
"Mama mempersiapkan ini semua untuk kami berdua? Kenapa Mama nggak pakai saja untuk keperluan Mama dan Mama gunakan? Kenapa Mama malah memberikan ini semua untuk kami?" tanya Tami yang merasa sangat terharu. Walau itu hnya sebuah kalung yang sudah ketinggalan zaman dan juga tidak sebagus seperti teman-temannya kenakan.
"Mama memang sengaja ingin memberikan nya pada kalian. Ini Mama berikan cincin ini untuk kamu nak, terserah akan kamu gunakan atau tidak nantinya. Mama hanya bisa memberikan hadiah seperti ini pada kamu, putra pertama Mama" ucap Mama Sinta yang memberikan cincin perak untuk Tama.
"Ini sangat bagus dan sangat berharga dari apapun Ma. Terimakasih banyak" ucap Tama yang tersenyum saat memegang cincin yang diberikan oleh sang Mama padanya.
"Itu bisa untuk cincin pernikahan kami nanti atau akan kamu simpan saja. Itu terserah pada kamu nak, Mama hanya bisa memberikan hadiah yang mungkin tidak bernilai sama sekali ini" ucap Mama Sinta yang mengatakan nya sambil tersenyum.
"Terimakasih Ma, ini jauh lebih baik dan lebih bermanfaat untuk Tama. Nanti akan Tama sesuaikan dengan cincin yang akan Tama beli untuk Zaniya" ucap Tama dengan wajah yang berseri-seri dan juga penuh kebahagiaan.
"Kita lebih baik bersiap sekarang kak, kakak nggak mau kamu jika nanti malah ditolak sebelum masuk karena telat beberapa menit atau detik saja?" ucap Tami yang mengatakan itu pada Tama.
"Iya, kakak akan bersiap. Mama dan kamu juga, jangan lama-lama bersiap-siapnya" ucap Tama yang langsung masuk kedalam kamarnya dan segera bersiap.
"Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar Ya Allah... Amin" ucap Tama sebelum dia berganti pakaian setelah mandi.
"Bismilah, semoga lancar" ucap Tama sebelum keluar dari kamarnya dan menghampiri Mama dan adiknya.
"Tadi siapa yang bilang jangan kelamaan? Malah kakak sendiri yang lama" sindir Tami yang melihat Tama sudah bersiap dan berpenampilan sangat rapih juga seperti anak muda.
"Jangan seperti itu nak, lihat wajah kakak kamu yang sudah sangat tegang itu. Jangan kamu godain lagi" ucap Mama Sinta pada putrinya.
"Habisnya kakak lama Ma, aku sudah tidak sabar ingin melihat seberapa besarnya rumah calon kakak iparku itu" ucap Tami yang sudah sangat antusias untuk pergi ke mainson Zayn.
"Sabar dulu, kamu disana jangan mempermalukan kakak ya" ucap Tama yang sudah masuk kedalam mobil dan segera melaju menuju kediaman Malik.
"Tentu saja kak, aku akan menjaga sikap dan bicara ku. Aku juga tidak ingin keluarga kita malu karena aku kak" jawab Tami dengan sangat mantap dan dia sangat semangat sekali.
Keluarga Tama sedang meluncur untuk memenuhi undangan dari Zaniya dan Daddy nya. Sedangkan Zaniya sudah heboh bukan main membuat seisi mainson menjadi pusing akan ulahnya itu. Bagaimana tidak pusing dan juga kelas padanya. Azalya sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat semupurna malah dikacaukan oleh Zaniya yang meminta ini dan itu.
Bahkan Zahiya saja harus turun dari kamarnya karena pendengaran nya sangat terganggu oleh aktifitas semua orang yang ada dilantai bawah.
"Opa, ini ada apa? Kenapa semua orang sibuk dan juga sangat panik?" tanya Zahiya pada Pak Mun yang kebetulan lewat didepannya.
"Nona Queen, Nona Muda akan kedatangan calon tunangan nya dan semua ini untuk menyambut kedatangan mereka" jawab Pak Mun yang menjelaskan pada Zahiya.
"Oh, apa keluarga yang lain juga datang?" tanya Zahiya lagi.
"Iya Nona Queen. Mereka sudah berkumpul semua dihalaman belakang" jawab Pak Mun lagi dan menunjuk halaman belakang yang sudah ramai oleh keluarganya dari Daddy maupun Mommy nya.
"Apa ini akan dilangsungkan secara meriah dan mengundang orang-orang juga Opa? Atau hanya keluarga inti saja?" tanya Zahiya lagi yang melihat sosok yang tidak asing lagi dimatanya.
"Hanya para sahabat dari kedua Nyonya besar saja Nona Queen. Karena mereka bilang ingin melihat calon menantu keluarga Wijaya dan Malik" jawab Pak Mun dengan sopan sesekali membungkukan tubuhnya.
"Terimakasih Opa infonya. Opa boleh melanjutkan kembali pekerjaan Opa" ucap Zahiya yang meminta Pak Mun mengerjakan tugasnya lagi.
"Baik Nona Queen. Saya permisi" ucap Pak Mun yang langsung pergi setelah berpamitan pada Zahiya.
"Dia memang sama seperti Mommy yang selalu membuat kegaduhan" gumam Zahiya yang langsung masuk kembali kedalam kamarnya.
"Jadi dia adalah disini juga. Kenapa sedikit berbeda dari sebelumnya? Biarkan sajalah, kenapa juga aku memikirkan nya. Tidak penting" ucapnya yang langsung menutup pintu balkon kamarnya dan dia mengurung diri dikamarnya.
Sedangkan Zaniya sudah terlihat sangat cantik. Karena dia didandani oleh MUA terkenal dan itu atas saran dari Azalya yang tidak mau jika putrinya ini berpenampilan biasa-biasa saja. Saat semuanya sudah berkumpul tidak lama terdengar suara mobil memasuki halaman mainson dan mereka semua sudah bisa menebak siapa yang datang.
Benar saja Tama, Mama Sinta dan Tami sudah turun dari mobil sambil membawa barang-barang yang memang sengaja mereka bertiga bawa untuk calon besan nya.
"Assalamualaikum, selamat malam. Saya Mama nya Tama" ucap Mama Sinta yang mengucapkan salam bersama-sama lalu memperkenalkan dirinya pada semua orang.
Wa'allaikumsalam, selamat malam juga. Mari silahkan masuk" jawab Azalya, Mama Soraya dan Mommy Vita yang menyambut mereka.
Mama Soraya sepertinya mengenal wanita itu, tapi dia belum bisa mengingatnya. Sedangkan Mama Sinta merasa kaget dengan yang dia lihat. Dia melihat seseorang dari masa lalunya ada disini juga. Dia terlihat sangat tegang dan bisa dirasakan oleh Tama dan Tami.
"Ma, apa Mama baik-baik saja? Mama berkeringat dingin. Apa Mama sakit?" tanya Tama sambil berbisik pada Mama Sinta.
"Mama baik-baik saja nak. Mama hanya gugup saja bertemu dengan orang-orang besar seperti mereka" jawab Mama Sinta dengan berbisik juga.
"Maaf kami datang tidak membawa apa-apa. Hanya bisa membawakan ini yang mungkin saja bisa bermanfaat" ucap Mama Sinta yang menyerahkan parsel berisi buah-buahan dan juga jajanan pasar saja. Tidak lupa membawa sedikit oleh-oleh dari tempat mereka tinggal.
"Jangan sungkan seperti itu mbak, saya selaku Mommy dari Zaniya sangat menerimanya dengan senang hati. Justru sebaiknya jangan repot-repot seperti ini, cukup membawa calon dari putri saya saja sudah cukup" ucap Azalya yang mencairkan suasana yang sedikit tegang sejak tadi.
"Terimakasih banyak untuk semua ini Nyonya. Saya pribadi sebagai Ibu dari Tama ingin meminang putri anda untuk menjadi pendampingnya disaat susah maupun senang. Maaf jika kata-kata saya sedikit membosankan dan tidak berkenan dihati Nyonya dan keluarga. Intinya kami meminang putri anda untuk putra saya Wiratama" ucap Mama Sinta pada Azalya dan seluruh keluarga yang ada disana.
"Jangan sungkan mbak, saya saja memanggil anda dengan sebutan mbak. Masa mbak memanggil saya Nyonya? Lebih baik panggi Azalya saja atau selain Nyonya, saya tidak enak dengan itu semua" ucap Azalya yang tidak ingin jika Mama Sinta memanggilnya dengan sebutan Nyonya.
"Baiklah, maaf jika nama akan sangat tidak sopan bagaimana jika saya panggil dek saja?" tanya Mama Sinta memberi saran.
"Kami serahkan saja pada anda semua bagaimana baiknya saja. Karena maaf saja, saya tidak bisa memberikan apa-apa selain do'a untuk mereka berdua. Karena kami tidak bisa dan tidak mampu jika harus memberikan sesuatu yang mewah. Karena kami tidak bisa melakukan itu" ucap Mama Sinta sambil menunduk merasa sangat rendah diri dihadapan para orang-orang terpandang ini.
"Baiklah, niat baik memang harus disegerkan. Apa lagi mereka berdua selalu bersama setiap saat, kami tidak ingin jika mereka melakukan kesalahan nantinya. Terutama putri kami yang nakal ini. Bagaimana jika pernikahan nya dilangsungkan tiga bulan dari sekarang? Karena semuanya membutuhkan proses?" tanya Mama Soraya yang menentukan tanggal dan bulan mereka menikah.
"Kami setuju saja. Itu memang jarak yang tidak terlalu cepat dan terlalu lama. Kami setuju saja dan kami siap untuk itu" jawab Mama Sinta yang menyetujuinya.
Semua orang berbincang-bincang hingga Mama Sinta merasa tidak enak jika semuanya diserahkan pada pihak perempuan. Walau bagaimana pun mereka adalah pihak laki-laki dan wajib memberikan sesuatu pada pihak perempuan. Jadi Mama Sinta berniat menjual rumahnya dan akan tinggal bersama dengan Tama dikontrakan. Walau berat tapi itu harus ditempuh olehnya.
"Insya Allah, kami juga akan memberikan semamu kami. Maaf jika nominalnya hanya sedikit" ucap Mama Sinta yang menunduk malu mengatakan semuanya pada calon besan nya.
"Jangan seperti itu. Biarlah kami yang menanggung semuanya, karena kami hanya ingin mereka bahagia dan tidak mengharapkan sesuatu yang lebih dari itu. Karena kami ingin mereka berdua bahagia, itu saja. Karena menurut saya semuanya itu adalah masalah yang gampang. Maaf bukan nya saya ingin merendahkan anda dan keluarga anda. Karena saya sangat menghargai niat tulus kalian kemari saja sudah sangat bersyukur. Berarti anda memang benar-benar serius terhadap putri kami ini. Itu adalah hal yang paling utama" jelas Mommy Vita yang ikut berbicara pada Mama Sinta.
"Terimakasih banyak Nyonya. Terimakasih, apa lagi disambut dengan sangat baik dan juga ramah saat kami baru datang" ucap Mama Sinta yang sudah berkaca-kaca mengatakan itu semua.
"Sama-sama, maaf sebelumnya. Saya selaku Mama dari Azalya mau bertanya sejak tadi. Tapi takut salah mengenali seseorang, apa anda ini Sinta yang bekerja dipabrik WJ.CORP? Saya ingin menanyakan itu semua takutnya bukan anda. Tapi saya sungguh sangat penasaran akan hal itu" tanya Mama Soraya yang diangguki oleh Mama Lulu dan Mama Rina pada Mama Sinta.
"Iya, saya memang Sinta yang itu. Maaf apa saya mengenal anda semua? Saya sungguh tidak mengenali anda-anda semua" tanya Mama Sinta yang takut jika dugaan nya adalah benar. Jika mereka adalah Soraya, Lulu dan Rina.
"Benarkan Sora dugaan aku sejak tadi. Jika dia ini Sinta temen kita yang dulu" ucap Mama Rina dengan heboh.
"Jadi... Jadi kalian adalah..." ucap Mama Sinta yang h akhirnya menangis terharu karena bisa bertamu kembali dengan teman-temannya yang dulu bekerja satu pabrik.
(Jika penasaran, baca saja novel Othor yang berjudul TERNYATA SUAMIKU ORANG KAYA) Othor nya promo teroosss 😁😁😁. Yuk lanjut, Cekidot.
"]ya kamu adalah Soraya, Lulu dan Rina. Masa kamu bisa melupakan kamu sih? Maaf ya tadi tidak menyapa kamu, kami hanya ingin memastikan dulu" ucap Mama Lulu yang mengatakan nya sambil tersenyum.
"Bagaimana kabar kamu? Oh iya, Siva juga bagaimana? Apa kalian masih sering bertemu atau kontak-kontakan?" tanya Mama Rina heboh dan dia mengatakan nya dengan sangat antusias.
"Alhamdulilah seperti yang kalian lihat. Kalian sangat beruntung masih bisa bersama-sama walau sudah menikah dan memiliki anak-anak juga mungkin sudah ada yang memiliki cucu. Berbeda dengan ku dan Siva, terakhir kalinya kami berhubungan baik itu sepuluh tahun yang lalu. Dan aku mendapatkan kabar jika dia sudah tiada beberapa bulan yang lalu" jawab Mama Sinta pada Mama Soraya, Mama Lulu, dan Mama Rina.
"Inalillahi wainnailahihi rojiun, semoga amal ibadah Siva diterima disisinya. Dan dilapangkan kuburnya. Lalu dia dimana sekarang? Maksudnya keluarganya atau anak-anaknya berada dimana?" tanya Mama Soraya yang menanyakan itu pada Mama Sinta.
"Dia sampai menjelang ajalnya tidak memiliki suami apa lagi anak. Setelah dia mengalami kecelakaan dan harus diangkat rahimnya membuat suami dan mertuanya meminta untuk menceraikan nya dan meninggalkan wanita yang tidak berguna katanya. Pada saat itu aku melihat dia memang sangat memprihatinkan juga dia tinggal bersama para anak-anak yatim piatu dipanti asuhan. Karena dia sangat menyayangi anak-anak, makanya dia berada disana untuk bantu-bantu dan menjaga anak-anak" jelas Mama Sinta yang sudah menagis karena sahabatnya itu tidak seberuntung dirinya.
"Ya Allah. Tega sekali keluarga dan suaminya itu" ucap Mama Lulu yang menutup mulutnya merasa sangat kaget dan juga kasihan.
"Ya sudah, yang sudah terjadi biarlah terjadi. Kita semua juga pasti akan mendapatkan apa yang dia dapatkan. Seperti kematian siapa yang tahu? Sekarang ini kita sedang menyambut kebahagiaan untuk putra kamu yang akan menjatuhkan bagian dari kami semua. Malah akan menjadi cucuku" ucap Mama Soraya yang disambut gelak tawa oleh semua orang yang ada disana.
"Benar juga. Tapi lebih baik kamu Sin, anak ku belum juga mau menikah. Padahal sudah lebih tua dari putra kamu itu" ucap Mama Lulu yang menghembuskan nafasnya sedikit kasar saat mengingat David, putranya.
"Sabar Jeng, siapa tahu bakalan berjodoh juga sangat menjadi cucunya Sora juga. Hahaha" ucap Mama Rina yang tergelak keras saat mengatakan nya.
"Aku sih tidak dengan siapa saja. Asalkan dia adalah wanita baik-baik dan juga dari keluarga baik-baik juga. Tidak perduli dari mana asalnya, yang penting baik dan menerima putraku itu apa adanya dan ada apanya" ucap Mama Lulu yang malah membuat Mama Soraya dan Mama Sinta tertawa juga mendengar ucapan nya yang terakhir.
"Kamu memiliki putri kan Sin? Jodohkan saja dengan David, putranya Lulu" tanya Mama Rina yang menawarkan David pada Mama Sinta.
"Kalo saya tidak mau seperti itu Rin. Aku akan mendukung apapun keputusan mereka, karena aku tidak ingin jika mereka mengalami kejadian seperti yang aku alami sekarang. Karena aku dulu dijodohkan dan akhirnya tidak langgeng. Aku tidak mau itu terjadi pada putriku. Siapapun dan apapun yang dia pilih akan aku dukung, seperti yang dikatakan oleh Lulu tadi" ucap Mama Sinta pada ketiga temannya itu.
Disaat para teman lama berkumpul saling mengobrol ngalor ngidul dan berada sedang reonian berempat. Sedangkan ditempat lain ada sosok pria muda yang sedang menyendiri ditaman samping yang jauh dari keramaian sedang berdiri sambil menatap langit malam yang mendung tapi tidak turun hujan.
Tiba-tiba ada seorang gadis yang datang dan tidak sengaja menabraknya dan membuat keduanya terjatuh bersama-sama.
"Maaf Tuan, maaf saya tidak sengaja. Saya sedang terburu-buru ingin kekamar mandi, tapi malah nyasar kemari. Sekali lagi maafkan saya Tuan, maaf" ucap gadis tersebut yang tidak lain adalah Aditami atau sering dipanggil Tami.
"Iya tidak apa-apa. Jangan seperti itu, bangunlah" ucap seorang pria muda yang tidak lain adalah Daffy.
"Sekali lagi maafkan saya Tuan. Pakaikan anda jadi kotor karena saya" ucap Tami yang sangat merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, hanya pakaian saja dan gampang dibersihkan. Apa kamu sudah kekamar mandinya?" ucap Daffy dengan sangat ramah dan dia juga bertanya pada Tami.
"Belum Tuan, saya tidak tahu dimana letak kamar mandinya. Rumah ini begitu besar dan saya tidak tahu" jawabnya sambil menunduk dan mere*as pakaian yang dia kenakan.
"Mari saya antar" ucap Daffy yang mengantatkan Tami menuju kamar mandi yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya...
Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗