
"Saya bisa membuktikan nya pada anda. Dalam waktu kurang dari duapuluh empat jam semuanya sudah beres dan sudah berada dihadapan anda. Saya tunggu semua janji anda tadi" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengatakan itu.
"Saya bukanlah seorang pecundang, walau saya seorang wanita" ucapnya yang langsung mendapatkan anggukan dari Zayn.
"King, apa anda yakin dengan semua yang anda lakukan? Dia bukanlah wanita biasa yang bisa dengan mudahnya mengatakan dan segala yang dia katakan pada anda. Saya takut jika ini adalah sebuah jebakan untuk anda King" ucap salah seorang yang bertugas mengawasi dan juga menjaga keselamatan Zayn.
"Kita lihat saja nanti. Jika dia masih tetap bungkam, masih ada cara lain lagi" jawab Zayn yang langsung keluar dari markas dan melihat mobil kesayangan nya sudah tidak ada.
"Dia masih saja sama jika sedang terburu-buru" gumam Zayn yang sudah tahu siapa yang membawa mobilnya itu.
"Sorry Dad, Zahi terpaksa membawa mobil kesayangan Daddy untuk saat ini. Supaya seseorang itu percaya bahwa Zahi bisa" ucap Zahiya disebrang sana sedang mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, yang menyadari jika Zayn Daddy nya pasti akan kehilangan mobil yang dia parkirkan didepan sudah tidak ada lagi.
Kembali pada Zayn yang hanya menggelengkan kepalanya, karena semuanya yang dilakukan oleh Zahiya sekarang sama persis dengan dirinya waktu muda dulu. Bahkan dia tidak mengatakan apa-apa saat Zahiya bisa menjelma menjadi Iblis berwajah cantik.
Bahkan siapa yang akan percaya jika dia adalah Queen. Queen Mafia yang sudah terkenal dengan kecerdikan dan juga membu*uh tanpa menyentuhnya.
Saat Zayn sedang menatap kedepan ada sebuah mobil yang sudah terparkir cantik didepan nya. Tidak lama kemuadian keluar seorang pria yang berusia tidak jauh berbeda dengan Zayn. Dia membawa seorang anak kecil yang mungkin usianya 10/11 tahun.
Dia terlihat kebingungan dan juga ketakutan. Apa lagi lemihat wajah Zayn yang tidak bersahabat sekalipun. Dia tidak berani menatapnya lagi selain hanya menunduk saja.
"Saya sudah membawa sesuai yang anda inginkan King" ucap Angga yang ternyata sedang mencoba menyelamatkan anak laki-laki itu.
"Hmm, bawa dia sangat urus dengan baik sebelum bertemu dengan seseorang yang akan mengatakan segalanya" ucap Zayn pada Angga yang dijawab anggukan oleh Angga.
Sedangkan anak itu hanya ketakutan saja dan diam. Setelah itu dia diberikan makanan dan juga pakaian bersih dari Angga. Angga merasa ada yang aneh dengan perasaan nya, dia merasa sangat dekat dengan anak yang ada disampingnya itu.
"Siapa namamu tadi?" Tanya Angga yang menatap wajah anak kecil itu dengan tatapan yang menyiratkan luka yang pernah dia rasakan dulu.
"Leonard" Jawabnya dengan mulut penuh makanan didalam mulutnya. Dia masih asik mengunyah makanan yang tersaji cukup banyak dihadapan nya saat ini.
"Nama yang bagus. Apa kau sudah lama bersama dengan mereka?" Tanya Angga lagi yang melihat anak-anak itu hanya diam saja dan berhenti mengunyah.
"Jika kau tidak mau menjawabnya juga tidak masalah. Saya hanya menanyakan nya saja padamu" ucap Angga yang ingin beranjak tapi ditahan oleh tangan Leonard yang tidak menginginkan jika Angga pergi.
"Boleh aku memanggil uncle?" tanyanya sambil menunduk saat mengatakan itu pada Angga.
"Tentu saja" jawab Angga yang duduk kembali dan dengan senyuman dibibirnya menatap Leonard yang juga tersenyum.
"Aku hanya tinggal berdua dengan kakak perempuan ku. Tapi setelah berbulan-bulan kami berjauhan dan tidak pernah bertemu. Hingga aku berada ditangan mereka semua yang mengurung dan menyekap ku dengan alasan supaya kakak tidak pernah menghianati mereka" ucap Leonard yang mencoba untuk bisa terbuka pada Angga yang sudah baik menyelamatkan nya dari para orang yang jahat padanya.
"Lalu, dimana keberadaan kakak mu itu? Apa kau tahu sesuatu?" tanya Angga lagi yang mulai penasaran ingin mengetahuinya.
"Mereka bilang kakak sedang ditahan oleh King Mafia kejam dan tidak punya perasaan. Tapi aku tidak mempercayainya, karena yang kejam dan tidak berperasaan itu adalah mereka. Mereka dengan kejamnya bisa me**nyapkan anak-anak seperti kami jika orang yang mereka suruh sudah berhianat atau mengatakan apa tujuan mereka semua pada orang lain. Itu setahu aku uncle" jelasnya lagi sambil mengunyah makanan nya dan menghabisakan semuanya dengan cepat.
"Jika yang mereka maksud adalah benar. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Angga dengan tatapan menyelidik dan dia ingin tahu apa jawaban yang akan diberikan olehnya.
"Aku akan menanyakan nya dulu. Kenapa King Mafia itu menyekap dan menahan kakak. Jika mereka menjawab pertanyaan ku, aku yakin jika orang itu bukan seperti orang yang mereka tuduhkan" jawabnya yang membuat Angga merasa bangga dengan anak seusianya sudah bisa mengerti keadaan.
Mungkin saja karena keadaan yang membuatnya menjadi sebijak dan sedewasa ini. Jika tidak, mana mungkin dia seperti ini. Angga akan menanyakan semua yang dia ketahui pada Zayn. Karena dia sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya Zayn rencanakan sebenarnya.
"Baiklah, terimakasih info yang kau katakan. Kau tunggulah disini, jika bosan kau bisa tidur dan bermain dulu. Uncle akan segera kembali" ucap Angga yang mengusap kepala Leonard dan sedikit mengacak rambutnya.
"Hmm, aku akan menunggu uncle kembali" jawabnya dengan tersenyum pada Angga yang mengangguk dan pergi dari ruangan tersebut.
"Apa yang kau bicarakan dengan nya tadi?" tanya Zayn saat Angga sudah berada didalam ruangan kerjanya dan sudah duduk dihadapan nya juga.
"Seperti yang sudah anda tebak sebelumnya King. Jika mereka semua memang melakukan itu semua untuk menjerat orang yang sudah berada didalam kendalinya. Seperti kakak beradik itu, yang sekarang berada disini" ucap Angga yang menceritakan apa yang dia dengar dari Leonard tadi tanpa adanya yang dikurungi atau dilebihkan.
"Jadi apa yang akan anda lakukan King?" tanya Angga yang melihat Zayn hanya diam saja lumayan lama.
"Pertemukan keduanya. Jika wanita itu mau menceritakan semuanya dan bagaimana cara mereka melakukan kecurangan seperti itu" ucap Zayn yang sudah berdiri dan berjalan menuju pintu keluar dari ruangan pribadinya.
Angga hanya diam saja dan mengikuti langkah Zayn menuju ruangan dimana wanita itu ditahan. Zayn memang sengaja hanya menahan nya saja, dia memerintahkan anggotanya untuk tidak melakukan keke**san padanya. Supaya dia bisa membedakan dirinya dan juga orang yang dia jaga dan tutup rapat rahasinya itu.
"Uncle, kita akan kemana? Kenapa kita mengikutinya?" tanya Leonard yang langsung bungkam setelah melihat isyarat dari Angga supaya diam dan lakukan sesuai perintah King nya.
Zayn masuk setelah dibukakan pintu oleh anggotanya yang sudah berjaga didepan pintu. Saat masuk Leonard melihat sang kakak yang sedang terikat dan mulut ditutup kain. Dia membolakan matanya melihat bagaimana sang kakak diperlakukan.
Dia mengepalkan tangan nya dan ingin segera marah. Tapi tidak jadi saat melihat anggota Zayn melepasakan ikatan dan juga mulutnya dibuka.
"Kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka? Ada yang sakit atau kamu merasakan sesuatu? Katakan pada kakak, apa mereka semua menyakitimu?" Tanya Leanard yang langsung berlari dan memeluk adiknya dan memutar-mutar tubuhnya memeriksa keadaan adik satu-satunya itu.
"Kak, aku baik-baik saja. Aku tidak terluka, kakak sendiri kenapa ada disini? Apa mereka menyakiti kakak?" jawab Leonard dan dia bertanya pada sang kakak.
"Kakak baik-baik saja. Mereka tidak melakukan apapun" jawabnya sambil tersenyum dan memeluk adiknya itu.
"Ehmm!" Angga berdehem lumayan keras karena dia sebenarnya juga merasa terharu. Tapi saat melihat raut wajah Zayn yang sedang tidak ingin menyaksikan itu semua dia terpaksa membuat kedua orang yang sedang berpelukan dan mencurahkan segala rasa yang ada dalam diri mereka berdua.
"Saya bukanlah orang yang selalu ingkar janji. Saya hanya ingin memastikan jika yang kalian katakan benar adanya" ucap Leanard yang mengurai pelukan nya dan memerintahkan Leonard untuk pergi dulu.
"Kak, kakak akan kemana? Apa kakak akan baik-baik saja?" tanya Leonard yang sudah ketakutan jika kakaknya kenapa-kenapa. Apa lagi jika melihat wajah Zayn yang sudah sangat menakutkan.
"Kakak akan baik-baik saja. Kakak hanya akan bicara sesuatu yang sangat penting, kakak janji akan segera menemui kamu setelah selesai. Kakak janji" ucapnya sambil memeluk lalu mengusap kepala adiknya dan tersenyum.
"Baiklah kak. Aku akan menunggu kakak disini" jawabnya sambil mengangguk dan memaksakan dirinya untuk tersenyum dihadapan kakaknya.
"Apa yang ingin anda ketahui dari saya?" tanya Leanard yang sudah berdiri dihadapan Zayn yang menatapnya datar.
"Katakan semuanya yang kau ketahui" jawab Zayn dengan datar dan tanpa ekspresi apapun.
"Saya hanya sebagai perantara dan juga akan melakukan banyak interaksi dengan para orang yang ingin menggunakan jasa saya sebagai pem**nuh bayaran. Jika saya berhasil melakukan nya, selain mendapatkan imbalan dari klien. Saya juga mendapatkan bonus jika kinerja saya bagus dan juga rapih. Sejauh ini saya tidak pernah mengalami kesulitan untuk mem**nuh orang. Hanya anda saja yang paling sulit untuk saya bisa melakukan itu" jawabnya dengan tegas dan tanpa takut sedikitpun juga pada Zayn.
"Lalu?" tanya Zayn lagi yang mentap penuh dengan penekanan.
"Saya sudah mencoba untuk mencari tahu semua tentang anda bahkan keluarga atau orang terdekat anda, supaya anda bisa keluar dan menampakan diri pada saya. Tapi, tetap saja hasilnya nihil. Jangankan informasi tentang anda dan keluarga anda, tentang semua ini saja baru saya ketahui sekarang" jawabnya dengan sangat percaya diri dan juga yakin.
"Siapa yang memerintahkan mu untuk mem**nuh saya?" tanyanya lagi.
"Saya sendiri juga tidak tahu siapa dia sebenarnya. Dia hanya bertemu dengan ketua kami dan yang mendapatkan tugas adalah saya. Jadi saya tidak tahu siapa sebenarnya yang mengincar anda dan keluarga anda. Jika saya tebak, anda memang sangat berpengaruh dan juga sangat banyak sekali musuhnya. Jika anda mau saya akan melakukan apa yang anda inginkan" jelasnya yang memang tidak mengetahui apa-apa tentang siapa orang yang menginginkan Zayn untuk le**ap dari muka bumi.
"Saya tidak menginginkan apa-apa, saya hanya ingin kau tetap waspada dan berhati-hati. Karena mereka sudah tahu jika kau ada bersama dengan ku. Mereka sedang mencari kebenaran mu dan juga adikmu itu" jawab Zayn yang langsung pergi begitu saja setelah mengatakan itu pada Leanard.
"Saya bisa menjaga diri saya sendiri Tuan. Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya" ucap Leanard yang membuat Zayn menghentikan langkahnya.
"Saya tidak pernah mengkhawatirkan mu. Saya hanya mengkhawatirkan diri sendiri jika kau melakukan kesalahan nantinya" jawab Zayn yang terdengar ambigu oleh Leanard.
Zayn langsung keluar setelah mengatakan itu pada Leanard. Dia menatap Angga supaya tetap bersama dengan mereka berdua dan tidak boleh lengah. Karena dia melihat ada sesuatu yang memang sengaja disembunyikan oleh wanita itu.
"Jika kau ingin keluar sekarang jangan harap. Karena mulai sekarang dan seterusnya kau akan tetap menjadi tahanan kami" ucap Angga dengan berbisik pada Leanard supaya Leonard tidak bisa mendengarnya.
"Saya sudah tahu dan tidak akan melakukan apapun selagi adik saya baik-baik saja" ucapnya dengan seringai dibibirnya.
Angga hanya mengangguk dan memerintahkan anggotanya yang lain untuk memasukan Leanard kembali kedalam ruangan tahanan yang tidak bisa dihancurkan. Bahkan boom sekalipun.
"Kau ikut dengan uncle sekarang. Karena kakak mu tidak akan bisa bebas jika dia masih belum mengatakan yang sebenarnya pada King kami" ucap Angga yang langsung to the point mengatakan nya pada Leonard.
"Aku sepertinya memiliki sesuatu untuk King nya uncle. Mungkin ini bisa membantu" ucapnya yang memberikan sesuatu yang dia ambil sebelum dia disekap dan disi**a oleh mereka semua.
"Ini adalah nama orang-orang yang menjadi klien tetap dan juga baru dari mereka. Karena ini sangat penting baginya mereka aku hanya menyalin nya saja, siapa tahu ini berguna nantinya" jelas Leonard yang memberikan micro chip pada Angga.
"Bisa uncle buka dan pelajari dulu sebelum King membacanya?" tanya Angga yang dijawab anggukan kepala oleh leopard.
Angga mencoba untuk memasangkan micro chip pada ponselnya dan sebelum itu dia mengaktifkan sebuah aplikasi yang menandakan lokasi yang berbeda dari apa yang sedang Angga lakukan. Karena dia tidak mungkin melakukan kesalahan sebesar itu untuk mempercayai seorang anak yang belum dia ketahui lebih dalam lagi.
Aplikasi ini adalah buatan dari Zahiya yang sengaja dia ciptakan untuk mengecoh musuh dan dia pernah melakukan nya. Akhirnya perang yang digadang-gadang akan menjadi kemenangan untuk musuhnya, malah berbanding terbalik. Mereka kalah telak, dari jumblah dan kekuatan sudah kalah.
Angga menggunakan aplikasi untuk mengecoh dan itu berhasil dia lakukan. Sebelum itu dia mengirimkan pesan pada Zayn untuk selalu waspada. Karena dia diberikan sebuah chip yang menurut Angga sangat mencurigakan, sebisa dan semampu Angga melakukan apa yang dia bisa. Dia langsung koordinasi untuk berada dititik dimana aplikasi tersebut menunjukan pada klan mereka.
"Apa uncle sudah bisa menggunakan nya dan membacanya juga? Jika sudah lebih baik uncle salin saja, karena itu sudah tidak aman lagi untuk digunakan. Aku sengaja menanam virus untuk bisa menghancurkan micro chip tersebut supaya tidak bisa terdeteksi oleh mereka semua" jelas Leonard yang ternyata dia adalah bocah genius juga.
"Apa kau bisa melakukan ini sendiri?" tanya Angga yang sudah melakukan apa yang dikatakan oleh Leonard.
"Aku tidak bisa melakukan nya sendiri. Aku masih belajar dari kakak, dia sedikit banyaknya memiliki kemampuan itu. Karena sebelumnya dia kuliah mengambil jurusan IT. Tapi karena keterbatasan ekonomi, kakak berhenti kuliah pada semester akhir. Jadi aku ingin bisa seperti kakak, dan bisa melakukan itu semua seperti kakak" ucapnya yang membuat Angga hanya mengangguk.
Dia sebenarnya ingin sekali mengajarinya. Tapi dia tidak mau jika dia nanti yang akan mendapatkan masalah. Dia hanya mengannguk dan mengirimkan semua itu pada Zayn dan Austin yang berada diruang kendali.
.
.
.
Othor tidak akan pernah bosan untuk selalu mengingatkan supaya para reader kesayangan Othor meninggalkan jejaknya, seperti like, komen, vote dan hadiah seiklasnya...
Tapi sedikit maksa ding 😁😁...
Saweran nya ya...
Jangan lupa baca dan ramaikan novel terbaru dari Othor, masih frees dan juga sedang hangat-hangatnya. Masih hot jeletot lah pokoknya......
"Pelabuhan hati si playboy karatan" jangan lupa mampir dan langsung subscribe dan rate ⭐️5 ya 🤗🤗....