Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Cieeeee... Hubby salah tingkah...



"Lalu apa yang akan kau putuskan?" tanya Zayn yang juga memiringkan tubuhnya menghadap Azalya.


"Yang aku putuskan, dimana ada hubby aku juga ada disana" jawaban Azalya yang membuat Zayn semakin senang mendengarnya.


Zayn langsung memeluk Azalya dan memasukan kepalanya pada dada bidangnya. Zayn juga mengusap dan mengecupi kening juga pucuk kepala Azalya, membuat Azalya merasa sangat dicintai dan juga sangat beruntung mendapatkan pria baik dan juga sangat mencintainya.


"Terimakasih banyak By, karena hubby sudah sangat mencintaiku. Aku kira dulu itu hubby tidk mencintaiku sama sekali, tapi ternyata aku salah. Karena nyatanya suami dingin ku sudah bucin padaku" ucap Azalya yang menggoda Zayn dengan mengatakan jika dia bucin.


"Jika iya memangnya kenapa? Apa kau tidak suka?" tanya Zayn yang malah semakin mengeratkan pelukan nya pada Azalya.


"Tentu saja senang" jawab Azalya dengan memeluk dan semakin menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn dan kedunya saling menghirup aroma masing-masing yang selalu membuat mereka tidak bisa melupakan semua yang ada pada diri mereka masing-masing.


"Ngomong-ngomong, apa hubby akan kembali ke America? Atau stay disini?" tanya Azalya yang mendongakan kepalanya menatap wajah Zayn.


"Sementara kita disini dulu sampai kalian bosan disini" jawab Zayn yang masih memeluk Azalya dengan sangat erat.


"Baiklah, akan kamu lakukan King Z" ucap Azalya yang membuat Zayn melotot sempurna mendengar ucapan dari Azalya.


"Sudah ku katakan. Jangn pernah mengatakan dan memanggilku seperti itu!" ucap Zayn yang menatap Azalya dengan tatapan tajamnya dan bisa membuat Azalya hanya bisa nyengir kuda.


"Iya, maaf aku nggak akan mengulanginya lagi. Tapi kenapa hubby tidak ingin segera kembali ke America? Apa ada sesuatu yang hubby sembunyikan dari ku?" tanya Azalya dengan tatapan penuh pertanyaan yang masih berseliweran dedalam benaknya.


"Tidak ada yang ku sembunyikan dari mu. Jadi jangan pernah berfikiran macam-macam" jawab Zayn yang tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Azalya.


Jika mainson yang dia banggakan dan juga dia bangun dengan sedemikian rupa telah hancur oleh orang-orang yang memang menginginkan kehancuran dan juga kematian nya. Zayn sebisa dan juga semampunya akan menyembunyikan masalah sebesar ini pada Azalya maupun pada kedua putrinya.


Zayn juga sedang membangun mainson barunya yang terletak didalam pemukiman padat penduduk. Supaya anak-anak dan juga istrinya tidak merasa terasingkan dari orang-orang luar. Zayn juga akan mendesign kamar yang sepesial untuk kedua putrinya, supaya mereka berdua semakin nyaman nantinya berada disana.


"Kenapa aku merasa jika hubby sedang menyembunyikan sesuatu dariku? Tapi itu tidak masalah sih, jika bukan masalah wanita atau ulat bulu. Aku akan sangat marah dan mungkin aku akan benar-benar meninggalkan hubby sendiri" ucap Azalya yang menatap Zayn dengan sangat serius.


"I'm promise you sweetie. Karena kamu tahu sendiri, jika aku tidak pernah dekat dengan perempuan manapun selain kamu dan juga kedua saudara ku. Jadi jangan pernah mengatakan jika akan meninggalkan ku" ucap Zayn yang menatap teduh pada Azalya yang sedang menatapnya dengan lekat.


"Uuhh, so sweet banget sih suamiku ini. Kenapa aku merasa jika ini bukan hubby ya? Aku merasa diterbangkan dengan ucapan hubby yang manis ini" ucap Azalya dengan tatapan berbinar dan juga sangat bahagia dengan apa yang Zayn katakan padanya.


"Apa yang tidak untuk kamu. Tapi tidak setiap hari, karena lidah ku terasa gatal" ucap Zayn yang langsung membuat Azalya lemas kembali karena Zayn mengatakan sesuatu yang membuatnya lemas.


"Hubby menyebalkan sekali. Baru saja bahagia, mendengar apa yang baru saja hubby katakan padaku" protes Azalya yang merasa kesal sekaligus lemas karena ucapan Zayn yang tidak ingin mengatakan kata-kata manisnya lagi.


"Jangan menatakan hal yang tidak-tidak" ucap Zayn yang mulai salah tingkah akan ucapan Azalya tadi.


"Cieeeee, hubby salah tingkah... Cuit-cuit" ucap Azalya menggoda Zayn dan menusuk-nusuk pipi Zayn dengan jari telunjuknya.


"Hubby menggemaskan sekali jika sudah seperti ini" ucap Azalya lagi yang memang selalu menggoda Zayn jika sudah seperti ini.


Sedangkan Zayn hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa. Karena Zayn tidak ingin jika Azalya semakin menggodanya, dan malah berujung dengan yang akan melakukan kegiatan yang iya iya. Dan itu tidak akan bisa Zayn cegah, karena keadaan nya belum pulih. Jika dipaksakan melakukan itu maka kesehatan nya akan semakin drop.


.


Sedangkan Zahiya dan Zaniya sudah merasa bosan karena terlalu banyak bermain. Keduanya sudah semakin kesal saat Angga malah memberikan beberapa mainan yang membuat mereka bad mood.


"Uncle, kami tidak mau bermain lagi. Kenapa malah diberikan mainan lagi?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menyingkirkan semua mainan yang ada dihadapan mereka berdua.


"Maaf Nona. Apa yang anda inginkan sekarang?" bukan nya menjawab, Angga malah balik bertanya pada Zahiya dan Zaniya yang sudah memanyunkan bibirnya kesal akan apa yang dikatakan oleh Angga.


"Sudah kami katakan, jika kami sudah bosan uncle. Bisakah kami menemui Mommy dan Daddy?" ucap Zahiya dan Zaniya kompak lalu bertanya pada Angga.


"Tentu saja Nona" jawab Angga dan Marcos yang mengiyakan. Jika tidak mereka berdua pasti akan mendapatkan hukuman jika tidak menuruti keinginan kedua Nona Muda nya.


Zahiya dan Zaniya tersenyum lalu melangkah masuk kedalam mainson. Keduanya saling bergandengan tangan menuju arah tangga dan ingin menemui Mommy dan Daddy nya. Saat akan masuk kedalam kamar, keduanya melihat Mommy dan Daddy nya sedang berpelukan bersama dan terlihat memejamkan matanya.


"Sepertinya Mommy dan Daddy sedang tidur" ucap Zahiya yang menunjuk kedua orang tuanya.


"Iya, apa kita disini saja atau kekamar kita sendiri?" tanya Zaniya yang mengiyakan ucapan dari Zahiya.


"Kekamar kita saja, Daddy pasti sedang istilahat dengan Mommy. Kita jangan mengganggu mereka, jangan mengganggu Mommy dan Daddy, kita kembali saja" jawab Zahiya yang mengajak Zaniya untuk keluar Kembali dari kamar Mommy dan Daddy nya.


Zayn yang mendengar ucapan dari kedua putrinya sedikit tersenyum, karena kenduanya sangatlah pengertian padanya jika sedang berduaan dengan Azalya dan butuh waktu berdua juga bermesraan. Zahiya dan Zaniya benar-benar keluar dari dalam kamar Mommy dan Daddy nya dengan lesu.


"Apa yang akan kita lakukan? Aku sudah bosan jika bermain terus. Juga tidak menyukai semua itu" tanya Zaniya yang malah tidak mau berjalan menuju kamar mereka.


"Kita keruang kerja Daddy saja, siapa tahu ada yang bisa kita kerjakan" ucap Zahiya yang menaik turunkan alisnya pada Zaniya dan dijawab anggukan kepala oleh Zaniya dengan senyuman mengembang dibibirnya.


"Good, go!!" ucap Zahiya dengan semangat dan menggandeng tangan Zaniya untuk menuju ruangan kerja Zayn.


"Wah... Ini sangat bagus dan lebih lengkap, apa yang akan kita lakukan dengan semua ini?" tanya Zaniya yang melihat seluruh ruangan yng sangat luas dan banyak alat-alat canggih kesukaan keduanya.


"Apa kita tidak akan dimarahi oleh Daddy? Karena kita sudah masuk kemari tanpa izin?" tanya Zahiya yang merasa takut jika keduanya dimarahi apa lagi takut jika mereka berbuat kesalahan dan mengacaukan pekerjaan Daddy nya.


"Iya juga. Lalu apa yang akan kita lakukan?" jawab Zaniya lalu bertanya lagi dengan lesu.


Tanpa mereka sadari Zayn sudah ada dibelakang keduanya. Zayn masih menatap keduanya tanpa bersuara dan tidak melakukan apapun selain melihat keduanya yang sudah lesu. Zayn mendekat kearah mereka berdua dan duduk disamping Zahiya yang sedang menunduk.


"Kenapa kedua Queen Daddy sedih dan juga lesu seperti ini? Apa ada yang salah? Apa ada yang bisa Daddy bantu?" tanya Zayn dengan tatapan seriusnya dan juga dengan tatapan teduhnya.


"Daddy... " keduanya langsung mendongak dan memeluk Zayn dengan erat lalu melepaskan kembali setelah mereka berdua menyadari jika Zayn sedang sakit dan tidak boleh mereka buat kelelahan apa lagi kesakitan karena mereka berdua.


"Daddy sedang sakit. Kami tidak mau membuat Daddy semakin sakit" jawab keduanya sambil menunduk dan tidak berani menatap wajah Zayn.


"Daddy tidak apa-apa. Justru Daddy senang jika kalian tetap bermanja-manja pada Daddy, jangan sungkan lagi. Oke" ucap Zayn yang sekarang berjongkok dihadapan Zahiya dan Zaniya dan menggenggam tangan keduanya dengan lembut dan mengusapnya.


"Tapi kamu tidak mau itu terjadi. Apa Daddy sudah baik-baik saja? Tangan Daddy juga masih berdarah" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengusap tangan Zayn yang dibungkus perban juga wajah Zayn yang masih pucat.


"Tentu saja Daddy baik-baik saja. Daddy ini kan kuat dan juga tidak lemah, jadi jangan merasa seperti ini lagi" jawab Zayn yang mengusap kedua pipi Zahiya dan Zaniya bergantian.


"Sudah lupakan saja yang tadi. Kenapa kalian datang kemari? Apa kalian menginginkan komputer Daddy yang ada disini untuk bisa kalian coba juga?" tanya Zayn yang masih dalam posisi yang sama seperti tadi.


"Emm, apa Daddy tidak akan marah jika kami berdua melakukan itu?" jawab Zahiya dan Zaniya lalu bertanya lagi pada Zayn.


"Tentu saja boleh. Kenapa harus tidak boleh? Justru Daddy ingin melihat kemampuan kalian berdua dalam hal koding" ucap Zayn dengan senyuman tipis dibibirnya kepada kedua putrinya.


"Benarkah Dad?" tanya keduanya dengan sangat kompak dan sangat antusias menyambut ucapan Zayn yang meminta mereka berdua melakukan kodingan.


"Tentu saja. Ayo kita kesana, Daddy sudah menyiapkan dua laptop untuk kalian berdua sangat ini adalah benda yang canggih untuk kedua Queen Daddy" ucap Zayn yang memberikan kedua laptop dengan kapasitas besar dan sangat canggih.


"Coba kalian buka dan gunakan. Jika ada yang kurang Daddy akan memperbaikinya" ucap Zayn yang membiarkan kedua putrinya membuka laptop mereka masing-masing.


"Thank you Dad" ucap keduanya setelah meletakan laptop mereka lakukan memeluk Zayn dan saling tersenyum senang akan mendapatkan hadiah dari Zayn yang sangat berharga dan juga ini adalah Kesukaan keduanya.


"You're welcome my love" ucap zyn mengusap kepala Zahiya dan Zaniya bergantian.


Zahiya dan Zaniya mencoba apa yang diberikan oleh Zayn dengan sangat antusias lalu membuat kode keamanan mereka masing-masing. Zayn melihat itu semua sangat senang, karena keduanya sangat teliti dan juga sudah bisa menguasai bidang ini. Walau usianya masih sangat kecil tapi sudah sangat pintar untuk anak seusia mereka berdua.


"Apa yang kalian lakukan sekarang?" tanya Zayn saat melihat kedua putrinya dengan jari yang menari-nari diatas keyboard laptop.


"Kami sedang melakukan apa yang kamu bisa Dad. Apa boleh kami menggunakan ini?" jawab Zahiya lalu bertanya ingin melakukan keamanan yang bisa sama dengan keamanan yang Zayn miliki.


"Tentu saja" jawab Zayn dengan mengangguk dan mendukung apa yang Zahiya dan Zaniya lakukan.


Zahiya dan Zaniya langsung bersemangat saat mendapatkan persetujuan dari Zayn. Jika mereka berdua boleh dan dibebaskan untuk melakukan yang mereka mau.


.


Sedangkan Azalya merasa bingung dengan keadaan disebelahnya yang sudah kosong. Dia melihat sekeliling, ternyata sudah tidak ada siapa-siapa dan infusan maupun darahnya sushi habis. Zayn juga sudah tidak ada disampingnya.


"Kemana hubby pergi? Dan sejak kapan dia pergi dari kamar?" gumam Azalya yang sudah turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


"Kemana dia? Anak-anak juga tidak terlihat dan tidak ada suaranya?" gumam Azalya saat menuruni anak tangga.


"Pak Mun, melihat anak-anak dan juga suamiku?" tanya Azalya saat melihat Pak Mun melintas.


"Tidak Nyonya, apa mau saya bantu mencarinya?" jawab Pak Mun yang memberikan penawaran juga pada Azalya.


"Oh, tidak perlu Pak. Saya bisa sendiri, nanti jika saya tidak menemukan nya barusan meminta bantuan pada anda. Terimakasih Pak" ucap Azalya lalu pergi detaman belakang yang sering Zahiya dan Zaniya habiskan untuk bermain komputer disana.


"Sama-sama Nyonya. Kalau begitu saya permisi" ucap Pak Mun yang juga langsung pergi menuju halaman depan untuk memeriksa semua pekerjaan para pelayan yang sedang bekerja.


"Kemana mereka semua? Disini juga tidak ada" gumam Azalya saat melihat didalam gudang maupun ditaman, keduanya tidak dia temukan.


"Aduh, kemana perginya mereka? Apa mungkin mereka berdua ikut dengan hubby ya? Jika tidak bisa bisa bahaya ini" gumam Azalya pagi sambil memasuki mainson dan kakinya melangkah menuju ruangan kerja milik Zayn.


"Apa mungkin mereka berdua ada disini ya?" gumam Azalya sambil menatap pintu yang tertutup sempurna.


TOK...


TOK...


TOK...


"By, apa hubby didalam?" tanya Azalya saat sedang mengetuk pintu.


Lalu pintu terbuka secara otomatis dan disana sudah ada Zayn dan kedua putrinya yang sedang duduk dihadapan laptop yang baru Azalya lihat. Azalya yang sudah masuk dan berdiri dihadapan Zayd dan kedua putrinya menatap heran dan hanya berdiri saja menatapi ketiganya yang sedang sibuk dihadapan layar laptopnya masing-masing. Kecuali Zayn yang memegang pad kesayangan nya.


"Apa kalian akan terus seperti ini seharian? Hingga Mommy datang saja kalian tidak hiraukan? Sungguh membuat Mommy sedih sekali" ucap Azalya yang mendramatisir saat mengatakan itu pada kedua putrinya.


"Sorry Mom, kami sedang mengerjakan sesuatu. Apa Mommy mencari kamu berdua?" tanya Zahiya dan Zaniya yang mendongak menatap Azalya yang juga sedang menatap mereka dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.


"Don't cry Mom. Kami minta maaf, dan kami tidak akan melakukan nya lagi" ucap Zahiya dan Zaniya yang langsung meninggalkan laptopnya lalu menghampiri Azalya dan memeluk kakinya.


Azalya hanya diam dan menatap Zayn dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Zayn tahu jika Azalya pasti akan marah jika saja dia tidak sedang bersama kedua putrinya. Zayn juga menghampiri Azalya yang sedang ingin menangis itu dengan tatapan datarnya.


.


.


.


Maafkan Othor ya reader kesayangan... Karena Othor baru bisa up sekarang... Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Juga subscribe dan pollow akun Othor juga ya....