zayn yang sedang memeluknya dan memejamkan matanya.
"Diamlah, ini sudah malam dan waktunya untuk istirahat. Besok pagi harus mempersiapkan untuk piknik esok hari dengan twins Z. Ucap Zayn yang mengusap punggung polos Azalya yang mengangguk dan ikut memejamkan matanya.
.
Sedangkan disebrang sana seorang pria muda sedang marah-marah karena serangan nya gagal total. Dan malah semua orang-orangnya malah banyak yang terbunuh sia-sia.
"Si*l! Kenapa sangat sulit untuk bisa mendekat dan juga menaklukan nya!" ucapnya dengan sangat kesal dan juga emosi saat melihat jika kemenangan akan berpihak padanya.
"Tuan, sepertinya kita jangan menganggap remeh King Z itu Tuan. Karena pada saat kita sudah mengerahkan seluruh orang-orang kita, mereka dengan mudahnya mengalahkan kita semua. Kita jangan berbuat ceroboh dan juga membuat kesalahan yang berakibat fatal pada diri kita sendiri" ucap orang kepercayaan nya yang ternyata dia adalah tangan kanan Addofo yang tidak ingin mengikuti Addofo yang sudah kembali kenegaranya dan tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka semua lagi.
"Kau benar sekali. Apa kau tidak bisa mengambil anggota Addofo yang sudah tidak berpihak padanya lagi? Dengan begitu kita bisa mengimbangi kekuatan King Z itu" tanya pria yang tidak lain adalah Zian Alfonzo yang memang sangat terobsesi pada Azalya dan ingin memilikinya.
"Saya sudah menghubungi mereka. Dan mereka semua siap membantu anda untuk merebut wanita pujaan anda. Karena Tuan Addofo sudah tidak bisa diandalkan lagi dalam masalah seperti ini" jawab adik dari Agostino yang tidak lain adalah Eduardo.
"Kenapa kau ingin membantuku? Apa kau ada tujuan tertentu melakukan nya? Atau memang ingin kekuasaan dariku?" tanya Zian dengan senyuman sinisnya menatap Eduardo yang sedang menatapnya juga.
"Saya memiliki dendam pribadi pada seseorang yang tidak lain adalah orang-orang kepercayaan dari King Z itu sendiri. Jadi dengan bergabung dengan anda, saya bisa membuat perhitungan dengan mereka" jawab Eduardo yang mengepalkan kedua tangan nya dengan sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih.
"Jadi kita bisa menjadi partner yang satu tujuan" ucap Zian Alfonzo yang melangkahkan kakinya menuju pintu kamarnya dan dia ingin bisa menenangkan fikiran dan juga bisa menatap wajah Azalya yang sudah lama menghiasi kamarnya dan bahkan dia membuat replica Azalya menggunakan robot dan juga boneka yang sangat mirip dengan Azalya.
"Kau memang sangat cantik sayang. Kamu tidak pernah berubah sedikitpun juga, aku akan segera memilikimu sepenuhnya. Tunggu aku sayang" ucap Zian yang memeluk boneka Azalya dan malah langsung merebahkan boneka berwajah Azalya lalu melakukan apa yang dia inginkan.
"Kau sangatlah nikmat sayang. Sungguh tubuhmu sudah menjadi candu untuk ku" ucapnya sambil terus memompa Azalya dari atas.
Hingga dia mempercepat tempo untuk memompa Azalya dan dia langsung mengerang panjang saat akan menyemburkan lahar dalam dirinya pada inti tubuh Azalya.
Zian langsung pergi setelah melakukan itu pada Azalya. Bukan Azalya yang sebenarnya, dia adalah replica Azalya yang sengaja dia buat. Zian benar-benar sudah gila dan selalu terobsesi pada Azalya, dia tidak bisa membedakan mana yang asli dan bukan. Bahkan dia sering dibilang Mafia gila jatuh cinta.
.
Sedangkan Zayn saat ini masih terlelap dibawah selimut yang sama dengan Azalya yang juga sedang memeluknya. Baik Azalya maupun Zayn keduanya sama-sama tidak ada yang mau beranjak dari tidurnya. Hingga pintu kamarnya diketuk oleh Zahiya dan Zaniya yang sudah siap untuk berpiknik.
"Mommy, Daddy... Kenapa belum siap juga... Daddy sudah berjanji akan mengajak kami berpiknik..." teriak Zahiya dan Zaniya dari balik pintu.
"Apa Mommy dan Daddy masih tidur ya?" tanya Zahiya yang menatap Zaniya yang mengedikan bahunya.
"Apa kita tunggu saja? Atau kita ketuk lagi pintunya?" tanya Zaniya yang menatap pintu yang masih tertutup rapat.
"Kita tunggu saja bagaimana?" tanya Zahiya yang ingin melangkah tapi tidak jadi karena pintu kamar terbuka dan menampilkan Zayn yang sudah mandi tapi masih menggunakan bathrobe.
"Mau kemana?" tanya Zayn saat melihat kedua putrinya akan pergi.
"Mau menunggu Daddy dan Mommy bersiap" jawab keduanya yang masih melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah.
Zayn masuk kembali kedalam kamar untuk menggunakan pakaian. Dan ternyata Azalya sudah rapih dan juga terlihat sangat elegant juga sangat imut. Zayn semakin terpesona akan kecantikan dan juga sangat manis sekali.
"By, pakaian Hubby sudah aku siapkan disana" ucap Azalya sambil menunjuk kearah ranjang dimana sudah tersedia set pakaian untuk Zayn yang secara tidak langsung warnanya sama dengan yang dikenakan oleh Azalya.
"Thank you sweetheart" ucap Zayn yang mengecup pipi Azalya sekilas lalu melangkah menuju ranjang dimana pakaian nya.
"Uhh... So sweet banget sih suamiku" ucap Azalya sambil mereog karena Zayn sekarang sudah sangat hangat dan banyak bicara.
Zayn yang melihat Azalya seperti itu hanya menggelengkan kepalanya saja. Karena inilah Azalya nya yang sudah kembali, selalu apa adanya dan tidak pernah jaim-jaim jika sedang bersama siapapun.
"By, aku turun lebih dulu ya. Kasihan anak-anak jika harus menunggu lebih lama lagi" ucap Azalya yang melihat Zayn akan menggunakan celananya.
"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja lalu dia mengangguk dan sedikit menarik sudut bibirnya tipis.
Azalya melangkah menuju lantai bawah dan disana kedua putrinya sedang memainkan iPad yang diberikan oleh Zayn pada mereka beberapa hari yang lalu.
"Apa Mommy mengganggu kalian berdua?" tanya Azalya saat sudah didekat Zahiya dan Zaniya.
"No Mom" jawab Zahiya dan Zaniya yang langsung meletakan iPad nya diatas meja lalu menghampiri Azalya yang sedang duduk didepan mereka berdua.
"Apa kita akan piknik sekarang juga Mom?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap wajah Azalya dengan tatapan berbinarnya.
"Iya, kita tunggu Daddy dulu. Sambil nunggu Daddy turun, kita sarapan dulu" ucap Azalya yang langsung menggandeng tangan Zahiya dan Zaniya menuju ruangan makan.
"Let's go" ucap keduanya yang langsung berjalan dikanan dan kiri Azalya.
"Semoga Daddy bisa mendampingi kalian hingga dewasa dan bisa menemukan pendamping kalian berdua. Siapapun nantinya yang bisa membuat kalian berdua bahagia, Daddy akan merestuinya. Entah dia itu seperti apa dan bagaimana" gumam Zayn sambil menuruni anak tangga dan pandangan nya masih tertuju pada ketiga wanita kesayangan nya.
"Walaupun mereka dari kalangan bawah atau bahkan bastard sekalipun jika dia sudah benar-benar berubah akan Daddy pertimbangkan. Daddy akan selalu memantau dan mendampingi semampu dan sebisa yang Daddy lakukan" ucap Zayn pagi yang sudah berjalan mendekat kearah mereka bertiga.
"Apa Daddy mengatakan sesuatu?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap Zayn dan mereka berdua seperti mendengar Zayn mengatakan sesuatu.
"Tidak ada, Daddy tadi habis menerima telpon. Dan baru saja dimatikan, apa kalian berdua mendengar sesuatu?" jawab Zayn yang malah balik bertanya pada Zahiya dan Zaniya.
"Tidak Dad, kami hanya mendengar Daddy mengatakan sesuatu. Tapi tidak mendengarnya dengan jelas" jawab Zahiya dan Zaniya yang mengatakan nya dengan sangat kompak.
"Jika selesai sarapan, kita bisa langsung menuju pantai yang kalian inginkan" ucap Zayn yang mengatakan nya pada mereka semua dan disambut sorak gembira oleh kedua putrinya yang sangat antusias.
"Yey... Kita akan berpiknik bersama" sorak Zahiya dan Zaniya yang sudah sangat senang akan diajak piknik.
"Mom, jangan merencanakan sesuatu saat sudah disana" ucap Zahiya dan Zaniya yang memberi peringatan pada Mommy nya yang selalu membuat rencana jika akan mengajak mereka pergi.
"Mommy tidak bisa berjanji" ucap Azalya yang sambil menjulurkan lidahnya meledek kedua putrinya yang mengerucutkan bibirnya kesal pada Azalya.
Zayn menatap mereka bertiga yang saling meledek satu sama lain hanya menggelengkan kepalanya saja. Tapi dalam hati, Zayn sangat bahagia dengan semua ini.
.
Setelah perdebatan diantara Mommy dan kedua putrinya itu sekarang sedang berada didalam mobil yang menuju sebuah pantai yang sudah disterilkan dari orang-orang oleh Angga dan Marcos.
"Kenapa sepi sekali Dad?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sedang menggandeng tangan Zayn.
"Karena beginilah jika kita berpiknik diluar. Jika masih banyak orang akan tidak nyaman dan tidak leluasa jika kalian berdua bermain" jawab Zayn dengan santainya.
"Apa Daddy memiliki banyak musuh?" tanya Zahiya yang mendongak menatap wajah Zayn yang berada disampingnya dengan tinggi yang sangat menjuntai.
"Seperti apa yang kalian fikirkan. Jadi jangan meminta untuk bisa keluar seperti orang lain. Karena kita tidak sama dengan mereka" jawab Zayn yang memberikan penjelasan pada kedua putrinya supaya mengerti akan keadaan dirinya yang memang selalu menjadi incaran bagi para klan nya.
"Akan selalu kami ingat Dad" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengangguk dan mengajak Zayn menuju tepi pantai.
"Bermain-mainlah, Daddy akan menunggu disini" ucap Zayn yang tidak ingin bermain air laut. Karena jika kulitnya terkena air laut akan terasa perih dan seperti terbakar.
"Oke Dad, kami akan bermain dulu" jawab Zahiya dan Zaniya yang sudah berlari menuju pantai dan mereka berdua sudah mengenakan pakaian renangnya sambil membawa ember dan sekop untuk bermain pasir.
Angga dan Marcos yang mengerti akan tatapan Zayn pada mereka berdua. Angga dan Marcos menemani Zahiya dan Zaniya yang sedang bermain pasir. Sedangkan Azalya menghampiri Zayn yang sedang menatap Zahiya dan Zaniya bermain pasir dengan Angga dan Marcos.
"Apa mereka yang kamu undang akan datang kemari?" tanya Zayn saat Azalya sudah berada didekatnya.
"Mereka bilang sedang dalam perjalanan menuju kemari. Kenapa memangnya By?" jawab Azalya yang kembali bertanya pada Zayn.
"Tidak ada, mereka sepertinya tidak akan menyukainya jika Daffy bersama dengan mereka" ucap Zayn yang melihat kearah Zahiya dan Zaniya.
"Kita lihat saja nanti. Siapa yang tahu kedepan nya bukan?" jawab Azalya yang mengedipkan sebelah matanya kepada Zayn yang hanya meliriknya saja.
Zayn dan Azalya saling pandang dan akhirnya menatap anak-anaknya yang sedang berlari-larian ditepi pantai dengan Angga dan Marcos yang mendampingi mereka berdua. Hingga mereka berdua kedatangan tiga orang yang sedang mereka tunggu sejak tadi.
"Maaf ya kamu lama" ucap Joyce saat sudah berada didepan Azalya.
"Tidak apa-apa kak, kami juga belum lama datangnya" jawab Azalya yang memeluk Joyce dan cipika cipiki keduanya.
"Hai Daffy. Kamu kesana saja bersama dengan kedua saudara kamu" ucap Azalya pada Daddy yang hanya diam saja.
"Kamu kesanalah, bermain dengan kedua adik kamu" ucap Joyce pada putranya tunggalnya itu.
"Oke Mi" jawab Daffy yang berjalan dengan santai menemui kedua saudaranya yang terlihat sangat senang dan bersemangat bermain pasir dan air laut.
"Hai bang Daffy" sapa Zaniya yang memang lebih humble pada semua orang dibandingkan dengan Zahiya yang pendiam dan terkesan cuek juga dingin.
"Hai, apa abang boleh ikut bergabung dengan kalian berdua?" tanya Daffy saat kedua saudaranya hanya diam saja.
"Tentu saja" jawab keduanya yang langsung berlari kearah air laut dikejar oleh Daffy yang langsung akrab jika bersama dengan twins Z.
"Mereka sangat akrab sekali. Kapan kakak akan menambah momongan lagi? Daffy sudah sangat pas untuk memiliki adik lagi" tanya Azalya pada Joyce yang hnya diam dan malah menatap kearah Zico yang malah memalingkan wajahnya kearah lain.
"Maaf jika pertanyaan aku menyinggung perasaan kakak. Aku juga sebenarnya ingin menambah lagi, tapi karena sebuah alasan yang tidak memungkinkan untuk aku bisa hamil kembali. Tapi aku bersyukur sudah bisa memiliki mereka berdua" ucap Azalya yang merasa tidak enak dan merasa bersalah karena telah mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan sesama wanita.
"Tidak apa-apa. Kami memang sedang melakukan program hamil, jadi harus sabar menunggu. Kamu juga harus sabar dan jangan pernah menyesal dan menyalahkan keadaan. Karena segala sesuatu pasti sudah ada yang mengaturnya" jawab Joyce yang membuat Azalya merasa lebih tenang dan tidak merasa sedih lagi jika mengatakan soal momongan.
Zayn dan Zico hanya diam dan mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh para wanita yang sedang sangat serius membahas masalah anak-anak dan juga masalah wanita. Zayn sudah tahu jika abangnya yang satu ini sedang tidak baik-baik saja dengan istrinya, tapi Zayn tidak ingin ikut campur dalam masalah mereka berdua.
.
.
.
Maaf ya Othor baru bisa up sekarang... Selain sinyalnya susah, disini juga Othor tidak bisa fokus ngetik. Jadi maaf jika membuat para reader kesayangan Othor lama nunggunya....