
Jika Zayn merasa sangat senang dan juga sangat antusias menyambut kehadiran Zayn junior. Berbeda dengan Azalya yang terkesan biasa-biasa dan juga cuek akan jawaban yang diberikan oleh Mama Soraya padanya.
"Sayang, apa kamu tidak merasa kenyang setelah makan sebanyak itu masih memakan pudding juga?" tanya Mama Soraya yang sudah merasa kenyang melihat cara makan Azalya yang sangat rakus.
"Tidak Ma, rasanya lapar terus" jawab Azalya dengan cueknya dan itu membuat Mama Soraya s3makin pusing dan juga bingung.
"Biarkan saja Ma, lagian dimakan ini. Jika dia kenyang pasti berhenti sendiri" ucap Alkana yang menenangkan Mama Soraya supaya tidak semakin pusing dibuatnya.
"Ya sudah, Mama mau langsung kekamar saja. Kalian jika masih ingin mengobrol silahkan saja, Mama mau istirahat" ucap Mama Soraya yang sudah tidak tahan lagi ingin segera pergi dari sana karena melihat Azalya yang makan tiada henti.
"Iya Ma. Mama istilahatlah" ucap Zayn yang meminta Mama mertuanya untuk segera istirahat.
"Iya nak, Mama kekamar dulu" ucap Mama Soraya yang langsung beranjak dari duduknya menuju arah kamarnya yang tidak jauh dari ruang makan.
setelah kepergian Mama Soraya, Azalya masih saja makan dan juga sekarang berganti makan buah-buahan segar yang sudah Zayn kupaskan untuknya.
"Apa kau belum kenyang juga dek?" tanya Alkana yang masih menatapi Azalya yang dengan lahapnya makan buah-buahan dari tangan Zayn langsung.
"Nggak, kenapa memangnya kak? Kakak mau juga?" tanya Azalya yang masih mengunyah buah jeruk.
"Kakak sudah kenyang melihat kamu. Apa kamu tidak takut gendut apa? Bukankah setiap wanita itu akan mementingkan penampilan nya ya?" jawab Alkana yang melihat Azalya masih terus mengeluarkan makanan nya. Dia juga bertanya pada Azalya yang masih menerima suapan dari Zayn untuknya.
"Biarkan saja, suamiku saja tidak protes. Kenapa jadi kakak yang protes?" tanya Azalya dengan santainya dan dia sudah berhenti mengunyah saat melihat Papa Danu baru saja masuk kedalam rumah dan melihat anak-anaknya sedang berkumpul.
"Kalian masih disini?" tanya Papa Danu pada anak-anaknya.
"Seperti yang Papa lihat" jawab Azalya yang melanjutkan mengunyah makanan nya.
"Aza, kenapa belum selesai makan? Ini sudah hampir setengah sepuluh malam. Apa tidak takut gemuk?" pertanyaan yang sama dengan Alkana, kakaknya.
"Kenapa pertanyaan kalian sama sih" gerutu Azalya yang menatap Papa nya sebal.
"Papa kan cuman bertanya Aza. Bukankah kamu sering bilang, jika penampilan itu adalah nomer satu?" tanya Papa Danu yang malah ikut duduk dikursi meja makan bergabung dengan yang lainnya.
"Iya sih, tapi Aza nggak tahu kenapa tidak bisa kenyang Pa. Sejak tadi sudah mengunyah tapi tetap saja tidak merasa kenyang. Padahal sudah cape mulutnya untuk mengunyah" jawab Azalya yang malah mengerucutkan bibirnya.
"Ya berhenti dulu Aza. Jangan dipaksakan, karena apapun yang dipaksakan akan tidak baik. Jadi berhentilah. Papa mau kekamar dulu. Kalian bertiga juga istirahatlah" ucap Papa Danu yang langsung beranjak dari duduknya menuju kamarnya.
"Iya Pa" jawab Alkana yang juga ikut beranjak pergi dari ruangan makan menuju kamarnya juga.
"Apa masih ingin disini saja atau kita kekamar? Atau mungkin kita pulang ke mainson Pratama?" tanya Zayn yang memberikan penawaran pada Azalya yang hanya diam saja.
"Bagaimana?" tanya Zayn lagi saat tidak ada jawaban dari Azalya.
"Kekamar saja, tapi gendong" ucap Azalya yang ingin digendong oleh Zayn.
Zayn langsung menggendong Azalya seperti bayi koala, dan itu sangat disukai oleh Azalya. Karena dia bisa menatap wajah Zayn yang sedang menggendongnya dengan sangat perlahan menaiki anak tangga.
"By, besok kita jalan-jalan yuk, aku sudah lama tidak jalan-jalan disini" ajak Azalya yang sedang dalam gendongan Zayn menuju kamarnya.
"Hmm" jawab Zayn yang selalu mengantarkan deheman saja menjawab pertanyaan dari Azalya.
"Baiklah, jika begitu kita akan lambung tidur saja tanpa melakukan iya iya dulu. Bagaimana?" tanya Azalya yang menatap dan juga menangkup kedua pipi Zayn dengan sangat mesranya.
"Kita lihat saja nanti" jawab Zayn dengan santainya dan malah mere*as bo*ong Azalya dengan sangat gemasnya.
"By, jangan mulai. Aku sedang sangat lelah sekali, jadi jangan mengganggu ku dulu untuk saat ini ya. Please" ucap Azalya dengan memperlihatkan puppy eyes nya pada Zayn.
"Jangan pernah protes. Karena ini akan sangat menyenangkan, apa lagi disini tidak ada peredam suara sangat itu akan menjadi tantangan untuk kita berdua" ucap Zayn yang malah membuat Azalya bergidik ngeri mendengarnya.
"By, jangan ya. Aku pasti tidak akan bisa menahan suara ku jika sedang enak, please By. Besok saja ya, jika sudah ada di mainson Pratama, aku janji akan memuaskan hubby" ucap Azalya lagi yang memberikan penawaran pada Zayn.
"Itu bisa diatur. Tapi sekarang, buatlah dia tertidur nyenyak dulu" ucap Zayn yang menunjuk dengan matanya pada sela pahanya yang sudah mengembang sempurna.
"Hubby, iiiihhhh..... " protes Azalya yang tidak bisa berkutik saat Zayn sudah melakukan nya. Dan terjadilah apa yang harus terjadi pada keduanya.
.
Keesokan harinya seperti biasa didalam rumah utama tersebut. Seluruh keluarga sudah berkumpul, termasuk dengan Azalya dan juga Zayn yang sudah sangat rapih seperti akan joging.
"Kalian mau joging pagi ini?" tanya Mama Soraya yang melihat anak-anak dan menantunya sudah rapih dengan pakaian olahraganya masing-masing.
"Kalian hati-hati ya" ucap Mama Soraya yang dijawab anggukan kepala oleh Azalya dan juga Zayn yang langsung pergi tanpa sarapan dulu keduanya.
Azalya dan Zayn Manasuk kedalam mobil untuk menuju taman yang tidak jauh dari kawasan elite rumah Wijaya. Saat mereka sudah sampai, Zayn seperti biasa akan menggunakan markasnya dan juga topi untuk menyamarkan wajahnya dari orang-orang yang ada disekitaran taman. Mungkin saja akan ada yang mengenalinya dan mungkin adalah salah satu dari klan nya.
Saat sudah sampai ditaman keduanya jalan beriringan sambil bergandengan tangan. Disana banyak sekali pengunjung dipagi ini. Mereka lupa jika ini adalah hari libur, dan kita hari libur seperti ini akan banyak pengunjung dan juga orang yang berlalu lalang menyusuri jalanan taman ini.
"By, tempatnya sejuk banget kan?" tanya Azalya yang melihat sekeliling ternyata banyak mata yang memandang kearahnya. Lebih tepatnya memandang kearah Zayn yang masih saja terlibat tamvan walau sudah menggunakan topi dan juga maskernya.
"Hmm" jawab Zayn yang sebenarnya merasa tidak nyaman berada ditempat yang sangat ramai seperti sekarang ini.
"Apa hubby merasa tidak nyaman disini? Maaf ya, kita pulang saja bagaimana?" tanya Azalya yang merasakan ketidaknyamanan Zayn berada ditempat ramai seperti ini.
"Tidak apa, kau nikmati saja" ucap Zayn yang melihat Azalya seperti tidak senang dan juga merasa tidak enak padanya.
"Hey, jangan bersedih. Nikmati saja semuanya, i am alright (aku tidak apa-apa)" ucap Zayn yang langsung menangkup wajah Azalya yang sudah berubah murung dan tidak bersemangat seperti tadi saat baru datang.
"Benarkah? Hubby tidak apa-apa?" tanya Azalya yang menatap manik mata Zayn dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Emm" jawab Zayn dengan mengangguk dan juga mengusap pipi Azalya dengan penuh kelembutan juga kasih sayang.
"Terimakasih hubby" ucap Azalya yang langsung memeluk Zayn ditempat ramai ini, dan disaksikan oleh banyak pengunjung.
"By, kita jadi pusat perhatian semua orang" ucap Azalya yang sudah mengurai pelukan nya dengan Zayn.
Zayn hanya diam dan melanjutkan berjalan lagi dengan beriringan dan juga masih bergandengan tangan. Zayn melihat ada penjual es krim, dan itu adalah kesukaan dari Azalya. Zayn memberikan kode pada anggotanya yang sedang menjaganya dari jarak yang lumayan aman juga jauh untuk membelikan es krim itu untuk Azalya.
Penjual es krim yang dipanggil untuk mendekat pada Zayn oleh anggota Zayn langsung membawa gerobak dorongnya menuju dimana Zayn dan Azalya sedang menikmati indahnya pagi ditaman yang sejuk ini.
"Es krim Nona" ucap penjual es krim tersebut menawarkan dagangan nya pada Azalya yang menatap dengan berbinar.
"Apa kau mau itu semua?" tanya Zayn yang tahu akan tatapan Azalya jika sedang menatap es krim.
"Iya By" ucap Azalya dengan pandangan berbinarnya menatap Zayn yang sangat tahu dan juga peka akan semua keinginan nya.
"Pak, semua rasa ya" ucap Zayn yang meminta pada penjual es krim tersebut.
"Baik Tuan Muda" jawab penjualnya yang langsung mengambilkan beberapa es krim yang sangat Azalya sukai.
"Terimakasih Pak" ucap Zayn yang menyodorkan uang 1000USD yang memang dia lupa untuk menukarkan uangnya menjadi rupiah.
"Ini kebanyakan Tuan Muda. Saya belum ada kembalian, dan juga semuanya dagangan saya juga tidak senilai dengan uang yang anda berikan Tuan Muda" ucap penjual es krim tersebut dengan pandangan yang sudah berkaca-kaca melihat nominal yang tidak sedikit untuk es krim senilai seratus ribu.
"Ambil saja Pak, itu rezeki untuk Bapak dan keluarga Bapak" ucap Azalya yang sedang memakan es krim nya dengan sangat lahap sekali.
"Terimakasih banyak Nona, Tuan Muda. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda dengan berlipat ganda, dan juga selalu diberi keberkahan juga kesehatan. Amiin" ucap penjual es krim tersebut dengan sangat terharu sekali akan kebaikan sepasang anak muda yang baik hati juga dermawan.
"Amiin, sama-sama Pak. Ini enak sekali. Apa Bapak membuat sendiri atau mengambil dari bos Bapak?" tanya Azalya yang malah mengajak ngobrol Bapak penjual es krim.
"Bapak buat sendiri Nona, ini juga Bapak masih belajar. Karena selama ini Bapak bekerja dipabrik es krim, jadi Bapak mencoba untuk membuatnya sendiri Nona. Dan ini Alhamdulilah sudah satu minggu Bapak berjualan" jawab Bapak penjual es krim tersebut pada Azalya yang menatapnya penuh dengan haru dan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Semoga saja jualan Bapak semakin Karia dan banyak peminatnya. Amiin" ucap Azalya yang juga mendo'akan Bapak penjual es krim.
penjual es krim tersebut sudah pamit ingin berjualan kembali dengan berkeliling taman. Sedangkan Azalya dan Zayn sedang menikmati es krim yang mereka beli tadi hingga habis tak bersisa semuanya.
Azalya dan juga Zayn sedang menikmati waktunya bersama pagi ini dengan penuh suka cita. Azalya tidak henti-hentinya tersenyum dan juga merangkul lengan Zayn dengan sangat mesranya juga dengan posesif. Seolah-olah dia mendeklarasikan jika Zayn adalah miliknya pada semua orang yang ada disana.
.
.
.
Mohon maaf lahir batin yang para reader kesayangan Othor... Jika ada kesalahan kata atau apapun itu, Othor minta maaf yang sebesar-besarnya๐๐๐
Maaf ya guys, jika nanti ada kesalahan atau typo. Soalnya HP Othor sedang tidak bersahabat, jadi mohon dimaklumi dan dimaafkan ya...
Jangan lupa tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya ya...