Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Dua genius



Zayn sudah rapih dengan pakaian kerjanya. Begitu pula dengan Azalya yang juga sudah rapih dan juga wangi untuk bergabung dengan para orang tua yang sudah berada didalam ruangan makan.


Saat keduanya datang semua mata tertuju pada keduanya yang sedang berjalan mendekat dan juga bergandengan tangan tentunya. Membuat para orang tua semakin bahagia melihat kedekatan keduanya.


"Morning semuanya" sapa Azalya yang sudah duduk lebih dulu dibandingkan dengan Zayn.


"Morning sayang" jawab Papa Danu yang memang sangat memanjakan Azalya sejak kecil hingga saat ini. Juga dengan yang lainnya menjawab sapaan dari Azalya.


"Ini By" ucap Azalya yang menyodorkan piring berisi sandwich pada Zayn.


"Wajah kamu kenapa Z? Kenapa banyak luka seperti itu?" tanya Mom Vita yang melihat putranya banyak luka diwajahnya.


"Tidak apa-apa Mom, hanya mendapatkan serangan dari seseorang yang salah sasaran" jawab Zayn yang tidak ingin Mommy nya terlalu khawatir padanya.


"Kenapa bisa Z? Apa mereka sudah dilaporkan pada polisi?" tanya Mom Vita lagi yang masih ingin mendengarkan penjelasan dari Zayn.


"Honey, kita habiskan dulu sarapan nya baru tanya jawab lagi" ucap Dad Louis yang memang tidak suka jika sedang makan atau dimeja makan malah saling berbiara.


"Baiklah" jawab Mom Vita yang hanya menurut pada ucapan dari Dad Louis.


Sedangkan kelima orang yang juga ikut bergabung hanya diam dan menyimak semua yang sedang mereka bicarakan bertiga dengan Zayn. Semua orang menikmati makanan nya dengan sangat lahap hingga Zayn sudah selesai lebih dulu dan ingin beranjak pergi.


"By, hubby harus bisa pulang cepat" ucap Azalya saat sudah mencium punggung tangan Zayn dan juga tersenyum padanya.


Zayn hanya mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh Azalya padanya. Dia memang hanya ingin mendatangi markasnya saja, jadi dia tidak harus berpindah-pindah tempat untuk mengerjakan tugas yang lainnya selain memecahkan teka teki.


"Kita akan kemana dulu Tuan Muda?" tanya Jo yang sudah mengemudikan mobilnya.


"Langsung markas saja" jawab Zayn yang menatap layar pad yang ada ditangan nya.


Tanpa bertanya lagi Jo langsung mengemudikan mobilnya menuju markasnya yang memang sangat jauh dari mainson dan juga dari pemukiman. Lebih tepatnya ditengah-tengah hutan yang sangat lebat dan juga dipenuhi dengan berbagai binatang didalamnya.


"King, dia ingin mengatakan sesuatu pada anda. Apa anda bisa mendengar saya King?" tanya anggotanya yang sudah membuat pria yang menjadi tahanan nya ingin membuka mulutnya juga setelah satu hari satu malam tidak mendapatkan barang yang dia inginkan.


"Katakan" ucap Zayn dengan sangat tegas dan jelas.


"Saya hanya disuruh dan selalu disuntik dengan obat-obatan yang saya sendiri tidak tahu. Saya hanya ditugaskan untuk menghabisi seorang yang bernama King Z. Dan setelah saya mendapatkan kabar jika King Z itu sedang berada tidak jauh dari kami, kami langsung bergerak untuk melumpuhkan nya dan menyerahkan dia hidup atau mati pada Tuan kami" jawab pria yang sedang sangat tidak karuan itu.


Mungkin saja dia mengatakan itu juga dengan keadaan tidak sadar. Makanya dia mau mengatakan yang sebenarnya pada anggota Zayn. Zayn terus mendengarkan semua penjelasan dari pria tersebut sebelum akhirnya dia meninggal dunia setelah mengatakan semuanya pada Zayn.


"King, apa yang harus kami lakukan pada pria ini?" tanya anggotanya yang sedang menatap pria yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Periksa seluruh tubuhnya. Saya mengira dia telah disetting, dengan mengatakan semuanya yang dia ketahui akan langsung meninggal" ucap Zayn yang langsung melihat kondisi tubuh pria tersebut.


"Percepat!!" titah Zayn pada Jo yang sedang mambawa mobilnya.


"Baik Tuan Muda" jawab Jo yang langsung mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang dan tak membutuhkan waktu lama lagi, mobil sudah memasuki area hutan yang sangat gelap dan juga tidak tersentuh sama sekali.


"King" sapa anggotanya saat mobil sudah sampai didepan markas dan anggota Zayn langsung membukakan pintu mobil Zayn.


Zayn melangkahkan kakinya menuju kedalam markas yang sudah banyak orang disana untuk memeriksa pria yang baru saja meninggal itu. Disana juga ada Aaron yang siap melakukan otopsi pada ja*ad pria tersebut. Zayn bisa melihat Austin juga melihat keadaan pria tersebut.


"King kami tidak menemukan apapun didalam tubuhnya. Dan semuanya tidak ada yang aneh, selain ketergantungan obat-obatan saja" jelas Aaron yang sudah melakukan otopsi.


"Kau sudah periksa kepalanya?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya dan juga sangat mengerikan.


"Yang satu itu belum" ucap Aaron yang langsung masuk kembali untuk melakukan hal yang sama pada pria tersebut.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Aaron keluar juga sangat dia langsung menemui Zayn yang berada didalam ruangan nya sedang melihat sesuatu didalam layar lebar yang tertanam didalam ruangan nya.


"Saya menemukan ini King" ucap Aaron yang memberikan sebuah chip yang sudah berkarat dan juga pasti ini semua yang disetting pada otaknya.


"Apa yang kau ketahui tentang itu?" tanya Zayn yang ingin mengetahui dari Austin.


"Ini adalah chip seperti pengendali jarak jauh yang digunakan oleh seseorang yang tidak memiliki perasaan sama sekali. Bisa dibilang dia adalah psychopath gila, ini seperti sebuah benda yang bisa dikendalikan menggunakan remote control atau menggunakan kode-kode tertentu" jelas Austin yang memperlihatkan semuanya pada Zayn.


"Boleh saya menggunakan ini" tanya Austin saat ingin menggunakan laptop yang ada diatas meja Zayn.


Zayn hanya mengangguk saja. Dengan cepat Austin membuka semua kode-kode yang dia ketahui dan juga fahami selama ini. Zayn yang melihatnya dia sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh Austin dengan semua kode-kode itu.


"Ini" ucap Austin yang menyambungkan dengan layar didepan nya yang lebih besar.


"Gila, ini sungguh gila" ucap Aaron yang melihat semua yang terpampang didepan nya.


"Anda tahu bukan apa dampak paling besar jika kematian tidak langung menghampiri. Mereka yang tertanam dengan chip ini akan seperti robot tapi manusia. Mereka ingin bisa lepas dan juga mati secara bersamaan, tapi jika chip itu tidak mengizinkan maka tubuhnya sudah dikuasai sepenuhnya oleh alat canggih sekecil ini" jelas Austin dengan panjang lebar.


"Apa mereka bisa mati hanya karena memberitahukan rahasia yang sangat dijaga ketat oleh orang yang menyuruhnya atau menanamkan itu pada mereka?" tanya Zayn yang bisa menebak akan arah pembicaraan Austin.


"Itu bisa terjadi dan itulah settingan yang mereka gunakan" jawab Austin dan Zayn juga turun tangan langsung untuk bisa membuka semua isi didalam chip ini.


Dan benar saja setelah Zayn dan Austin berkolaborasi semua teka teki ini hampir terungkap. Karena kode-kode ini membuat Zayn lebih semangat lagi mengerjakan nya. Aaron yang melihat itu dengan mata kepalanya sendiri hanya menelan slivanya sendiri dengan susah payah, melihat dua orang genius ini bergabung.


'Sungguh ini adalah gabungan yang sangat sempurna. King saja kami dan para musuh kewalahan, bagaimana dengan penggabungan ini? Sungguh ini tidak akan bisa dikalahkan lagi bagaimana pun caranya' gumam Aaron yang hanya didalam hati saja.


Dia terus menatapi keduanya yang masih sangat fokus dengan benda canggih didepan mereka berdua. Aaron ingin melihat apa yang terjadi dengan semua kode-kode yang sedang dipecahkan oleh kedua orang genius itu.


Setelah beberapa menit berlalu mereka berdua tidak berkedip sedikitpun juga dari layar didepan mereka. Sedangkan Aaron merasa mengantuk dengan semua pemandangan didepan nya yang hanya ada barisan kode-kode yang bergerak sangat cepat. Hingga...


"Done" ucap Zayn yang lebih dulu selesai dalam waktu 40.2 menit.


"Done" disusul oleh Austin yang hanya berbeda beberapa detik saja 40.5 menit.


"Apa yang kau temukan?" tanya Zayn yang melihat Austin sudah selesai dengan kode-kodenya.


"Dia berasal dari negara Italia, dan dia adalah ketua Mafia dan juga psychopath gila yang melakukan segala cara untuk bisa menaklukan seluruh jaringan Mafia diseluruh dunia. Dia bernama Addofo Barnard asli orang Italia dan dia dikenal sebagai psychopath gila. Sepak terjangnya sudah sangat dikenal diseluruh Italia dan juga negara eropa. Dia juga sudah bergabung dengan seseorang yang berasal dari negara Amerika yang bernama Alfonzo dan ternyata mereka berdua adalah sahabat masalalu yang sangat dekat dan baru bertemu kembali" jelas Austin yang sudah memecahkan satu kode yang ada didalam chip tersebut.


Sedangkan Aaron mentap tidak percaya pada yang dikatakan oleh Austin yang memberi penjelasan yang sangat detail. Aaron tidak bisa berkata-kata lagi mendengar semua penuturan dari Austin yang sangat tidak wajar menurutnya yang memang otaknya tidak sejauh dan sepanjang itu.


"Anda sendiri membuka apa?" tanya Austin memberanikan diri bertanya pada Zayn yang hanya diam saja menatap layar yang ada dihadapan nya.


"Alberto Pratama Putra?" tanyanya pada Zayn yang hanya diam mematung sambil tidak bergerak sedikitpun juga.


"King. Maaf, bukankah Pratama adalah nama anda yang tidak lain nama Ayah kandung anda sendiri bukan?" tanya Aaron yang menatap semua tulisan yang tertera dilayar laptop milik Zayn dengan sangat jelas dan juga sedang mengunduh gambar dari nama Alberto Pratama Putra.


Austin yang tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa hanya diam dan ikut mabaca semua yang ada didalam laptop milik Zayn yang terlihat masih sangat jelas. Apa lagi ada sebuah foto yang sangat jelas dan juga terlihat sangat mirip dengan wajah Zayn. Hanya saja dia sudah lebih berumur.



Nah loh... Siapa dia kira-kira ya...


.


.


.


Siapa Hayoooo.... Kira-kira pria yang dimaksud oleh Aaron tadi???


Yuk Vote dan hadiahnya....