
Tama benar-benar sangat malu dan juga sangat tidak berani untuk muncul dihadapan Zaniya hanya sedirian saja atau mereka bertemu hanya berdua saja.
Setelah kejadian itu Tama memang melakukan apa yang dia katakan sebelumnya, jika dia akan menghindar jika berduaan saja dengan Zaniya. Hingga waktunya tiba, dimana mereka akan segera melangsungkan pernikahan besok pagi.
Dimana Tama sedang bersama dengan Mama Sinta dan menghabisakan waktu sebelum pernikahan nya berlangsung.
"Tumben nak, ada apa?" tanya Mama Sinta dengan sangat lembut dan dia menghampiri Tama yang masih berdiri mematung didepan pintu kamar Mama Sinta.
"Ma, besok aku akan menikahi seorang wanita untuk aku jadikan istri. Aku minta maaf sama Mama, karena selama ini aku belum bisa membahagiakan Mama dan juga Tami. Tapi aku malah memutuskan untuk menikah disaat aku belum bisa membuat Mama bahagia, maafkan aku Ma. Aku juga minta do'a restu dari Mama untuk merestui pernikahan kami dan selalu membimbing ku untuk menjadi kepala keluarga yang baik dan bisa mengayomi seluruh keluarga ku nantinya. Karena do'a dari Mama yang aku butuhkan untuk masa depan kami" ucap Tama yang bersimpuh dihadapan Mama Sinta dan memeluk kakinya Mama Sinta.
"Bangun nak, jangan seperti ini. Sebelum kamu meminta itu semua, Mama selalu mendo'akan anak-anak Mama. Jangan pernah mengatakan jika kamu belum pernah membahagiakan Mama, karena Mama sangat bahagia dan bahkan sangat bahagia melihat anak Mama ini akan segera menikah. Justru Mama yang meminta maaf pada kamu nak Mama belum bisa memberikan yang terbaik untuk kalian. Terutama untuk kamu, yang selalu kerja banting tulang sejak dulu untuk Mama dan adik kamu. Mama hanya bisa memberikan penderitaan untuk kalian semua. Mama yang seharusnya meminta maaf" ucap Mama Sinta yang meminta Tama untuk bangun dari bersimpuh dihadapan nya.
"Mama jangan mengatakan itu. Aku sangat senang bisa seperti itu Ma, karena aku adalah laki-laki satu-satunya dikeluarga kita. Jadi Mama jangan berfikiran yang tidak-tidak, karena aku bahagia melakukan itu semua" ucap Tama yang merangkul Mama Sinta dan sekarang dia merebahkan kepalanya diatas paha Mama Sinta.
"Jadilah kepala keluarga yang bisa mengayomi dan membimbing keluarga kamu nantinya. Jangan pernah kamu mengikuti jejak Papa kamu yang seperti itu. Cukup hanya diam yang melakukan hal seperti itu, kamu harus bisa menjadi suami yang bertanggung jawab dan bisa menjaga mereka dengan baik. Jangan pernah kamu sakiti perasaan istri kamu nantinya, apa lagi jika sampai mainson tangan. Mama akan menjadi orang pertama yang akan memarahi kamu dan tidak akan rela jika kamu melakukan itu semua. Jangan pernah melakukan itu sayang, jangan pernah. Cukup hanya Papa kamu saja" ucap Mama Sinta sambil mengusap kepala Tama dan dia mendongakan kepalanya supaya dia tidak meneteskan air matanya yang sudah menggenang dipelupuk matanya.
"Aku berjanji tidak akan pernah melakukan itu semua Ma, aku sangat membenci seseorang yang melakukan itu pada wanita. Apa lagi jika tangan ini sampai melakukan nya, maka tangan ini tidak pantas ada lagi Ma. Aku janji pada Mama dan juga pada Allah, karena aku sangat menyayanginya. Sama seperti aku menyayangi Mama dan Tami" ucap Tama dengan kesungguhan dalam dirinya.
"Jika itu benar, maka lakukanlah nak. Mama akan selalu mendukung dan juga ada untuk kamu, karena Mama sangat bahagia. Kamu melakukan itu semua sanyang" ucap Mama Sinta yang tersenyum melihat kesungguhan dan keseriusan Tama. Putranya.
"Iya Ma, do'a dan dukungan dari Mama adalah yang paling utama dari segalanya didunia ini Ma. Jika suatu saat Tama berbuat kesalahan, tolong tegur dan marahi Tama. Tama tidak ingin jika Mama hanya diam saja jika Tama berbuat salahpada istri apa lagi pada Mama" ucap Tama yang sudah duduk dan menunduk dihadapan Mama Sinta.
"Pasti nak, pasti akan Mama lakukan. Sekarang lebih baik kamu istirahat dan jangan berhadang, besok pagi kamu akan meminang gadis pilihan kamu dan juga keinginan kamu. Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawadah dan warohmah. Itu do'a dari Mama, semoga rumah tangganya kekal til jannah" ucap Mama Sinta yang mengusap pipi dan rahang tegas Tama lalu tersenyum dan mengangguk.
"Makasih Ma, makasih banyak" ucap Tama yang memeluk tubuh Mama Sinta dan dia menangis dalam pelukan sang Mama. Dia baru kali ini memperlihatkan air matanya dihadapan Mama Sinta, biasanya dia akan menutupi kesedihan dan juga air matanya dengan Diamnya dia dan sikap datarnya.
.
Tidak jauh dari Tama dan Mama Sinta. Zaniya juga sedang bersama dengan Azalya, Zayn dan Zahiya yang baru saja sampai. Karena dia selalu ditelpon terus oleh Zaniya yang tidak ingin jika Zahiya akan datang telat dan tidak bisa menemaninya saat akad nikah berlangsung.
"Kamu pasti lelah Za, lebih baik kamu istirahat saja dulu. Besok baru sersiap untuk menemani Zani pada saat akan akad nikah" ucap Azalya pada putrinya.
"Iya Mom, dan aku tidak akan bisa lama. Karena Mommy sudah tahu bukan apa yang terjadi, jadi tidak perlu aku jelaskan lagi" ucap Zahiya yang dijawab anggukan kepala oleh Azalya dan yang lainnya.
"Istirahatlah" ucap Zayn yang mengusap kepala Zahiya dan lalu mengangguk.
"Mom, apa kita tidak terlalu membemaninya? Dia terlihat sangat lelah dan tidak bertenaga. Aku yakin jika dia sangat kelelahan, tapi dia selalu menutupinya dengan wajah datarnya seperti itu" ucap Zaniya memeluk lengan Azalya yang duduk disampingnya.
"Mau bagaimana lagi, itu adalah keputusan yang dia ambil. Mommy tidak bisa menentangnya dan membuat nya malah semakin jauh. Jadi selagi dia melakukan apa yang dia sukai dan dia inginkan, Mommy hanya bisa mendukung dan mendo'akan nya saja" jawab Azalya yang menatap kearah Zayn yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh cinta darinya.
"Dia pasti akan mendapatkan apa yang memang sudah ditakdirkan untuknya kelak. Jadi jangan berfikiran macam-macam tentang dirinya" ucap Zayn yang menatap wajah Zaniya yang mengangguk walau tidak pasti.
"Kmu juga harus istirahat, karena besok kamu harus tampil cantik dan memukau saat akad nikah besok. Jadi jangan bergadang" ucap Azalya yang mengingatkan Zaniya untuk segera istirahat.
"Iya Mom, tapi aku ingin bobok bareng Mommy sebelum akhirnya aku akan ikut dengan suamiku nantinya. Mom please" ucap Zaniya yang memperlihatkan puppy eyes nya pada Azalya dan Azalya hanya bisa menghela nafasnya saja saat melihat Zaniya yang bersikap sangat imut.
"Baiklah, Mommy mau bicara dengan Daddy dulu. Lihat, dia sudah akan murka" ucap Azalya yang mengatakan kata terakhirnya dengan berbisik.
"Emm, oke" ucap Zaniya yang mengangguk dan mengacungkan dua jempolnya pada Azalya. Mommy nya sendiri.
"Bersiaplah jika akan ada drama sepasang kekasih yang akan berpisah walau hanya satu malam saja" gumam Zaniya yang sudah bisa menebak apa yang terjadi jika Azalya dan Zayn berpisah walau hanya sejenak saja.
Setelah mendengar hal-hal unfaedah dari Mommy dan Daddy nya. Hingga akhirnya mereka bisa tidur berdua dengan Azalya. Diamana mereka menghabiskan waktu malam mereka dengan bercerita dan juga saling mengingatkan. Terutama Azalya yang mengingatkan Zaniya supaya bisa merubah pola fikirnya yang masih seperti remaja untuk bisa dewasa dan memiliki tanggung jawab besar yang harus dia tanggung dan dia lakukan.
Hingga mereka berdua terlelap dan ada penyusup yang memasuki kamar mereka berdua lalu membawa salah satu wanita yang sedang terlelap sangat memindahkan nya kedalam kamarnya lalu memeluknya dengan erat.
"Kau tidak akan pernah bisa jauh dari ku" ucap Zayn yang menatap wajah Azalya yang masih terlelap. Yang, siapa lagi jika bukan Zayn yang menyusup kamar putrinya dan membawa Azalya untuk pindah kamar. Karena dia manana bisa jika tidur tanpa memeluk Azalya.
"Aku atau Hubby yang tidak bisa tidur By?" tanya Azalya yang sebenarnya sudah bangun saat Zayn mengangkatnya tadi.
"Tentu saja, aku" jawab Zayn yang memeluk tubuh Azalya semakin erat dan menelusupkan wajahnya kedalam dada bidangnya lalu mereka terlelap kembali hingga pagi menjelang.
Seperti itulah Zayn dan Azalya jika sedang tidur akan selalu berpelukan bersama. Apa lagi dulu pernah terpisah dalam waktu beberapa tahun dan itu membuat keduanya tidak ingin berjauhan satu sama lain.
.
.
.
Kisah Zayn dan Azalya sudah selesai sampai disini ya guys... Tapi jangan khawatir, karena akan tetap lanjut kok Othor ngetiknya. Karena akan menceritakan kehidupan Zaniya, Daffy dan Daniel. Jika Zahiya akan berada dalam novel lain ya...
Jika berkenan baca di PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN disitu kisah Zahiya dan David yang tidak kalah serunya dari ini. Jadi pantengin terus ya kisah-kisah mereka semua...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Terimakasih and happy reading.... 🤗🤗🤗