Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Rahasia besar yang terpendam



Azalya masih diam dan juga menatap semua orang yang benar-benar berubah semuanya. Azalya ingin sekali menghubungi Zayn yang sama sekali tidak ada kabar sama sekali selama seminggu belakangan ini, semenjak dia kembali ke America.


'By, hubby sebenarnya sedang mengurus masalah seperti apa? Kenapa aku merasa hubby sedang ada dalam masalah besar? Apa yang hubby sembunyikan dari ku By? Aku juga ingin mengetahuiya, supaya aku bisa lebih bisa menjaga diriku dan juga kedua baby kita' ucap Azalya dalam hati, dia benar-benar sangat merindukan nya dan juga merasa sangat khawatir dengan semua ini. Apa mungkin semuanya akan baik-baik saja atau malah sebaliknya.


"Nyonya, ini sudah waktunya anda untuk istirahat. Lebih baik anda kekamar sekarang" ucap Gabby yang memerintahkan Azalya supaya bisa istilahat dan juga tidak terlalu banyak fikiran.


Azalya hanya mengangguk dan langsung masuk kedalam kamarnya yang sekarang ingin tinggal didalam mainson Pratama. Dia ingin supaya sedikit banyak bisa tahu apa yang terjadi dengan semua orang yang ada disini.


"Nyonya, apa anda menginginkan sesuatu? Saya akan membuatnya langsung untuk anda" tanya Dabby yang memang selalu bisa diandalkan dalam hal seperti ini.


Untung saja penjaga yang diganti tidak berani masuk kedalam mainson, dan itu bisa membuat Azalya senang dan juga merasa tenang. Juga dengan bik Sumi yang selalu menemaninya, seperti saat ini.


"Bibik bisa menceritakan sesuatu pada ku bik?" tanya Azalya yang menatap bik Sumi dengan tatapan yang tidak biasa.


"Apa yang harus bibik ceritakan Nona?" bik Sumi bukan nya menjawab pertanyaan dari Azalya malah balik bertanya.


"Bibik ceritakan semua yang bibik tahu dari keluarga Pratama. Karena aku tidak tahu kenapa sangat merasa ada sesuatu yang tidak beres disini, apa lagi suamiku juga tidak ada kabar sama sekali. Bibik bisa menceritakan semuanya yang bibik ketahui, asal-usul dan juga semuanya yang bibik tahu. Aku mau menanyakan pada Mommy, tidak sempat jika Mommy sedang ada disini. Apa bibik bisa mengatakan nya?" tanya Azalya dengan tatapan yang sangat ingin tahu dan juga bisa mengorek informasi dari bik Sumi.


"Bibik tidak tahu apa-apa Nona, jika bibik bicara takutnya salah bicara pada Nona. Nanti malah bibik yng disalahkan karena memberitahukan yang bukan haknya untuk memberi tahu" jawab bik Sumi yang membuat Azalya semakin yakin jika ada yang disembunyikan oleh asisten rumahtangga mainson ini.


"Jika bibik sudah mengatakan nya aku berjanji akan diam setelah mengetahuiya. Karena perasaan saya tidak enak bik, apartment lagi saya ini sedang mengandung juga. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang tidak diketahui oleh siapa-siapa didalam mainson maupun penghuni sebelumnya. Apa bibik tidak kasihan padaku jika sesuatu terjadi padaku nantinya?" ucap Azalya yang menatap lurus kedepan sana.


"Bik, sebelum-sebelumnya aku juga tidak merasakan insting sekuat ini. Karena aku adalah wanita yang sangat ceroboh dan juga bar-bar, aku hanya takut terjadi sesuatu pada dua baby ku saja bik. Mereka masih sangat kecil dan tidak tahu apa-apa dalam masalah perasaan orang tuanya dulu. Apa aku salah mengatakan semuanya ini pada bibik?" ucap Azalya yang memang merasakan sesuatu yang sangat besar akan terjadi. Dia sendiri tidak tahu, sepertinya dia bisa melihat masa depan yang akan dia lalui.


'Apa yang harus bibik katakan pada anda Nona? Saya sendiri saja bingung harus berkata apa? Jangankan anda yang hanya menantu dikeluarga ini. Nyonya Vita saja tidak mengetahui apa-apa tentang masalah ini. Bibik harus apa dan bagaimana? Bibik juga tidak tahu' ucap bik Sumi dalam hati yang memang benar-benar merasa dilema akan semua yang terjadi sekarang ini.


Azalya hanya menatap bik Sumi yang hanya diam dan menatap kosong kedepan sana. Membuat Azalya semakin muak dengan semua orang yang ada disini, apa lagi sekarang Zayn tidak bisa dihubungi dan ponselnya sudah tidak aktif semenjak dia kembali lagi kesana tanpa dirinya.


"Jika bibik tidak bisa menceritakan semuanya, bibik boleh keluar sekarang. Saya mau berisatirahat dulu" ucap Azalya yang langsung merebahkan dirinya diatas ranjang dan menyuruh bik Sumi untuk keluar dari kamar yang sudah beberapa hari ini dia tempati.


Bik Sumi hanya diam dan langsung pergi dari kamar yang sedang ditempati oleh Azalya. Dia menutup pintu kamar dan segera pergi dari sana.


"Tuan sampai kapan saya harus bungkam seperti ini terus? Saya benar-benar sudah tidak bisa hanya diam saja seperti ini tanpa melakukan apa-apa. Apa lagi saya sudah berjanji pada Tuan Muda Z, jika dia kembali bibik akan menceritakan semuanya. Tapi kenapa Tuan Muda Z tidak kembali juga hingga saat ini? Apa yang dikatakan oleh Nona Azalya memang benar adanya?" gumam bik Sumi yang ternyata Azalya mendengarkan semua yang bik Sumi katakan tadi.


"Rahasia seperti apa sebenarnya yang ada didalam keluarga ini? Mengapa Mommy sendiri saja tidak tahu? Tunggu dulu, bik Sumi bilang Tuan? Tuan siapa? Apa mungkin Daddy Surya? Ini benar-benar sangat membuat pusing dan juga banyak sekali teka teki yang ada didalam rumah ini. Sungguh membuat semakin tidak nyaman dan juga sangat tidak tahu harus berbuat seperti apa" gumam Azalya yang hanya seperti tidak mengucapkan apa-apa.


Azalya langsung pergi dari tempatnya bersembunyi tadi sebelum disadari oleh bik Sumi. Karena Azalya hanya ingin mencari tahu saja, setelah dia tahu tidak akan mengatakan sesuatu lagi pada siapapun. Karena dia tahu, pasti akan ada kejadian besar yang akan terjadi didalam mainson ini.


'By, aku sangat merindukan kamu? Apa kamu juga merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan? Semoga kamu memang baik-baik saja hubby. Aku akan menjaga kedua baby kita apapun yang terjadi nanti, hubby percayakan saja padaku By' ucap Azalya dalam hati sambil mengusap-ngusap perutnya yang mulai merasakan ada denyutan didalam rahimnya.


"Kalian berdua sehat-sehat lah didalam sini sayang, Mommy akan selalu menjaga kalian apapun yang terjadi nanti. Jadi kalian adalah jagoan Mommy dan Daddy sayang" ucap Azalya yang mengajak bicara dia baby yang ada didalam rahimnya sambil tersenyum membayangkan jika dia memiliki dua baby kembar yang sangat menggemaskan.


Azalya tidak terasa dia sudah terlelap juga. Dan dia tidak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang menatapnya dengan sangat lekat juga penuh kerinduan didalam matanya.


'Aku minta maaf, aku tidak bisa menemui kamu dulu. Aku hanya ingin memecahkan ini terlebih dahulu sebelum bisa memecahkan masalah yang ada. Aku akan tetap memantau kamu, jaga mereka baik-baik. I love you very much' ucap seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Zayn yang sedang menatap wajah Azalya dan juga membelainya dan mengecup keningnya.


"Ternyata aku tidak sedang bermimpi, hubby ternyata memang benar adanya" ucap Azalya sambil tersenyum menatap Zayn yang juga sedang menatapnya dengan sangat lekat.


"Apa aku mengganggu tidur mu?" tanya Zayn yang sekarang sedang duduk disamping Azalya dan Azalya juga memeluk lengan Zayn dengan penuh kerinduan yang sangat besar.


"Tidak, justru aku senang bisa melihat hubby ada dihadapan ku saat ini" ucap Azalya yang langsung memeluk Zayn dengan sangat erat dan juga terus menatapinya.


"Apa mereka tidak membuatmu susah?" tanya Zayn sambil mengusap perut Azalya dengan sangat pelan dan juga menunduk untuk mencium perut Azalya.


"Sama sekali tidak, justru malah mereka sangat pintar dan juga semakin terasa jika mereka sehat" ucap Azalya yang mengusap kepala Zayn yang masih dalam posisi sedang menatap perut Azalya.


"Syukurlah, aku hanya kesini untuk mencari sesuatu. Dan itu tidak lama, apa kau masih mau menunggu?" ucap Zayn yang sudah duduk kembali disamping Azalya.


"Apa hubby akan kembali lagi kesana tanpa kami?" tanya Azalya yang menatap dengan tatapan biasa saja. Malah terlihat cuek dan tidak perduli.


"Hmm, apa kau akan marah padaku? Apa baby Z juga akan marah pada Daddy nya juga, seperti Mommy nya ini?" tanya Zayn yang mencubit kedua pipi Azalya yang sangat cubby.


"Sepertinya tidak. Karena entah kenapa aku merasakan ada kejanggalan didalam sini. Tapi apa boleh kami mengasingkan diri dulu By? Supaya hubby bisa lebih tenang menghadapi semua ini?" ucap Azalya yang membuat Zayn merasa heran dengan ucapan Azalya yang sangat tidak biasanya.


"By, sejak aku hamil aku merasa seperti bisa melihat sesuatu yang belum pernah terjadi. Apa mungkin salah satu baby kita bisa melihat masa depan atau memiliki Indra keenam?" tanya Azalya dengan tatapan yang sangat serius menatap wajah Zayn.


"Itu bisa saja terjadi, jika permintaan yang ingin mengasingkan diri. Memangnya ingin kemana? Atau ke negara mana yang kau inginkan? Tapi harus selalu bersama dengan orang-orang ku" ucap Zayn yang menjelaskan pada Azalya yang hanya menatap dengan biasa.


"Tidak perlu negara-negara yang jauh. Aku hanya ingin di negara ini, karena negara ini juga sangat luas dan juga banyak yang masih belum bisa terlacak oleh GPS sekalipun. Apa boleh? Bilang saja jika aku ikut dengan hubby, bagaimana ide dari ku ini? Brilliant bukan?" ucap Azalya sambil menaik turunkan alisnya pada Zayn.


"Brilliant, good idea my wife" ucap Zayn yang langsung mengecup bibir Azalya yang sedang tersenyum karena mendengar ucapan nya barusan.


"Boleh?" tanya Zayn yang sudah menatap dengan penuh rasa minat pada Azalya yang sedang menatapnya dengan juga mengangguk.


Zayn melakukan apa yang seharusnya dia lakukan pada Azalya, dia juga menjenguk kedua baby Z yang mungkin sedang tidur.


.


.


.


Maaf ya Othor baru bisa up... Hari ini Othor benar-benar sibuk didunia nyata, dan ini Othor sempatkan untuk mengetik walau harus berlarian dengan waktu...


Semoga para reader kesayangan Othor jangan kecewa dan jangan meninggalkan Othor juga Karya Othor ini 🙏🙏


Othor tunggu like, komen, vote dan hadiahnya ya....