Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Tindakan yang membuat Azalya diam



Zayn hanya menghela nafasnya berkali-kali dengan mendengarkan ocehan Azalya yang sangat membuatnya semakin pusing dan rasanya ingin sekali menenggelamkan Azalya sekarang juga.


Tapi Zayn masih berfikir dengan jernih dengan apa yang akan dia lakukan pada Azalya. Mungkin saja jika saat ini kecebongnya sudah mulai ada yang berkembang didalam rahim Azalya. Makanya Azalya bersikap absurd seperti sekarang.


"Jika kau tidak mau diam juga. Aku akan melemparkan mu keluar dari mobil ini!" ancam Zayn yang malah membuat Azalya menangis lagi.


"Huaaaa... Abang jahat!!" Azalya semakin keras menangisnya.


Membuat Zayn mengumpat akan sikap Azalya yang ternyata adalah istrinya sendiri.


"****!!!" ucap Zayn yang langsung membungkam mulut Azalya dengan ciuman nya yang ternyata benar-benar ampuh untuk mendiamkan Azalya yang sedang menangis sesegukan.


'King, anda memang ahlinya' ucap Angga dalam hati saat melihat adegan dewasa didalam mobil lewat kaca spion dalam.


"Sudah bisa diam sekarang?" tanya Zayn yang melihat Azalya yang hanya diam dan memalingkan wajahnya kearah lain.


Apa lagi didalam mobil ini tidak hanya ada mereka berdua saja. Tentunya ada Angga yang pasti melihat kejadian yang baru saja keduanya lakukan.


Zayn kembali bisa fokus pada Ipad yang ada ditangan nya setelah bisa membungkam Azalya agar tidak bersuara yang membuatnya semakin pusing dan tidak bisa berfikir.


Saat sudah sampai didepan mainson, Zayn langsung mengangkat Azalya untuk segera membawanya kedalam kamarnya. Suapaya dia bisa mengerjakan tugasnya yang belum selesai.


"Rasanya lebih damai saat kau tidak bersuara" ucap Zayn saat akan memasuki mainson dalam kondisi dia sedang menggendong Azalya ala bridal style.


Azalya tidak menjawab ucapan dari Zayn yang menyindirnya saat ini. Karena tadi saat didalam mobil dia membuat drama yang mungkin sangat membuat Zayn kesal padanya.


Sedangkan didalam mainson semua orang menatap heran kearah keduanya yang mana belum genap satu hari sudah pulang dari rumah sakit.


"Apa Azalya sudah baik-baik saja bang Z? Kenapa sudah dibawa pulang?" tanya Mom Vita yang menyambut kedatangan keduanya.


"Iya Mom, lagi pula jika disana akan sulit untuk Z melakukan sesuatu. Jadi Z bawa Azalya pang saja" jawab Zayn dengan datar dan jelasnya.


"Ya sudah, kamu istilahat saja ya nak. Jika membutuhkan sesuatu bilang Mommy saja" ucap Mom Vita pada Azalya, menantunya.


"Iya Mom" jawab Azalya yang masih didalam gendongan Zayn.


Zayn melangkahkan kakinya menuju pintu lift untuk membawanya kelantai paling atas, dimana kamarnya berada.


"Kau diam disini dulu atau mau aku bersihkan tubuh mu?" tanya Zayn yang sudah meletakan Azalya diatas tempat tidur.


"Aku disini dulu. Abang saja yang duluan membersihkan diri" jawab Azalya yang langsung merebahkan dirinya.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja lalu pergi menuju kamar mandi.


"Dia itu tidak punya rasa malu apa gimana? Adegan intim seperti itu dilihat oleh orang lain. Ihh, nyebelin" ucap Azalya yang menutup kedua wajahnya menggunakan bantal.


"Dasar Mister flat!!!" teriaknya sambil menutup wajahnya dan itu tentu tidak akan terdengar oleh siapa lagi juga.


Azalya masih berbaring dengan posisi wajah yang ditelungkupkan diatas bantal. Dia juga tidak menyadari jika Mama nya sudah datang untuk memberikan pesan nya tadi.


"Az, Mama membawakan apa yang kamu mau" ucap Mama Soraya saat melihat putrinya tidak bergeming.


"Az" panggil Mama Soraya lagi dan sambil membalikan tubuhnya.


"Owalah, dia tertidur rupanya" ucap Mama Soraya yang melihat putrinya itu selalu tidur dalam posisi apapun.


"Ma, Mama sudah datang?" tanya Zayn yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.


"Iya, Mama baru saja sampai. Mama kira dia tidak tertidur, ternyata tertidur" jawab Mama Soraya yang sedang duduk disamping putrinya.


"Maaf Ma, jadi merepotkan Mama" ucap Zayn yang melihat ada makanan yang tersaji diatas meja nakas.


"Tidak nak, Mama sama sekali tidak merasa direpotkan. Justru Mama senang, karena selagi Mama ada disini. Mama akan memberikan yang Azalya atau kamu mau" ucap Mama Soraya dengan senyuman yang sangat tulus dibibirnya.


"Ya, sudah. Mama turun dulu ya, nanti jika Azalya sudah bangun Mama kesini lagi untuk memberikan ini padanya" ucap Mama Soraya sambil membawa nampan berisi makanan tersebut.


"Iya Ma, nanti biar kami saja yang turun. Supaya Mama tidak perlu cape-cape naik turun untuk mengantarkan makanan Azalya" jawab Zayn pada Mama mertuanya.


"Ya sudah jika seperti itu. Mama turun dulu" ucap Mama Soraya yang langsung pergi dari kamar Zayn dan juga Azalya.


Zayn langsung mengenakan pakaian nya dan mengambil perlengkapan untuk mengelap Azalya yang masih terlelap. Zayn sengaja melakukan itu supaya Azalya tidak banyak bicara saat dia membersihkan tubuhnya.


"Dia ini jika sudah tertidur seperti orang mati saja. Mau diapakan juga tidak terusik sama sekali" gumam Zayn yang sudah membuka seluruh pakaikan yang dikenakan oleh Azalya.


Zayn menelan slivanya dengan susah payah karena melihat tubuh polos Azalya yang terpampang nyata didepan nya saat ini. Apa lagi kedua bukit kembar yang sudah berubah menjadi gunung itu terlihat seperti sedang melambai-lambai ingin segera dia sentuh.


Tapi Zayn harus bisa mengendalikan nya. Jangan sampai dia melakukan itu pada Azalya yang sedang sakit seperti ini.


Zayn dengan segera membersihkan tubuh Azalya dengan cepat dan juga segera memakaikan kembali pakaian pada Azalya. Setelah selesai dia langsung mengerjakan pekerjaan yang tertunda tadi.


Saat akan membuka laptop nya Angga menghubunginya.


"Ada apa-apa?" tanya Zayn saat sudah mengangkat panggilan dari Angga.


"Saya sudah mengetahui siapa dalang dibalik semua ini King" jawab Angga yang langsung to the point pada Zayn.


"Siapa?" tanya Zayn yang sedang berdiri dibalkon kamarnya.


"Dia adalah suruhan dari Zian Alfonzo King. Sebenarnya dia sedang mengincar Nyonya untuk bisa memiliki Nyonya sepenuhnya King" jawab Angga pada Zayn yang sedang mendengarkan nya berbicara.


"Apa ada orang lain lagi selain dia?" tanya Zayn lagi pada Angga yang ada disebrang sana.


"Ada King. Dia adalah Robert dan juga putrinya yang menginginkan anda" jawab Angga dengan tegasnya menjelaskan semuanya pada Zayn.


"God, terus pantau mereka semua. Jika ada yang mencurigakan, laporkan pada ku" ucap Zayn yang langsung memutusakan panggilan nya sepihak.


Zayn langsung masuk lagi kedalam untuk mengerjakan beberapa tugasnya yang sudah lama tertunda.


Zayn sedang sangat fokus dalam mengerjakan pekerjaan nya saat ini. Dia tidak mendengarkan suara apa-apa lagi jika sudah berada didepan laptop nya. Bahkan Mommy yang datang menghampiri nya saja dia tidak menghiraukan nya.


"Ada apa Mom?" tanya Zayn tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop nya.


"Mommy hanya ingin melihat kondisi Azalya sekarang. Dibawah juga ada kedua mertua kamu Z, apa kamu tidak ingin menemuinya?" jawab Mom Vita sambil bertanya juga pada Zayn yang masih fokus pada layar laptop nya.


"Z sudah bilang pada Mama Soraya. Jika Z sedang banyak pekerjaan, jika Azalya sudah bangun baru Z akan turun bersama dengan nya" ucap Zayn yang memberitahu pada Mom Vita.


"Baiklah. Kamu selesaikan dulu pekerjaan kamu itu Z, kamu itu dari dulu memang tidak pernah berubah jika sudah sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan kamu itu. Tidak bisakah kamu berhenti dulu sejenak untuk bisa meluangkan waktu mu untuk Mommy?" tanya Mom Vita yang sudah mengeluh seperti ini membuat Zayn tidak tega.


Dia langsung meninggalkan laptop nya dan sekarang menghadap kearah Mom Vita yang sedang duduk disamping nya saat ini.


"Apa yang Mommy inginkan dari Z?" tanya Zayn yang sudah tahu akan keinginan dari Mom Vita.


"Mommy baru saja mendengar jika saudara kandung dari Daddy Louis ingin mengambil alih EDC.CORP yang ada disini. Apa kamu sudah mendengarnya?" tanya Mom Vita yang sebenarnya merasa khawatir akan keselamatan putranya ini.


"Sudah Mom" jawab Zayn singkat jelas dan padat.


"Lalu, apa kamu akan menyerahkan nya?" tanya Mom Vita lagi pada Zayn.


"Tergantung Mom, jika dia memang berhak atas itu semua maka akan aku berikan" jawab Zayn dengan datarnya.


"Ini menurut Mommy Z. Sebaiknya kamu serahkan saja itu padanya, kamu tidak berhak sepenuhnya atas itu semua Z. Itu pendapat Mommy" ucap Mom Vita pada Zayn.


"Jika itu menurut Mommy benar, maka Z akan melakukan nya" jawab Zayn yang tidak akan bisa membantah atau menolak permintaan dari Mom Vita.


"Kamu jangan melakukan itu boy. Karena dia sama sekali tidak berhak atas itu semua. Karena Daddy mendapatkan semua itu atas kerja keras Daddy sendiri. Tanpa campur tangan dari keluarga Edison sama sekali" ucap Dad Louis yang ternyata sudah ada didalam kamar Zayn juga.


"Z sedang menyelidiki semuanya Dad" ucap Zayn yang tahu kemana arah pembicaraan Dad Louis.


.


.


.


Othor selalu mengingatkan untuk meninggalkan jejaknya ya... jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiahnya ya buat Othor 😙😙