Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Pagi Romantis



"Rupanya benar jika cucu mantu ku sudah pulang. Azalya pasti sangat senang dan tidak ingin berada jauh darinya" gumam Oma Rena yang tersenyum melihat kearah lift yang tertutup sempurna.


"Mama sedang apa disini?" tanya Opa Wijaya yang tiba-tiba menepuk pundak Oma Rena yang sedang tersenyum sendiri dan langsung membuat Oma Rena terlonjak kaget.


"Ih, Papa. Bikin kaget saja" gerutu Oma Rena yang melihat suaminya yang berada dibelakangnya dengan kening yang berkerut.


"Mama yang aneh sekali. Kenapa berdiri disini dan juga menatapi pintu lift yang tertutup dengan senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Opa Wijaya yang mengerutkan keningnya bingung.


"Mama sedang tersenyum karena tadi Mama menanyakan pada pelayan yang baru saja membersihkan kamar Zayn. Dan Mama bertanya padanya jika Zayn sudah pulang atau belum, dan jawaban nya sudah pulang. Makanya Mama senyum-senyum" jawab Oma Rena dengan senyuman yang selalu mengembang sejak tadi.


"Oh, jadi yang dikatakan Azalya tadi lagi benar?" tanya Opa Wijaya dan dijawab anggukan kepala oleh Oma Rena.


"Ya sudah, biarkan saja mereka berdua melepaskan rindunya berdua didalam kamar. Papa juga mau pergi dulu, Papa mau bertemu dengan rekan bisnis Papa yang kebetulan sedang ada disini. Apa Mama mau ikut?" tanya Opa Wijaya saat melihat istrinya mengerutkan keningnya.


"Ya sudah, Mama mau bersiap dulu. Papa tunggu disini, jangan tinggalkan Mama" ucap Oma Rena yng langung menuju kamarnya yang tidak jauh dari ruang tamu.


"Iya Ma" jawab Opa Wijaya yang langung duduk disofa ruang tamu.


Sambil menunggu Oma Rena bersiap, Opa Wijaya membaca koran pagi yang baru diletakan oleh bodyguard yang berjaga didepan. Opa Wijaya membaca dengan seksama dan juga sangat teliti. Hingga Oma Rena sudah selesai dan menghampirinya dengan penampilan yang sangat cantik dan juga sangat elegant.


"Sudah Pa" ucap Oma Rena yang sedang merapikan penampilan nya kembali supaya terlihat sempurna dan juga tidak mempermalukan Opa Wijaya saat bertemu dengan teman nya nanti.


Opa Wijaya langung meletakan kembali koran nya diatas meja dan langsung menggandeng tangan Oma Rena. Mereka berdua walau sudah berumur tapi tetap saja masih terlihat sangat romantis dan juga tidak bisa berjauhan satu sama lain.


"Apa anda berdua akan pergi keluar Tuan dan Nyonya?" tanya bodyguard yang berada didepan teras yang sedang berjaga.


"Iya, kami ingin bertemu dengan rekan kami yang ada disini. Apa kami berdua tidak diizinin untuk keluar?" jawab Opa Wijaya dengan tatapan datarnya dan juga bertanya pada mereka berdua.


"Tidak Tuan. Justru kami hanya mau bilang, jika anda berdua mau keluar kami yang harus mengawal anda berdua dan juga beberapa orang yang sudah ditugaskan oleh Tuan Muda pada kami. Jadi anda tidak boleh perotes pada kami. Karena kami hanya menjalankan perintah dan juga itu sudah menjadi tugas kami berdua" jelas bodyguard tersebut dengan sangat tegas dan juga lugas menjelaskan pada Opa Wijaya.


"Baiklah jika itu memang sudah menjadi peraturan nya. Kami bisa menerimanya, tapi jangan sampai terlihat mencolok dimata umum" jawab Opa Wijaya yang mengiyakan ucapan dua bodyguard tersebut.


"Itu sudah sering kami lakukan Tuan. Jadi anda tenang saja, karena keselamatan anda berdua adalah tanggung jawab kami semua" ucap bodyguard yang sudah bersiap untuk membukakan pintu mobil untuk Opa dan Oma Wijaya.


.


Sedangkan didalam kamar yang ditempati oleh pasangan yang baru bertemu lagi setelah beberapa hari tidak bertemu sedang berpelukan dengan sangat mesranya dan tidak terusik sedikit pun juga. Bahkan saking mengeratkan pelukan nya masing-masing.



Gitu ya posisi pelukan mereka berdua..


Tidak ada yang mau membuka matanya. Karena keduanya merasakan nyaman yang tidak mereka rasakan sebelumnya saat keduanya berjauhan. Azalya yang lebih dulu bangun malah menatap Zayn yang juga masih terlelap. Mungkin juga karena pengaruh obat yang dia minum sebelum tidur, jadi sangat lelap sekarang tidurnya.


"By, hubby sangat-sangat tamvan. Tapi sayang terlalu dingin dan juga flat, coba saja hubby sering tersenyum dan juga tertawa. Pasti akan sangat berbeda dengan juga akan berlipat-lipat ketampanan nya. Tapi, jangan terlalu tamvan deh. Takutnya nanti akan ada pelakor yang datang dan mencoba menggoda hubby, seperti ini saja tidak apa-apa. Yang penting sayang dan juga bisa cinta sepenuh hati hubby" ucap Azalya yang sedang mengusap-ngusap dada bidang Zayn yang polos dan juga masih ada perban yang menghiasi dadanya.


"Semoga kita akan selalu bersama-sama seperti ini dan juga akan seperti ini jika tertidur" ucapnya lagi sambil tersenyum menatap Zayn yang sangat lelap sekali tidurnya. Hingga Zayn membalikan tubuhnya memunggungi Azalya yang sedang tersenyum dan juga berbicara sendiri.


Azalya kembali memeluk Zayn dari belakang dan juga menciumi pipi Zayn hingga Zayn merasa terusik sedikit. Tapi enggan untuk membuka matanya, karena matanya terasa lengket dan susah untuk diajak buka. Jadi dia menerima saja diperlakukan seperti itu oleh Azalya yang memeluknya dari belakang.



Cocuit banget ya pasangan Azayn ini😘😘😍.


"By, apa hubby tidak ingin bangun dulu? Tapi tidak apa-apa lah, dengan begitu aku bisa sepuasnya memeluk dan juga menciumi hubby sesuka hati ku. Hihihi" ucap Azalya yang malah tertawa cekikikan sendiri karena ucapan nya yang absurd.


Azalya akhirnya bangkit dan membersihkan dirinya sendiri. Lalu dia mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen yang Zayn tugaskan untuk membantunya bisa meraih gelar sebagai sarjana nantinya.


Zayn bangun dan langsung menuju kamar mandi, dan itu mengusik Azalya yang sedang menekuri layar laptop nya. Dia langung bangkit dan menyiapkan perlengkapan Zayn yang akan Zayn kenakan. Karena mungkin saja saat ini Zayn tidak ingin kemana-mana, fikir Azalya.


Zayn keluar dengan rambut yang basah dan itu terlihat sangat sexy dan juga membuat Azalya menggit bibirnya sendiri dengan gemas. Karena melihat Zayn yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dan dia sedang mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil ditangan nya.



Sisa-sisa air yang mengalir membuat fikiran Azalya berfikiran kemana-mana dan membuat Zayn mengerutkan keningnya dan berjalan mendekat kearah Azalya yang menatapnya tidak berkedip sama sekali. Hingga....


PLETAK....


"Awuoch... Hubby, sakit tahu!!" ucap Azalya yang mengusap keningnya yang terasa berdenyut nyeri akibat sentilan dari Zayn untuknya.


"Makanya jangan berfikiran macam-macam dan juga mesum jika tidak ingin mendapatkan hukuman" jawab Zayn yang melangkah mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Azalya tadi.


Sedangkan Azalya mengerucutkan bibirnya kesal dengan yang dilakukan oleh Zayn padanya. Dia sering sekali mendapatkan sentilan dari Zayn yang selalu saja suka dengan keningnya ini.



Mau manyun kayak gimana juga tetap cantik Azalya.


"Eh tapi, kenapa hubby bisa tahu jika aku berfikir mesum? Oops" ucap Azalya yang langsung membekap mulutnya sendiri. Karena dia keceplosan mengatakan itu pada Zayn.


Zayn yang ingin kembali menyentil kening Azalya. Dengan reflek Azalya menutup keningnya dan langsung berlari menjauh dari Zayn yang sedang menatapnya dengan datar dan juga dingin nya.


"Hubby, sungguh aku minta maaf. Aku berjanji tidak akan berfikiran macam-macam lagi dan juga tidak berfikir mesum lagi pada hubby. Promise" ucap Azalya yang menunjukan dua jarinya membentuk huruf V.


Zayn terus mendekat kearah Azalya berdiri, hingga Azalya hanya bisa mundur dan membentur dinding yang ada dibelakangnya sekarang. Zayn terus saja mendekat dan mendekatinya lagi, tangan nya terulur ingin menyentuh wajah Azalya dan juga wajahnya semakin dekat dengan wajah Azalya. Azalya yang merasa takut dan juga tegang langsung memejamkan matanya dengan sangat erat. Tapi malah terus melewatinya dan berhenti dirambut Azalya yang terikat lalu menariknya hingga ikatan nya terlepas.


"Aku lebih suka jika rambutmu digerai seperti ini" bisik Zayn saat sudah melepasakan ikatan rambut Azalya yang diikat asal oleh Azalya tadi.


Azalya langsung membuka matanya dan melotot sempurna melihat Zayn yang sudah pergi dari hadapan nya yang masih berdiri mematung ditempatnya semula.


"Apa kau masih ingin terus berdiri disana?" tanya Zayn saat sudah duduk disofa yang tadi Azalya duduki.


Azalya yang tersadar langung mengerjapkan matanya dan melangkah mendekati Zayn yang sedang melihat layar laptop nya yang masih menyala. Dan memperlihatkan tugasnya yang sudah hampir rampung itu.


"By, apa hubby mau menurutinya jika aku menginginkan sesuatu?" tanya Azalya saat sudah duduk disamping Zayn yang sedang fokus menatap layar laptop Azalya.


Zayn tidak menjawab, dia hanya menatap Azalya dengan tatapan yang sulit diartikan. Azalya yang merasa jika tidak akan dikabulkan merasa sedih dan juga kecewa. Dia menghembuskan nafasnya sedikit kasar lalu dia menatap Zayn yang sedang menatapnya juga.


"Sudahlah tidak perlu dibahas. Tidak penting juga" ucap Azalya yang langsung mengambil laptop nya dan memangkunya sambil terus mengetikan sesuatu dilayarnya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Zayn saat melihat raut wajah Azalya yang berubah sedikit murung. Karena dia tidak menjawab atau menanyakan nya pada Azalya.


"Tidak apa-apa By, bukan apa-apa. Semuanya tidak penting dan jangan difikirkan" ucap Azalya yang memaksakan dirinya untuk tersenyum.


"Saya bilang, apa yang kamu inginkan?!" tanya Zayn dengan nada tegasnya dan juga tatapan tajamnya.


"Aku ingin pergi, keluar sebentar. Ingin membeli sesuatu, juga ingin mencari udara segar diluar. Karena selama ini aku belum keluar dari mainson ini" jawab Azalya dengan menundukan wajahnya tidak berani menatap Zayn yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Bersiaplah. Kita keluar sekarang" ucap Zayn yang menatap Azalya dengan tatapan datarnya kembali. Dan mengusap kepala Azalya dengan perlahan.


Azalya langsung mendongak menatap Zayn yang mengucapkan itu padanya dan juga mengusap kepalanya juga. Azalya langsung tersenyum ceria kembali dan langsung menuju walk in closet untuk segera berganti pakaian untuk bisa jalan berdua dengan Zayn.