Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Tree best friends



Zayn membuka halaman pertama dari album foto tersebut dan menatap satu persatu dari yang ada disana dengan seksama dan tatapan nya tertuju pada foto tiga orang pria muda yang sedang berfoto bersama dengan tersenyum sangat bahagia diwajah ketiganya.


"Ini?" tanya Zayn mentap bik Sumi yang mengangguk mengiyakan apa yang ada dalam fikiran Zayn.


"Itu adalah Tuan besar Surya Pratama yang nama aslinya adalah Alberto Pratama Putra. Dan yang kedua adalah Tuan Louis Edison dan yang terakhir adalah Tuan Addofo Barnard yang ketiganya adalah berteman sejak kecil hingga dewasa. Hingga sampai ketiganya harus berpisah karena salah satu dari mereka memiliki seorang wanita yang bisa membuat ketiganya saling beradu hingga sampai saat ini saling bermusuhan" jelas bik Sumi yang mengingat kejadian puluhan tahun silam.


"Kejadian nya itu adalah.... " ucap bik Sumi yang menceritakan semua yang dia ketahui.


Flashback On...


"Kau yakin jika kau akan menetap di negara kecil ini Albert?" tanya Addofo Barnard yang memang lebih banyak bicara dibandingkan kedua sahabatnya.


"Iya, aku juga sudah memiliki nama yang baru dan ingin juga sudah memiliki wanita yang sudah bisa membuatku jadi gila" ucap pria yang bernama Alberto Pratama Putra dengan menatap penuh senyuman kedepan sana.


"Kau pasti sudah gila! Kenapa kau malah terpikat oleh seorang wanita negara ini yang mungkin saja tidak sesuai dengan kriteria kita bro" ucap pria yang bernama Louis Edison.


"Ya, aku memang sudah gila karena cinta" jawab Alberto dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya.


"Dia memang benar-benar sudah gila. Lebih baik kita pergi saja dari sini, dari pada ikutan gila karenanya" ucap Addofo yang sudah beranjak dari duduknya untuk keluar dari ruangan kerja milik Alberto.


"Bro, mulai sekarang berhenti memanggilku Alberto atau Albert lagi. Nama ku yang sekarang adalah Surya Pratama saja, tidak ada nama lain lagi" ucap Alberto pada dua sahabatnya yang sudah ingin membuka pintu ruangan kerja milik Alberto yang sudah berganti menjadi Surya Pratama.


"Sesukamu saja. Kami pergi" ucap keduanya dengan mengibaskan tangan nya dan langsung pergi begitu saja.


"Kalian tidak tahu saja jika wanita itu sangat berbeda dan juga tidak seperti wanita-wanita pada umumnya yang suka pura-pura jaim atau hanya sekedar untuk mncari perhatian saja dan hanya mementingkan dirinya sendiri" gumam Alberto.


Lalu dia langsung mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena kedatangan dua sahabatnya yang sudah sangat dekat.


.


Sedangkan ditempat lain lagi sekarang Addofo sedang duduk sendiri ditaman karena Louis harus kembali lagi ke America untuk mengerjakan tugas pertamanya yang sedang mendirikan sebuah perusahaan besar dan itu membuatnya semakin sibuk dan jarang bertemu dengan kedua sahabatnya.


"Sial! Kenapa aku harus berada ditaman menyebalkan ini" gumam Addofo yang menatap sekeliling sedang sangat ramai dan juga pandangan nya berhenti pada sosok wanita berhijab dengan penampilan sederhana dan juga ada yang berbeda dari wanita itu dengan yang lainnya.


"Siapa wanita itu? Dia sangat berbeda dengan wanita lain. Senyumnya, senyuman nya sungguh sangat teduh dan juga menggetarkan hatiku yang selama ini memang mencari sosok wanita yang seperti itu" gumamnya pada diri sendiri yang melihat sosok berbeda.


"Bukan Addofo Barnard jika tidak bisa berkenalan dan juga tahu siapa dia dan tinggal dimana" gumam Addofo lagi yang langsung bangkit menghampiri wanita berhijab tersebut yang sedang bersama dengan seorang wanita lainnya mungkin juga seumuran.


"Hai, boleh ikut bergabung?" tanya Addofo pada semua wanita yang sedang berkumpul saling menatap dan bingung tiba-tiba ada laki-laki yang menghampiri mereka semua.


"Boleh saja silahkan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita yang menjadi incaran Addofo menjawab dan juga bertanya padanya.


"Oh, perkenalkan saya Addofo Barnard. Saya bukan asli warga disini sedang mencari reference untuk melakukan usaha baru disini. Jadi sekalian mampir kemari. Apa saya mengganggu Nona-Nona manis yang ada disini?" jawabnya sambil bertanya pada semua wanita yang sedang menatapnya dengan penuh kekaguman pada sosok pria bule didepan mereka semua.


"Tentu saja tidak mengganggu Mister, kami memang sedang mengobrol ringan saja. Ada yang bisa kami bantu Mister?" tanya salah seorang wanita dari mereka semua yang memang menatap penuh minat pada sosok Addofo yang sangat gagah dan juga terlihat bukan orang sembarangan.


"Boleh saya berkenalan dengan kalian. Mungkin saja jika bertemu dijalan tidak salah mengenali seseorang nantinya" ucapnya ingin berkenalan dengan wanita yang sejak tadi hanya diam saja dan tidak ikut nimbrung dengan para wanita lainnya.


Semua wanita sudah memperkenalkan dirinya masing-masing sekarang tinggal sosok wanita incaran nya yang belum memperkenalkan namanya.


"Anda, namanya siapa Nona?" tanya Addofo dengan sangat sopanpada wanita itu.


"Nama saya Vita Ayla Mister" jawab wanita itu dengan senyuman yang membuatnya semakin terlihat sangat menggemaskan dan juga ingin memilikinya.


"Kebetulan saya memang sudah memiliki calon suami. Tapi jika bersama-sama dengan yang lain seperti ini tidak mungkin dia akan marah" jawab Vita dengan senyuman dibibirnya.


"Benar juga" jawabnya seketika lesu mendengar jawaban dari wanita incaran nya yang ternyata sudahakan menikah.


'Bukankah sebelum janur kuning melengkung bisa ditikung bukan jika orang asli negara sini?' ucapnya dalam hati dengan menyeringai mendapatkan ide untuk bisa merebut wanita ini dari calon suaminya.


"Saya permisi duluan. Saya sudah ada janji dengan seseorang" ucapnya sambil beranjak pergi menuju sebuah mobil yang sangat dikenalnya dan itu membuat Addofo semakin penasaran dan juga ingin tahu apa benar dugaan nya jika itu adalah orang yang dia kenal.


"Apa mungkin itu dia? Jadi wanita yang membuatnya berubah wanita yang sama dengan yang aku incar. Aku akan membuat supaya wanita itu menjadi milik ku. Sorry bro, aku akan menikung kamu lebih dulu" gumam Addofo dengan seringai liciknya yang memang selalu menginginkan semuanya serba instant.


"Anda mengatakan sesuatu Mister? Sebaiknya jika anda menginginkan Vita mundur saja, karena orang yang akan mempersuntingnya bukanlah orang sembarangan. Kabar yang kami dengar adalah pemilik perusahaan terbesar dinegara ini dan juga seAsia. Jadi anda jangan berfikiran untuk merebut atau merusak hubungan mereka berdua" ucap salah seorang wanita yang sangat dekat dengan Vita Ayla.


"Benarkah? Jika boleh tahu siapa namanya? Mungkin saja saya tahu dan mungkin juga mengenalnya" tanya Addofo seolah sedang bertanya biasa, padahal berencana untuk menghancurkan hubungan keduanya.


Walau mungkin itu adalah sahabatnya sendiri, dia tidak ingin jika ada yang menjadi incaran nya lepas begitu saja. Walau itu adalah milik sahabatnya sendiri dia tidak perduli akan itu semua. Yang pasti dia bisa memilikinya, itu yang paling penting.


"Jika tidak salah namanya adalah Surya Pratama, iya itu namanya. Apa anda mengenalnya Mister?" tanya wanita yang tadi ditanya oleh Addofo.


"Sepertinya memang pernah mendengarnya, mungkin juga memang orang yang sama" jawab Addofo dengan pura-pura mengingat-ingat nama itu.


'Jadi dugaan ku benar. Jika Albert yang sudah akan menikahinya, semua yang dia katakan memang benar semuanya. Aku tidak perduli walau dia adalah sahabat kita sendiri, yang jelas dia harus menjadi milik ku' ucapnya dalam hati merencanakan sesuatu yang akan menghancurkan hubungan persahabatan mereka berdua, mungkin juga memang ketiganya.


Siapa yang akan tahu nantinya, jika nanti Louis juga mungkin akan melakukan hal yang sama dengan Addofo. Memeluki rencana licik yang mungkin diam-diam memikirkan rencana untuk menghancurkan hubungan atau mungkin ingin menyingkirkan sahabatnya sendiri? Itu bisa saja terjadi dalam masalah seperti ini.


.


Sedangkan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu sedang berada didalam mobil menuju suatu tempat yang akan mereka singgahi untuk membeli sesuatu untuk keperluan pernikahan keduanya.


"Mas, konsep pernikahan nya yang biasa saja ya. Jangan terlalu mewah, aku tidak menyukai yang berlebihan dan juga tidak ingin jika semua orang mengetahui jika aku istri kamu. Aku nggak mau membuat kamu malu nantinya Mas" ucap Vita yang menahan keinginan pernikahan yang sempurna. Karena dia sadar diri, dia tidak pantas mendapatkan itu semua dengan mudah.


Karena sudah bisa mendapatkan sesuatu dengan cara sulit dan lebih dari memikirkan sesuatunya terlebih dahulu sebelum melakukan atau membeli sesuatu.


"Kamu jangan memikirkan itu sweetie, semuanya sudah aku yang mengatur. Kamu jangan pernah merasa malu atau merasa insecure atau memikirkan yang tidak-tidak dan yang belum pasti. Kamu hanya tinggal duduk diam dan mendo'akan supaya aku selalu bisa berada disisi kamu dan juga selalu bersama kamu kelak hingga tua nanti" ucap Alberto yang sekarang sudah berganti nama menjadi Surya Pratama.


"Apa Mas yakin aku tidak akan mempermalukan kamu? Aku, aku takut jika nanti banyak kalangan bisnis Mas yang akan menggunjing Mas nantinya, aku tidak mau itu terjadi Mas. Lebih baik kita tertutup saja ya, jangan yang berlebihan" ucap Vita yang masih merasa tidak nyaman jika berkumpul dengan para orang berada.


"Jangan berfikiran macam-macam. Kamu hanya harus memikirkan aku saja sebagai calon suamimu" ucap Surya sambil mengusap kepala Vita yang tertutup hijab.


"Baiklah Mas, tapi jangan memaksa aku untuk bisa gabung dengan kalangan atas. Karena takut mempermalukan Mas" ucap Vita dengan tatapan memohon nya pada Surya.


Keduanya saling diam dan saling menggenggam didalam mobil. Hingga mobil yang dikendarai oleh Surya sudah sampai disebuah butik terbesar dan juga paling terkenal.


.


.


.


Maaf ya, Othor bisa up nya malem terus... Soalnya hari ada waktu....


Selalu ditunggu like, komen, vote dan hadiahnya...