Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Jadian nih???



Dikampus Daffy terburu-buru untuk segera pulang dan menjemput Tami, yang mungkin sedang menunggunya dikampus. Saat sedang berjalan kearah mobilnya dia pernah melihat mobil itu adalah diparkiran kampus Tami. Daffy merasa heran, tapi dia tidak berani mengatakan apa-apa. Karena dia memang buru-buru.


"Semoga saja aku tidak terlambat" ucap Daffy yang menatap kearah jalan raya.


Setelah sampai Daffy sangat gembira saat akan bertemu kembali dengan Tami. Dia sangat antusias, seperti akan bertemu dengan kekasihnya yang memang sedang menunggunya. Tapi harapan nya malah pupus, saat melihat Tami sedang tersenyum bersama dengan pria lain dan mereka terlihat sangat bahagia.


"Ternyata dia sedang bersama dengan kekasihnya. Amu berfikir apa sih Daf? Kamu berharap jika dia belum memiliki kekasih?" gumamnya yang berbalik pergi tapi ditahan oleh Tami yang melihat kedatangan Daffy.


"Kak, kak Daffy sudah lama? Maaf ya kak, aku tadi habis bertemu dengan teman lama" ucap Tami yang memegang tangan Daffy.


"Jika masih ingin bersamanya tidak apa-apa. Kakak akan menunggu kamu disana" ucap Daffy menunjuk kearah mobilnya terparkir.


"Udah kok kak, kita langsung pergi saja sekarang" ucap Tami yang tidak melepasakan pegangan tangan nya pada tangan Daffy.


"Baiklah. Apa kamu ingin kesuatu tempat dulu sebelum pulang? Ini masih sore, jika Kmu menginginkan nya" tanya Daffy yang menatap kearah tangan nya yang digenggam oleh Tami.


"Emm, boleh juga. Kakak mau aku ajak ketempat kuliner enak dan murah nggak? Jika mau ayok" ucap Tami yang bertanya pada Daffy.


"Boleh juga. Jika memang ada yang seperti itu" ucap Daffy yang merasa jika rasa kesal dan marah sebelumnya hilang entah kemana.


'Kenapa dia selalu bersikap sangat baik pada siapa saja? Dan aku benar-benar sangat menyukainya. Apa mungkin aku harus mengatakan nya secepat ini? Tapi, jika dia menolak, akan ada kecanggungan diantara kita berdua nantinya' ucap Daffy dalam hati dan dia masih terus menatap wajah tersenyum Tami dan jugan tangan mereka berdua yang masih saling bertautan.


"Bener ya kakak akan suka dengan makanan yang ada disana. Karena disana bukan cafe atau restaurant mewah, disana hanya warung makan dan angkringan gitu" ucap Tami yang meastikan jika Daffy tidak akan menolak setelah sampai dilokasi.


"Aku juga sering makan makanan seperti itu. Walau aku terlahir dari keluarga yang berada, tapi aku tidak menampik jika makanan itu enak. Walau dari pinggir jalan sekalipun, akan aku makan. Jadi tidak harus makanan cafe atau restaurant mewah dan berkelas" ucap Daffy yang membuat Tami semakin mengagumi sosok Daffy yang sangat humble juga tidak sok dandan sombong.


'Ya Allah. Boleh nggak sih aku minta dia menjadi jodohku? Aku tidak henti-hentinya mengagumi sosok pria tampan ciptaan MU yang satu ini yang Robb' ucap Tami dalam hati dan dia malah memejamkan matanya karena saking bahagia dan senang bisa jalan dengan pria tampan.


"Apa tempatnya jauh?" tanya Daffy saat melihat Tami malah diam saja dan memejamkan matanya.


"Nggak kok kak, depan sana belok kanan" jawab Tami yang gelagapan saat Daffy bertanya tentang itu.


"Oh, oke" ucap Daffy yang mengemudikan mobilnya menuju tempat yang diinginkan oleh Tami.


"Nah, itu tempatnya kak. Wah ramai sekali" ucap Tami menunjuk kearah tempat orang yang berjualan berbagai makanan disana.


"Ini tempatnya?" tanya Daffy yang langsung membuat Tami merasa tidak enak akan pertanyaan dari Daffy.


"I... Iya kak, apa kakak tidak suka? Jika tidak suka lebih baik kita pulang saja kak, aku nggak mau jika kakak tidak suka. Malah kesan nya aku maksa banget" jawab Tami merasa tidak enak dan dia mengajak ketempat yang memang tidak cocok dengan Daffy.


"Siapa yang bilang tidak suka. Justru ini adalah tempat aku nongkrong dengan Zahiya dulu. Bahkan kami berdua juga sering menghabisakan waktu bertiga" ucap Daffy yang membuat Tami merasa tidak nyaman saat Daffy menyebutkan nama seorang wanita didepan nya.


'Tuh kan benar, jika dia ini sudah memiliki kekasih. Bodoh banget sih aku ini, masa tidak bisa membedakan jika dia sudah memiliki kekasih dan bahkan mereka sering kemari. Hati, kamu baik-baik saja kan? Kamu harus kuat dan jangan rapuh. Karena semua ini tidak pantas untuk kamu gapai' ucap Tami dalam hati, sambil menangis sesegukan didalam sana.


"Kenapa diam saja? Apa ada yang salah dengan pertanyaan kakak?" tanya Daffy melihat sikap Tami yang berubah sangat dia mengatakan dia sering ketempat itu.


"Eng... Enggak kok kak, aku masih bingung saja. Kok kakak bisa tahu tempat seperti ini disaat kakak saja mungkin akan tidak menyukainya" jawab Tami dengan gugup dan dia merasa lemas saat Daffy akan mengatakan tentang wanita lain didapan nya.


"Oh, itu Zahiya yang memberitahunya. Dia memang sangat suka dengan makanan-makanan pinggir jalan seperti ini. Bahkan dia jarang sekali makan makanan rumah yang dimasak oleh koki" jawab Daffy yang benar-benar membuat Tami sangat lemas.


'Bahkan dia sudah tahu banyak tentangnya. Sehingga makanan kesukaan nya juga dia tahu. Huh, aku ini berfikir apa sih? Kenapa malah sangat senang saat kak Daffy perhatian dan baik padaku? Jelas-jelas itu semua karena aku adalah adiknya kak Tama dan adik iparnya Zaniya, adiknya sendiri' gumam Tami yang membuat Daffy semakin bingung akan perubahan sikap Tami padanya.


"Kamu kenapa? Apa ada yang salah dengan kata-kata kakak barusan? Kenapa kamu malah diam saja dan sedikit berbicara?" tanya Daffy yang memegang kedua bahu Tami.


"Aku? Aku kenapa, aku tidak apa-apa kok kak. Aku hanya sedang berfikir saja, kenapa orang-orang kaya seperti kakak dan wanita yang kakak sebutkan tadi tahu tempat seperti ini dan malah sering kemari. Apa aku tidak salah dengar? Aku sedang heran saja" jawab Tami yang mencoba untuk tetap tenang dan tidak memperlihatkan jika dia kesal dan tidak suka.


"Oh, iya. Dia memang seperti itu. Bahkan dia sangat tidak suka berada didalam mainson walau hanya sekejap saja. Karena dia sangat menyukai diluar mainson dan menjadi orang biasa-biasa saja, entah apa yang dia cari sebenarnya. Tapi, itulah dia" jawab Daffy yang malah membuat Tami semakin kesal dan meninggalkan Daffy sendiri yang masih berdiri ditempatnya.


"Dasar tidak peka. Masih saja membahasnya, tidak tahu apa aku sedang kesal! Bikin bad mood saja!" kesal Tami yang berjalan menuju penjual rujak buah dan rujak cingur.


"Dia ini kenapa? Apa aku salah bicara? Tunggu, apa dia merasa cemburu saat aku membahas Zahiya? Apa mungkin dia juga memiliki perasaan juga padaku?" gumam Daffy yang mengejar langkah Tami didepan nya.


"Kamu kenapa? Apa kamu marah dengan yang aku katakan tadi?" tanya Daffy yang sudah menahan tangan Tami.


"Aku, marah? Kenapa aku harus marah? Memangnya aku ini kenapa? Kakak ini aneh-aneh saja" Tami balik bertanya pada Daffy.


"Jika kamu tidak marah, tatap mataku dan katakan yang sebenarnya? Kenapa sikap kamu berubah padaku? Apa aku mengucapkan kata-kata yang menyinggung kamu atau aku salah bicara pada kamu? Katakan, supaya aku mengerti" ucap Daffy yang menangkup kedua pipi Tami.


"Jika kamu hanya merasa lapar baiklah. Tapi jika ada apa-apa, tolong katakan sesuatu padaku. Aku akan mencoba untuk bisa mengerti kamu dan tidak ingin menyakiti perasaan kamu" ucap Daffy yang memegang dagu Tami supaya menatap kearahnya.


"Memangnya kenapa kakak ingin menjaga perasaan aku? Apa kakak tidak suka jika aku bersikap seperti ini? Apa kakak memiliki perasaan lebih padaku?" tanya Tami yang sekarang menatap wajah Daffy dengan lekat dan dia juga mencari kebenaran didalam matanya yang indah.


"Iya, aku memiliki perasaan lebih pada kamu. Awalnya aku merasa, jika perasaanku sama dengan perasaan ku terhadap Zaniya. Dan mungkin Zahiya, ternyata berbeda. Aku pada Zaniya hanya menganggap adik dan pada Zahiya hanya sebatas nyaman juga mengangumi. Jika pada kamu, perasaan pria terhadap wanita yang menginginkan balasan" jawab Daffy yang menunduk dan tidak berani menatap wajah Tami.


"Apa! Apa kakak serius dengan ucapan kakak barusan? Apa kakak yakin dengan apa yang kakak katakan padaku?" tanya Tami dengan tatapan berbinarnya.


"Iya, apa kamu mau menerima aku? Maaf jika ini tidak romantis" jawab Daffy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan dia malah tersenyum meringis.


"Tentu saja. Eh tapi, jadi kakak benar-benar suka dan menginginkan aku? Dan ini ceritanya kakak nembak aku gitu? tanya Tami lagi yang mendapatkan anggukan dari Daffy.


"Wah, kakak ini memang sangat tidak romantis dan juga tidak mau modal rupanya. Masa nembak cewek ditempat seperti ini dan tanpa membawa apa-apa. Sungguh tidak sesuai ekspetasi" ucap Tami yang malah menggoda Daffy.


"Oh, maaf. Jika kamu ingin tempat yang romantis dan juga aku bawa sesuatu. Ayok ikut kakak sekarang" ucap Daffy yang menggandeng tangan Tami untuk masuk kembali kedalam mobil dan dia mengajak tamu kesuatu tempat yang sangat romantis.


"Apa kamu suka?" Tanya Daffy saat sudah berada ditempat yang sangat bagus dan juga sudah ada hiasan nya juga.


"Apa kakak mempersiapkan ini semua untuk aku? Apa kakak benar-benar melakukan nya kak?" tanya Tami yang malah berkaca-kaca melihat semua kejutan yang diberikan oleh Daffy.


"Tentu saja, maaf jika aku tidak peka. Semoga kamu suka dengan kejutan ini" jawab Daffy dengan sangat yakin dan dia mengatakan nya sambil tersenyum dan memegang tangan Tami.


"Makasih kak, ini sangat bagus dan aku suka. Ini adalah pengalaman pertama untuk aku, dan ini juga yang aku impi-impikan selama ini. Terimakasih banyak kak" ucap Tami yang tidak sadar jika dia langsung memeluk tubuh Daffy dan mereka berpelukan erat didepan semuanya pengunjung cafe tersebut.


"Terimakasih ya, kamu sudah mau menerima aku. Oh iya, jadi setatus kita pacaran nih ceritanya?" ucap Daffy malah menggoda Tami yang masih memeluknya dengan erat.


"Ihhh, kakak apa sih. Kenapa musti diperjelas sih" ucap Tami yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Iya, maaf. Aku hanya senang saja, melihat kamu yang malu-malu seperti ini dan juga marah-marah tadi saat aku bahas Zahiya. Asal kamu tahu, Zahiya adalah saudara kembar Zaniya. Dan memang aku pernah memiliki perasaan padanya, tapi entah kenapa perasaan yang dulunya sangat besar padanya hilang saat aku mengenalmu dan bisa dekat dengan kamu. Jadi jangan cemburu padanya, karena dia adalah adiknya aku" ucap Daffy yang mengusap pipi Tami dan menyelipkan rambutnya dibalik telinga Tami.


"Kenapa bisa kakak melupakan nya? Apa cinta kakak bertepuk sebelah tangan? Sehingga kakak sulit meluapkan nya?" tanya Tami yang ingin tahu dan tidak ingin ada rahasia lagi dari Daffy.


"Iya, dia tidak pernah menganggap seluruh perhatian dan juga kasih sayang yang ku berikan padanya dia anggap lebih. Dia hanya menganggap jika kasih sayang yang ku berikan adalah kasih sayang kakak pada adiknya. Itu saja, maaf. Kita jadi membahas dia, bahkan dia saja tidak ada disini. Aku hanya berharap jika dia selalu bahagia dan tidak selalu mendapat masalah" jawab Daffy yang mengingat bagaimana dia dulu dengan Zahiya.


"Lalu, apa kakak sudah benar-benar melupakan semua perasaan kakak padanya? Aku, aku hanya tidak mau jika suatu saat kita bersama dan tidak sengaja aku atau kakak memesan makanan atau berkunjung ditempat yang akan mengingatkan kakak padanya. Kakak jadi melupakan aku dan perasaan kakak yang sekarang, atau lebih tepatnya aku hanya sebagai pelarian kakak saja. Aku tidak mau itu terjadi padaku kak, karena rasanya akan lebih sakit dari cinta yang bertepuk sebelah tangan saja" tanya Tami yang menjelaskan apa keinginan nya kedepan nya nanti dengan Daffy.


"Insya Allah tidak akan terjadi. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik dari yang baik. Mungkin, memang tidak akan cepat untuk meluapkan semuanya. Karena perasaan itu tumbuh tampangnya kita sadari dan tanpa kita duga. Kakak hanya minta, kita berdua jalani saja seperti biasa. Jika memang ini adalah cinta, maka aku akan senang dan akan meminta kamu pada Mama dan kakak kamu secara langsung" ucap Daffy yang membuat Tami merasa terharu akan jawaban yang diberikan oleh Daffy padanya.


"Aku akan melakukan apa yang menurut hati aku benar kak. Jika kakak memang sudah yakin kenapa tidak? Aku akan menunggu itu semua terjadi, jadi kakak jangan patah semangat dan tetap berjuang melakukan nya" ucap Tami yang tersenyum sangat manis pada Daffy. Dan mereka akhirnya makan dicafe, bukan ditempat yang tadi Tami ajak Mereia kesana.


"Terimakasih ya sudah menemani kakak makan disini. Sekarang kakak antar kamu pulang" ucap Daffy yang mengajak Tami untuk langsung pulang.


Saat diperjalanan pulang mereka berdua hanya saling diam dan larut dalam fikiran nya masing-masing. Tapi Daffy bertekad akan melupakan perasaan nya pada Zahiya. Karena dia tidak merasakan apa-apa lagi saat menyebutkan namanya, bahkan terkesan biasa saja.


'Apa mungkin yang dikatakan oleh Zahiya benar? Jika aku hanya terobsesi padanya saja, bukan benar-benar mencintainya? Jika memang benar, Ya Allah. Tolong tumbuhkanlah perasaan ini pada wanita disamping hamba, karena hamba merasa sangat nyaman dan seperti melihat sosok Mommy saya ada pada dirinya. Tolong untuk bisa bersamanya dan bisa membuatnya bahagia, hanya itu yang hamba inginkan Ya Allah' ucap Daffy dalam hati dan dia masih fokus menyetir mobilnya.


'Ya Allah, jika memang dia adalah jodohku dekatkanlah Ya Allah. Tapi jika dia bukan jodohku, jauhkanlah dan jangan biarkan perasaan ini tumbuh terlalu dalam padanya. Karena aku tidak ingin merasakan sakit jika semua ini hanya singgahan saja. Hamba meminta ini dengan kesungguhan dan juga ketulusan hati hamba Ya Robb' ucap Tami yang berdo'a tidak jauh berbeda dengan Daffy.


Hingga mereka berdua sudah sampai dedepan sebuah rumah sederhana dan disana sudah ada mobil kesayangan Zaniya terparkir dengan cantiknya. Daffy merasa deg-degan saat akan bertemu dengan Tama yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri. Tapi jika dia jadian dengan Tami, maka statusnya akan berbeda. Yaitu, dia adalah adik iparnya. Bukan kakak ipar lagi.


.


.


.


Sebentar lagi akan END ya.... Tapi nanti ding 😁😁😁 Soalnya Othor mau membuat Dad Louis mengakui semua kejahatan yang sudah dia lakukan pada Zico dan melakukan sesuatu pada Daddy Surya dulu... Jadi pantengin terus ya kisah mereka semua...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....


Karena Othor sedang merasa tidak enak body, tapi Othor berusaha untuk bisa up dan lebih banyak lagi...


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗