Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Utusan Zayn



Azalya menuruti apa yang dikatakan oleh Gabby untuk keluar dari ruangan yang nanti akan menjadi ruangan periksa untuk dirinya. Azalya melihat Mama Soraya sedang menyiapkan berbagai perlengkapan untuk sarapan, termasuk pesanan dari Azalya yang menginginkan bubur ayam buatan Mama Soraya sendiri.


"Dari mana sayang?" tanya Mama Soraya yang melihat putrinya sudah duduk lebih dulu diruang makan sambil memakan buah-buahan yang ada diatas meja.


"Dari kamar tamu, mempersiapkan untuk menjadi ruangan periksa untuk ku nanti Ma" jawab Azalya yang masih mengunyah buah strawberry yang sengaja Mama Soraya beli untuk Azalya.


"Ruangan periksa?" beo Mama Soraya yang tidak mengerti dengan ucapan dari Azalya.


"Iya Ma, hubby sengaja mendatangkan alat-alat medis untuk segala macam pemeriksaan kehamilan kesini dan aku tempatkan dikamar tamu. Tidak apa-apa kan Ma?" jawab Azalya pada Mama Soraya dan juga meminta persetujuan tapi sudah dia gunakan untuk menyimpan alat-alat itu.


"Apa kamu serius Aza? Masak alat-alat medis bisa dibawa kemari dan itu ditempatkan dirumah pribadi. Apa itu tidak akan jadi masalah nantinya?" tanya Mama Soraya yang terlihat panik akan semua yang akan terjadi nantinya.


"Entahlah, aku tidak tahu" jawab Azalya sambil mengedipkan bahunya saja. Karena dia sendiri juga tidak tahu, karena ini adalah pengalaman pertama dan juga semua keluarganya juga tidak sampai melakukan hal besar seperti itu.


"Berarti suamiku itu memang the real sultan Ma" ucap Azalya dengan cueknya dan masih terus mengunyah buah strawberry yang ada diatas meja hingga hampir habis semua dia makan sendiri.


"Ma, kenapa didepan ramai sekali? Apa Mama memesan barang atau perabotan gitu?" tanya Alkana yang baru ikut bergabung tapi dia mendengar jika didepan sangat berisik dipagi ini.


"Itu barang-barangnya Azalya kak" jawab Azalya yang malah berganti memakan buah kedondong uang masam tanpa mengupasnya, dan itu hanya dicuci juga dipotong-potong oleh Dabby yang sedang berdiri disampingnya.


"Barang-barang kamu? Barang-barang seperti apa yang kamu pesan Aza? Dan, dia juga siapa?" tanya Alkana yang menatap Azalya dan berganti menatap wanita yang disamping Azalya.


"Alat-alat medis untuk memeriksakan kandungan ku kak. Dan itu bukanlah aku yang memesan, melainkan hubby yang mengatur semuanya. Termasuk dengan dia juga" jawab Azalya yang terus mengunyah dan tidak merasakan ngilu atau asam sedikitpun dari ekspresi wajah Azalya.


"Jadi semua ini dari Z? Dan untuk apa wanita itu juga Zayn berikan pada kamu? Aneh-aneh saja" tanya Alkana yang menggelengkan kepalanya tidak habis fikir dengan semua yang dilakukan oleh Zayn untuk adiknya ini.


"Dia akan menjadi perawat pribadi ku sendiri kak, dan juga ada satu lagi kak. Dia adalah seorang dokter ahli obgyn yang sedang menata semua alat-alat medis didalam kamar tamu" ucap Azalya lagi dengan menatap kakak nya yang hanya mengangguk saja.


Tak lama kemudian Papa Danu juga ikut bergabung dengan kedua anak-anaknya yang sudah duduk dengan tenangnya menunggu Papa dan Mama nya bergabung.


"Aza, berhenti dulu makan buah masamnya. Sarapan dulu, nanti kamu lanjutkan lagi" ucap Papa Danu yang memerintahkan putrinya supaya tidak memakan buah kedondong lagi.


"Iya Pa" jawab Azalya dengan menyingkirkan piring buahnya dari hadapan dirinya.


"Dabby, panggilkan Gabby untuk ikut bergabung sarapan bersama" ucap Azalya pada Dabby yang masih setia berdiri disampingnya.


"Tidak apa-apa Nyonya, nanti saja kami sarapan nya. Lebih baik anda saja dulu, baru setelah itu kami" jawab Dabby yang menolaknya dengan halus keinginan Azalya padanya.


"Baiklah" jawab Azalya yang langsung menyantap bubur buatan Mama Soraya yang sudah agak hangat, jadi bisa langsung dia makan dengan sangat lahapnya. Dan itu disaksikan oleh semua orang yang ada diruangn makan itu.


"Papa, mungkin akan pulang terlambat lagi Ma. Karena ini adalah awal tahun yang akan sangat sibuk, begitu juga dengan Alkan yang akan membantu Papa juga disana. Jadi jangan menunggu Papa dan juga Alkan" jelas Papa Danu yang memberitahukan jika dia akan pulang sangat terlambat.


"Iya Pa, kalian berdua hati-hati dan jangan lupa untuk makan dan tidak boleh telat makan jika waktunya sudah datang" jawab Mama Soraya yang memberikan ultimatum pada Papa Danu dan Alkana.


"Siap Ma" jawab keduanya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Mama Soraya pada mereka berdua.


Mereka berempat sarapan dengan sangat lahap dan juga dia dengan tenang. Hingga mereka berhenti karena ada tamu yang datang sepagi ini kerumah mereka. Dan ternyata itu adalah Mom Vita yang datang membawakan berbagai macam makanan yang dia masak sendiri untuk Azalya.


"Assalamualaikum. Maaf ya mengganggu waktu sarapan kalian semua" ucap Mom Vita yang langsung memberikan makanan itu pada Azalya yang baru saja menghabiskan bubur ayamnya.


"Wa'allaikum salam, tidak apa-apa Mom. Ini apa Mom?" jawab semua orang dan Azalya juga bertanya apa yang dibawa oleh Mom Vita untuknya.


"Mommy sengaja memasaknya untuk kamu sayang. Semoga kamu suka ya, soalnya Mommy tidak tahu makanan kesukaan kamu" jawab Mom Vita yang membawakan soup daging kepiting dan juga udang goreng tepung yang mana itu adalah makanan kesukaan Zayn sejak kecil.


"Wah... Ini pasti sangat enak, baunya saja sudah enak seperti ini" ucap Azalya yang sudah membuka wadah yang diberikan oleh Mom Vita padanya.


"Syukurlah jika kamu suka sayang. Maaf, ya jika kamu tidak menyukainya. Jika Azalya suka dan menginginkan nya lagi, Mommy dengan senang hati membuatkan nya untuk Azalya" ucap Mom Vita yang mana langsung tersenyum dan juga mengusap kepalanya Azalya dengan penuh kelembutan.


"Terimakasih banyak Mom. Aku sangat menyukainya. Apa Mommy kemari sendirian?" ucap Azalya yang menatap wajah Mom Vita yang sangat teduh dan juga sangat tulus padanya.


"Mommy tadi kemari diantarkan oleh Zayd. Dia sekalian mau berangkat kerja, dan kebetulan satu arah dengan Mommy. Jadi Mommy bareng dia" jawab Mom Vita yang masih mengusap kepala Azalya.


"Sora, aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Kebetulan juga aku ingin sekali memasak itu dan juga disana menantu ku juga ada yang ingin memakan itu semua, jadi sekalian saja aku buatkan untuk Azalya juga. Jadi jangan pernah merasa merepotkan atau apapun itu" jelas Mom Vita yang merasaemang tidak apa-apa jika dia membawakan makanan untuk Azalya, menantunya ini.


"Syukurlah jika mbak memang tidak merasa seperti itu. Saya hanya tidak enak saja" ucap Mama Soraya yang masih saja sungkan pada Mom Vita.


"Sudah-sudah, kenapa jadi membahas ini semua. Mommy langsung pulang ya sayang, maaf tidak bisa lama-lama disini. Mommy harus menemani Daddy yang akan melakukan perjalanan bisnis" ucap Mom Vita yang sekalian berpamitan juga pada Azalya dan yang lainnya.


Setelah kepergian Mom Vita, Azalya kembali menyantap semua makanan yang Mom Vita bawakan untuknya. Azalya sangat menikmati semua makanan yang diberikan oleh Mom Vita hingga habis semua dan tidak bersisa sedikitpun juga.


"Kamu bersyukur Aza memiliki Ibu mertua yang sangat baik pada kamu. Kamu harus berbakti juga padanya, karena dia adalah Ibu dari suami kamu. Jadi jangan pernah mengecewakan nya" ucap Mama Soraya yang memberikan nasehat pada Azalya.


"Iya Ma, Aza akan melakukan itu. Karena Aza juga sangat menyayangi Mommy" jawab Azalya yang diangguki oleh Mama Soraya.


"Ya sudah, ini sudah siang. Papa berangkat dulu ya, Aza jangan ceroboh lagi. Ingat kamu itu sedang mengandung" ucap Papa Danu yang memberikan peringatan pada Azalya yang hanya mengangguk dengan ucapan dari Papa Danu padanya.


"Alkan juga berangkat Ma. Assalamualaikum" ucap Alkana juga berpamitan pada Mama Soraya dan juga Azalya.


Setelah kepergian Papa Danu dan juga Alkana. Mama Soraya dan Azalya memutuskan untuk jalan-jalan pagi disekitaran taman yang tidak jauh dari rumah mereka. Disana Azalya terlihat sangat senang dan juga bersemangat. Seolah dia lupa jika dia sedang ditinggalkan dinas oleh Zayn yang entah sampai kapan.


.


Sedangkan di negara yang berbeda, lebih tepatnya di America. Dimana Zayn barusaja menginjakan kakinya dibandara, sudah ada beberapa orang yang sengaja ingin membunuhnya dengan menggunakan senjata yang ada ditangan mereka semua.


Zayn untungnya tidak pernah melepaskan topi dan juga maskernya sehingga dia tidak perlu khawatir jika mereka akan tahu wajahnya yang sebenarnya. Zayn menggunakan dua belati kesayangan nya yang tidak pernah dia tinggalkan walau sekejap saja.


SRAK...


SRAK...


SRAK...


Dengan mudahnya Zayn membantai semua orang yang menghadangnya dengan kecepatan yang dia miliki. Zayn seperti sedang tidak menggunakan senjata sama sekali. Dengan Angga yang selalu ada dibelakang Zayn untuk melindunginya dari serangan para klan nya yang dari belakang.


Semua anggota Zayn sudah datang dan sekarang Zayn bisa melarikan diri setelah bantuan nya datang untuk bisa membuat semua musuhnya tidak bisa berkutik lagi menghadapinya.


"Anda naik saja King?" tanya Angga yang mana mereka sudah berada didalam mobil menuju markasnya. Zayn tidak pulang menuju mainson nya, karena dia pasti akan selalu mengingat Azalya jika dia pulang kesana.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja. Dia terus menatapi layar pad yang ada ditangan nya saat ini. Dia melihat ada beberapa mobil yang mengikutinya dengan kecepatan penuh. Dan itu membuat Zayn langsung memberikan kode pada Angga untuk membawa mereka masuk kedalam hutan yang tidak jaauh dari mereka saat ini.


"King, dibelakng ada kira-kira sepuluh bahkan lebih mobil yang sedang mengejar kita. Apa anda yakin akan membawa mereka kehutan ini?" tanya Angga yang tidak yakin dengan semua ini.


"Lakukan saja, biarkan nanti kita fikirkan kembali. Jika tidak masuk kedalam hutan, yang ada kita akan masuk kedalam jurang didepan sana" ucap Zayn yang terus menatapi layar pad nya yang semakin mendekat mobil-mobil yang sedang mengejarnya.


Hingga sudah sampai ditengah hutan, Zayn dan Angga turun untuk berkamungflase digelapnya malam ini. Dan itu sangat mendukung Zayn untuk melakukan itu semua dengan mudah. Zayn juga menggunakan senjata untuk bisa lebih cepat menghabisi mereka semua. Zayn menggunakan peredam suara pada setiap senjatanya dan juga senjata milik Angga. Jadi mereka berdua dengan mudah menggunakan senjata itu tanpa diketahui oleh klan nya yang sedang mencarinya.


"Kita cari mereka. Mereka pasti masih ada disekitaran sini, jangan sampai lolos lagi. Karena ini bayaran nya sangat tinggi" ucap seseorang yang memang diperintahkan untuk membunuh Zayn dengan mudah atau tidak. Yang pasti semua itu dengan bayaran yang sangat besar untuk mereka semua.


.


.


.


Tegang nggak sih??? Othor saja nulisnya sambil tutup mata 🙈🙈, soalnya berasa ada didalamnya...


Othor tunggu like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Subscribe dan pollow akun Othor...