Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Mengingatkan masa lalu



'Kenapa suara itu sepertinya sangat familiar ditelingaku? Siapa dia sebenarnya?' ucap Zayn dalam hati saat melihat wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik. Walau usianya sudah tidak muda lagi.


"Mister Z? Ada yang bisa saya bantu?" tanya maid itu lagi. Karena Zayn hanya diam dan memandangi wajah nya tersebut.


"Ehmm, tidak apa-apa. Saya seperti mengenal suara seseorang" jawab Zayn dengan tatapan datar nya.


"Apa anda mengenal seseorang disini Mister?" tanya maid itu memberanikan diri untuk bertanya pada orang yang sudah membuatnya merasakan takut.


Tapi yang sulit untuk dijelaskan adalah, maid tersebut seperti sudah sangat mengenal lama dan juga dekat dengan orang yang ada dihadapan nya saat ini. Tapi itu sangat mustahil, karena wajahnya saja dia tidak mengenalnya dan juga namanya saja dia baru tahu.


"Tidak, saya tidak mengenal siapa pun dimainson Harold ini" ucap Zayn meencing wanita ini untuk bicara lebih dalam lagi.


Zayn juga sepertinya sangat familiar dengan wanita yang ada didekatnya saat ini. Tapi dia tidak boleh gegabah mengambil tindakan. Jika tidak ingin penyamaran nya diketahui oleh orang lain. Sedangkan orang kepercayaan nya pun tidak mengetahui rupa aslinya seperti apa.


"Ini bukan mainson Harold lagi Mister Z. Ini... Ini adalah mainson Delwyn Mister Z" ucap wanita itu dengan menitikan air matanya.


Dengan secepat kilat dia menghapusnya. Karena dia tidak ingin jika ada yang melihat air matanya yang menetes. Dia juga sudah berjanji pada dirinya sendiri sebelum menemukan suami dan putranya dia akan menahan sakit dan juga air mata. Dia akan mencoba untuk bisa mengorek kejahatan orang yang sudah sangat dia percaya, tapi dengan teganya menikam nya dari belakang.


"Oh, saya salah mengenali berarti" jawab Zayn dengan melangkahkan kakinya menuju arah taman belakang yang terlihat masih sama seperti beberapa tahun yang lalu.


'Disini juga masih tetap sama. Tidak ada perubahan sedikit pun, disana... Disana adalah tempat yang sangat nyaman pada waktu itu' ucap Zayn dalam hati memandangi ayunan yang masih menggantung dipohon mangga yang ternyata masih berdiri kokoh disana.


Maid yang mendampingi Zayn berkeliling mainson melihat arah pandangan Zayn, dia juga mengingat moment yang sangat membahagiakan waktu dia masih berkumpul dengan suami dan juga putranya.


Zayn juga menatap sekilas wanita yang berdiri disamping nya. Dia belum yakin jika wanita ini benar-benar orang yang dia kenal dan dekat dulu. Dia hanya ingin memastikan saja, jika semuanya masih sama dan juga tidak akan pernah berubah.


Tiba-tiba dari arah belakang datang dua wanita berbeda usia datang menghampiri Zayn dan maid yang ada disamping Zayn.


Siapa lagi jika bukan Kimberly dan juga Rebecca. Ibu dan anak yang sama saja, penjilat dan juga selalu memasang topeng kepalsuan.


"Mister Z, biarkan putri saya yang akan membawa anda berkeliling mainson kami ini. Dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang mainson kami ini" ucap Rebecca yang menyuruh putrinya untuk mendekati Zayn dan bisa membuatnya bertekuk lutut dihadapan nya.


Zayn sama sekali tidak bicara dan juga tidak memandang nya. Dia hanya menatap lurus kedepan dan sama sekali tidak menghiraukan dua orang yang mengganggu ketenangan nya.


Tiba-tiba Jeff datang disituasi yang sangat tepat. Karena Zayn sudah tidak kuat jika berlama-lama didalam kandang hyena yang penuh dengan kelicikan dan tipu daya.


"Mister Z, ada telpon masuk untuk anda. Klien kita yang ada diJerman sudah menunggu anda diperusahaan. Anda tidak bisa berlama-lama berada disini" ucap Jeff yang memang benar begitu adanya.


"Hmm, kita kembali sekarang" jawab Zayn tanpa pamit pada pemilik mainson atau berbasa-basi.


"Maaf Tuan Robert Delwyn, saya dan Mister Z harus segera pergi. Karena jadwal Mister Z sangat padat sekali. Jadi saya mewakili Mister Z mohon maaf" ucap Jeff yang membungkuk kan badan nya dihadapan Robert Delwyn.


"Kamu! Bicara apa saja kamu pada Mister Z?" tanya Rebecca yang langsung menarik rambut maid yang tadi menemani Zayn berkeliling.


"Saya tidak berbicara apapun. Karena saya hanya menemaninya saja" jawabnya tanpa ekspresi apapun.


Dia bahkan tidak meringis kesakitan akibat jambakan dari Rebecca yang lumayan kencang. Mungkin kulit kepalanya akan lepas jika tidak Robert hentikan.


"Kau ini apa-apaan hah! Bukankah kau tahu, jika dia masih berhak atas mainson ini. Kenapa kamu malah menyiksanya?" ucap Robert pada Rebecca yang tentunya hanyalah ekting semata.


Sedangkan Kimberly hanya tersenyum sinis melihat itu semua. Dia memang tidak suka sama sekali sama maid yang satu ini. Entah apa alasan nya, yang pasti dia sangat tidak suka.


.


Sedangkan didalam mobil Zayn dengan santainya membuka tab dan memeriksanya. Dia juga membuka berkas yang sudah ditandatangani oleh Robert Delwyn tadi.


"Lakukan sesuai rencana" jawab Zayn tanpa mengalihkan pandangan nya dari tab yang selalu menemaninya.


"Kau suruh orang-orang mu untuk mencari Albert Halord. Dia tidak ada disana, kemungkinan dia juga disembunyikan disuatu tempat" ucap Zayn sambil meletakkan tab nya dan beralih meraih ponselnya yang ternyata sejak tadi berdering.


"Ada apa?" tanya Zayn saat sudah mengangkat panggilan dari Zia.


"Kau dari mana saja abang Z? Sejak tadi kakak hubungi sangat sulit, dan juga tidak diangkat. Apa sesibuk itu pekerjaan mu?" tanya Zia dengan panjang kali lebar kali tinggi.


"Iya" Jawab Zayn dengan singkat dan jelas.


"What! Kau hanya menjawab iya, come on Zayn. Kakak sedang membutuhkan bantuan darimu" ucap Zia yang memanggilnya dengan nama nya langsung berarti masalah yang urgent.


"Apa yang kakak inginkan?" tanya Zayn to the point.


"Kau sudah tahu bukan Alvin Harrison? Dia selalu mengganggu kakak terus, bahkan dia berani ingin menikahiku. Ayolah Z bantu kakak" ucap Zia dengan panjang lebar menjelaskan pada Zayn.


"Jika hanya itu kenapa kakak menolaknya? Bukankah dia pria yang bertanggung jawab. Z sudah menyelidiki semuanya dan tidak ada yang aneh. Bahkan keluarganya juga bersih" jawab Zayn dengan panjang lebar.


Dan ucpan Zayn membuat Jeff menganga mendengar king mafia berbicara dengan panjang lebar bersama dengan seorang wanita yang dia sebut dengan kakak.


"Jadi kamu tidak bisa membantu kakak?" tanya Zia pada Zayn.


"No" jawab Zayn langsung mematikan panggilan nya. Dia sangat pusing jika berhadapan dengan seorang wanita.


Walau wanita itu adalah kakak nya sendiri. Itu sudah membuatnya menjadi pening, Zayn menyandarkan punggung nya dijok mobilnya sambil memejamkan matanya.


Dia mencoba menenangkan fikiran nya yang sedang kacau. Apa lagi mendengar celotehan dari Zia sang kakak semakin membuatnya pusing tidak karuan.


Jeff yang tahu king nya sedang butuh waktu untuk memejamkan matanya sejenak. Dia menyuruh supir yang melajukan mobilnya memelankan laju mobilnya supaya king nya bisa lebih relax.


"Jeff, bukankah kita masih ada pertemuan lagi. Kenapa memelankan laju mobilnya!" ucap Zayn yang masih memejamkan matanya.


"Maafkan saya king" ucap Jeff yang menyuruh supirnya untuk melajukan nya lebih cepat.


Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang mereka sampai didepan gedung paling tinggi diantara gedung-gedung lainnya.


Dimana lagi jika bukan PENZ.DRC. Perusahaan terbesar dan paling bonafide diseluruh Amerika serikat ini. Zayn dengan langkah tegapnya berjalan menuju pintu lift yang akan menuju ruangan nya berada.


Didalam lift Zayn hanya diam dan memandangi tab nya sesekli dan langsung melangkah setelah pintu lift terbuka. Dia langsung menuju kedalam ruangan rapat yang memang sudah menunggu klien nya yang datang secara langsung untuk bisa bertemu dengan Mister Z.


Seorang pemuda tampan dan berkarisma tinggi. Dia juga sangat disegani diseluruh negara ini. Dan jangan lupakan juga, jika dia sudah bicara maka tidak akan ada yang bisa menolaknya. Walau orang itu menginginkan nya.


sedangkan Zayn sendiri memasuki ruangan rapat dan disambut oleh beberapa orang yang memang sengaja hadir dan bertemu dengan nya.


"Silahkan duduk semuanya" ucap Jeff yang mewakili king nya berbicara dan dia juga duduk disamping Zayn.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan-Tuan semuanya yang sudah hadir didalam ruangan ini?" tanya Jeff lagi sebelum memulai pembicaraan mereka.


"Kami memang menyempatkan untuk bertemu langsung dengan Mister Z. Dan juga untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan yang kami miliki" ucap salah seorang mewakili keinginan dari orang-orang yang hadir.


"Baiklah, kita mulai semuanya Tuan-Tuan sekalian" ucap Jeff pada semuanya.


Dan mereka saling menyebutkan keuntungan dan juga kerugian jika bekerjasama dengan perusahaan yang mereka miliki. Mereka juga mengajukan supaya perusahaan mereka ada yang diakuisisi oleh PENZ.DRC. Karena mereka sudah tidak punya penerus lagi. Dan masih banyak lagi keinginan dari mereka semua.