Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Kejadian tak terduga



Saat Azalya pergi ternyata Zayn juga mengikuti nya Zayn hanya ingin tahu, wanita seperti apa dia sebenar nya dia. Tapi, jika difikir-fikir ini baru pertama kali nya Zayn penasaran akan sesuatu atau seseorang.


Biasa nya dia paling cuek dan tidak mau ikut campur urusan orang lain. Jika dia sedang berpenampilan seperti ini atau sedang menjadi king mafia sekali pun.


Tapi ini berbeda, Zayn merasakan akan ada sesuatu yang terjadi pada gadis aneh itu. Entahlah, mungkin hanya perasaan nya saja.


Tapi belum selesai fikiran nya sedang bekerja keras kejadian yang begitu cepat menghampiri gadis tersebut. Dan tanpa diduga juga, dia gadis yang tangguh. Walau dia terlihat lemah dan juga sangat ceroboh.


Tiba-tiba ada seseorang yang menggunakan senjata ingin menyerang Azalya dari arah belakang. Dan dengan kecepatan kilat Zayn sudah menyerang balik orang tersebut. Dia sengaja menggunakan masker dan juga kacamata hitamnya.


Setelah semua orang itu pergi entah kemana Zayn juga pergi, tapi sebelum pergi ternyata Azalya mengikuti nya hingga dia tersandung kaki nya sendiri.


"Aduhh... Kenapa musti jatuh sih" gerutu Azalya pada dirinya sendiri. Tapi saat akan bangun tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengulur kearah nya.


"Kenapa diam saja? Cepat bangun" ucap Zayn masih menggoyang-goyangkan tangan nya yang sejak tadi mengulur tapi tidak ada sambutan nya sama sekali.


Azalya menyambut uluran tangan tersebut lalu berdiri dengan meringis. Seperti nya kaki Azalya terkilir.


"Terimakasih" ucap Azalya saat dia sudah berdiri walau menahan rasa sakit nya.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman lalu pergi begitu saja.


"Dasar aneh, crazy man, not sane!" teriak Azalya tapi tidak dihiraukan oleh Zayn yang memang sudah pergi jauh.


"Aduh, mana sakit banget lagi" gumam Azalya dengan jalan tertatih-tatih.


"Gue harus mendapatkan taxi dulu. Jika dibiarkan berjalan yang ada kaki gue semakin sakit. Tapi gimana mau dapet taxi" gumam Azalya yang menengok kesana kemari tidak ada siapa-siapa.


Dan ternyata ini adalah tempat sepi. Azalya memaksakan kaki nya untuk berjalan, dan al hasil dia tidak mendapatkan taxi sama sekali. Dia akhirnya memutusakan untuk menghubungi supir pripadi nya.


"Hari ini nasib gue apes banget sih. Sudah ketemu sama pria aneh dan juga diserang oleh orang kagak dikenal. Sekarang kaki gue yang terkilir, lengkap sudah penderitaan gue. Niat hati ingin bersenang-senang malah apes!" Azalya masih saja ngoceh sendiri tidak jelas.


Bahkan dia juga menggerutu karena supir yang dia hubungi tidak sampai-sampai. Dia kesal sendiri karena sudah hampir setengah jam dia menunggu tidak kunjung ada orang yang akan menjemput nya.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat dihadapan Azalya. Siapa lagi jika bukan Zayn yang berada didalam mobil mewah dan juga keluaran terbaru.


"Masuk" ucap Zayn tanpa basa basi.


"Anda berbicara pada saya?" tanya Azalya yang masih bingung dengan sikap pria aneh didepan nya.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman.


Azalya yang memang sudah tidak sanggup untuk berjalan dan tidak mau berdebat juga dengan pria aneh disamping nya.


Azalya merasa bingung, kenapa pria ini tahu jika dia memang tinggal dikawasan elite ini dia langsung memicingkan matanya menatap Zayn dengan sangat tajam.


Sedangkan yang ditatap hanya diam saja dan tidak menanggapi apa yang sedang dilakukan oleh penumpang disamping nya yang sedang menatap dengan penuh pertanyaan.


Tapi dugaan nya salah, ini bukan lah arah menuju rumah nya. Tapi ini tempat yang sangat asing menurut nya. Dan tiba-tiba mobil berhenti didepan gerbang yang menjulang sangat tinggi dan juga terbuka secara otomatis dengan sensor mobil milik Tuan pemilik rumah.


Azalya berdecak kagum melihat bangunan mewah dihadapan nya. Dia memang terlahir sudah menjadi anak sultan, tapi dia tidak pernah melihat arsitektur yang sangat elegant seperti ini. Dia bahkan sudah membuka mulut nya.


"Kau mau turun atau tetap didalam mobil?" tanya Zayn yang sudah berdiri diluar.


Bahkan tia tidak takut jika orang yang menolong nya mungkin orang jahat atau memang mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Bukan kah kau sudah bisa berjalan! Kenapa malah meminta bantuan pada ku?" jawab Zayn dengan tatapan tajam nya.


"Gue kagak bisa jalan. Loe mengerti kan kata tindak bisa jalan, berarti apa? Dasar aneh" ucap Azalya yang masih saja duduk didalam mobil.


Dan benar saja Zayn sama sekali tidak menghiraukan ucapan Azalya yang malah berteriak-teriak meminta nya untuk kembali.


"Hey, pria aneh. Kacamata, atau siapa pun loe bantuin gue. Gue serius nggak bisa jalan, ini sakit banget... Hiks... hiks... hiks... " ucap Azalya yang malah menangis sesegukan.


Dan mau tidak mau Zayn berbalik dan langsung menggendong tubuh Azalya ala bridal style masuk kedalam mainson nya.


Kepala pelayan yang menyaksikan itu sampai tidak berkedip melihat Tuan Muda Z membawa seorang wanita masuk kedalam mainson dan yang lebih membuat nya tercengang adalah masuk kedalam kamar nya yang berada dilantai 3 mainson luas ini.


Zayn langsung meletak kan Azalya disebuah sofa bed yang berada tidak jauh dari pintu lift. Zayn mengambil kotak obat yang selalu tersedia didalam kamar nya ini.


"Nih, obatin sendiri" ucap Zayn seperti biasa nya.


Dia melangkahkan kaki nya menuju bathroom untuk segera memeriksakan dirinya. Dia sudah sangat lelah dan juga sangat mengantuk.


Zayn tidak sadarkan jika sejak tadi ada sepasang mata yang memperhatikan nya sejak dari masuk kedalam bathroom hingga dia keluar dengan menggunakan bathrobe dengan rambut yang masih setengah basah.


Kacamata yang bertengger dihidung mancung nya tidak ada lagi. Terlihat sangat tampan, hingga membuat Azalya tidak berkedip memandang nya.


Zayn yang memang sudah terbiasa sendiri dan selalu seperti ini setiap hari. Jadi wajar saja jika dia memang belum sadar akan adanya sosok lain didalam kamar nya.


Zayn memang tidak bisa melihat tanpa kacamata nya. Maka dari itu dia mendesign kamar nya sedemikian rupa supaya dia bisa menghafal letak posisi kamar nya dan semua barang yang ada didalam nya.


Tiba-tiba telinga Zayn mendengar ada sesuatu yang mendekat kearah nya. Dengan sikap Zayn mengambil sesuatu yang memang selalu ada bersama nya.


Saat akan mengarahkan senjata nya tiba-tiba Azalya berteriak dam membuat Zayn tersadar dan mengenakan kacamata nya kembali.


"Loe mau bunuh gue!" bentak Azalya dengan menunjuk wajah Zayn yang datar dan dingin.


"Gue ingin mandi. Tapi gue tidak bisa menggunakan kaki gue terlalu lama" ucap Azalya sangat pelan hingga membuat Zayn mengerut kan kening nya tidak mengerti akan permintaan gadis aneh ini.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Zayn.


"Gue sudah bilang. Gue nggak nyaman menggunakan pakaian seperti ini saat mau tidur" jawab Azalya dengan bersungut-sungut.


Perasaan Zayn tadi dia mendengar bukan kata-kata itu yang di ucapkan oleh gadis aneh ini. Tapi terserah dia mau apa, yang jelas Zayn tidak mau meladeni ucapan gadis yang membuat nya menjadi pusing.


Zayn beranjak menuju ruangan walk in closet nya untuk mengambilkan pakaian untuk gadis aneh ini. Dia membawakan kemeja milik nya, karena dia tidak memiliki pakaian lain selain kemeja san kaos yang sering dia gunakan.


"Nih pakai. Dan jangan menggagu ku" ucap Zayn saat menyerahkan Kemeja milik nya pada Azalya.


Azalya menerima Kemeja pemberian dari Zayn dan langsung mengenakan nya, terlihat sangat kebesaran ditubuh nya yang mungil itu.


Azalya mendudukan dirinya disofa yang lumayan nyaman untuk tidur, disana juga sudah ada selimut tebal untuk dia gunakan malam ini.


Azalya dan juga Zayn tertidur sangat pulas sekali. Hingga terdengar dengkuran halus dari kedua nya. Mereka sangat terlihat nyaman berada dibawah selimut nya masing-masing.