
"King, ini ada sebuah email masuk dengan kode rahasia" ucap Austin yang memberikan informasi pada Zayn yang juga sedang menekuri layar monitor didepan nya.
"Kirimkan kemari" jawab Zayn yang akan membuat email tersebut.
Zayn melihat akan ada transaksi ilegal barang terlarang dan juga senjata yang akan mereka selundupkan melalui jalur laut dan juga darat. Zayn seperti menemukan sebuah ide untuk bisa menerima salah satu barang ayang akan dikirimkan tersebut. Dan itu membuat Zayn harus berfikir dengan sangat keras.
"Kita cari tahu, pengiriman senjata melalui jalur mana? Kita harus bisa menguasai senjata itu. Dengan begitu kita bisa membuat mereka tidak bisa berkutik lagi. Ini adalah senjata yang sngat besar dan juga lebih canggih dari pada sebelumnya. Jika kita bia lebih cepat dari mereka, maka bisa dipastikan semuanya akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan" ucap Zayn yang memberikan perintah pada Austin dan diangguki olehnya.
"Panggilkan Jeff dan juga Marcos untuk segera kemari" ucap Zayn yang memberikan perintah pada Max dan Jo untuk segera memanggil dua orang yang dapat diandalkan dalam masalah ini.
"Siap King" jawab keduanya yang langung pergi dari ruangan Zayn sekarang.
Zayn dan Austin mengerjakan semua yang memang hanya mereka berdua yang mengetahui rahasia dan juga menguasai dunia retas meretas jaringan. Dan keduanya berhenti setelah kedatangan dua orang yang sudah berada dihadapan nya sekarang.
"Apa yang harus kami kerjakan King?" tanya Jeff yngbsudah siap dengan perintah yang akan Zayn berikan pada mereka berdua.
"Kalian harus bisa mengawasi semua orang yang ada disini. Jangan lengah sedikitpun, karena ini adalah barang yang sangat berharga bagi mereka yang akan menerimanya. Jika kalian berdua bisa meyakinkan pemasok jika kalian berdua lebih tepatnya mendapatkan itu semua dari mereka" jelas Zayn yang sudah memberikan perintahnya pada dua orang yang akan menjalankan misinya.
"Kami berdua akan mengerjakan sesuai dengan perintah anda King" jawab keduanya dengan seringai liciknya diwajah keduanya.
"Kalian bisa bermain-main dengan mereka semua. Kalian berdua bisa melakukan apapun yang kalian inginkan" ucap Zayn yang membuat keduanya semakin bersemangat untuk melakukan kesenangan yang sudah lama tidak mereka berdua lakukan.
Jeff dan Marcos saling pandang dan tersenyum miring mendengarkan perintah dari King nya yang memang adalah kesenangan bagi keduanya. Jadi mereka berdua tidak akan menolak keinginan dari King nya yang sangat menyenangkan untuk bisa meregangkan otot-otot mereka yang sudah lama kaku tidak melakukan kegiatan yang memacu adrenaline keduanya.
"Kalian berdua bisa langsung kerjakan sekarang juga" perintah Zayn yang membuat mereka berdua bersemangat menyambutnya.
"King, ternyata mereka merubah jadualnya. Mereka akan menukarnya tempat yang akan menjadi tempat transaksi tersebut" ucap Austin yang memberikan kabar padanya dimana ada perubahan yang sangat mencolok. Membuat Zayn mulai curiga akan semuanya.
"Kalian berdua harus berhati-hati mengerjakan semuanya. Mungkin sajaini adalah jebakan yang sengaja mereka lakukan untuk membuat saya keluar, jadi kalian harus pura-pura menjadi diriku dalam misi ini. Harus tetap waspada dan juga berhati-hati" kelas Zayn yang bisa menebak semua ini pasti ada campur tangan dari klan Zayn yang sengaja memancingnya keluar dari tempatnya selama ini.
"Kami akan melakukan yang terbaik King. Karena kami ingin membuat semuanya sesuai dengan keinginan anda King. Dengan begitu mereka tidak bisa menebak semua yang akan terjadi selanjutnya" jawab Jeff yang sudah tahu apa yang seharusnya mereka berdua lakukan.
"Kalian berdua harus berpencar untuk bisa mengecoh semua orang. Dengan begitu kalian berdua bisa melakukan apa yang dilakukan menjadi sukses dan membuat mereka semua menjadi kecolongan dan tertinggal satu langkah dari kita" ucap Zayn yang langsung diangguki oleh Jeff dan Marcos.
Mereka berdua langsung bergegas pergi untuk menjalankan tugas yang sangat membuat mereka berdua sangat bersemangat. Keduanya langsung berpakaian layaknya Zayn setiap menjalankan misinya, membuat anggotanya yang lain merasa bingung. Pasalnya Zayd sendiri yang memimpin mereka langung. Bukan Jeff atau Marcos yang akan membantu mereka dan juga memerintahkan mereka semua.
Jeff dan Marcos juga menggunakan alat yang bisa merubah suaranya supaya bisa sama persis dengan Zayn. Dan penyamaran keduanya tidak akan ada yang menyadari itu semua. Keduanya sangat menyukai ini semua dengan begitu klan mereka tidak menyadari jika itu bukan Jeff maupun Marcos.
"King, apa anda yakin ini akan berhasil melakukan ini semua?" tanya Austin yang memang belum tahu sepak terjangnya Zayn sebelilum-sebelumnya.
"Lihat saja nanti akan seperti apa" jawab Zayn yang langsung menutup layar laptop nya dan dia bangkit dari duduknya untuk segera pergi setelah mengatakan itu pada Austin.
Zayn langung pergi dan masuk kedalam mobilnya untuk segera keluar dari markas nya. Dengan sigap Max dan Jo sudah menyalakan mobilnya untuk segera mengantarkan Tuan nya untuk pulang kembali.
Seatelah sampai didepan mainson nya Zayn langsung masuk saja melalui pintu yang langung menghubungkan kedalam kamarnya tanpa melewati ruang tamu dulu. Jadi Zayn bisa langung masuk saja melalui lift lain menuju kamar yang sekarang sudah ada menunggu lain selain dirinya.
Sebelum Zayn menikah dan dekat dengan Azalya, dia jarang untuk pulang ke mainson nya sendiri. Dia lebih sering menghabiskan waktunya didalam markas maupun di EDC.CORP yang mana disana sudah ada tempat untuk istirahat yang nyaman untuknya.
Semenjak dia sudah bisa merasakan kedekatan dengan lawan jenis dan juga bisa memilikinya. Membuat Zayn setiap hari pulang dan akan selalu tidur didalam kamarnya yang sangat megah dan juga mewah. Melebihi dari kamar seorang bangsawan sekalipun.
Pemandangan pertama yang dia lihat adalah Azalya yang ternyata belum tidur. Zayn datang mendekatinya tanpa membuat suara sedikitpun hingga Azalya merasa kaget saat ada tangan kekar tiba-tiba memeluk pinggangnya dari belakang dengan sangat erat dan juga lembut.
"Dari mana? Kenapa harus pulang? Apa masalahnya sudah selesai?" tanya Azalya yang membalas pelukan Zayn tak kalah eratnya dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Zayn.
"Dari kantor. Sudah selesai semuanya, kenapa belum tidur?" jawab Zayn yang bertanya juga pada Azalya yang masih memeluknya dengan hangat juga penuh cinta dan kerinduan walau hanya ditinggal beberapa jam saja.
"Syukurlah jika sudah selesai. Aku sengaja menunggu hubby, lagi pula kan aku sudah tertidur dengan sangat lama tadi. Jadi belum mengantuk sekarang" jawab Azalya yang sekarang mendongakan kepalanya menatap wajah pria yang dia cintai dan juga dia sayangi sepenuh hati dan jiwanya.
"Jadi apa yang kamu inginkan sekarang?" tanya Zayn yang menatap Azalya dengan pandangan yang sangat teduh dan berbeda dari biasanya.
"Hanya ingin berdua dan juga bersama dengan hubby seperti ini dan tidak ingin lepas dari pelukan hubby" jawab Azalya dengan tersenyum yang paling manis pada Zayn dan itu membuat Zayn semakin gemas melihatnya.
"Jika begitu jangan pernah melepaskan nya. Karena jika sudah lepas, akan sangat sulit untuk meraihnya kembali" ucap Zayn yang malah me*emas bo*ong Azalya dengan sangat gemasnya dan juga membuat sang empunya mengaduh kesakitan.
"Aw!! Hubby ih, sakit tahu" ucap Azalya yang langsung memukul gemas dada bidang Zayn perlahan.
Zayn yang melihat tingkah Azalya saat ini membuat Zayn tersenyum bahkan tertawa dengan ucapan Azalya sekarang. Dan itu membuat Azalya melongo baru pertama kali melihat Zayn yang tersenyum bahkan tertawa saat ini. Azalya hanya diam saja menyaksikan pemandangan yng sangat langka ini dihadapan nya.
'By, hubby tersenyum dan tertawa untuk ku dan dilihat oleh ku saja? Semoga saja hubby akan selalu seperti ini jika sedang berdua dengan ku. Tidak masalah jika dengan yang lain dingin atau bahkan kejam sekalipun. Yang penting didepan ku tidak' ucap Azalya dalam hati sambil terus menatap wajah rupawan Zayn yang sedang tersenyum sangat lepas itu, membuat hatinya semakin berdebar tidak karuan dibuatnya.
Zayn yang masih tersenyum menatap pada Azalya yang juga sedang menatapnya sejak tadi. Apa lagi mereka saling tersenyum bersama hingga entah siapa yang memulainya. Keduanya sedang saling mematuk dan juga saling meresapi perasaan masing-masing.
Zayn melepasakan tautan nya dan menyatukan keningnya dengan kening Azalya. Nafas keduanya saling memburu dan juga memejamkan mata keduanya dengan erat untuk menahan gejolak didalam dadanya masing-masing. Zayn sedang menahan sesuatu yang ingin segera dipuaskan, tapi dia merasa kasihan pada Azalya yang mungkin saja merasakan kelelahan. Karena sejak siang hingga sore mereka berdua, lebih tepatnya Azalya sudah bermain semua wahana yang ada didalam taman bermain.
"By, jika hubby menginginkan nya silahkan saja. Ini adalah sudah kewajiban dan juga tugas ku sebagai istri kamu yang sah, juga sudah wajib juga mendapatkan nafkah batin dari kamu By" ucap Azalya yang melihat Zayn sedang menahan has*atnya yang mungkin sudah memuncak.
"Jika begitu aku tidak akan sungkan lagi dengan semua ini" ucap Zayn yang langsung melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.
Zayn menuntun Azalya untuk menuju ranjang yang akan ada gempa lokal melada. Dengan keduanya tidak akan pernah bisa berhenti untuk melakukan setiap guncangan yang mereka timbulkan. Hingga sudah hampir pagi baru mereka berdua melakukan olahraga ranjang.
Keduanya langsung tepar dengan keadaan yng masih sama-sama polos dan hanya ditutupi oleh selimut tebalnya saja. Keduanya saling memeluk dan juga menciumi kehangatan didalamnya. Hingga pagi menjelang keduanya tidak ada yang bangun dan merasa terusik dengan suara berisik dibawah sana karena ulah Oma Rena yang sedang membuat kegaduhan dengan pelayan yang ada didalam mainson.
Hingga suara Oma Rena saja tidak bisa membangunkan keduanya yang masih berada didalam mimpinya yang mungkin saja sedang diatas awan dengan berpelukan bersama seperti keadaan yang sebenarnya.
Oma Rena memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar cucu dan cucu mantunya yang masih terlelap dengan sangat nyenyaknya. Oma Rena langsung mbuka tirai jendela dan juga membuaka semua jendela dan juga pintu yang ada didalam kamar Zayn supaya udara dan juga cahaya matahari pagi bisa masuk supaya membuat keduanya bangun dipagi yng sangat cerah ini.
Azalya hanya terlihat rambutnya saja. Sedangkan Zayn menutupi tubuhnya sebatas dada saja. Zayn yang mulai membuka matanya ingin segera murka pada seseorang yang berani mengganggu tidurnya. Tapi tidak jadi, saat dia menggunakan kacamata nya. Yang dia lihat adalah Oma Rena sedang berdiri menatapnya dengan berkacak pinggang.
.
.
Othor sudah up bab panjang ya...
Jadi jangan komplen kurang panjang...
Jangan lupa vote dan hadiahnya... Ini sudah senin, wajib tinggalkan vote untuk King Z ya 😉