
Zayn hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan oleh Mom Vita. Dia juga sebenarnya tidak ingin seperti ini, tapi jika mengingat kejadian dulu. Dimana dia merasa sangat dibohongi dan juga sangat tertipu olehnya semua kebaikan dari seorang Louis Edison.
"Mom, Maafkan Z. Z tidak bermaksud untuk memutuskan dan juga melarang apa yang diinginkan oleh Daffy. Dia sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan hidupnya. Z tidak bisa memaksanya apa lagi tidak mendengarkan keinginan nya yang sama sekali tidak berat untuk dilakukan" jawab Zayn yang mana dia menolak untuk tidak mendukung keinginan Daddy yang menolak EDC.CORP untuk diartikan kelola.
"Baiklah, Mommy tahu. Mommy tidak akan memaksanya, Mommy hanya minta pada kamu. Jangan pernah membuatnya merasa sendirian" ucap Mom Vita yang sudah pasrah akan apa yang diinginkan oleh Zayn dan Daffy.
.
Sedangkan Daffy sedang membereskan barang-barangnya yang akan dia bawa pindah ke mainson milik Zayn. Dia menatap foto kedua orang tuanya yang tersenyum sambil memeluknya. Foto itu diambil beberapa bulan yang lalu, dimana Joyce sedikit memaksa untuk berfoto bersama untuk kenangan-kenangan mereka bertiga.
"Jadi ini yang Mommy inginkan? Supaya aku selalu mengingat moment manis ini sebelum akhirnya kalian berdua meninggalkan ku sendiri? Aku akan berusaha untuk ikhlas melepasakan kalian berdua, supaya kalian berdua juga tenang disisinya" gumam Daffy sambil mengusap frame yang lumayan besar didalam kamarnya.
"Bang Daf, apa sudah selesai? Daddy dan Mommy sudah menunggu kita" tanya Zaniya yang datang dan melihat apa yang sedang dilakukan oleh Daffy.
"Abang sudah selesai. Tolong bawakan ini" ucap Daffy yang meminta Zaniya membawakan frame fotonya untuk diartikan bawa serta. Album foto mereka bertiga juga tidak ketinggalan, semuanya Daffy bawa.
Saat sudah berada dilantai dasar, semua orang menatap Daffy dengan tatapan sedihnya. Tapi mereka semua akan selalu mendukung apapun keputusan Daffy. Daffy berpamitan pada semua orang, dan hanya Dad Louis yang tidak ada. Karena beliau tidak pernah mengizinkan Daffy untuk pergi dari mainson miliknya.
"Sudah siap sayang?" tanya Azalya saat Daffy sudah duduk berhadapan dengan nya.
"Hmm, sudah auntie. Maaf lama menunggu, Daffy berpamitan dulu pada semua orang yang ada di mainson. Hanya Opa Louis saja yang tidak ada, tapi tidak masalah. Semuanya sudah selesai" jawab Daffy yang memang selalu sopan pada siapapun.
"Tidak masalah, semuanya akan baik-baik saja. Kamu akan tinggal bersama dengan kami dan akan selalu berada didekat Zahiya dan Zaniya. Mereka berdua sudah sangat senang mendengar jika kamu akan tinggal bersama kamu semua" ucap Azalya dengan senyuman dibibirnya yang membuat Zayn merasa senang melihat Azalya yang sangat welcome terhadap Daffy.
Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang, akhirnya mereka sampai didepan mainson Zayn yang tidak kalah luas dengan mainson Edison yang selalu Daffy tempati sejak kecil.
"Selamat datang dimainson kami bang Daf" ucap Zahiya dan Zaniya yang menyambut kedatangan Daffy. Karena mereka berdua sengaja menggunakan mobil lain untuk bisa sampai lebih dulu dan menyambut kedatangan Daffy didepan pintu.
"Assalamualaikum" ucap Zayn, Azalya dan Daffy saat sudah dekat dengan mereka berdua.
"Wa'allaikumsalam" jawab Zahiya dan Zaniya kompak dan mereka berlima masuk bersama-sama.
Sedangkan barang-barang Daffy dibawa oleh para pelayan yang sengaja menunggu kedatangan Tuan dan Nyonya mereka untuk membantu mereka membawakan barang-barang milik Daffy.
"Ini kamar bang Daffy, kita bertetangga bang" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengatakan mereka akan tinggal berdekatan bersama.
"Makasih yah sudah membantu abang berbenah" ucap Daffy yang sudah membereskan barang-barangnya dan juga memajang fotonya dan kedua orang tuanya ditempat yang bisa selalu dia lihat.
"Sama-sama, sekarang abang langsung bersih-bersih gih. Setelah itu langsung istilahat, hari ini pasti terasa begitu melelahkan untuk abang" ucap Zahiya yang selalu membuat Daffy mengagumi sosok gadis yang selalu terlihat sangat dewasa itu.
"Bang Daf, semuanya sudah siap ya. Abang sudah bisa langsung mandi, kami juga mau mandi dan langsung istilahat. Sangat melelahkan hari ini" ucap Zaniya yang sudah menyiapkan perlengkapan mandi untuk Daffy.
"Makasih, kalian berdua sudah abang repotkan" ucap Daffy yang mengacak rambut Zahiya dan Zaniya yang tersenyum padanya.
Zahiya dan Zaniya langsung pergi dari kamar Daffy yang bersebelahan dengan kamar mereka berdua. Dengan Daffy berada dikamar paling ujung, jadi Daffy bisa membatasi semua yang akan dia lakukan jika ada yang tidak boleh menyentuh barang-barang miliknya yang hanya dia saja yang bisa dan boleh menyentuhnya.
"Kenapa aku harus selalu dekat dengan kamu Za. Kamu tahu kan jika aku sejak dulu sudah sangat menyukai kamu yang sangat dewasa dan sangat pengertian. Apa aku sanggup menahan perasaan ini pada kamu, sedangkan aku tahu jika kamu tidak pernah menaruh sedikitpun perasaan padaku" gumam Daffy yang mengatakan pada pintu yang sudah tertutup rapat itu.
"Uncle Z juga pasti tidak akan mengizinkan Zahiya untuk bersama dengan ku nantinya. Karena kami masih terikat darah persaudaraan, walau semuanya boleh dan sah-sah saja. Sungguh, aku ingin bisa melupakan semua perasaan ini. Perasaan yang tidak seharusnya ada" gumamnya lagi sambil tersenyum getir dan dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Zahiya dan Zaniya sudah merasa lebih segar karena mereka sudah mandi dan sedang bersiap untuk tidur. Sedangkan Zayn dan Azalya sedang berbincang-bincang diatas ranjang dan mereka berdua saling berpelukan bersama.
"By, apa yang kita putuskan sudah benar? Apa lagi yang Hubby bilang jika Daffy sudah lama memiliki perasaan cinta pada Zahiya. Apa tidak seharusnya kita membatasi kedekatan mereka berdua? Aku hanya takut jika nanti mereka berdua melakukan hal yang tidak diinginkan" ucap Azalya yang mendongakan kepalanya menatap wajah Zayn yang sedang menatapnya juga.
"Kita lihat saja semuanya sampai dimana. Kita memang harus mendidiknya dan juga dibiasakan untuk selalu dekat dan bersama-sama. Jika memang perasaan nya tulus dan juga memang keduanya saling memiliki perasaan cinta, kenapa kita harus menentangnya dan membuat jarak keduanya? Justru akan membuat mereka merasa tidak dipercayai oleh kita" jelas Zayn dengan panjang lebar sambil mengecupi kepala Azalya yang berada dibawah dagunya.
"Hubby benar, biarkan saja semuanya mengalir seperti air. Jika memang keduanya berjodoh kenapa tidak, toh mereka hanya saudara sepupu. Tapi, bukankah Hubby bilang jika kita akan mengadopsinya? Jika sudah mengadopsinya bukankah tidak dibolehkan untuk menjalin hubungan?" tanya Azalya yang mengingat ucapan Zayn ingin mengadopsi Daffy.
"Itu hanya sebuah rencana. Lagi pula mana mungkin aku bisa menggantikan posisi bang Zi dan kak Joyce. Dia akan tetap seperti ini dan kita hanya menjaga dan mendidiknya sebaik dan sebisa kita supaya dia menjadi pribadi yang lebih baik lagi" jawab Zayn yang memeluk Azalya dengan sangat erat dan gemas.
"Oh, aku kira. Tapi baguslah, aku memiliki seorang putra" ucap Azalya yang membuat Zayn menaikan sebelah alisnya dan menatap tajam Azalya.
"Kamu jangan pernah dekat-dekat dengan nya dan tidak boleh terlalu intim. Aku tidak suka" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap katanya.
"Kenapa? Bukankah kita harus mendidiknya dan memberikan kasih sayang seperti pada kedua orang tuanya? Kenapa aku tidak boleh dekat-dekat dengan nya? Lagi pula, aku ini tidak menyukai brondong. Aku lebih suka pada pria matang seperti ini, jadi jangan cemburu pada putramu sendiri By" ucap Azalya yang mengusap-ngusap pipi Zayn dan mencubitnya gemas.
"Tetap saja aku tidak suka. Bicara saja seperlunya dan berinteraksi sewajarnya, aku tidak suka jika kamu terlalu dekat dengan laki-laki manapun!" ucap Zayn yang tidam mau kalah dan selalu pada pendirian nya.
"Oh God! Sungguh, jika mode posesifnya kambuh membuatku sulit bernafas" ucap Azalya yang tidak habis fikir dengan jalan fikiran Zayn yang cemburu pada anak berusia sembilan belas tahun.
"Apa kau butuh nafas buatan hmm?" tanya Zayn yang sudah mengungkung Azalya yang melotot sempurna menatap wajah Zayn yang berada didepan wajahnya.
"Ish, mana ada yang seperti itu. Sudahalah By, aku sangat lelah hari ini. Aku ingin segera istirahat dan tidak ingin jika besok aku tidak bisa bangun gara-gara kamu yang tidak bisa bermain sebentar" gerutu Azalya yang menggulingkan tubuh Zayn yang berada diatasnya.
.
Daffy yang sudah biasa bangun pagi dan mengerjakan kegiatan seperti biasanya. Seperti berolahraga sebelum mandi dan sarapan baru dia berangkat kuliah.
"Uwah... Bang Daffy keren banget sih sampe setiap pagi harus ngegym dulu?" tanya Zaniya yang memang selalu malas dalam urusan berolahraga.
"Memang ini yang abang sukai, kebetulan juga Zahi menemani untuk berolahraga. Jadi semakin seru" jawab Daffy yang sedang mengelap keringat yang bercucuran didahi dan lehernya yang membuat Zaniya menelan slivanya dengan kasar.
"Hai Zan, tumben ada disini pagi-pagi? Biasanya akan sulit bangun?" tanya Zahiya yang juga baru keluar dari dalam ruangan gym dengan keringat yang sangat banyak. Walau dia menggunakan pakaian longgarnya, tetap saja tidak bisa memudarkan kecantikan alaminya yang diturunkan oleh Mommy Azalya.
"Gue ingin saja bangun pagi. Apa tidak boleh?" jawab Zaniya judes dan meninggalkan Zahiya dan Daffy yang bingung dengan sikap Zaniya yang tiba-tiba misuh-misuh tidak jelas.
"Dia kenapa?" tanya Daffy yang dijawab oleh Zahiya dengan mengedikan bahunya saja seperti mengatakan "Aku tidak tahu".
Daffy dan Zahiya masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Hingga keduanya juga keluar bersama-sama setelah rapih dengan pakaian yang mereka kenakan untuk kuliah.
"Kalian berdua ini kompak sekali, jangan-jangan jodoh lagi" ucap Zaniya yang menggoda Zahiya dan Daffy yang sudah duduk dikursinya masing-masing.
"Hus, kalo ngomong jangan asal jeplak saja Zan. Kalian ini masih kecil dan tidak boleh ada pacaran-pacaran. Mommy tidak suka" ucap Azalya yang tumben mengatakan hal yang waras. Tidak seperti biasanya yang selalu konyol.
"Iya Mom, maaf" ucap Zaniya yang membuat Zayn, Zahiya dan Daffy hanya menggelengkan kepalanya saja melihat perdebatan Ibu dan anak itu.
"Daffy sarapan yang banyak. Jangan dengerin Zaniya yang suka asal ngomong itu, supaya kuliahnya juga semangat dan tidak lemas" ucap Azalya yang mendapatkan tatapan tajam dari Zayn yang tidak suka jika Azalya perhatian pada pria lain selain dirinya.
"Iya auntie" jawab Daffy yang melihat tatapan mengerikan dari Zayn yang malah tidak dihiraukan oleh Azalya sedikitpun juga.
Setelah sarapan selesai seperti biasa. Mereka akan pamitan pada Zayn dan Azalya untuk pergi kekampus. Dan sekarang menambah anggota baru, yaitu Daffy yang ingin berangkat dengan Zahiya saja. Walau Zayn sudah menawarkan untuk membawa salah satu mobilnya yang ada digarasi mainson nya.
Daffy tetap menolak dengan halus saat Zayn menyuruhnya menggunakan mobil miliknya. Daffy juga memiliki perasaan yang tidak bisa menggunakan sesuatu yang bukan miliknya sendiri.
"Kami pamit Mom, Dad" ucap Zahiya dan Zaniya yang mencium punggung tangan Azalya dan Zayn bergantian. Begitu juga dengan Daffy yang melakukan hal yang sama seperti Zahiya dan Zaniya lakukan.
"Assalamualaikum" ucap ketiga remaja yang akan menginjak dewasa itu.
"Wa'allaikumsalam" jawab Azalya dan Zayn yang melambaikan tangan nya pada ketiga anaknya.
"Sudah, jangan melakukan itu terus. Mereka sudah pergi dan tidak terlihat lagi" ucap Zayn dengan ketus dan membuat Azalya mengerutkan keningnya bingung melihat sikap Zayn yang pagi-pagi sudah misuh-misuh tidak jelas.
"Jangan bilang Hubby cemburu saat aku mengatakan sarapan pada Daffy tadi By? Jadi benar?" tanya Azalya yang menatap tidak percaya pada suami bucin nya ini.
"Ayolah By, dia itu sudah aku anggap anak sendiri. Dan aku tidak mungkin memiliki perasaan lebih padanya selain seorang Ibu pada anaknya. Jangan aneh-aneh deh By, dan jangan berfikiran macam-macam. Ingat, ucapan Danu fikiran itu seperti do'a. Hubby mau jika aku benar-benar melakukan itu apa?" ucap Azalya yang malah menakut-nakuti Zayn dengan mengatakan semuanya itu padanya.
Bukan nya meredam kemarahan nya malah semakin menjadi. Itu membuat Zayn semakin kesal dan malah meninggalkan Azalya yang sedang tersenyum penuh arti pada punggung Zayn yang berjalan menjauh darinya.
"Dasar bucin, masa sama anak bau kencur saja cemburu" gumam Azalya yang akan memberikan kejutan supaya Zayn tidak marah lagi padanya.
Zayn yang sedang kesal masuk kedalam ruangan kerjanya dan menggerugu tidak jelas. Dia baru kali know menyesali keputusan nya untuk membawa Daffy ikut serta dengan nya dan tinggal bersama dalam satu atap.
Tapi Zayn tidak mau jika Daffy merasa tidak nyaman dengan semua yang dia lakukan pada Azalya. Walau bagaimana pun dialah yang meminta Daffy untuk ikut dengan nya kemari. Saat Zayn sedang memikirkan bagaimana caranya supaya Azalya tidak terlalu dekat dengan Daffy, dia malah dikejutkan dengan kedatangan Azalya yang sudah menggunakan pakaian seperti saringan tahu itu melekat pada tubuhnya.
Jelas saja Zayn tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sangat besar ini. Dimana Azalya sendiri yang menghampirinya dan membuat tongkat baseball miliknya menjadi on fire.
Azalya berjalan layaknya seorang j****g yang sedang menggoda mangsanya. Dia bahkan mengusap dada bidang Zayn berulangkali, membuat Zayn merem melek akan apa yang dilakukan oleh Azalya padanya.
Sungguh, Azalya sangat berani dan dia tidak langsung melakukan nya. Malah dia menggoda Zayn terlebih dahulu, membuatnya panas dingin dan tidak karuan menahan gejolak yang ada didalam dirinya itu sudah membumbung tinggi.
"Kau yang memulainya sweetie" ucap Zayn yang langsung mengangkat Azalya seperti menganggat karung beras.
"Kita lihat saja By, aku dengan senang hati membuka kedua kaki ku didepan mu" ucap Azalya yang malah menantang Zayn untuk melakukan nya.
Tapi saat sudah sampai diatas ranjang. Bukan Azalya yang dibaringkan, Melainkan Zayn yang Azalya paksa untuk berbaring terlentang dan Azalya mengikat kedua tangan dan kaki Zayn menjadi posisi yang sangat menantang dan juga menggoda iman yang sangat tipis, setipis tisu yang sudah dibagi menjadi dua.
.
.
.
Hayo.... Pada nungguin ya.... 🤣🤣🤣
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya... ini sudah senin ditunggu give mingguan nya ya guys....